 assalaamu'alaikum wr. wb.
Seorang penulis pernah bilang bahwa Gus Dur ini memang tidak tanggung-tanggung kontroversialnya. Di satu sisi ia mengedepankan sekularisme, tapi di sisi lain ia habis-habisan menunggangi simbol-simbol keagamaan seperti pesantren, ke-kyai-annya, atau ke-Gus-annya. Di sana-sini ia berteriak agar jangan terlalu mengeksploitasi hukum Islam dalam kehidupan berbangsa yang pluralis, namun ketika ada yang hendak melengserkannya dari kursi kepresidenan, tiba-tiba muncul istilah "fiqih dalam menghadapi makar terhadap pemimpin umat". Tiba-tiba saja ayat-ayat Al-Qur'an digunakan untuk mengecam orang-orang yang hendak menjatuhkan dirinya. Tapi itulah politik.
Belum lama ini, situs resmi Jaringan Islam Liberal (JIL) memuat sebuah wawancara yang dilakukan oleh M. Guntur Romli dan Alif Nurlambang terhadap mantan orang nomor satu di Indonesia itu. Pembicaraan seputar RUU APP yang memicu banyak perdebatan itu. Di dalamnya, lagi-lagi, muncul begitu banyak 'kelucuan' yang sebenarnya sudah menjadi ciri khas seorang Abdurrahman Wahid.
Ketika dimintai komentar tentang Perda Tangerang yang melarang habis pelacuran, Gus Dur melihatnya dari 'sisi lain'. Menurutnya, membuat aturan yang melarang pelacuran bukanlah prioritas utama. Di baliknya, masih ada persoalan ekonomi. Dengan kata lain, jika tidak ada peningkatan taraf kehidupan, maka pelacuran tidak akan bisa dihapuskan.
Barangkali Gus Dur lupa bahwa pelacuran senantiasa ada meskipun di lingkungan orang-orang kaya. Memang gayanya beda, dan pelacur jenis ini tidak mejeng di pinggir jalan, melainkan menunggu telpon di rumah masing-masing. Bayarannya bukan dalam hitungan ratusan ribu rupiah, jutaan rupiah pun ada. Para pelacur ini juga bukan orang miskin, namun kaum perempuan hiperseks yang mau saja dijadikan komoditas bisnis dengan harga yang sangat tinggi. Tidak ada bukti bahwa pelacuran bisa dihapuskan ketika ekonomi rakyat membaik.
Berikutnya, pewawancara meminta pendapat sang Gus tentang kesan 'arabisasi' dalam pelaksanaan RUU APP dan sejumlah perda syariat. Gus Dur membenarkan kesan tersebut dan tidak lupa mempertanyakan sikap 'arabisasi' tersebut.
Pertanyaan usang soal 'arabisasi' ini sebenarnya sudah dijawab dengan sangat jitu oleh Mas Jonru, namun biarlah saya mengulangnya sedikit (dengan redaksi saya sendiri). Anggaplah kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh menerima budaya lain yang akan mencemari kepribadian bangsa kita. Lalu apa sebenarnya yang selama ini terjadi di negeri ini pada era globalisasi? Kalau kita protes pada 'arabisasi', mengapa Gus Dur tidak pernah terdengar memprotes 'westernisasi', bahkan cenderung mendukungnya? Apakah orang Barat lebih baik daripada Arab?
Tapi itu semua berasal dari sebuah asumsi bahwa RUU APP memang benar-benar sebuah proyek 'arabisasi'. Padahal tidak demikian. Memang tidak ada perlunya mencontoh negara-negara Arab, karena mereka sendiri tidak melaksanakan ajaran Islam dengan benar. Negara manakah yang menjalankan ajaran Islam dengan sepenuhnya? Apakah negara kerajaan bisa dianggap telah meneladani kekhalifahan? Jelas tidak! Lagipula RUU APP tidak dibuat berdasarkan standar Islam. Tidak ada kewajiban menggunakan jilbab bagi perempuan di RUU tersebut. Tidak usah sampai begitu. Sesopan Siti Nurhaliza pun sudah cukup, kok! Karena itu, perlu dipertanyakan RUU manakah yang sebenarnya sedang dibicarakan oleh Gus Dur ini?
Untuk melengkapi keanehan itu, Gus Dur kemudian memberikan sebuah 'contoh kasus'. Beginilah katanya : "Semua orang tahu bahwa pesantren itu lembaga Islam, tapi kata pesantren itu sendiri bukan dari Arab kan? Ia berasal dari bahasa Pali, bahasa Tripitaka, dari kitab agama Buddha."
Sepertinya Gus Dur gagal membedakan antara pesantren dengan istilah pesantren itu sendiri. Pesantren memang sebuah lembaga Islam, tapi istilahnya tidak berasal dari ajaran Islam. Pesantren itu sendiri sebenarnya tidak berbeda dengan sebuah sekolah, hanya saja sangat kental diwarnai dengan pengajaran agama Islam. Mengenai istilah yang digunakan untuk melambangkan sekolah yang bernuansa Islami itu sendiri bebas menggunakan bahasa apa pun. Orang Nepal menggunakan bahasa Nepal, orang Meksiko menggunakan bahasanya sendiri, dan orang Brasil tidak mesti menggunakan bahasa Perancis. Kalau orang Indonesia menggunakan bahasa nenek moyangnya dahulu, apa salahnya? Toh penamaan itu tidak mempengaruhi isi ajarannya.
Entah kelepasan atau tidak, Gus Dur kemudian bahkan menegaskan bahwa kita tidak bisa menerapkan syariat Islam jika bertentangan dengan UUD 45. Pertanyaannya, apakah agamanya : Islam atau Indonesia? Siapakah Rasul yang ditaatinya : Muhammad saw. atau para penyusun UUD 45 itu? Mengapa seorang Gus bisa memberi harga yang demikian rendah terhadap agamanya sendiri? Entahlah.
Berikutnya, sang narasumber menegaskan bahwa standar moralitas berubah dari waktu ke waktu dan bisa juga berlainan di masing-masing tempat. Menurutnya, apa yang dianggap tidak senonoh di masa lalu bisa jadi wajar di masa sekarang. Selain itu, apa yang dianggap cabul di suatu tempat bisa jadi hanyalah sebuah tradisi yang wajar bagi yang lainnya.
Pertanyaannya sekarang : jujurkah mereka yang mengatakan bahwa standar moralitas itu telah berubah? Pertama, apa betul mereka tidak merasa terangsang sedikit pun melihat pengumbaran aurat di tempat-tempat umum di masa sekarang ini? Hanya sekedar kata-kata dari lidah tidak bisa menjamin apa-apa. Siapa pun bisa berbohong dengan mengatakan dirinya tidak terangsang agar kaum perempuan tidak ragu lagi untuk menambah rangsangan itu. Seharusnya kita menggunakan lie detector.
Kedua, apa betul standar moralitas berubah? Pornoaksi sudah ada sejak dahulu kala, tidak ada yang berubah. Tari-tari erotis sudah ada sejak dahulu kala. Pelacuran sudah ada sejak jaman para Nabi, dan homoseksualitas juga sudah ada, paling tidak sejak jaman Nabi Luth as. Dan sejak dahulu pula, semua hal tersebut sudah merongrong kehidupan manusia. Jadi, kata siapa standar moralitas telah berubah?
Ketika bicara tentang sastra Islam, lagi-lagi Gus Dur gagal membedakan antara 'sastra Islami' dengan 'sastra yang dibuat oleh sastrawan yang beragama Islam'. Ia menceritakan sebuah novel karangan Naguib Mahfouz yang bercerita tentang pergulatan batin seorang pelacur. Menurut Gus Dur, sastra itu jelas tidak bisa dianggap sebagai sastra non-Islam karena jelas-jelas penulisnya adalah Muslim. Sudah jelas dimana kekeliruannya, bukan?
'Kenakalan' Gus Dur yang paling parah adalah ketika ia menyebut Al-Qur'an sebagai kitab yang paling porno. Begini cetusnya : "Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha…"
Pertama, masalah menyusui anak bukanlah perkara cabul. Kalau Al-Qur'an tidak memotivasi kaum ibu untuk menyusui anaknya hingga waktu yang optimal, barangkali generasi muda umat Islam akan berkembang dengan tidak cukup baik. Apakah perkara menyusui anak harus diabaikan lantaran berkaitan dengan organ payudara? Kasihan sekali anak-anak, jika memang demikian. Untung Al-Qur'an tidak ditulis oleh Gus Dur.
Kedua, sebenarnya Gus Dur sendiri yang menyusahkan dirinya dengan definisi cabul yang terlalu jauh. Tidak ada yang mengatakan bahwa seorang ibu yang menyusui anaknya itu telah berbuat cabul. RUU APP pun jelas tidak melarang ibu mana pun untuk menyusui anaknya. Bahkan hanya orang gila yang akan melarang peristiwa alamiah yang amat bermanfaat bagi bayi, baik dari segi medis maupun psikis tersebut.
Ketiga, apa yang Gus Dur maksud dengan Injil? Apakah ia pernah melihat Injil yang masih asli? Umat Islam pasti beriman pada Injil, hanya saja kita tidak pernah lagi menemukan Injil yang asli. Injil yang benar pasti sejalan dengan Al-Qur'an. Kalau yang dimaksud adalah Bibel (Kitab Suci yang digunakan oleh umat Kristiani sekarang), maka kita tidak boleh menyebutnya sebagai Injil, karena Al-Qur'an dan Al-Hadits telah menegaskan bahwa umat Nasrani telah mengubah-ubah Injil menurut kehendaknya sendiri.
Keempat, anggaplah kita menerima istilah 'Injil' untuk Kitab Suci umat Kristiani jaman sekarang. Apakah di sana tidak ada ayat-ayat yang berbau cabul? Saya rasa Gus Dur harus diperkenalkan pada sebuah masterpiece karya seorang ulama besar yang bernama Ahmad Deedat (semoga Allah SWT ridha kepadanya). Cukuplah buku The Choice sebagai referensi atas 'keanehan-keanehan' (termasuk ayat-ayat porno) di dalam 'Injil' tersebut.
Berikutnya, Gus Dur mengulang sebuah pernyataan klise tentang 'dipojokkannya' kaum perempuan dalam masalah moralitas bangsa. Menurutnya, perempuan tidak perlu 'dipersalahkan' dan 'dituduh' sebagai oknum yang menyebabkan munculnya rangsangan bagi kaum laki-laki. Laki-lakilah yang salah karena seringkali menganggap perempuan sebagai objek seksual.
Gus Dur lupa bahwa standar aurat untuk lelaki dan perempuan itu berbeda. Kalau kita menggunakan standar itu, maka jelaslah bahwa populasi laki-laki dewasa yang menutup aurat lebih banyak daripada populasi perempuan yang menutup aurat. Kalau Gus Dur tidak merasa terangsang, baguslah! Tapi tidak semua orang seperti itu. Aturan menutup aurat diberlakukan untuk menjaga ketertiban, bukan mendiskreditkan perempuan.
Lalu muncullah sebuah klise yang lain : Tuhan tidak perlu dibela! Benar sekali, Tuhan tidak butuh dibela, bahkan Dia tidak membutuhkan apa-apa dari siapa pun. Seluruh umat manusia kafir atau beriman tidak akan memberikan untung atau rugi pada-Nya. Itulah kenyataanya. Akan tetapi, manusialah yang perlu melakukan 'pembelaan' itu. Kalau kita diam saja ketika Tuhan dihina, maka kita harus khawatir di akhirat nanti kita dimasukkan ke dalam kelompok orang-orang yang komitmennya terhadap agama lemah.
Gus Dur juga menganggap bahwa inti ajaran kejawen itu sama dengan Islam. Pernyataan ini tidak ilmiah karena tidak mengandung bukti apa pun. Lagi pula, kesamaan inti ajaran saja belum bisa memenuhi syarat di hadapan Allah. Kalau Allah telah menetapkan syariat yang diridhai-Nya, lalu bagaimana? Apakah kita masih merasa bebas menjalankan agama dengan selera kita masing-masing? Apakah ketetapan Allah bisa diubah dengan kesepakatan manusia? Betapa lemahnya Allah di mata Anda, Gus!
Melihat betapa lucunya tokoh yang satu ini, kita bisa meramalkan bahwa JIL masih akan menjadikannya sebagai narasumber di masa depan. Sebagaimana Gus Dur, JIL pun penuh dengan dagelan. Karena itu, tidak usah ditanggapi dengan terlalu serius. Santai dan tertawa sajalah. Tapi jangan lupa di-counter ya...
wassalaamu'alaikum wr. wb. 
 | Tapi ini serius tanggapannya....hehehe
|
 | adiko wrote on Apr 17, '06 tanggapan yg baik, mas.
saya lihat, jawapan2 dan idea Gus langsung di salut oleh gang JIL di dlm kolom tanggapan mereka (http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1028) , mujur ada juga yg meng-kontra dgn singkat... mungkin mas Akmal sudi memuatkan tanggapan yg baik ini di dlm kolom tanggapan JIL itu? : ) |
 | Tanggapan yang bagus akh akmal,
|
 | ummujib wrote on Apr 17, '06, edited on Apr 17, '06 hmm..mengenai..menyusui, sebenarnya di negara barat yang notabenenya bukan berpedoman-kan kepada Al Quran malah sedang ramai2nya menggalakkan menyusui. Sungguh tidak masuk diakal kalau mengacu menyusui anak sebagai tindakan porno. Kesimpulannya sepertinya beliau sudah benci kepada Al Quran. |
 | akmal wrote on Apr 18, '06 buat rekan2 ada yg mo mengirim tulisan ini ke situs JIL?? hahaha soalnya seorang teman saya ada yg sudah mengirimkan tulisan2 saya beberapa kali ke JIL, tapi gak pernah dimuat... ngakunya sih semua org bebas berpendapat, kecuali saya hahaha... ya wajar sih orang2 liberalis emang begitu kan...
monggo yg mau nge-link atau menyebarluaskan tulisan ini :) |
 | Gus Dur memang suatu fenomena... mungkin ini ya contoh orang yang memiliki banyak pengetahuan, tapi itu semua tidak diserap dan dipahami, melainkan lebih pada dijadikan pion2 dari kepercayaan pribadinya sendiri...
insyaalloh tulisannya bermanfaat besar... |
 | akmal wrote on Apr 18, '06 insyaalloh tulisannya bermanfaat besar...  aamiiin... :) |
 | qmaulana wrote on Apr 18, '06, edited on Apr 18, '06 inilah tigkatan kesulitan yang paling tinggi untuk orang yg banyak pengetahuan dalam keislamannya, seperti gusdur dan muslim yg lainnya. untuk menuju titik nol atau bening seperti nabi muhammad dan keempat sahabat dekatnya itu tidak segampang yg terbayangkan. ( baca: tasawuf komtemporer, jamaluddin kafi.) |
 | Ya Allah... Gus Dur... kayak udah gak inget sama akhirat aja... ngomong kok asal jeplak... |
 | iipx wrote on Apr 18, '06 hehehe Gus Dur itu gak lucu ....dia itu Gila...hehehe...orang jawa bilang 'wong edan' ...hehehe....maaf ya... |
 | wus gus dur tuh bukan wong edan tapi pelawak |
 | togie wrote on Apr 18, '06 Katanya sih beliau itu WALI WALI itu harus nyentrik, harus gak bisa ditebak kalau tidak begitu maka hilanglah status kewaliannya |
 | akmal wrote on Apr 18, '06 sabar sabar... hehehe... dicela-cela jg percuma... mending sebarluaskan tulisan ini hahaha... eh temen saya dah upload ke situs JIL tuh... ditampilin gak ya?
|
 | kayanya sih gak mungkin mas , seperti anda bilang di tulisan yang lalu , orang liberal gak bakalan berani menghadapi debat |
 | akmal wrote on Apr 18, '06 haha biarin atuh dikasi kesempatan lagi aja... :)) siapa tau kali ini jebol... :)) |
 | ih photonya lutyu...pak gus dur nya bobo... |
 | akmal wrote on Apr 19, '06 emang kapan bangunnya? hahaha |
 | Halah...Gus Dur emang gitu,kok. Jadi bener..cukup ditanggapi dengan senyuman saja. Tapi kalo perlu juga dengan tertawa sekenceng-kencengnya, biar Si Gus bangun. Hehehehe.... Dan setelah bangun semoga langsung sadar dengan segala ke-nyelenehannya. Heheehehehehe.. |
 | akmal wrote on Apr 23, '06 |
 | pernah dengar pendapat pengikut Gus Dur bahwa di dada gusdur bersemayam malaikat, sehingga ia serupa orang suci dan ucapanya patut diturut? (kalo kata gue sih itu malaikat maut yang udah gregetan pengen secepatnya menjalankan tugasnya) |
 | akmal wrote on Apr 27, '06 |
 | FYI: Di situsnya JIL sudah tidak ada lagi pernyataan Gus dur kalau Qur'an itu porno. Dihapus ? Takut kali yah ? |
 | akmal wrote on May 7, '06 oh ya?? masak sih?? hahaha thx 4 the info mas... :)) |
 | wawancaranya ada cuma pernyataan gus dur yang itu "hilang" dan komentarnya menjadi nol lagi |
 | akmal wrote on May 7, '06 hehehe ketahuan kan watak aslinya org2 JIL?? :D |
 | Artikel yang di hapus: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1028 Sekarang sudah tidak ada dan muncul error (krn sudah dihapus) ! Tapi tanggapan/komentar untuk artikel tsb masih ada, dapat dilihat di http://islamlib.com/id/index.php?page=comment&art_id=1028&pageno=1
Sekarang menjadi: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1036
dasar Jaringan Iblis Pengecut |
 | lho jadi JIP donk , entar dikira penggemar otomotif hehehe |
 | akmal wrote on May 8, '06 hahaha bisa aja nih mas ario... :)) |
 | Memang hebat kepengecutan JIL/JIP.
Iblis aja bisa gentle...masa manusia/kaum JIL pengecut seperti itu ?
JIL itu tepatnya kaum intelektual munafik |
 | Ternyata masalah wawancara JIL dgn AW, menjadi panjang... AW menuntut pernyataannya sendiri, atau tipu muslihat JIL ?
Wahid Gugat Duta Masyarakat
Surabaya -- Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa versi Muktamar Semarang Abdurrahman Wahid akan menggugat koran Duta Masyarakat. Harian milik Choirul Anam, Ketua Umum PKB versi Muktamar Surabaya, ini dituduh menyebarkan berita fitnah mengenai Wahid dalam edisi 17 April 2006.
"Kami akan tuntut Duta sebesar Rp 100 miliar," kata Ketua PKB versi Muktamar Surabaya Muhaimin Iskandar di Surabaya kemarin. Kutipan wawancara Wahid dan Jaringan Islam Liberal berbunyi: "Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al-Quran, ha-ha-ha", (tertawa terkekeh-kekeh). Kutipan ini kemudian disebarkan ke berbagai pesantren. adi mawardi
http://www.korantempo.com/korantempo/2006/05/15/Nasional/krn,20060515,9.id.html |
 | akmal wrote on May 16, '06 harusnya yg dituntut itu para pengurus website-nya JIL... kalo gitu saya jg menuntut kejelasan dari JIL donk! wahai para fanatikus JIL!!! saya tahu kalian membaca jurnal sayah.... hahaha jawab donk!!! jgn manyun aja! |
 | tentang gus dur ...
wis..lah..saya udah ndak respect dgn sosok yg satu ini. biarlah nanti ALLAH yg mengurusnya. ya moga2 saja, sosok ini masih diberi kesempatan oleh ALLAH untuk memperbaiki dan bertobat.
|
 | akmal wrote on May 18, '06 |
 | Gus Dur itu ibarat sebuah karakter dalam game, yg memiliki tingkat level yg tinggi. Jadi untuk mengerti dan mencari tau apa yg terkandung dalam ucapannya harus lah satu level dengan dia...So buat kita yg merasa masih level rendahan, cari tau dulu lah dari orang yg lebih paham tentang Gus Dur sebelum berkomentar. Jadi ingat ungkapan : "Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik DIAM SAJA". Apalagi sampai timbut hasud atau jadi pergunjingan yg ujung2nya jadi subyektif. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua. Terima kasih |
 | Gus Dur itu ibarat sebuah karakter dalam game, yg memiliki tingkat level yg tinggi. Jadi untuk mengerti dan mencari tau apa yg terkandung dalam ucapannya harus lah satu level dengan dia...So buat kita yg merasa masih level rendahan, cari tau dulu lah dari orang yg lebih paham tentang Gus Dur sebelum berkomentar. Jadi ingat ungkapan : "Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik DIAM SAJA". Apalagi sampai timbut hasud atau jadi pergunjingan yg ujung2nya jadi subyektif. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua. Terima kasih |
 | akmal wrote on Jun 4, '06 wah hebat ya gus dur... sampe2 utk ngomong aja harus selevel sama dia... jadi para pengikutnya semua levelnya sama atau lebih tinggi sama dia ya?? ckckckck... benar2 taqlid buta yg dinyatakan secara telanjang! selamat kepada para kacung! :D |
 | Awalnya seh isi blog ini bagus banget.. ngajak kita tuk ikut berfikir.. tapi kalo komentarnya cuma berisi cacian dan makian yg subyektif malah jadi kehilangan manfaatnya dunk... Apalagi ditanggapi oleh sang penulis yang jelas2 merasa bangga dengan tulisannya yg BELUM TENTU benar 100%... Malah ada keinginan untuk disebar luaskan... Masya Allah!! Ternyata kedewasaan berfikir yg punya blog masih harus dipertanyakan... ;p Marilah kita cari obyek pembicaraan yg benar-benar bermanfaat buat kita... tanpa ada emosi dan keinginan untuk membenci seseorang... dan dari tulisan di atas Obyeknya adalah "perkataan Gus Dur" bukan "Gus Dur" nya.. Betul kan?! Jadi ingan omongan Imam Ali Karomahu Wajhah : Undzur Maa Qola.. Walaa Tandzhur Man Qola!".. Terima Kasih... |
 | "Entah kelepasan atau tidak, Gus Dur kemudian bahkan menegaskan bahwa kita tidak bisa menerapkan syariat Islam jika bertentangan dengan UUD 45. Pertanyaannya, apakah agamanya : Islam atau Indonesia? Siapakah Rasul yang ditaatinya : Muhammad saw. atau para penyusun UUD 45 itu? Mengapa seorang Gus bisa memberi harga yang demikian rendah terhadap agamanya sendiri? Entahlah."
Ada unsur provokasi di tulisan ini.. Ketika menulis ini apa seh yg ada dalam fikiran penulis?? |
 | Isi Tulisan itu lebih banyak berasal dari Redaksi penulis yang memberi kesimpulan tentang ucapan Gus Dur.. Apakah itu bisa dianggap Benar dan bisa dipertangungjawabkan? Malah kalau lebih dalam kita membacanya akan timbul kesan sebuah "unek-unek" penulis yang berasal dari pemikiran yang terlalu dangkal dalam memahami sebuah ucapan. Dan lebih cenderung mengarah pada "memvonis" seorang Gus Dur. Dan itu "belum tentu" BENAR!!! Saya jadi mempertanyakan kapasitas orang yg berhak memvonis seseorang.!! Sudah benar kah kita?? Mohon Maaf kalo ini kurang berkenan di hati... |
 | akmal wrote on Jun 5, '06 sudah benarkah Gus Dur? jawab dulu pertanyaan ini....
Rasulullah saw. saja tdk pernah bicara dlm bahasa yg 'terlalu tinggi' sehingga tdk bisa dipahami oleh orang lain... kenapa Anda membela Gus Dur sedemikian rupa? apa salah kalau saya mengajak semua orang untuk membenci manusia yg mencaci maki Al-Qur'an? tanya saja sama diri Anda sendiri... Anda milih Gus Dur atau Al-Qur'an? saya tdk mengada-ada kok, memang kenyataannya Gus Dur telah menghina Al-Qur'an... buanyak sekali saksinya..
kalau Anda bilang saya memprovokasi, sekarang saya tanya lagi : ucapan Gus Dur yg mengatakan Qur'an itu porno apa bukan provokasi namanya?
kalau Anda tanya apa sih yg saya pikirkan ketika menulis artikel ini, saya tanya balik : apa sih yg ada di dlm otak Gus Dur ketika dia menghina Al-Qur'an?
makanya jgn mau jadi kacung... |
 | he he he, mbak thomsenyum, tolong terangin dong maksudnya Gus Dur? Atau anda masih belum levelnya Gus Dur jadi nggak ngerti maksudnya Gus Dur ? Terus orang yang selevel sama Gus Dur itu siapa? Orang-orang yang mengaku dari Garda Bangsa pendukung Gus Dur itu ngerti nggak sama maunya Gus Dur ??? he he he, aneh ..... banyak orang nggak ngerti tapi ngikut aja .... |
 | akmal wrote on Jun 7, '06 pendapat saya kira2 sama lah seperti mas adhipy... :D |
 | Ternyata penulis memblok ID utk komentar disini. makanya saya ganti ID. saya mo kasih sesuatu yg mungkin bermanfaat tuk pembaca dan penulis pada khususnya.
Saat ini, kisah yang menimpa Gus Dur mirip cerita Abu Nawas. Tersiar desas-desus, Gus Dur mengatakan Al Quran adalah kitab suci porno. Menurut kabar angin itu pula, pernyataan Gus Dur tersebut diucapkan sewaktu acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta, yang mengudara saban Sabtu pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Kebetulan saya salah seorang pembawa dari acara tersebut. Karena tuduhan itu, Gus Dur diteror oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam di Purwakarta (23/5).
Seperti nasib Abu Nawas, pernyataan Gus Dur tersebut sengaja diplintir, dan dilepaskan dari konteksnya karena ada motif dan untuk tujuan tertentu. Padahal dalam acara kongkow tersebut, berkali-kali Gus Dur menegaskan bahwa konsepi porno ada dalam otak seseorang. Kita sering bilang, orang yang otaknya lagi ngeres, atau lagi “piktor” (pikiran kotor). Penyataan Gus Dur yang lengkap begini, “Porno itu letaknya ada dalam persepsi seseorang. Kalau orang kepalanya ngeres, dia akan curiga bahwa Alquran itu kitab suci porno, karena ada ayat tentang menyusui (al-Baqarah: 233) dan ada roman-romanan antara Zulaikha dengan Yusuf (Yusuf: 24).” Liciknya, mereka yang pernah juga menyebarkan fitnah bahwa Gus Dur telah dibaptis, menyebarkan bahwa Gus Dur telah berkata bahwa Al-Quran itu kitab suci porno.
Pemenggalan kata-kata tersebut sangatlah berbahaya. Kita bisa mengatakan Alquran mengecam orang yang salat ketika hanya mengutip ayat 4 dalam surat al-Ma’ûn, “maka celakalah orang-orang yang salat!” (fawaylul lil mushallîn). Padahal maksudnya orang yang melaksanakan salat tapi masih celaka adalah orang yang salat tapi lalai: ingin dilihat orang, dan enggan bersedekah—dijelaskan dalam tiga ayat sesudahnya.
Gus Dur memang tidak pernah sepi dari tuduhan tersebut. Dulu ia pernah dituduh ingin mengubah assalamualaikum menjadi selamat pagi, siang, sore, dan malam. Seperti Abu Nawas,Gus Dur dituduh ingin mengubah rukun salat, ketika menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri salat bukan lagi assalamualaikum yang diucapkan, tapi, selamat pagi untuk salat subuh, selamat siang untuk salat dzuhur, selamat sore untuk ashar, selamat petang untuk salat magrib, dan selamat malam untuk salat isya’. Padahal Gus Dur mengatakan boleh mengganti assalamualaikum dalam konteks sapaan (greeting) bukan dalam salat.
Untuk itulah, bagi yang masih berakal sehat, akan langsung bertabayun kepada Gus Dur, bukan langsung menuduh, menyebarkan fitnah, apalagi melakukan tindak kekerasan. Bukankah menurut Al-Quran hanya orang fasiklah yang tidak mau bertabayun?
*Penulis adalah presenter “Kongkow Bareng Gus Dur”
Semoga ini jadi pembuka mata dan penghancur kebencian semuanya. saya jauh dari level Gus Dur, bahkan anda2 semua.. Saya masih fakir dalam ilmu .. makanya saya belajar dari kalian semua! Buat adhipy.. saya laki2 .. dan hati2 terhadap penyebutan jenis kelamin! terimakasih.. |
 | Itulah kelicikan sang penulsi blog dengan cara memblokir komentar2 orang g tidak sependapat dengan dia.. begitukah cara berfikir orang Indonesia sekarang? Sayang sekali... sangat disayangkan!
(thomsenyum said) |
 | Itulah kelicikan sang penulis blog dengan cara memblokir komentar2 orang yg tidak sependapat dengan dia.. begitukah cara berfikir orang Indonesia sekarang? Sayang sekali... sangat disayangkan! (thomsenyum masih eksis)
|
 | Saat ini, kisah yang menimpa Gus Dur mirip cerita Abu Nawas. Tersiar desas-desus, Gus Dur mengatakan Al Quran adalah kitab suci porno. Menurut kabar angin itu pula, pernyataan Gus Dur tersebut diucapkan sewaktu acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta, yang mengudara saban Sabtu pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Kebetulan saya salah seorang pembawa dari acara tersebut. Karena tuduhan itu, Gus Dur diteror oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam di Purwakarta (23/5).  komen yang ini
DESAS DESUS , KABAR ANGIN ?
dan dari sini "Untuk itulah, bagi yang masih berakal sehat, akan langsung bertabayun kepada Gus Dur, bukan langsung menuduh, menyebarkan fitnah, apalagi melakukan tindak kekerasan. Bukankah menurut Al-Quran hanya orang fasiklah yang tidak mau bertabayun?"
MENUDUH ? MENYEBARKAN FITNAH ?
maaf ya , yang nulis berita itu menurut saya BODOH , TUKANG NGELES , wong buktinya udah disaksiin banyak orang kok , bahkan saya berani bersaksi bahwa bulan apil lalu islamlib.com memuat wawancara yang berisi pernyataan gusdur bahwa Al-Quran itu kitab porno
SUMBER anda BODOH , TUKANG NGELES tuh |
 | akmal wrote on Jun 8, '06 haha saya kan cuma menggunakan metodenya JIL hahaha... saya cuma malas beraudiensi dgn orang2 bermental kacung... Anda merendahkan diri Anda sendiri dgn menawarkan diri bertaqlid ria dgn Gus Dur, padahal tdk ada yg merendahkan diri Anda selain Anda sendiri....
block lagi aaaah... :D |
 | akmal wrote on Jun 8, '06 walaupun kacung saya jawab juga deh...
1. pernyataan yg saya sebutkan itu saya kutip dari situs JIL... benar-tidaknya saya tdk tahu, tapi itu adalah tanggung jawab JIL sebagai penyebar isu pertama kali... jadi kalo mo klarifikasi, silakan marah2 pada JIL, karena salah mengutip (andaikan memang salah mengutip)...
2. dlm konteks apa pun, baik sapaan atau dlm shalat, Assalaamu'alaikum tidak bisa diganti dgn selamat pagi, siang atau sore... kalau Anda bisa bahasa Arab sedikit saja, maka Anda akan tahu bedanya...
3. dulu Anda bilang banyak org yg tdk selevel Gus Dur makanya gak ngerti omongan dia... lalu Anda juga mengimplikasikan bahwa kalo blum ngerti kata2nya ya harap maklum saja... sekarang Anda bilang bahwa ilmu Anda masih fakir dan belum selevel dengan saya... kenapa Anda mendebat saya? hahaha Anda kok gak adil ya? kalo memang merasa ilmunya belum sehebat saya ya diam saja donk, seperti Anda telah nurut saja dengan Gus Dur, apa pun yg dikatakannya...
4. cuma mengingatkan, yg bilang ilmu Anda masih jauh dibawah saya bukan saya lho, tapi Anda sendiri... saya sih tdk menganggap begitu...
dadah kacung... saya doakan suatu hari Anda bertaubat dan hanya mau menjadi hamba Allah saja, bukan yg lain... |
 | adhipy wrote on Jun 9, '06, edited on Jun 9, '06 Mas thomsenyum, yang sabardeh ..... Saya baca di website http://islamlib.com/ (Webnya JIL), disitu ada transkrip wawancara orang JIL dengan GusDur. Saya membaca dengan MATA SAYA SENDIRI. Disitulah Gus Dur ditulis mengatakan Al-Quran sebagai Kitab Suci terporno. Kenapa Gus Dur tidak mau bertabayyun dengan JIL ??? Kenapa JIL tidak mau bertabayyun dengan Gus Dur ??? Kenapa JIL merubah artikelnya di web site mereka ??? Semoga fakta ini mau membuka mata anda. Kalau anda jaul levelnya dari Gus Dur, sebaiknya anda nggak usah membela Gus Dur, karena toh anda nggak ngerti maunya dia apa. Oh ya mas, saya lebih kagum kepada wanita seperti Ummu Umarah dari pada laki-laki seperti Ibnu Shayyad :) |
 | akmal wrote on Jun 9, '06 banyak kok yg membaca dgn mata kepalanya sendiri... :D |
 | rizha wrote on Jun 16, '06 iya! saya juga bacanya dengan mata dan kepala sambil berdiri sendiri !, buat mas2 yg bilang mesti satu level dgn Gus Dur: saya mau tau level berapa dia emangnya?? emangnya dia punya level? gak level kaleeeeee! kita bukannya benci sama Gus Dur, tapi benci sama tingkahnya yg memutar balikkan isi Al-Quran untuk kepentingannya sendiri!. Klo kita benci, wajar aja! manusia gitu lohhhh! lagi pula itu tindakan tidak benar, so patut untuk di tindak!!
Lanjut terus bang Akmal !!! |
 | akmal wrote on Jun 16, '06 kekeke bos rizha akhirnya malah lebih galak daripada saya.. :D
siap bos!!! lanjut!!! :D |
 | heu...heu...rame oge euy, heug parasea kainyah..! resep macana....
|
 | rizha wrote on Jun 23, '06 |
 | akmal wrote on Jun 23, '06 mangga... jambu... rambutan... apel... sirsak... :p |
 | rizha wrote on Jun 24, '06 Bang rujak!!!! berapaan bang? |
 | akmal wrote on Jun 24, '06 gratis! tapi bubarin dulu JIL! bisa gak? kekekeke :p |
 | gusdur mending gabung ke srimulat aja lah..... |
 | akmal wrote on Jul 28, '06 ntar rating srimulat terjun bebas donks... kekeke |
 | saya punya dosen, namanya Prof Qasim Samarai. Dalam satu wawancara di sebuah majalah, kata Prof Samarai, Gus Dur mengaku ada dua orang yang sangat mempengaruhi pemikirannya. Salah satunya Prof Samarai. Prof ini kepala teologi di Leiden Uni dan ahli manuskrip. Beliau berkata pada saya, "Maimon, if you meet him, tell him that I don't recognise him as my student." Blah blah. Termasuk di dalamnya, "He is stupid, lazy dst"
Saya mendengar cuman bisa mesem-mesem....
Jadi, barangsiapa yang bertemu pak Gus Dur, mohon disampaikan pesan guru beliau ini.
|
 | akmal wrote on Sep 3, '06 saya punya dosen, namanya Prof Qasim Samarai. Dalam satu wawancara di sebuah majalah, kata Prof Samarai, Gus Dur mengaku ada dua orang yang sangat mempengaruhi pemikirannya. Salah satunya Prof Samarai. Prof ini kepala teologi di Leiden Uni dan ahli manuskrip. Beliau berkata pada saya, "Maimon, if you meet him, tell him that I don't recognise him as my student." Blah blah. Termasuk di dalamnya, "He is stupid, lazy dst"
Saya mendengar cuman bisa mesem-mesem....
Jadi, barangsiapa yang bertemu pak Gus Dur, mohon disampaikan pesan guru beliau ini.
 HAHAHAHAHAHAHAHAHA parrrrraaaaaaahhh.... :D
kaciaan deh Gus Dur... :D |
 | jangan gittu, ndak baik ngomongin orang |
 | lebih baik qita koreksi diri qita sendiri aja... gimana...ok? |
 | akmal wrote on Sep 7, '06 saya rasa ada perbedaan yang sangat jelas antara ngomongin orang dan mengungkap kebohongan publik... |
 | akmal wrote on Sep 7, '06 lebih baik qita koreksi diri qita sendiri aja... gimana...ok?  kapan ya Gus Dur mengoreksi dirinya sendiri? :p |
 | Sudahlah, berdebat masalah seperti itu gak akan ada habisnya. Mendingan kita benahi dulu diri kita masing masing. cerio. |
 | akmal wrote on Oct 7, '06 Sudahlah, berdebat masalah seperti itu gak akan ada habisnya. Mendingan kita benahi dulu diri kita masing masing. cerio.  berbenah diri jalan terus... amar ma'ruf nahi munkar juga mesti jalan terus...
memangnya Rasulullah saw. berbenah diri melulu kerjanya? :p |
 | benarkah kalian adalah muslim?? bukankah sesama muslim dilarang saling menjelekkan...semoga pendapat saya yang bodoh ini benar... |
 | akmal wrote on Oct 28, '06 benarkah kalian adalah muslim?? bukankah sesama muslim dilarang saling menjelekkan...semoga pendapat saya yang bodoh ini benar...  yg jelas muslim tdk mungkin menghinakan Al-Qur'an... soal Gus Dur masih muslim atau nggak itu urusan Allah... sekarang pilihannya adalah : (a) membela Gus Dur atau (b) membela Al-Qur'an? buat saya sih pilihan ganda seperti ini terlalu mudah... apakah buat Anda masih terlalu sulit? |
 | jawabannya tentu membela qur'an...tetapi apakah sekedar membela cukup??? bukankah di al qur'an diajarkan juga bagaimana hubungan dengan sesama muslim....semoga saya benar... |
 | akmal wrote on Nov 8, '06 jawabannya tentu membela qur'an...tetapi apakah sekedar membela cukup??? bukankah di al qur'an diajarkan juga bagaimana hubungan dengan sesama muslim....semoga saya benar...  pertanyaannya adalah : apakah org yg menghina Al-Qur'an masih dianggap Muslim? |
 | Ente bisanya menghujat gus dur. Gus dur begitu sejak muda. Tapi kok ya punya massa berjuta2. punya pengagum ribuan. Pasti mereka2 yang berjuta2 dan beribu2 itu orang gila apa?. Sementara yang ngakunya paling rasionil paling islami tak punya gigi menaklukkan ummat. Ingat walisongo itu bisa mengislamkan nusantara dengan keunikan cara dakwahnya. halus,unik dan mengalir mengikuti massa. Gus dur pun begitu. Hail gus dur . kami butuh 100 orang seperti Anda menaklukan dunia dari tangan zionist |
 | akmal wrote on Nov 15, '06 Ente bisanya menghujat gus dur. Gus dur begitu sejak muda. Tapi kok ya punya massa berjuta2. punya pengagum ribuan. Pasti mereka2 yang berjuta2 dan beribu2 itu orang gila apa?. Sementara yang ngakunya paling rasionil paling islami tak punya gigi menaklukkan ummat. Ingat walisongo itu bisa mengislamkan nusantara dengan keunikan cara dakwahnya. halus,unik dan mengalir mengikuti massa. Gus dur pun begitu. Hail gus dur . kami butuh 100 orang seperti Anda menaklukan dunia dari tangan zionist  bisa aja yg berjuta2 dan beribu2 itu orang gila... apa anehnya? Al-Qur'an sendiri menyatakan dgn jelas bahwa umat yg banyak tdk menjamin keselamatannya di hadapan Allah... atau Anda emang gak pernah baca Qur'an?
Ingat Nabi Nuh as.? sebagian besar umatnya tdk menerima dakwahnya... mereka mayoritas, dan mereka GILA, terbukti dgn adzab yg Allah berikan pada mereka... ingat kaumnya Nabi Luth as.? mayoritasnya GILA, karena gak mau menerima kebenaran yg disampaikan oleh Nabi Luth as... apa dasarnya Anda berpikir bahwa kalo pendukungnya banyak, lantas Gus Dur pasti benar? apa Anda gak pernah baca Qur'an?
jadi kalau ada jutaan massa yg taqlid sama Gus Dur (termasuk Anda), bahkan jika kaum ini menjadi mayoritas sekalipun, statusnya tetap sama... sama-sama gak pernah baca Qur'an... masak Qur'an dihujat sedemikian rupa lantas penghujatnya masih dibela2 juga? apa Anda gak cinta Qur'an?
Menaklukkan zionist dgn Gus Dur? gak salah tuh? bukannya Gus Dur pendukung zionisme?? wah gaul donk mas... ketinggalan berita tuh... apa Anda gak pernah baca koran? |
 | Emang ente termasuk salah satu golongan orang2 yang "waras". Sama seperti mereka yang mengaku paling waras paling paham Al qur"an, sementara yang lain dianggap GILA disamakan dengan umat nabi luth dan nabi nuh. Saya jadi paham arti kata persatean (....bukan persatuan) dalam komunitas islam indonesia. Baca sejarah bung, karena jasa kiyai2 yang dianggap "gila" itu negara ini jadi berdiri. Gak usah ngomong toleransi dengan umat lain. Lha wong sama saudaranya sendiri tega dihujat dan dibantai. Dengan cara "GILA" gus dur menyelamatkan warga jutaan Nahdiyin yang miskin dari kekejaman Suharto dan ABRInya. Tidak dengan cara kekerasan fisik atau kekerasan mulut . Melawan kekuatan raksasa tidak bisa dengan cara konvensional. harus dengan cara yang "GILA" dan unik. Kalo walisongo pake cara2 konvensional dengan kekerasan mulut dan fisik Islam gak bakal ada di bumi nusantara.Tabayyun ...tabayyun ....jangana main hujat dunk plz
|
 | akmal wrote on Nov 16, '06 Emang ente termasuk salah satu golongan orang2 yang "waras". Sama seperti mereka yang mengaku paling waras paling paham Al qur"an, sementara yang lain dianggap GILA disamakan dengan umat nabi luth dan nabi nuh. Saya jadi paham arti kata persatean (....bukan persatuan) dalam komunitas islam indonesia. Baca sejarah bung, karena jasa kiyai2 yang dianggap "gila" itu negara ini jadi berdiri. Gak usah ngomong toleransi dengan umat lain. Lha wong sama saudaranya sendiri tega dihujat dan dibantai. Dengan cara "GILA" gus dur menyelamatkan warga jutaan Nahdiyin yang miskin dari kekejaman Suharto dan ABRInya. Tidak dengan cara kekerasan fisik atau kekerasan mulut . Melawan kekuatan raksasa tidak bisa dengan cara konvensional. harus dengan cara yang "GILA" dan unik. Kalo walisongo pake cara2 konvensional dengan kekerasan mulut dan fisik Islam gak bakal ada di bumi nusantara.Tabayyun ...tabayyun ....jangana main hujat dunk plz  istilah GILA ini kan Anda sendiri yg mengusulkan... sebelumnya saya gak pernah bilang pendukung Gus Dur itu GILA... coba saja cek di atas... hahaa makanya hati2 kalau ngomong... dan lain kali baca koran yg rajin yah, biar tau bahwa Gus Dur itu salah satu orang besar di Yitzhak Rabin Foundation... tabayyun? sudah ada bukti kok... justru pendukung Gus Dur yg gak pake Tabayyun, ngaku2 Gus Dur diusirlah, memfitnahlah... bukti mengenai kebohongan JIL dan pendukung Gus Dur yg tdk pernah Tabayyun sudah saya tuangkan di http://akmal.multiply.com/journal/item/274... nah, sekarang siapa yg belum Tabayyun coba? Gus Dur menyelamatkan jutaan warga dari kekejaman Soeharto dan ABRInya? apa iya cuma Gus Dur seorang yg berjasa? seberapa signifikan perannya? lalu siapa yg akan menyelamatkan Al-Qur'an dari hujatan Gus Dur? yg pasti bukan Anda dan orang2 semacam Anda.... jgn main hujat? katakanlah itu pada Gus Dur! jangan seenaknya menghujat Al-Qur'an! |
 | akmal wrote on Nov 16, '06 kalau Anda gak ngerasa sama dgn kaumnya Nabi Luth as., jgn pake logika mereka donk... saya mengemukakan argumen itu kan karena Anda nampaknya menggunakan logika 'asal banyak', nah sekarang saya tunjukkan bahwa yg banyak itu belum tentu benar... atau dlm istilah yg Anda gunakan sendiri, yg banyak itu bisa jadi GILA semua.... (sekali lagi, ini adalah istilah yg Anda pakai sendiri) |
 | Wow, keren akh akmal penjelasan yang cukup logis.. gak rada2 aneh dari pada yang ane liat sebelum2 nya :D |
 | akmal wrote on Jan 19, '07 Wow, keren akh akmal penjelasan yang cukup logis.. gak rada2 aneh dari pada yang ane liat sebelum2 nya :D  yg aneh itu yg mana ya...? |
 | penjelasan dari orang mystery itu :P rada2 gak logis |
 | waduh saya jadi takut kalo ngasih comment dsni yg agak kontra...bisa2 lgsg kena banned... :) tpi saya setuju kok kalo Gus Dur orgnya rada aneh... |
 | akmal wrote on Feb 10, '07 waduh saya jadi takut kalo ngasih comment dsni yg agak kontra...bisa2 lgsg kena banned... :) tpi saya setuju kok kalo Gus Dur orgnya rada aneh...  kalo ngasi pendapat tapi sopan insya Allah gak akan dibanned... :) |
 | Siapakah yang Aneh ??? Saya heran kok makin banyak orang yang mengaku Islam kok gak memakai akal sehat dan pikiran jernih,ada Ulama atau Kyai yang nyeleneh dianggap sebagai "Wali" (Wali Murid,wali nikah anaknya,iya.tapi bukan waliullah).Kurang apa sih Al Qur'an dan Hadist membimbing kita...bahkan ada yang mengatakan kami akan membela Imam kami ( Gus Dur ),dengan darah dan nyawa kami bila ada yang menghujatnya!!!, hmm, dan ini tidak bisa disalahkan bila mereka berkata demikian, lha Imamnya sudah begitu gimana jamaahnya ? Dan tambah aneh lagi, kok masih ada yang memakainya sebagai nara sumber. Jadi siapa yang aneh ?.Gus Dur yang memang dasarnya aneh, atau orang-orang yang bisa berfikir logis dan intelek yang mulai aneh, atau para jamaahnya yang ketularan anehnya sang Imam,atau kita-kita yang sudah tahu orangnya aneh tapi masih menanggapi keanehan itu :).Wallahualam.
|
 | akmal wrote on Mar 5, '07 Siapakah yang Aneh ??? Saya heran kok makin banyak orang yang mengaku Islam kok gak memakai akal sehat dan pikiran jernih,ada Ulama atau Kyai yang nyeleneh dianggap sebagai "Wali" (Wali Murid,wali nikah anaknya,iya.tapi bukan waliullah).Kurang apa sih Al Qur'an dan Hadist membimbing kita...bahkan ada yang mengatakan kami akan membela Imam kami ( Gus Dur ),dengan darah dan nyawa kami bila ada yang menghujatnya!!!, hmm, dan ini tidak bisa disalahkan bila mereka berkata demikian, lha Imamnya sudah begitu gimana jamaahnya ? Dan tambah aneh lagi, kok masih ada yang memakainya sebagai nara sumber. Jadi siapa yang aneh ?.Gus Dur yang memang dasarnya aneh, atau orang-orang yang bisa berfikir logis dan intelek yang mulai aneh, atau para jamaahnya yang ketularan anehnya sang Imam,atau kita-kita yang sudah tahu orangnya aneh tapi masih menanggapi keanehan itu :).Wallahualam.  wallaahu a'lam juga deh... :D |
|
|