assalaamu'alaikum wr. wb.
"Ah, bagaimana ya caranya menghilangkan pikiran kotor?"
"Gampang."
"Kok gampang?"
"Ambil pistol, taruh di kening, lalu DOR!!! Dijamin tidak bisa berpikir lagi... Hahaha...!"
"Hahaha... Saya serius, nih! Gimana, dong?"
"Sori, namanya juga humor. Hmmm... Pikiran kotor, ya?"
"Iya, pikiran kotor!"
"Menghilangkannya?"
"Iya, menghilangkannya!"
"Hmmm ya tergantung."
"Tergantung apa?"
"Tergantung sebabnya, dong!"
"Sebabnya?"
"Iya. Kamu sudah pernah memikirkannya belum?"
"Hmmm...."
"Masak sih belum?"
"Sudah pernah, sih."
"Lalu?"
"Sepertinya karena banyak lawan jenis berseliweran dengan aurat terbuka."
"Itu saja?"
"Sepertinya sih begitu."
"Jadi yang buka aurat itu salah?"
"Lho, ya jelas salah dong! Memang menurut kamu nggak salah?"
"Bukan begitu. Membuka aurat di tempat umum jelas salah. Yang mau saya tanya : apakah mereka adalah faktor penentu dalam masalah kamu?"
"Jelas, dong!"
"Menurut saya sih tidak."
"Kok?"
"Coba pikir. Kalau kamu sedang mengerjakan ujian yang soalnya sangat sulit, atau kamu sedang melaksanakan Sidang Tugas Akhir, lalu lewat 'para oknum' itu, apakah kamu sempat berpikiran kotor?"
"Sepertinya tidak."
"Nah, itu dia!"
"Apanya?"
"Kunci dari permasalahan kamu."
"....................?"
"Masalahnya, saat godaan itu lewat, kamu sedang ngelamun. Kamu sedang mengerjakan hal-hal yang tidak penting. Kamu punya kesempatan untuk berpikir yang bukan-bukan. Benar begitu?"
"Iya juga, sih..."
"Masih Muslim, toh?"
"Kok nanya gitu?"
"Jawab aja, deh!"
"Masih dong!"
"Nah, orang Islam itu seharusnya tidak buang-buang waktu dengan hal-hal yang remeh-temeh. Kamu memang semestinya menyibukkan diri dengan yang penting-penting saja. Jadi fokus. Kalau kita fokus, godaan-godaan itu bakal kecele juga."
"Lalu mereka gimana?"
"Siapa?"
"Para oknum."
"Itu lain persoalan."
"Kok lain? Mereka kan mengganggu pemandangan!"
"Iya, betul. Tapi di negeri kita kan belum ada undang-undangnya."
"RUU APP itu gimana?"
"Kan belum jadi UU!"
"Tapi harus diusahakan, toh?"
"Jelas!"
"Lalu?"
"Ya sementara RUU itu belum jadi UU, kita harus mengambil langkah pengamanan kan? Masak kamu mau diam saja dan menyerah pada godaan? Kamu harus ambil sikap dong. Sementara UU APP belum digolkan, yang bisa dan realistis kita lakukan adalah mengatur diri kita sendiri. Memangnya bisa mengharapkan orang lain?"
"Iya juga ya..."
"Makanya, jangan ngelamun! Ayo lakukan sesuatu! Berhenti menonton sinetron-sinetron nggak mutu, acara-acara gosip nggak penting, atau ngurusin masalah rumah tangga orang lain. Pikir yang besar-besar. Khalifah fil 'ardh kok mikirin hal-hal kayak gitu? Yang macam-macam begitu sih buat spesies lain saja...!"
"Hahaha kamu bisa aja..."
wassalaamu'alaikum wr. wb.