Blog EntryBuktikan !Mar 2, '06 1:57 PM
for everyone

assalaamu'alaikum wr. wb.

Ada saja masalah ketika kita sedang bersemangat memperbaiki diri.  Akan ada saja orang-orang yang nampaknya cuma punya bakat untuk merusak segala yang telah dibangun susah payah oleh orang lain.  Kita mendirikannya dengan bersimbah keringat bertahun-tahun lamanya, namun mereka bisa meratakannya dengan tanah dalam hitungan menit.  Percayalah, cepat atau lambat Anda akan menemukan orang-orang semacam ini.

Ciri-ciri mereka cukup jelas.  Mereka pintar, tapi tidak bijak.  Mereka bisa melihat secuil kesalahan diantara segudang kebenaran.  Mereka bisa menemukan masalah dalam setiap kesempatan.  Lidah mereka begitu terlatih untuk memberitahu semua orang tentang apa-apa yang salah dengan dirinya.  Mereka adalah robot-robot yang telah diprogram untuk membuat rekan-rekannya kehilangan rasa percaya diri.  Mereka hanya mengenal hitam dan putih, tidak pernah hidup di dunia abu-abu.  Siapa pun yang tidak sejalan dengan mereka adalah musuh, dan mereka menghancurkan umat ini dengan begitu cepatnya, lebih cepat daripada api yang menjalar di padang rumput pada musim kemarau.

Sedemikian tajamnya lidah mereka sehingga perasaan berbunga-bunga dalam hati Anda bisa dicongkelnya secepat kilat.  Mereka bisa memotong semangat Anda sebagaimana pisau panas membelah segumpal mentega.  Semua senjata yang dibuat oleh manusia hanya bisa membunuh, sedangkan lidah mereka bisa membuat sebagian manusia berharap agar dibunuh saja.  Bakat mereka memang sungguh besar, dan mereka berlatih dengan sungguh-sungguh.

Kalau tidak hati-hati, maka Anda pun akan terperosok dalam sebuah lubang dalam yang disebut futur, alias hilangnya semangat dan gairah dalam hidup.  Bayangkan Anda membangun sebuah rumah impian Anda dengan susah payah.  Memang rumah itu masih jauh dari sempurna, tapi Anda benar-benar gembira dengan perkembangannya dan Anda pun tidak henti-hentinya belajar untuk memperbaiki rumah tersebut.  Sekonyong-konyong datanglah buldozer raksasa yang menghancurkannya berkeping-keping.  Tanpa ampun, tanpa tedeng aling-aling, tanpa ijin, tanpa permisi, dan tanpa penyesalan.  Apa yang Anda rasakan kini?

Salah satu kemungkinan yang akan terjadi adalah Anda bertekad tidak akan lagi membuat rumah, karena toh ia akan tunduk juga pada buldozer.  Anda pun memutuskan untuk tidak lagi bermimpi membangun rumah seperti dalam impian.  Kalau pun akhirnya Anda berkeinginan juga untuk membangun sebuah rumah, maka yang dibangun adalah rumah biasa-biasa saja, tidak begitu bagus dan jauh dari ideal.  Dengan demikian, ketika buldozer laknat itu datang dan meremukkannya, Anda tidak akan merasa terlalu menyesal.

Jika perasaan semacam ini yang Anda rasakan, berarti Anda memang sedang futur.

Sebenarnya sungguhlah sangat manusiawi untuk merasa kecewa atau sakit hati ketika para pengganggu itu datang dan berusaha mengacaukan pekerjaan Anda.  Tidak ada yang salah dengan perasaan itu.  Yang salah adalah keinginan untuk menyerah yang merupakan cermin dari ketidakfokusan pikiran dan perasaan Anda.

Sebagai seorang Muslim, pikiran dan perasaan kita senantiasa diarahkan pada Allah SWT dan hanya Allah semata.  Semua yang kita lakukan semestinyalah berasal dari kesadaran semacam ini.  Kita bersekolah karena Allah menyuruh kita mencari ilmu, kita berolahraga karena Allah lebih mencintai Muslim yang kuat, kita makan karena Allah memerintahkan kita untuk memenuhi hak-hak tubuh, dan kita pun menggadaikan nyawa karena Allah bersedia membelinya dengan harga yang amat tinggi.  Jika kemudian muncul pengganggu-pengganggu yang membuat misi penghambaan kita terasa begitu sulit, pantaskah kita menjadikannya sebagai alasan atas ke-futur-an kita?

Tidak.  Kita harus tetap fokus.  Kita adalah hamba Allah, bukan hambanya para pengganggu berlidah tajam itu.  Kita tidak wajib terpengaruh oleh apa pun yang mereka perbuat.  Kita tidak mesti naik pitam hanya karena mereka berusaha memancing amarah kita.  Kita tidak perlu terintimidasi oleh keperkasaan mereka.  Kalau memang Anda menganggap mereka benar-benar sebagai pengganggu di jalan Allah, maka mereka termasuk dalam rintangan yang harus Anda hadapi.  Maka, hadapilah!

Jangan lari dari pertempuran.  Tidak ada waktu untuk bermelankoli ria dan 'menikmati' kesusahan ini.  Sekaranglah saatnya bagi Anda untuk mengayunkan senjata.  Lawanlah gangguan mereka.  Buktikan bahwa Anda memang benar-benar fokus di jalan Allah.  Buktikan bahwa lidah mereka tidak bisa mempengaruhi Anda.  Buktikan bahwa apa pun yang mereka lakukan tidak akan bisa memaksa Anda berbelok dari jalan yang lurus.  Buktikan bahwa mereka salah.  Buktikan bahwa Anda adalah hamba-Nya, bukan mangsa empuk bagi intimidasi mereka.

Buktikan!  Sungguh, Allah Maha Melihat segala urusan Anda.

wassalaamu'alaikum wr. wb.



17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
okalaksana wrote on Mar 2, '06
thanks bro ... mencerahkan banget. Tapi ane malah takut ane yang jadi buldozer orang... doakan semoga ane bukan orang seperti itu...
akmal wrote on Mar 2, '06
saya mau mendoakan asal saya jg mas doakan... hehehe... :))
okalaksana wrote on Mar 2, '06
Saya doakan semoga mas akmal selalu menjadi mujahid da'wah yang memberi pesona bagi banyak orang...
akmal wrote on Mar 2, '06
busyet dah... beurat bangeud... :)) amiiin....!
kokonata wrote on Mar 2, '06
Kayaknya judulnya lebih pas kalo "Pisau Lidah", "Futur di ujung Lidah atau apalah yang eye catch :-) Sorry Mas, jangan marah cuma usul aja. Yang penting sih kita berprasangka baik aja sama siapapun. Abis suuzon cuma bikin dada sesak :-)
indrayogi wrote on Mar 2, '06, edited on Mar 2, '06
akmal said
Kalau memang Anda menganggap mereka benar-benar sebagai pengganggu di jalan Allah, maka mereka termasuk dalam rintangan yang harus Anda hadapi. Maka, hadapilah!

Jangan lari dari pertempuran. Tidak ada waktu untuk bermelankoli ria dan 'menikmati' kesusahan ini. Sekaranglah saatnya bagi Anda untuk mengayunkan senjata. Lawanlah gangguan mereka. Buktikan bahwa Anda memang benar-benar fokus di jalan Allah. Buktikan bahwa lidah mereka tidak bisa mempengaruhi Anda. Buktikan bahwa apa pun yang mereka lakukan tidak akan bisa memaksa Anda berbelok dari jalan yang lurus. Buktikan bahwa mereka salah. Buktikan bahwa Anda adalah hamba-Nya, bukan mangsa empuk bagi intimidasi mereka.

Buktikan! Sungguh, Allah Maha Melihat segala urusan Anda.
Nice writing sir !
akmal wrote on Mar 2, '06
Kayaknya judulnya lebih pas kalo "Pisau Lidah", "Futur di ujung Lidah atau apalah yang eye catch :-) Sorry Mas, jangan marah cuma usul aja. Yang penting sih kita berprasangka baik aja sama siapapun. Abis suuzon cuma bikin dada sesak :-)
sebagai penulis sah dari artikel ini, saya tetap merasa judul pilihan saya lebih bagus... hahaha but thanks udah ngebaca... :))

saya gak ngajarin suuzhan kok, saya cuma ngasi tau bahwa faktanya memang ada fenomena begini dan kita harus survive... yg namanya survival, apa pun harus dilakukan agar kita survive... well, setidaknya nyaris apa pun lah...
rikaadinda wrote on Mar 2, '06
akmal said
para pengganggu
siapa sih?
akmal wrote on Mar 2, '06
siapa sih?
lho? artikel ini kan tidak dibuat berdasarkan kejadian khusus mbak, jadi isinya berlaku umum gitu lho... intinya sih saya mo bilang, siapa pun yg bikin kita kesel, kita gak perlu futur, soalnya kita gak wajib terpengaruh sama tindakan mereka... begicu lho.... :))

sekalian mengklarifikasi ke bang kokonata, tulisan ini gak ada hubungannya dgn perdebatan saya di forum lain lho... :)) tema ini sudah terpikirkan sejak dulu tapi lupa ditulis melulu, baru inget setelah kemarin itu aja....
erikar wrote on Mar 2, '06, edited on Mar 2, '06
Oke bgt, thanks..


Semoga pengaplikasiannya tidak mengganggu batasan normal toleransi kita terhadap sesama umat manusia lainnya. Toh Tuhan memberikan hak 'hidup dan berusaha' bagi mereka, benar atau salah jalan yang mereka pilih (menurut kita).


Hanya Tuhan satu-satunya yang memiliki nilai 'kebenaran mutlak'.
rikaadinda wrote on Mar 3, '06
akmal said
ho? artikel ini kan tidak dibuat berdasarkan kejadian khusus mbak, jadi isinya berlaku umum gitu lho... intinya sih saya mo bilang, siapa pun yg bikin kita kesel, kita gak perlu futur, soalnya kita gak wajib terpengaruh sama tindakan mereka... begicu lho.... :))
*manggut-manggut*
akmal wrote on Mar 3, '06
erikar said
Semoga pengaplikasiannya tidak mengganggu batasan normal toleransi kita terhadap sesama umat manusia lainnya. Toh Tuhan memberikan hak 'hidup dan berusaha' bagi mereka, benar atau salah jalan yang mereka pilih (menurut kita).
hehe insya Allah gak sampe mengganggu toleransi... lagian saya kan tdk mengajak utk bersikap agresif dan menganggap orang lain salah dan kita sendiri yang benar... saya cuma mengajak saudara2 yg sedang futur utk sadar bahwa mereka bisa memilih untuk tidak terpengaruh oleh orang lain... dgn kata lain, mereka tidak mesti futur... kalo kita fokus pada Allah SWT dan bukan pada omongan orang lain, insya Allah kita bisa lebih imun dari penyakit futur ini... itu saja kok...
akmal wrote on Mar 3, '06, edited on Mar 3, '06
buat indra : makasih om! :))
arvenda wrote on Mar 4, '06
oo.. ini dalam hal umum ya?
pdhl tadinya ingin sharring hal2 'eneg' ktika ktemu ma buldozer2 itu :D huhihi..
akmal wrote on Mar 6, '06
haha mo sharing ya sharing aja... yg jelas tulisan ini saya buat tidak utk membicarakan peirhal orang2 tertentu... pokoke bulldozer ya bulldozer :p
ikakartini wrote on Mar 7, '06
Bagus hasil tulisan ini....menghidupkan semangat juang.
akmal wrote on Mar 7, '06
aduh mbak ika dari tanah seberang ini muji2 mulu... jadi malu saya... :))
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help