Blog EntryLucunya Gus DurApr 17, '06 3:05 PM
for everyone

assalaamu'alaikum wr. wb.

Seorang penulis pernah bilang bahwa Gus Dur ini memang tidak tanggung-tanggung kontroversialnya.  Di satu sisi ia mengedepankan sekularisme, tapi di sisi lain ia habis-habisan menunggangi simbol-simbol keagamaan seperti pesantren, ke-kyai-annya, atau ke-Gus-annya.  Di sana-sini ia berteriak agar jangan terlalu mengeksploitasi hukum Islam dalam kehidupan berbangsa yang pluralis, namun ketika ada yang hendak melengserkannya dari kursi kepresidenan, tiba-tiba muncul istilah "fiqih dalam menghadapi makar terhadap pemimpin umat".  Tiba-tiba saja ayat-ayat Al-Qur'an digunakan untuk mengecam orang-orang yang hendak menjatuhkan dirinya.  Tapi itulah politik.

Belum lama ini, situs resmi Jaringan Islam Liberal (JIL) memuat sebuah wawancara yang dilakukan oleh M. Guntur Romli dan Alif Nurlambang terhadap mantan orang nomor satu di Indonesia itu.  Pembicaraan seputar RUU APP yang memicu banyak perdebatan itu.  Di dalamnya, lagi-lagi, muncul begitu banyak 'kelucuan' yang sebenarnya sudah menjadi ciri khas seorang Abdurrahman Wahid.

Ketika dimintai komentar tentang Perda Tangerang yang melarang habis pelacuran, Gus Dur melihatnya dari 'sisi lain'.  Menurutnya, membuat aturan yang melarang pelacuran bukanlah prioritas utama.  Di baliknya, masih ada persoalan ekonomi.  Dengan kata lain, jika tidak ada peningkatan taraf kehidupan, maka pelacuran tidak akan bisa dihapuskan.

Barangkali Gus Dur lupa bahwa pelacuran senantiasa ada meskipun di lingkungan orang-orang kaya.  Memang gayanya beda, dan pelacur jenis ini tidak mejeng di pinggir jalan, melainkan menunggu telpon di rumah masing-masing.  Bayarannya bukan dalam hitungan ratusan ribu rupiah, jutaan rupiah pun ada.  Para pelacur ini juga bukan orang miskin, namun kaum perempuan hiperseks yang mau saja dijadikan komoditas bisnis dengan harga yang sangat tinggi.  Tidak ada bukti bahwa pelacuran bisa dihapuskan ketika ekonomi rakyat membaik.

Berikutnya, pewawancara meminta pendapat sang Gus tentang kesan 'arabisasi' dalam pelaksanaan RUU APP dan sejumlah perda syariat.  Gus Dur membenarkan kesan tersebut dan tidak lupa mempertanyakan sikap 'arabisasi' tersebut.

Pertanyaan usang soal 'arabisasi' ini sebenarnya sudah dijawab dengan sangat jitu oleh Mas Jonru, namun biarlah saya mengulangnya sedikit (dengan redaksi saya sendiri).  Anggaplah kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh menerima budaya lain yang akan mencemari kepribadian bangsa kita.  Lalu apa sebenarnya yang selama ini terjadi di negeri ini pada era globalisasi?  Kalau kita protes pada 'arabisasi', mengapa Gus Dur tidak pernah terdengar memprotes 'westernisasi', bahkan cenderung mendukungnya?  Apakah orang Barat lebih baik daripada Arab?

Tapi itu semua berasal dari sebuah asumsi bahwa RUU APP memang benar-benar sebuah proyek 'arabisasi'.  Padahal tidak demikian.  Memang tidak ada perlunya mencontoh negara-negara Arab, karena mereka sendiri tidak melaksanakan ajaran Islam dengan benar.  Negara manakah yang menjalankan ajaran Islam dengan sepenuhnya?  Apakah negara kerajaan bisa dianggap telah meneladani kekhalifahan?  Jelas tidak!  Lagipula RUU APP tidak dibuat berdasarkan standar Islam.  Tidak ada kewajiban menggunakan jilbab bagi perempuan di RUU tersebut.  Tidak usah sampai begitu.  Sesopan Siti Nurhaliza pun sudah cukup, kok!  Karena itu, perlu dipertanyakan RUU manakah yang sebenarnya sedang dibicarakan oleh Gus Dur ini?

Untuk melengkapi keanehan itu, Gus Dur kemudian memberikan sebuah 'contoh kasus'.  Beginilah katanya : "Semua orang tahu bahwa pesantren itu lembaga Islam, tapi kata pesantren itu sendiri bukan dari Arab kan? Ia berasal dari bahasa Pali, bahasa Tripitaka, dari kitab agama Buddha." 

Sepertinya Gus Dur gagal membedakan antara pesantren dengan istilah pesantren itu sendiri.  Pesantren memang sebuah lembaga Islam, tapi istilahnya tidak berasal dari ajaran Islam.  Pesantren itu sendiri sebenarnya tidak berbeda dengan sebuah sekolah, hanya saja sangat kental diwarnai dengan pengajaran agama Islam.  Mengenai istilah yang digunakan untuk melambangkan sekolah yang bernuansa Islami itu sendiri bebas menggunakan bahasa apa pun.  Orang Nepal menggunakan bahasa Nepal, orang Meksiko menggunakan bahasanya sendiri, dan orang Brasil tidak mesti menggunakan bahasa Perancis.  Kalau orang Indonesia menggunakan bahasa nenek moyangnya dahulu, apa salahnya?  Toh penamaan itu tidak mempengaruhi isi ajarannya.

Entah kelepasan atau tidak, Gus Dur kemudian bahkan menegaskan bahwa kita tidak bisa menerapkan syariat Islam jika bertentangan dengan UUD 45.  Pertanyaannya, apakah agamanya : Islam atau Indonesia?  Siapakah Rasul yang ditaatinya : Muhammad saw. atau para penyusun UUD 45 itu?  Mengapa seorang Gus bisa memberi harga yang demikian rendah terhadap agamanya sendiri?  Entahlah.

Berikutnya, sang narasumber menegaskan bahwa standar moralitas berubah dari waktu ke waktu dan bisa juga berlainan di masing-masing tempat.  Menurutnya, apa yang dianggap tidak senonoh di masa lalu bisa jadi wajar di masa sekarang.  Selain itu, apa yang dianggap cabul di suatu tempat bisa jadi hanyalah sebuah tradisi yang wajar bagi yang lainnya. 

Pertanyaannya sekarang : jujurkah mereka yang mengatakan bahwa standar moralitas itu telah berubah?  Pertama, apa betul mereka tidak merasa terangsang sedikit pun melihat pengumbaran aurat di tempat-tempat umum di masa sekarang ini?  Hanya sekedar kata-kata dari lidah tidak bisa menjamin apa-apa.  Siapa pun bisa berbohong dengan mengatakan dirinya tidak terangsang agar kaum perempuan tidak ragu lagi untuk menambah rangsangan itu.  Seharusnya kita menggunakan lie detector.

Kedua, apa betul standar moralitas berubah?  Pornoaksi sudah ada sejak dahulu kala, tidak ada yang berubah.  Tari-tari erotis sudah ada sejak dahulu kala.  Pelacuran sudah ada sejak jaman para Nabi, dan homoseksualitas juga sudah ada, paling tidak sejak jaman Nabi Luth as.  Dan sejak dahulu pula, semua hal tersebut sudah merongrong kehidupan manusia.  Jadi, kata siapa standar moralitas telah berubah?

Ketika bicara tentang sastra Islam, lagi-lagi Gus Dur gagal membedakan antara 'sastra Islami' dengan 'sastra yang dibuat oleh sastrawan yang beragama Islam'.  Ia menceritakan sebuah novel karangan Naguib Mahfouz yang bercerita tentang pergulatan batin seorang pelacur.  Menurut Gus Dur, sastra itu jelas tidak bisa dianggap sebagai sastra non-Islam karena jelas-jelas penulisnya adalah Muslim.  Sudah jelas dimana kekeliruannya, bukan?

'Kenakalan' Gus Dur yang paling parah adalah ketika ia menyebut Al-Qur'an sebagai kitab yang paling porno.  Begini cetusnya : "Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut.  Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu.  Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?!  Cabul dong ini.  Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha…"

Pertama, masalah menyusui anak bukanlah perkara cabul.  Kalau Al-Qur'an tidak memotivasi kaum ibu untuk menyusui anaknya hingga waktu yang optimal, barangkali generasi muda umat Islam akan berkembang dengan tidak cukup baik.  Apakah perkara menyusui anak harus diabaikan lantaran berkaitan dengan organ payudara?  Kasihan sekali anak-anak, jika memang demikian.  Untung Al-Qur'an tidak ditulis oleh Gus Dur.

Kedua, sebenarnya Gus Dur sendiri yang menyusahkan dirinya dengan definisi cabul yang terlalu jauh.  Tidak ada yang mengatakan bahwa seorang ibu yang menyusui anaknya itu telah berbuat cabul.  RUU APP pun jelas tidak melarang ibu mana pun untuk menyusui anaknya.  Bahkan hanya orang gila yang akan melarang peristiwa alamiah yang amat bermanfaat bagi bayi, baik dari segi medis maupun psikis tersebut.

Ketiga, apa yang Gus Dur maksud dengan Injil?  Apakah ia pernah melihat Injil yang masih asli?  Umat Islam pasti beriman pada Injil, hanya saja kita tidak pernah lagi menemukan Injil yang asli.  Injil yang benar pasti sejalan dengan Al-Qur'an.  Kalau yang dimaksud adalah Bibel (Kitab Suci yang digunakan oleh umat Kristiani sekarang), maka kita tidak boleh menyebutnya sebagai Injil, karena Al-Qur'an dan Al-Hadits telah menegaskan bahwa umat Nasrani telah mengubah-ubah Injil menurut kehendaknya sendiri.

Keempat, anggaplah kita menerima istilah 'Injil' untuk Kitab Suci umat Kristiani jaman sekarang.  Apakah di sana tidak ada ayat-ayat yang berbau cabul?  Saya rasa Gus Dur harus diperkenalkan pada sebuah masterpiece karya seorang ulama besar yang bernama Ahmad Deedat (semoga Allah SWT ridha kepadanya).  Cukuplah buku The Choice sebagai referensi atas 'keanehan-keanehan' (termasuk ayat-ayat porno) di dalam 'Injil' tersebut.

Berikutnya, Gus Dur mengulang sebuah pernyataan klise tentang 'dipojokkannya' kaum perempuan dalam masalah moralitas bangsa.  Menurutnya, perempuan tidak perlu 'dipersalahkan' dan 'dituduh' sebagai oknum yang menyebabkan munculnya rangsangan bagi kaum laki-laki.  Laki-lakilah yang salah karena seringkali menganggap perempuan sebagai objek seksual.

Gus Dur lupa bahwa standar aurat untuk lelaki dan perempuan itu berbeda.  Kalau kita menggunakan standar itu, maka jelaslah bahwa populasi laki-laki dewasa yang menutup aurat lebih banyak daripada populasi perempuan yang menutup aurat.  Kalau Gus Dur tidak merasa terangsang, baguslah!  Tapi tidak semua orang seperti itu.  Aturan menutup aurat diberlakukan untuk menjaga ketertiban, bukan mendiskreditkan perempuan.

Lalu muncullah sebuah klise yang lain : Tuhan tidak perlu dibela!  Benar sekali, Tuhan tidak butuh dibela, bahkan Dia tidak membutuhkan apa-apa dari siapa pun.  Seluruh umat manusia kafir atau beriman tidak akan memberikan untung atau rugi pada-Nya.  Itulah kenyataanya.  Akan tetapi, manusialah yang perlu melakukan 'pembelaan' itu.  Kalau kita diam saja ketika Tuhan dihina, maka kita harus khawatir di akhirat nanti kita dimasukkan ke dalam kelompok orang-orang yang komitmennya terhadap agama lemah.

Gus Dur juga menganggap bahwa inti ajaran kejawen itu sama dengan Islam.  Pernyataan ini tidak ilmiah karena tidak mengandung bukti apa pun.  Lagi pula, kesamaan inti ajaran saja belum bisa memenuhi syarat di hadapan Allah.  Kalau Allah telah menetapkan syariat yang diridhai-Nya, lalu bagaimana?  Apakah kita masih merasa bebas menjalankan agama dengan selera kita masing-masing?  Apakah ketetapan Allah bisa diubah dengan kesepakatan manusia?  Betapa lemahnya Allah di mata Anda, Gus!

Melihat betapa lucunya tokoh yang satu ini, kita bisa meramalkan bahwa JIL masih akan menjadikannya sebagai narasumber di masa depan.  Sebagaimana Gus Dur, JIL pun penuh dengan dagelan.  Karena itu, tidak usah ditanggapi dengan terlalu serius.  Santai dan tertawa sajalah.  Tapi jangan lupa di-counter ya...

wassalaamu'alaikum wr. wb.



223 CommentsChronological   Reverse   Threaded
fitrtanjuang wrote on Apr 17, '06
Tapi ini serius tanggapannya....hehehe
adiko wrote on Apr 17, '06
tanggapan yg baik, mas.

saya lihat, jawapan2 dan idea Gus langsung di salut oleh gang JIL di dlm kolom tanggapan mereka (http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1028) , mujur ada juga yg meng-kontra dgn singkat... mungkin mas Akmal sudi memuatkan tanggapan yg baik ini di dlm kolom tanggapan JIL itu? : )
binimam wrote on Apr 17, '06
Tanggapan yang bagus akh akmal,
ummujib wrote on Apr 17, '06, edited on Apr 17, '06
hmm..mengenai..menyusui, sebenarnya di negara barat yang notabenenya bukan berpedoman-kan kepada Al Quran malah sedang ramai2nya menggalakkan menyusui.
Sungguh tidak masuk diakal kalau mengacu menyusui anak sebagai tindakan porno. Kesimpulannya sepertinya beliau sudah benci kepada Al Quran.
kizzer wrote on Apr 17, '06
ummujib said
Kesimpulannya sepertinya beliau sudah benci kepada Al Quran
bener banget , sepertinya gus dur sudah menganggap dirinya lebih besar daripada Al-Quran , gus gus , sudah sering didekatkan kepada kematian masi aja gak mau tobat

mas akmal , sebuah tulisan yang bagus , nanti saya ijin ngelink lagi ya
akmal wrote on Apr 18, '06
buat rekan2 ada yg mo mengirim tulisan ini ke situs JIL?? hahaha soalnya seorang teman saya ada yg sudah mengirimkan tulisan2 saya beberapa kali ke JIL, tapi gak pernah dimuat... ngakunya sih semua org bebas berpendapat, kecuali saya hahaha... ya wajar sih orang2 liberalis emang begitu kan...

monggo yg mau nge-link atau menyebarluaskan tulisan ini :)
kangbayu wrote on Apr 18, '06
Gus Dur memang suatu fenomena... mungkin ini ya contoh orang yang memiliki banyak pengetahuan, tapi itu semua tidak diserap dan dipahami, melainkan lebih pada dijadikan pion2 dari kepercayaan pribadinya sendiri...

insyaalloh tulisannya bermanfaat besar...
akmal wrote on Apr 18, '06
insyaalloh tulisannya bermanfaat besar...
aamiiin... :)
qmaulana wrote on Apr 18, '06, edited on Apr 18, '06
inilah tigkatan kesulitan yang paling tinggi untuk orang yg banyak pengetahuan dalam keislamannya, seperti gusdur dan muslim yg lainnya. untuk menuju titik nol atau bening seperti nabi muhammad dan keempat sahabat dekatnya itu tidak segampang yg terbayangkan.
( baca: tasawuf komtemporer, jamaluddin kafi.)
funnyfunky wrote on Apr 18, '06
Ya Allah... Gus Dur... kayak udah gak inget sama akhirat aja... ngomong kok asal jeplak...
iipx wrote on Apr 18, '06
hehehe Gus Dur itu gak lucu ....dia itu Gila...hehehe...orang jawa bilang 'wong edan' ...hehehe....maaf ya...
dadanroday wrote on Jan 11
hati hati kalau berbicara...
kizzer wrote on Apr 18, '06
wus gus dur tuh bukan wong edan tapi pelawak
togie wrote on Apr 18, '06
Katanya sih beliau itu WALI
WALI itu harus nyentrik, harus gak bisa ditebak
kalau tidak begitu
maka hilanglah status kewaliannya
ummujib wrote on Apr 18, '06
togie said
Katanya sih beliau itu WALI
Beliau itu WALI-nya, wong edan yeah. Bukan WALI-nya wong waras pasti.
akmal wrote on Apr 18, '06
sabar sabar... hehehe... dicela-cela jg percuma... mending sebarluaskan tulisan ini hahaha... eh temen saya dah upload ke situs JIL tuh... ditampilin gak ya?
kizzer wrote on Apr 18, '06
kayanya sih gak mungkin mas , seperti anda bilang di tulisan yang lalu , orang liberal gak bakalan berani menghadapi debat
akmal wrote on Apr 18, '06
haha biarin atuh dikasi kesempatan lagi aja... :)) siapa tau kali ini jebol... :))
rikaadinda wrote on Apr 19, '06
ih photonya lutyu...pak gus dur nya bobo...
akmal wrote on Apr 19, '06
emang kapan bangunnya? hahaha
dwiswandi wrote on Apr 22, '06
Halah...Gus Dur emang gitu,kok. Jadi bener..cukup ditanggapi dengan senyuman saja. Tapi kalo perlu juga dengan tertawa sekenceng-kencengnya, biar Si Gus bangun.
Hehehehe....
Dan setelah bangun semoga langsung sadar dengan segala ke-nyelenehannya.
Heheehehehehe..
akmal wrote on Apr 23, '06
hehehe :p
orinkeren wrote on Apr 24, '06
pernah dengar pendapat pengikut Gus Dur bahwa di dada gusdur bersemayam malaikat, sehingga ia serupa orang suci dan ucapanya patut diturut? (kalo kata gue sih itu malaikat maut yang udah gregetan pengen secepatnya menjalankan tugasnya)
akmal wrote on Apr 27, '06
haha kocak juga... :))
zhafirrasyid wrote on May 7, '06
FYI: Di situsnya JIL sudah tidak ada lagi pernyataan Gus dur kalau Qur'an itu porno. Dihapus ? Takut kali yah ?
akmal wrote on May 7, '06
oh ya?? masak sih?? hahaha thx 4 the info mas... :))
kizzer wrote on May 7, '06
wawancaranya ada cuma pernyataan gus dur yang itu "hilang" dan komentarnya menjadi nol lagi
akmal wrote on May 7, '06
hehehe ketahuan kan watak aslinya org2 JIL?? :D
zhafirrasyid wrote on May 8, '06
Artikel yang di hapus:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1028
Sekarang sudah tidak ada dan muncul error (krn sudah dihapus) !
Tapi tanggapan/komentar untuk artikel tsb masih ada, dapat dilihat di
http://islamlib.com/id/index.php?page=comment&art_id=1028&pageno=1

Sekarang menjadi:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1036

dasar Jaringan Iblis Pengecut
kizzer wrote on May 8, '06
lho jadi JIP donk , entar dikira penggemar otomotif hehehe
indrayogi wrote on May 8, '06
kizzer said
lho jadi JIP donk , entar dikira penggemar otomotif hehehe
hahahhahaa ade-ade aje bang
akmal wrote on May 8, '06
hahaha bisa aja nih mas ario... :))
zhafirrasyid wrote on May 8, '06
Memang hebat kepengecutan JIL/JIP.

Iblis aja bisa gentle...masa manusia/kaum JIL pengecut seperti itu ?

JIL itu tepatnya kaum intelektual munafik
zhafirrasyid wrote on May 15, '06
Ternyata masalah wawancara JIL dgn AW, menjadi panjang...
AW menuntut pernyataannya sendiri, atau tipu muslihat JIL ?

Wahid Gugat Duta Masyarakat

Surabaya -- Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa versi Muktamar Semarang Abdurrahman Wahid akan menggugat koran Duta Masyarakat. Harian milik Choirul Anam, Ketua Umum PKB versi Muktamar Surabaya, ini dituduh menyebarkan berita fitnah mengenai Wahid dalam edisi 17 April 2006.

"Kami akan tuntut Duta sebesar Rp 100 miliar," kata Ketua PKB versi Muktamar Surabaya Muhaimin Iskandar di Surabaya kemarin. Kutipan wawancara Wahid dan Jaringan Islam Liberal berbunyi: "Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al-Quran, ha-ha-ha", (tertawa terkekeh-kekeh). Kutipan ini kemudian disebarkan ke berbagai pesantren. adi mawardi

http://www.korantempo.com/korantempo/2006/05/15/Nasional/krn,20060515,9.id.html
akmal wrote on May 16, '06
harusnya yg dituntut itu para pengurus website-nya JIL... kalo gitu saya jg menuntut kejelasan dari JIL donk! wahai para fanatikus JIL!!! saya tahu kalian membaca jurnal sayah.... hahaha jawab donk!!! jgn manyun aja!
untungr wrote on May 17, '06
tentang gus dur ...

wis..lah..saya udah ndak respect dgn sosok yg satu ini. biarlah nanti ALLAH yg mengurusnya. ya moga2 saja, sosok ini masih diberi kesempatan oleh ALLAH untuk memperbaiki dan bertobat.

akmal wrote on May 18, '06
hehe sabar mas... :))
thomsenyum wrote on Jun 4, '06
Gus Dur itu ibarat sebuah karakter dalam game, yg memiliki tingkat level yg tinggi. Jadi untuk mengerti dan mencari tau apa yg terkandung dalam ucapannya harus lah satu level dengan dia...So buat kita yg merasa masih level rendahan, cari tau dulu lah dari orang yg lebih paham tentang Gus Dur sebelum berkomentar. Jadi ingat ungkapan : "Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik DIAM SAJA". Apalagi sampai timbut hasud atau jadi pergunjingan yg ujung2nya jadi subyektif. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua. Terima kasih
thomsenyum wrote on Jun 4, '06
Gus Dur itu ibarat sebuah karakter dalam game, yg memiliki tingkat level yg tinggi. Jadi untuk mengerti dan mencari tau apa yg terkandung dalam ucapannya harus lah satu level dengan dia...So buat kita yg merasa masih level rendahan, cari tau dulu lah dari orang yg lebih paham tentang Gus Dur sebelum berkomentar. Jadi ingat ungkapan : "Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik DIAM SAJA". Apalagi sampai timbut hasud atau jadi pergunjingan yg ujung2nya jadi subyektif. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua. Terima kasih
kizzer wrote on Jun 4, '06
Gus Dur itu ibarat sebuah karakter dalam game, yg memiliki tingkat level yg tinggi. Jadi untuk mengerti dan mencari tau apa yg terkandung dalam ucapannya harus lah satu level dengan dia
hehehe saya untuk mengerti maksud sephiroth di final fantasy 7 ngga perlu selevel dengannya tuh , level saya setengahnya :)
akmal wrote on Jun 4, '06
wah hebat ya gus dur... sampe2 utk ngomong aja harus selevel sama dia... jadi para pengikutnya semua levelnya sama atau lebih tinggi sama dia ya?? ckckckck... benar2 taqlid buta yg dinyatakan secara telanjang! selamat kepada para kacung! :D
thomsenyum wrote on Jun 5, '06
Awalnya seh isi blog ini bagus banget.. ngajak kita tuk ikut berfikir.. tapi kalo komentarnya cuma berisi cacian dan makian yg subyektif malah jadi kehilangan manfaatnya dunk... Apalagi ditanggapi oleh sang penulis yang jelas2 merasa bangga dengan tulisannya yg BELUM TENTU benar 100%... Malah ada keinginan untuk disebar luaskan... Masya Allah!! Ternyata kedewasaan berfikir yg punya blog masih harus dipertanyakan... ;p
Marilah kita cari obyek pembicaraan yg benar-benar bermanfaat buat kita... tanpa ada emosi dan keinginan untuk membenci seseorang... dan dari tulisan di atas Obyeknya adalah "perkataan Gus Dur" bukan "Gus Dur" nya.. Betul kan?!
Jadi ingan omongan Imam Ali Karomahu Wajhah : Undzur Maa Qola.. Walaa Tandzhur Man Qola!"..
Terima Kasih...
kizzer wrote on Jun 5, '06
tulisannya yg BELUM TENTU benar 100%
belum tentu benar 100% yg mana nih ?
thomsenyum wrote on Jun 5, '06
Isi Tulisan itu lebih banyak berasal dari Redaksi penulis yang memberi kesimpulan tentang ucapan Gus Dur.. Apakah itu bisa dianggap Benar dan bisa dipertangungjawabkan? Malah kalau lebih dalam kita membacanya akan timbul kesan sebuah "unek-unek" penulis yang berasal dari pemikiran yang terlalu dangkal dalam memahami sebuah ucapan. Dan lebih cenderung mengarah pada "memvonis" seorang Gus Dur. Dan itu "belum tentu" BENAR!!!
Saya jadi mempertanyakan kapasitas orang yg berhak memvonis seseorang.!!
Sudah benar kah kita??
Mohon Maaf kalo ini kurang berkenan di hati...
thomsenyum wrote on Jun 5, '06
"Entah kelepasan atau tidak, Gus Dur kemudian bahkan menegaskan bahwa kita tidak bisa menerapkan syariat Islam jika bertentangan dengan UUD 45. Pertanyaannya, apakah agamanya : Islam atau Indonesia? Siapakah Rasul yang ditaatinya : Muhammad saw. atau para penyusun UUD 45 itu? Mengapa seorang Gus bisa memberi harga yang demikian rendah terhadap agamanya sendiri? Entahlah."

Ada unsur provokasi di tulisan ini.. Ketika menulis ini apa seh yg ada dalam fikiran penulis??
akmal wrote on Jun 5, '06
sudah benarkah Gus Dur? jawab dulu pertanyaan ini....

Rasulullah saw. saja tdk pernah bicara dlm bahasa yg 'terlalu tinggi' sehingga tdk bisa dipahami oleh orang lain... kenapa Anda membela Gus Dur sedemikian rupa? apa salah kalau saya mengajak semua orang untuk membenci manusia yg mencaci maki Al-Qur'an? tanya saja sama diri Anda sendiri... Anda milih Gus Dur atau Al-Qur'an? saya tdk mengada-ada kok, memang kenyataannya Gus Dur telah menghina Al-Qur'an... buanyak sekali saksinya..

kalau Anda bilang saya memprovokasi, sekarang saya tanya lagi : ucapan Gus Dur yg mengatakan Qur'an itu porno apa bukan provokasi namanya?

kalau Anda tanya apa sih yg saya pikirkan ketika menulis artikel ini, saya tanya balik : apa sih yg ada di dlm otak Gus Dur ketika dia menghina Al-Qur'an?

makanya jgn mau jadi kacung...
hrosyid wrote on Jan 7
akmal said
sudah benarkah Gus Dur? jawab dulu pertanyaan ini....

Rasulullah saw. saja tdk pernah bicara dlm bahasa yg 'terlalu tinggi' sehingga tdk bisa dipahami oleh orang lain... kenapa Anda membela Gus Dur sedemikian rupa? apa salah kalau saya mengajak semua orang untuk membenci manusia yg mencaci maki Al-Qur'an? tanya saja sama diri Anda sendiri... Anda milih Gus Dur atau Al-Qur'an? saya tdk mengada-ada kok, memang kenyataannya Gus Dur telah menghina Al-Qur'an... buanyak sekali saksinya..

kalau Anda bilang saya memprovokasi, sekarang saya tanya lagi : ucapan Gus Dur yg mengatakan Qur'an itu porno apa bukan provokasi namanya?

kalau Anda tanya apa sih yg saya pikirkan ketika menulis artikel ini, saya tanya balik : apa sih yg ada di dlm otak Gus Dur ketika dia menghina Al-Qur'an?

makanya jgn mau jadi kacung...
makanya ente harus pahami dulu maksud beliau..., jangan asal telan, yg benar dicuci lalu dimasak yang matang trus dimakan itu baru enak dan halal. artinya segala sesuatu harus diklarifikasi dulu...makanya klo coment bersihkan dulu mata hati ente..., sekarang gusdur memang sdh tiada, tapi masih ada orang2 dekat beliau sana tuh konfirmasi....biar jelas. agar anda tidak asal njeplak...
adhipy wrote on Jun 7, '06
he he he, mbak thomsenyum, tolong terangin dong maksudnya Gus Dur? Atau anda masih belum levelnya Gus Dur jadi nggak ngerti maksudnya Gus Dur ?
Terus orang yang selevel sama Gus Dur itu siapa?
Orang-orang yang mengaku dari Garda Bangsa pendukung Gus Dur itu ngerti nggak sama maunya Gus Dur ???
he he he, aneh ..... banyak orang nggak ngerti tapi ngikut aja ....
akmal wrote on Jun 7, '06
pendapat saya kira2 sama lah seperti mas adhipy... :D
sabardeh wrote on Jun 8, '06
Ternyata penulis memblok ID utk komentar disini. makanya saya ganti ID. saya mo kasih sesuatu yg mungkin bermanfaat tuk pembaca dan penulis pada khususnya.

Saat ini, kisah yang menimpa Gus Dur mirip cerita Abu Nawas. Tersiar desas-desus, Gus Dur mengatakan Al Quran adalah kitab suci porno. Menurut kabar angin itu pula, pernyataan Gus Dur tersebut diucapkan sewaktu acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta, yang mengudara saban Sabtu pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Kebetulan saya salah seorang pembawa dari acara tersebut. Karena tuduhan itu, Gus Dur diteror oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam di Purwakarta (23/5).

Seperti nasib Abu Nawas, pernyataan Gus Dur tersebut sengaja diplintir, dan dilepaskan dari konteksnya karena ada motif dan untuk tujuan tertentu. Padahal dalam acara kongkow tersebut, berkali-kali Gus Dur menegaskan bahwa konsepi porno ada dalam otak seseorang. Kita sering bilang, orang yang otaknya lagi ngeres, atau lagi “piktor” (pikiran kotor). Penyataan Gus Dur yang lengkap begini, “Porno itu letaknya ada dalam persepsi seseorang. Kalau orang kepalanya ngeres, dia akan curiga bahwa Alquran itu kitab suci porno, karena ada ayat tentang menyusui (al-Baqarah: 233) dan ada roman-romanan antara Zulaikha dengan Yusuf (Yusuf: 24).” Liciknya, mereka yang pernah juga menyebarkan fitnah bahwa Gus Dur telah dibaptis, menyebarkan bahwa Gus Dur telah berkata bahwa Al-Quran itu kitab suci porno.

Pemenggalan kata-kata tersebut sangatlah berbahaya. Kita bisa mengatakan Alquran mengecam orang yang salat ketika hanya mengutip ayat 4 dalam surat al-Ma’ûn, “maka celakalah orang-orang yang salat!” (fawaylul lil mushallîn). Padahal maksudnya orang yang melaksanakan salat tapi masih celaka adalah orang yang salat tapi lalai: ingin dilihat orang, dan enggan bersedekah—dijelaskan dalam tiga ayat sesudahnya.

Gus Dur memang tidak pernah sepi dari tuduhan tersebut. Dulu ia pernah dituduh ingin mengubah assalamualaikum menjadi selamat pagi, siang, sore, dan malam. Seperti Abu Nawas,Gus Dur dituduh ingin mengubah rukun salat, ketika menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri salat bukan lagi assalamualaikum yang diucapkan, tapi, selamat pagi untuk salat subuh, selamat siang untuk salat dzuhur, selamat sore untuk ashar, selamat petang untuk salat magrib, dan selamat malam untuk salat isya’. Padahal Gus Dur mengatakan boleh mengganti assalamualaikum dalam konteks sapaan (greeting) bukan dalam salat.

Untuk itulah, bagi yang masih berakal sehat, akan langsung bertabayun kepada Gus Dur, bukan langsung menuduh, menyebarkan fitnah, apalagi melakukan tindak kekerasan. Bukankah menurut Al-Quran hanya orang fasiklah yang tidak mau bertabayun?

*Penulis adalah presenter “Kongkow Bareng Gus Dur”

Semoga ini jadi pembuka mata dan penghancur kebencian semuanya.
saya jauh dari level Gus Dur, bahkan anda2 semua.. Saya masih fakir dalam ilmu .. makanya saya belajar dari kalian semua!
Buat adhipy.. saya laki2 .. dan hati2 terhadap penyebutan jenis kelamin!
terimakasih..
kizzer wrote on Jun 8, '06
Saat ini, kisah yang menimpa Gus Dur mirip cerita Abu Nawas. Tersiar desas-desus, Gus Dur mengatakan Al Quran adalah kitab suci porno. Menurut kabar angin itu pula, pernyataan Gus Dur tersebut diucapkan sewaktu acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta, yang mengudara saban Sabtu pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Kebetulan saya salah seorang pembawa dari acara tersebut. Karena tuduhan itu, Gus Dur diteror oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam di Purwakarta (23/5).
komen yang ini

DESAS DESUS , KABAR ANGIN ?

dan dari sini
"Untuk itulah, bagi yang masih berakal sehat, akan langsung bertabayun kepada Gus Dur, bukan langsung menuduh, menyebarkan fitnah, apalagi melakukan tindak kekerasan. Bukankah menurut Al-Quran hanya orang fasiklah yang tidak mau bertabayun?"

MENUDUH ? MENYEBARKAN FITNAH ?

maaf ya , yang nulis berita itu menurut saya BODOH , TUKANG NGELES , wong buktinya udah disaksiin banyak orang kok , bahkan saya berani bersaksi bahwa bulan apil lalu islamlib.com memuat wawancara yang berisi pernyataan gusdur bahwa Al-Quran itu kitab porno

SUMBER anda BODOH , TUKANG NGELES tuh
adhipy wrote on Jun 9, '06, edited on Jun 9, '06
Mas thomsenyum, yang sabardeh .....

Saya baca di website http://islamlib.com/ (Webnya JIL), disitu ada transkrip wawancara orang JIL dengan GusDur.
Saya membaca dengan MATA SAYA SENDIRI.

Disitulah Gus Dur ditulis mengatakan Al-Quran sebagai Kitab Suci terporno.

Kenapa Gus Dur tidak mau bertabayyun dengan JIL ???
Kenapa JIL tidak mau bertabayyun dengan Gus Dur ???
Kenapa JIL merubah artikelnya di web site mereka ???

Semoga fakta ini mau membuka mata anda.

Kalau anda jaul levelnya dari Gus Dur, sebaiknya anda nggak usah membela Gus Dur, karena toh anda nggak ngerti maunya dia apa.

Oh ya mas, saya lebih kagum kepada wanita seperti Ummu Umarah dari pada laki-laki seperti Ibnu Shayyad :)
sabardeh wrote on Jun 8, '06
Itulah kelicikan sang penulsi blog dengan cara memblokir komentar2 orang g tidak sependapat dengan dia.. begitukah cara berfikir orang Indonesia sekarang? Sayang sekali... sangat disayangkan!

(thomsenyum said)
sabardeh wrote on Jun 8, '06
Itulah kelicikan sang penulis blog dengan cara memblokir komentar2 orang yg tidak sependapat dengan dia.. begitukah cara berfikir orang Indonesia sekarang? Sayang sekali... sangat disayangkan!
(thomsenyum masih eksis)

akmal wrote on Jun 8, '06
haha saya kan cuma menggunakan metodenya JIL hahaha... saya cuma malas beraudiensi dgn orang2 bermental kacung... Anda merendahkan diri Anda sendiri dgn menawarkan diri bertaqlid ria dgn Gus Dur, padahal tdk ada yg merendahkan diri Anda selain Anda sendiri....

block lagi aaaah... :D
republikjeprut wrote on Dec 21, '08
akmal said
haha saya kan cuma menggunakan metodenya JIL hahaha... saya cuma malas beraudiensi dgn orang2 bermental kacung... Anda merendahkan diri Anda sendiri dgn menawarkan diri bertaqlid ria dgn Gus Dur, padahal tdk ada yg merendahkan diri Anda selain Anda sendiri....

block lagi aaaah... :D
lho kt'y pengecut k JIL soal artikel2 anda yg tidak dmuat trz d web JIL tp anda sendiri koq gtu..
Gmn seh pak Ustadz ah, jgn bisa k orang ath y g baek kt orang tua zg...
wah g seru ah disini mah penulis'y g mo berdebat ma orang yg berbeda pendapat dgn penulis sndiri....
hahahahahha......weeeekkkk
akmal wrote on Jun 8, '06
walaupun kacung saya jawab juga deh...

1. pernyataan yg saya sebutkan itu saya kutip dari situs JIL... benar-tidaknya saya tdk tahu, tapi itu adalah tanggung jawab JIL sebagai penyebar isu pertama kali... jadi kalo mo klarifikasi, silakan marah2 pada JIL, karena salah mengutip (andaikan memang salah mengutip)...

2. dlm konteks apa pun, baik sapaan atau dlm shalat, Assalaamu'alaikum tidak bisa diganti dgn selamat pagi, siang atau sore... kalau Anda bisa bahasa Arab sedikit saja, maka Anda akan tahu bedanya...

3. dulu Anda bilang banyak org yg tdk selevel Gus Dur makanya gak ngerti omongan dia... lalu Anda juga mengimplikasikan bahwa kalo blum ngerti kata2nya ya harap maklum saja... sekarang Anda bilang bahwa ilmu Anda masih fakir dan belum selevel dengan saya... kenapa Anda mendebat saya? hahaha Anda kok gak adil ya? kalo memang merasa ilmunya belum sehebat saya ya diam saja donk, seperti Anda telah nurut saja dengan Gus Dur, apa pun yg dikatakannya...

4. cuma mengingatkan, yg bilang ilmu Anda masih jauh dibawah saya bukan saya lho, tapi Anda sendiri... saya sih tdk menganggap begitu...

dadah kacung... saya doakan suatu hari Anda bertaubat dan hanya mau menjadi hamba Allah saja, bukan yg lain...
akmal wrote on Jun 9, '06
banyak kok yg membaca dgn mata kepalanya sendiri... :D
rizha wrote on Jun 16, '06
iya! saya juga bacanya dengan mata dan kepala sambil berdiri sendiri !, buat mas2 yg bilang mesti satu level dgn Gus Dur: saya mau tau level berapa dia emangnya?? emangnya dia punya level? gak level kaleeeeee! kita bukannya benci sama Gus Dur, tapi benci sama tingkahnya yg memutar balikkan isi Al-Quran untuk kepentingannya sendiri!. Klo kita benci, wajar aja! manusia gitu lohhhh! lagi pula itu tindakan tidak benar, so patut untuk di tindak!!

Lanjut terus bang Akmal !!!
akmal wrote on Jun 16, '06
kekeke bos rizha akhirnya malah lebih galak daripada saya.. :D

siap bos!!! lanjut!!! :D
ndoell wrote on Jun 23, '06

heu...heu...rame oge euy, heug parasea kainyah..!
resep macana....
rizha wrote on Jun 23, '06
punten..... mangga.....
akmal wrote on Jun 23, '06
mangga... jambu... rambutan... apel... sirsak... :p
rizha wrote on Jun 24, '06
Bang rujak!!!! berapaan bang?
akmal wrote on Jun 24, '06
gratis! tapi bubarin dulu JIL! bisa gak? kekekeke :p
trezegon wrote on Jul 27, '06
gusdur mending gabung ke srimulat aja lah.....
akmal wrote on Jul 28, '06
ntar rating srimulat terjun bebas donks... kekeke
maimon wrote on Sep 3, '06
saya punya dosen, namanya Prof Qasim Samarai.
Dalam satu wawancara di sebuah majalah, kata Prof Samarai, Gus Dur mengaku ada dua orang yang sangat mempengaruhi pemikirannya. Salah satunya Prof Samarai.
Prof ini kepala teologi di Leiden Uni dan ahli manuskrip.
Beliau berkata pada saya, "Maimon, if you meet him, tell him that I don't recognise him as my student." Blah blah.
Termasuk di dalamnya, "He is stupid, lazy dst"

Saya mendengar cuman bisa mesem-mesem....

Jadi, barangsiapa yang bertemu pak Gus Dur, mohon disampaikan pesan guru beliau ini.

akmal wrote on Sep 3, '06
maimon said
saya punya dosen, namanya Prof Qasim Samarai.
Dalam satu wawancara di sebuah majalah, kata Prof Samarai, Gus Dur mengaku ada dua orang yang sangat mempengaruhi pemikirannya. Salah satunya Prof Samarai.
Prof ini kepala teologi di Leiden Uni dan ahli manuskrip.
Beliau berkata pada saya, "Maimon, if you meet him, tell him that I don't recognise him as my student." Blah blah.
Termasuk di dalamnya, "He is stupid, lazy dst"

Saya mendengar cuman bisa mesem-mesem....

Jadi, barangsiapa yang bertemu pak Gus Dur, mohon disampaikan pesan guru beliau ini.

HAHAHAHAHAHAHAHAHA parrrrraaaaaaahhh.... :D

kaciaan deh Gus Dur... :D
hrosyid wrote on Jan 7
sapa tuh prof qosim...kayaknya baru dengar tuh, kayaknya org gila yang ngaku2...
lawaz01 wrote on Sep 7, '06
jangan gittu, ndak baik ngomongin orang
lawaz01 wrote on Sep 7, '06
lebih baik qita koreksi diri qita sendiri aja... gimana...ok?
akmal wrote on Sep 7, '06
lawaz01 said
lebih baik qita koreksi diri qita sendiri aja... gimana...ok?
kapan ya Gus Dur mengoreksi dirinya sendiri? :p
akmal wrote on Sep 7, '06
saya rasa ada perbedaan yang sangat jelas antara ngomongin orang dan mengungkap kebohongan publik...
iratri2005 wrote on Oct 6, '06
Sudahlah, berdebat masalah seperti itu gak akan ada habisnya. Mendingan kita benahi dulu diri kita masing masing. cerio.
akmal wrote on Oct 7, '06
Sudahlah, berdebat masalah seperti itu gak akan ada habisnya. Mendingan kita benahi dulu diri kita masing masing. cerio.
berbenah diri jalan terus... amar ma'ruf nahi munkar juga mesti jalan terus...

memangnya Rasulullah saw. berbenah diri melulu kerjanya? :p
radit233 wrote on Oct 26, '06
benarkah kalian adalah muslim?? bukankah sesama muslim dilarang saling menjelekkan...semoga pendapat saya yang bodoh ini benar...
akmal wrote on Oct 28, '06
benarkah kalian adalah muslim?? bukankah sesama muslim dilarang saling menjelekkan...semoga pendapat saya yang bodoh ini benar...
yg jelas muslim tdk mungkin menghinakan Al-Qur'an... soal Gus Dur masih muslim atau nggak itu urusan Allah... sekarang pilihannya adalah : (a) membela Gus Dur atau (b) membela Al-Qur'an? buat saya sih pilihan ganda seperti ini terlalu mudah... apakah buat Anda masih terlalu sulit?
radit233 wrote on Nov 8, '06
jawabannya tentu membela qur'an...tetapi apakah sekedar membela cukup??? bukankah di al qur'an diajarkan juga bagaimana hubungan dengan sesama muslim....semoga saya benar...
akmal wrote on Nov 8, '06
jawabannya tentu membela qur'an...tetapi apakah sekedar membela cukup??? bukankah di al qur'an diajarkan juga bagaimana hubungan dengan sesama muslim....semoga saya benar...
pertanyaannya adalah : apakah org yg menghina Al-Qur'an masih dianggap Muslim?
akmal wrote on Nov 8, '06
dengan sangat menyesal, Radit sudah saya blok... alasan pemblokannya dapat dibaca di http://akmal.multiply.com/journal/item/361 :)
greencores wrote on Nov 15, '06
Ente bisanya menghujat gus dur. Gus dur begitu sejak muda. Tapi kok ya punya massa berjuta2. punya pengagum ribuan. Pasti mereka2 yang berjuta2 dan beribu2 itu orang gila apa?. Sementara yang ngakunya paling rasionil paling islami tak punya gigi menaklukkan ummat. Ingat walisongo itu bisa mengislamkan nusantara dengan keunikan cara dakwahnya. halus,unik dan mengalir mengikuti massa. Gus dur pun begitu. Hail gus dur . kami butuh 100 orang seperti Anda menaklukan dunia dari tangan zionist
akmal wrote on Nov 15, '06
Ente bisanya menghujat gus dur. Gus dur begitu sejak muda. Tapi kok ya punya massa berjuta2. punya pengagum ribuan. Pasti mereka2 yang berjuta2 dan beribu2 itu orang gila apa?. Sementara yang ngakunya paling rasionil paling islami tak punya gigi menaklukkan ummat. Ingat walisongo itu bisa mengislamkan nusantara dengan keunikan cara dakwahnya. halus,unik dan mengalir mengikuti massa. Gus dur pun begitu. Hail gus dur . kami butuh 100 orang seperti Anda menaklukan dunia dari tangan zionist
bisa aja yg berjuta2 dan beribu2 itu orang gila... apa anehnya? Al-Qur'an sendiri menyatakan dgn jelas bahwa umat yg banyak tdk menjamin keselamatannya di hadapan Allah... atau Anda emang gak pernah baca Qur'an?

Ingat Nabi Nuh as.? sebagian besar umatnya tdk menerima dakwahnya... mereka mayoritas, dan mereka GILA, terbukti dgn adzab yg Allah berikan pada mereka... ingat kaumnya Nabi Luth as.? mayoritasnya GILA, karena gak mau menerima kebenaran yg disampaikan oleh Nabi Luth as... apa dasarnya Anda berpikir bahwa kalo pendukungnya banyak, lantas Gus Dur pasti benar? apa Anda gak pernah baca Qur'an?

jadi kalau ada jutaan massa yg taqlid sama Gus Dur (termasuk Anda), bahkan jika kaum ini menjadi mayoritas sekalipun, statusnya tetap sama... sama-sama gak pernah baca Qur'an... masak Qur'an dihujat sedemikian rupa lantas penghujatnya masih dibela2 juga? apa Anda gak cinta Qur'an?

Menaklukkan zionist dgn Gus Dur? gak salah tuh? bukannya Gus Dur pendukung zionisme?? wah gaul donk mas... ketinggalan berita tuh... apa Anda gak pernah baca koran?
greencores wrote on Nov 16, '06
Emang ente termasuk salah satu golongan orang2 yang "waras". Sama seperti mereka yang mengaku paling waras paling paham Al qur"an, sementara yang lain dianggap GILA disamakan dengan umat nabi luth dan nabi nuh. Saya jadi paham arti kata persatean (....bukan persatuan) dalam komunitas islam indonesia. Baca sejarah bung, karena jasa kiyai2 yang dianggap "gila" itu negara ini jadi berdiri. Gak usah ngomong toleransi dengan umat lain. Lha wong sama saudaranya sendiri tega dihujat dan dibantai. Dengan cara "GILA" gus dur menyelamatkan warga jutaan Nahdiyin yang miskin dari kekejaman Suharto dan ABRInya. Tidak dengan cara kekerasan fisik atau kekerasan mulut .
Melawan kekuatan raksasa tidak bisa dengan cara konvensional. harus dengan cara yang "GILA" dan unik. Kalo walisongo pake cara2 konvensional dengan kekerasan mulut dan fisik Islam gak bakal ada di bumi nusantara.Tabayyun ...tabayyun ....jangana main hujat dunk plz
akmal wrote on Nov 16, '06
Emang ente termasuk salah satu golongan orang2 yang "waras". Sama seperti mereka yang mengaku paling waras paling paham Al qur"an, sementara yang lain dianggap GILA disamakan dengan umat nabi luth dan nabi nuh. Saya jadi paham arti kata persatean (....bukan persatuan) dalam komunitas islam indonesia. Baca sejarah bung, karena jasa kiyai2 yang dianggap "gila" itu negara ini jadi berdiri. Gak usah ngomong toleransi dengan umat lain. Lha wong sama saudaranya sendiri tega dihujat dan dibantai. Dengan cara "GILA" gus dur menyelamatkan warga jutaan Nahdiyin yang miskin dari kekejaman Suharto dan ABRInya. Tidak dengan cara kekerasan fisik atau kekerasan mulut .
Melawan kekuatan raksasa tidak bisa dengan cara konvensional. harus dengan cara yang "GILA" dan unik. Kalo walisongo pake cara2 konvensional dengan kekerasan mulut dan fisik Islam gak bakal ada di bumi nusantara.Tabayyun ...tabayyun ....jangana main hujat dunk plz
istilah GILA ini kan Anda sendiri yg mengusulkan... sebelumnya saya gak pernah bilang pendukung Gus Dur itu GILA... coba saja cek di atas... hahaa makanya hati2 kalau ngomong... dan lain kali baca koran yg rajin yah, biar tau bahwa Gus Dur itu salah satu orang besar di Yitzhak Rabin Foundation...

tabayyun? sudah ada bukti kok... justru pendukung Gus Dur yg gak pake Tabayyun, ngaku2 Gus Dur diusirlah, memfitnahlah... bukti mengenai kebohongan JIL dan pendukung Gus Dur yg tdk pernah Tabayyun sudah saya tuangkan di http://akmal.multiply.com/journal/item/274... nah, sekarang siapa yg belum Tabayyun coba?

Gus Dur menyelamatkan jutaan warga dari kekejaman Soeharto dan ABRInya? apa iya cuma Gus Dur seorang yg berjasa? seberapa signifikan perannya? lalu siapa yg akan menyelamatkan Al-Qur'an dari hujatan Gus Dur? yg pasti bukan Anda dan orang2 semacam Anda....

jgn main hujat? katakanlah itu pada Gus Dur! jangan seenaknya menghujat Al-Qur'an!
akmal wrote on Nov 16, '06
kalau Anda gak ngerasa sama dgn kaumnya Nabi Luth as., jgn pake logika mereka donk... saya mengemukakan argumen itu kan karena Anda nampaknya menggunakan logika 'asal banyak', nah sekarang saya tunjukkan bahwa yg banyak itu belum tentu benar... atau dlm istilah yg Anda gunakan sendiri, yg banyak itu bisa jadi GILA semua.... (sekali lagi, ini adalah istilah yg Anda pakai sendiri)
akmal wrote on Nov 16, '06
Sekali lagi, greencores alias f4tih sudah saya block... alasan pemblokannya dapat dibaca di http://akmal.multiply.com/journal/item/361 :)
ruzaqir wrote on Jan 19, '07
Wow, keren akh akmal penjelasan yang cukup logis.. gak rada2 aneh dari pada yang ane liat sebelum2 nya :D
akmal wrote on Jan 19, '07
ruzaqir said
Wow, keren akh akmal penjelasan yang cukup logis.. gak rada2 aneh dari pada yang ane liat sebelum2 nya :D
yg aneh itu yg mana ya...?
ruzaqir wrote on Jan 19, '07
penjelasan dari orang mystery itu :P rada2 gak logis
sakti81 wrote on Feb 9, '07
waduh saya jadi takut kalo ngasih comment dsni yg agak kontra...bisa2 lgsg kena banned... :) tpi saya setuju kok kalo Gus Dur orgnya rada aneh...
akmal wrote on Feb 10, '07
sakti81 said
waduh saya jadi takut kalo ngasih comment dsni yg agak kontra...bisa2 lgsg kena banned... :) tpi saya setuju kok kalo Gus Dur orgnya rada aneh...
kalo ngasi pendapat tapi sopan insya Allah gak akan dibanned... :)
lyukas wrote on Mar 5, '07
Siapakah yang Aneh ???
Saya heran kok makin banyak orang yang mengaku Islam kok gak memakai akal sehat dan pikiran jernih,ada Ulama atau Kyai yang nyeleneh dianggap sebagai "Wali" (Wali Murid,wali nikah anaknya,iya.tapi bukan waliullah).Kurang apa sih Al Qur'an dan Hadist membimbing kita...bahkan ada yang mengatakan kami akan membela Imam kami ( Gus Dur ),dengan darah dan nyawa kami bila ada yang menghujatnya!!!, hmm, dan ini tidak bisa disalahkan bila mereka berkata demikian, lha Imamnya sudah begitu gimana jamaahnya ?
Dan tambah aneh lagi, kok masih ada yang memakainya sebagai nara sumber.
Jadi siapa yang aneh ?.Gus Dur yang memang dasarnya aneh, atau orang-orang yang bisa berfikir logis dan intelek yang mulai aneh, atau para jamaahnya yang ketularan anehnya sang Imam,atau kita-kita yang sudah tahu orangnya aneh tapi masih menanggapi keanehan itu :).Wallahualam.
akmal wrote on Mar 5, '07
lyukas said
Siapakah yang Aneh ???
Saya heran kok makin banyak orang yang mengaku Islam kok gak memakai akal sehat dan pikiran jernih,ada Ulama atau Kyai yang nyeleneh dianggap sebagai "Wali" (Wali Murid,wali nikah anaknya,iya.tapi bukan waliullah).Kurang apa sih Al Qur'an dan Hadist membimbing kita...bahkan ada yang mengatakan kami akan membela Imam kami ( Gus Dur ),dengan darah dan nyawa kami bila ada yang menghujatnya!!!, hmm, dan ini tidak bisa disalahkan bila mereka berkata demikian, lha Imamnya sudah begitu gimana jamaahnya ?
Dan tambah aneh lagi, kok masih ada yang memakainya sebagai nara sumber.
Jadi siapa yang aneh ?.Gus Dur yang memang dasarnya aneh, atau orang-orang yang bisa berfikir logis dan intelek yang mulai aneh, atau para jamaahnya yang ketularan anehnya sang Imam,atau kita-kita yang sudah tahu orangnya aneh tapi masih menanggapi keanehan itu :).Wallahualam.
wallaahu a'lam juga deh... :D
bakarr wrote on Mar 28, '07
Alhamdulillah senang saya membaca tulisan akhi Akmal ini, tulisannya berkarakter, kritis dan argumentatif. Dan argumen-argumen antum terhadap tingkah polah dan pemikiran mereka ini, sangat argumentatif dan cukup berbobot,

Yah fenomena semau gue memang kental sekali dikepala para pengasong liberalisme, sekulerisme dan pluralisme ini. Dengan alasan semua demi kepentingan manusia, jadi kalau norma agama dirasa tidak mengakomodir kebebasan manusia (Baca Hawa Nafsu), maka norma agama harus dinasakh karena tidak manusiawi. Agama di evalusi dan di tarik kesana-kemari seenak hawa nafsunya, agar terlihat bahwa semua hukum agama relatif dan tidak ada yang absolut. Islam adalah organisme yang terus berevolusi, & bukan monumen mati (Ulil). Jadi segala sesuatu bisa dinisbihkan. Lantas jika mereka berfikir begitu, halangan apa yang merintangi Ulil CS untuk murtad? Anda sudah menceburkan kedua kaki kedalam kolam, kenapa tidak sekalian berenang saja?

Apakah karena mas Ulil CS merasa dengan caranya dapat memperbaiki keadaan umat Islam yang menurut mereka sedang sakit? Loh sebelum kalian menawarkan resep Sekulerisme, dan me me lainnya, pernah tidak kalian bertanya apakah penyakit yang sekarang sedang diderita umat Islam, dikarenakan mereka melalaikan liberalisme, sekulersime? Jika ada kasus seperti itu, silahkan tunjukkan, kalau tidak tidak ada, sekali lagi saya katakan, ANDA SEKALIAN MURTAD SAJA, KARENA DIENUL ISLAM TIDAK BUTUH KALIAN!


Dan jika ada yang berminat ingin mendiskusikan liberalisme Jil dan konco-konconya, silahkan gabung http://bukanliberal.forumportal.us/

Maklum masih baru dibuat, jadi forumnya masih sepi. Karena terpengaruh sama tulisan akhi Akmal nih jadi buat forum diskusi.


Jazzakallah khoiron katiron wa akhirotul kallam Wassallam Wr Wb.
akmal wrote on Mar 29, '07
bakarr said
Alhamdulillah senang saya membaca tulisan akhi Akmal ini, tulisannya berkarakter, kritis dan argumentatif. Dan argumen-argumen antum terhadap tingkah polah dan pemikiran mereka ini, sangat argumentatif dan cukup berbobot,

Yah fenomena semau gue memang kental sekali dikepala para pengasong liberalisme, sekulerisme dan pluralisme ini. Dengan alasan semua demi kepentingan manusia, jadi kalau norma agama dirasa tidak mengakomodir kebebasan manusia (Baca Hawa Nafsu), maka norma agama harus dinasakh karena tidak manusiawi. Agama di evalusi dan di tarik kesana-kemari seenak hawa nafsunya, agar terlihat bahwa semua hukum agama relatif dan tidak ada yang absolut. Islam adalah organisme yang terus berevolusi, & bukan monumen mati (Ulil). Jadi segala sesuatu bisa dinisbihkan. Lantas jika mereka berfikir begitu, halangan apa yang merintangi Ulil CS untuk murtad? Anda sudah menceburkan kedua kaki kedalam kolam, kenapa tidak sekalian berenang saja?

Apakah karena mas Ulil CS merasa dengan caranya dapat memperbaiki keadaan umat Islam yang menurut mereka sedang sakit? Loh sebelum kalian menawarkan resep Sekulerisme, dan me me lainnya, pernah tidak kalian bertanya apakah penyakit yang sekarang sedang diderita umat Islam, dikarenakan mereka melalaikan liberalisme, sekulersime? Jika ada kasus seperti itu, silahkan tunjukkan, kalau tidak tidak ada, sekali lagi saya katakan, ANDA SEKALIAN MURTAD SAJA, KARENA DIENUL ISLAM TIDAK BUTUH KALIAN!


Dan jika ada yang berminat ingin mendiskusikan liberalisme Jil dan konco-konconya, silahkan gabung http://bukanliberal.forumportal.us/

Maklum masih baru dibuat, jadi forumnya masih sepi. Karena terpengaruh sama tulisan akhi Akmal nih jadi buat forum diskusi.


Jazzakallah khoiron katiron wa akhirotul kallam Wassallam Wr Wb.
makasih atas usaha kerasnya melawan 'sepilisme'.... :D
oedik2000 wrote on Jul 7, '07
Mohon penjelasan; agama itu "alat" atau "tujuan".
Wassalam,
Heryanto
akmal wrote on Jul 10, '07
Mohon penjelasan; agama itu "alat" atau "tujuan".
Wassalam,
Heryanto
agama itu alat, tujuannya adalah ridha Allah... kalau agamanya gak dijalankan ya jgn harap dapat ridha Allah... simple aja kan? :))
hendrorosardi wrote on Jul 9, '07
tulisan yang berbobot akh akmal....
akmal wrote on Jul 10, '07
tulisan yang berbobot akh akmal....
trims akh... :))
cutebgt wrote on Jul 24, '07
blog yang bagus,n replay2 nya juga bagus2 kok..
tinggal bgmn menyikapinya aja,kan orang boleh berpendapat.
tx ya leh baca2 nambah pengetahuan tentang islam dan cara2 pandang kita2
ronniewae wrote on Aug 25, '07
Hebat benar JIL itu ya. Anggotanya hanya beberapa orang, tapi sanggup menggoncang kelompok-kelompok Islam yang "fundamental". Kalau mau melawan, jangan tanggapi mas tulisan-tulisan JIL. Tapi sejujurnya, banyak juga kok tulisan JIL yang bagus-bagus.
akmal wrote on Oct 22, '07
Hebat benar JIL itu ya. Anggotanya hanya beberapa orang, tapi sanggup menggoncang kelompok-kelompok Islam yang "fundamental". Kalau mau melawan, jangan tanggapi mas tulisan-tulisan JIL. Tapi sejujurnya, banyak juga kok tulisan JIL yang bagus-bagus.
wah kalau dibilang mereka berhasil mengguncang pihak lain (Muslim, gak perlu embel2 fundamentalis), nggak juga ya... sebenernya yg kayak gini dah ada dari dulu, tapi mungkin namanya bukan Islam Liberal... kalo gak ditanggapi kasian sama yg awam, nanti mereka kira tulisan JIL itulah yg bener...

btw, tulisan JIL yg bagus itu yg mana ya?
sinyoeok wrote on Oct 18, '07
dua anak harimau yang sedang berkelahi biasanya tidak akan saling membunuh, tapi saling memperkuat diri untuk mempersiapkan diri jika kelak di sapih induknya....hi...hi..hi
setelah kelelahan kedua anak harimau itu tidur di bawah semak-semak
setelah keduanya sama-sama terbangun,
salah satu anak harimau melihat kadal dan ia berlari kearah utara mencoba mengejarnya...kadal itu masuk ke liang namun sang anak harimau mencoba menggali liang itu dengan kukunya...ya dengan kukunya

anak harimau yang satunya lagi melihat katak ..., sang anak harimau melompat mencoba menangkap dengan kedua cakar depannya. namun katak itu lebih dahulu melompat ke selatan dan masuk ke ke rawa yang dangkal. Anak harimau itu masuk kerawa mencari katak...badannya basah

sang induk telah pulang dari arah barat dengan membawa mangsa seekor kelinci di mulutnya...anak-anak harimau menuju induknya

siang itu matahari sangat panas..., namun menjelang sore ada angin dari arah barat yang membawa mendung. hujan yang dinanti-nanti akhirnya turun juga
karenahampir saja air dirawa mengering oleh kemarau

setelah hujan reda induk dan dua anak harimau itu kemudian memandang langit...
dan tidak begitu jauh jaraknyadisana ada rusa yang merumput, ada banteng yang bermain lumpur, ada burung yang hinggap di punggung kerbau dan belalang yang bernyanyi...
sungguh yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaanNya...Allah Tuhan pemilik segala keindahan...
akmal wrote on Oct 22, '07
dua anak harimau yang sedang berkelahi biasanya tidak akan saling membunuh, tapi saling memperkuat diri untuk mempersiapkan diri jika kelak di sapih induknya....hi...hi..hi
setelah kelelahan kedua anak harimau itu tidur di bawah semak-semak
setelah keduanya sama-sama terbangun,
salah satu anak harimau melihat kadal dan ia berlari kearah utara mencoba mengejarnya...kadal itu masuk ke liang namun sang anak harimau mencoba menggali liang itu dengan kukunya...ya dengan kukunya

anak harimau yang satunya lagi melihat katak ..., sang anak harimau melompat mencoba menangkap dengan kedua cakar depannya. namun katak itu lebih dahulu melompat ke selatan dan masuk ke ke rawa yang dangkal. Anak harimau itu masuk kerawa mencari katak...badannya basah

sang induk telah pulang dari arah barat dengan membawa mangsa seekor kelinci di mulutnya...anak-anak harimau menuju induknya

siang itu matahari sangat panas..., namun menjelang sore ada angin dari arah barat yang membawa mendung. hujan yang dinanti-nanti akhirnya turun juga
karenahampir saja air dirawa mengering oleh kemarau

setelah hujan reda induk dan dua anak harimau itu kemudian memandang langit...
dan tidak begitu jauh jaraknyadisana ada rusa yang merumput, ada banteng yang bermain lumpur, ada burung yang hinggap di punggung kerbau dan belalang yang bernyanyi...
sungguh yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaanNya...Allah Tuhan pemilik segala keindahan...
....any points?
roniwaejp wrote on Oct 24, '07
Hih, debatnya lucu. Di bolak-balik saja. Dikipasi, dipanasi, bahkan mungkin dalam otak si Penulis "kalau bisa digosongin". Si Penulis merasa bisa "mengadili" Gus Dur, tapi sebenarnya dalam hal membolak-balik tidak ada bedanya antara Si Penulis dengan Gus Dur. Atau, jangan-jangan ini muridnya Gus Dur.
akmal wrote on Oct 24, '07
Hih, debatnya lucu. Di bolak-balik saja. Dikipasi, dipanasi, bahkan mungkin dalam otak si Penulis "kalau bisa digosongin". Si Penulis merasa bisa "mengadili" Gus Dur, tapi sebenarnya dalam hal membolak-balik tidak ada bedanya antara Si Penulis dengan Gus Dur. Atau, jangan-jangan ini muridnya Gus Dur.
aiiiiih kayak gak ada makhluk laen aja buat dijadiin guru... :p
tagox86 wrote on Jan 8, '08
GUSDUR ITU BUKAN GILA
TAPI OTAKNYA UDAH BUSUK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
PENUH DENGAN ULAT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
GIMANA MAU NGOMENTARI SEGALA HAL LA WONG NGELIAT AJA GAK BISA
penyairkelana wrote on Jan 29, '08
Sudahlah...

Saya sudah tidak bisa berkata-kata terhadap tulisan-tulisan anda!

Setidaknya anda dan saya masih akan terus belajar!

Semoga Allah SWT senantiasa memuliakan Gus Dur, mengangkat derajatnya ketempat yang lebih tinggi. Serta mengampuni orang-orang yang menghina beliau!
anieoitem wrote on Mar 31, '08
Menurut kabar yang beredar gus dur sangat membenci megawati,karena ia merasa di lecehkan ketika mega mengajaknya berunding empat mata
faisalramdhan wrote on Apr 11, '08
Kebenaran Allah yang lebih hak dan kita sama2 berdoa agar diselamatkan olehNya.

kita ga tau maksud Gus dur apa? Allah yang maha Mengetahui dan saudara penulis mungkin hanya bersikap sebagaimana Muslim pada umumnya yaitu membela kitabnya sendiri.

Peace
adit200 wrote on Apr 25, '08
Gus dur itu orang yang paling nyeleneh kali di dunia, Dia pintar tapi kebelinger. masa orangkaya gitu dijadiin panutan,
massesilkum wrote on May 23, '08
HIDUP GUSDUR!!!!
kenalilah GusDur...berdiskusilah dengannya dan tanyakan apa yang membuat anda bingung kelak kau akan mendapat jawaban2 yang menakjubkan.
massesilkum wrote on May 23, '08
Tulisan kaya begini sudah biasa kali ya....yang lebih parah lagi juga masih banyak! tapi anehnya nih? biasanya ketika mereka dihadapkan dengan GUS DUR pada kayak orang BEGO gak tahu apa-apaan tentang ISLAM...aneh kan?
tribalis wrote on Sep 7, '08
Tulisan kaya begini sudah biasa kali ya....yang lebih parah lagi juga masih banyak! tapi anehnya nih? biasanya ketika mereka dihadapkan dengan GUS DUR pada kayak orang BEGO gak tahu apa-apaan tentang ISLAM...aneh kan?
soetoejoe
arwan200665 wrote on Nov 24, '09
soetoejoe
setuju!!!!
zenalarif wrote on May 26, '08
Assalamualaikum Wr.Wb

Hmmmm...Mas/Pak/Buk/Dik atau siapalah yang menulis tulisan yang panjang lebar diatas.saya salut dengan tulisan anda yang begitu panjang lebar sehingga pusing juga untuk membaca keseluruhan tulisan anda..
tapi ada yang inkonsisten dari pernyataan anda bahwa kita tidak usah menanggapi terlalu serius, santai dan tertawalah menanggapi pernyataan JIL maupun Gus Dur..sedangkan anda sendiri yang mengcounter dengan penuh semangat atau mungkin emosi anda memuncak ketika menulis teks diatas..Hati 2 dengan penyakit yang sangat berbahaya yaitu penyakit HATI.semoga kita semua terhindar dari penyakit yang satu ini AMIN..
Terakhir pesan saya teman "Man Katsuro Kalamuhu fahua Qotha'uhu" itulah pesan bagi orang2 ahli kalam (banyak omong)

Wassalamualaikum Wr.Wb
janggoo wrote on Jun 3, '08
munafik semua nih, termasuk penulisnya
janggoo wrote on Jun 3, '08
tapi poto ceweknya cakep juga tuh ahiak ahik
jihaduna wrote on Jun 5, '08
Dalam persfektif wimar gusdur sebut MUI itu tidak waras harus diganti dengan yang waras...
"Ya orang tidak waraskan menganggap selain dia tidak waras"

Ghitu aja koq repot gus-gus
zenalarif wrote on Jun 6, '08
Ada yang tahu gak Laisa dalam bahasa arab itu masuk kalimat apa??
mungkin akmal nih yang mamahami alqur'an tahu. tolong dijawab ya mas akmal
peace to all : daripada kita ngomongin orang terus baiknya belajar aja deh, gak ada gunanya lagian kalo akmal berani ya dateng aja ke gus dur ajak dia debat daripada dibelakang mengicau2 ya..

VIVAT
congorbejat wrote on Jun 9, '08
Yang sepaham sama Akmal gila semua.
semoyo wrote on Jun 9, '08
klo akmal emang benar2 paham bener dngn islam buktikan aja jangan cuma menghujat dibelakang doank.buktikan donk dgn gaya kesombonganmu yang merasa dah paling pintar,paling waras,paling islam aq ingin tau kemampuanmu sampe mana tentang islam jgn cuma berani lewat tulisan aja....tapi benar akmal klo dihadapan gusdus berdebat paling2 gak bisa bicara sesumbar ini pastinya klo dlm istilah jawa (koyo orong2 kepidak) hahahahaha...dasar manusia sombong.he.... ingat manusia sombong diatas langit masih ada langit...
semoyo wrote on Jun 9, '08
gak cuma GILA lihat gayanya aja yg sok islami itu orang dah pada tau orang2 seperti akmal dan yg sependapat gak beda jauh dgn preman2/bajingan2 yg berkedok islam gayanya aja sok pintar tapi beraninya cuma belakang iiiiichhhh memalukan sekaliiii
pmanassord wrote on Jun 9, '08
Wew, seru juga nih diskusi mengenai gusdur. Diskusi seperti ini hanya akan menghasilkan :

1. Orang yang pro gusdur akan semakin cinta dengan gusdur, mereka akan menggali lebih dalam kelbihan gusdur dan tentunya akan semakin fanatik bila mereka terus-menerus dibakar oleh semangat mempertahankan "kebenaran".

2. Orang yang kurang sepaham dengan gusdur akan semakin membenci gusdur, kebencian akan bertambah seiring dengan "jawaban tandingan" yang dilontarkan oleh kelompok pro (biasanya jwbn tandingan justru hal lebih aneh lagi).

3. Gusdur akan semakin senang, banyak orang membicarakan namanya, alhasil banyak orang awam yang akan mengenal dia, dengan sedikit propaganda dari kaum pendukung gusdur (baca = sebagian orang NU) yang tinggal di sekitar masyarakat awam, maka orang awam (yang jumlahnya besar) akan semakin mengenal dan mau tidak mau terbesit dibenaknya gusdurlah orang yang tepat. Entah mau jadi presiden atau sekedar kyai.

000000=====0000000

Oh ya, saya dulu salah satu aktifis IPNU (Ikatan Pemuda NU), akhirnya saya berhenti, bahkan saya menyesal pernah menjadi salah satu bagian darinya. Hal ini terjadi karena fanatisme senior IPNU di daerah saya kepada Gusdur, pada saat itu "kasus goyang Inul" yang jelas2 HARAM malah didukung Gusdur, setelah sebelumnya kasus ajinomoto. Sy tidak habis pikir senior saya justru sangat mendukung gusdur dalam kedua kasus itu, bahkan mengajarkannya kepada junior kami. Kemudian menurut pengakuannya, senior tersebut (kader gusdur langsung) tidak wajib berjilbab bagi wanita.

Ini hanya sebagian kebobrokannya saja, yang lain masih banyak sekali.

Saya drop waktu itu, saya kecewa, dengan perilaku senior saya yang sebelumnya saya kagumi akhirnya Rusak. Makanya sejak saat itu, saya keluar dari IPNU.

00000=======0000000

Saya pun mencoba berdiskusi dengan teman-teman yang masih aktif, saya keluarkan argumen2 yang tampaknya sangat logis, tapi bantahan mereka justru bermuara kepada kecintaan yang sangat tinggi kepada gusdur. Hingga sekarang, mereka pun rela mati untuk gusdur itu.Aneh...

Bagaimana caranya meyakinkan orang yang sudah tersihir seperti teman-teman saya itu?
Well, menurut pengalaman saya itu, teman-teman mungkin yang memang kurang sepaham dengan gusdur, sebaiknya cari metode lain daripada diskusi seperti ini. Percayalah, diskusi ini hanya membuat orang yang cinta dengan gusdur semakin mencintainya.
zmique wrote on Jun 10, '08
GUS DUR itu bukannnya lucu mas, tapi GILA anda kan tau perbedaannya lucu ama gila kan? , kalo lorang ucu belum tentu orang gila, tapi kalo orang gila udah pasti lucu karena tingkahnya yang aneh-aneh. nah sekarang bagaimana dengan pengikutnya GUS DUR???? .

Tentang level-level yang dibahas diatasitupun level GILAnya GUS Dur, so pasti gak ada yang bisa kalahin level gilanya GUS DUR, wong dia udah SARAF tingkat EXPERT tingkat akhir kok....
gaplekan wrote on Jun 10, '08
saya berharap mas akmal dkk, tuk mengetahui jalan pikiran gusdur, mohon belajar lagi tentang tafsir al-qur'an secara benar di pesantren, dg metode ushul fiqh dan ilmu nahwu secara benar, bukan hanya tekstual dan dogmatis...dari situ akan keliatan kalo baca juz'amma aja gak sesuai tajwid kok...sudah aneh2...
muhammadkaka28 wrote on Jun 19, '08
ha..ha..ha
KALO BESOK NAMA ADBURAHMAN WAHID, JANGAN PAKE GELAR KH. YA?
INILAH GAMBARAN KYAI TIDAK ISLAMI, JIKA PARTAINYA SAJA PECAH BAGEMANA JIKA MEMIMPIN NEGARA....................

WARGA PENDUKUNG SADARLAH, MUHAMMAD ADALAH IDOLAMU DAN GUSDUR...?

wassalam
bounder wrote on Jun 21, '08
lebih baiknya, mas akmal atau siapa aja yang kontra gus dur, datang dan berdialog langsung. Misalnya ikuti acar kongkow bareng gus dur. jadi tidak ada saling menghujat, tidak ada yang paling benar.
abujail wrote on Jun 24, '08
Apa kata semoyo itu benar ,anak kecil seperti akmal nulis artikel=isinya ngawur itu.
Soal orang bawa pistol di insiden monas itu kita semua tahu orang tsb. hanya mengeluarkan senjata karena terdesak ,wong dikeroyok rame-rame dan bukannya show of force tapi ditulis seakan-akan provokasi.
Stasiun tv yang menyiarkan berita kebenaran dibilang proAKKBB.Susah kalau negeri ini isinya orang orang semacam ini mas .Makanya sekarang diam semua gak berani komentar karena tau video yang dipertontonkan sdr.roy bisa kita lihat secara gamblang siapa yang mulai bikin keributan.
Kasihan multiply jadi sarana memutar balikkan fakta.
abujail wrote on Jun 24, '08
Pencinta Gus Dur adalah orang-orang penuh berkat.
Walau gak pakai partai Gus Dur tetaplah seorang Negarawan Sejati.
totokpurw1 wrote on Jul 3, '08
Pak Ustadz, Bu Ustadzah, tolong saling menghargai dong! Hormati yang tua dan kasih kesempatan ke yang muda. Ehm..mau tahu mimpi saya yang telat belajar agama, saya bermimpi persatuan umat islam lahir dari negeri ini, untuk kemudian menularkannya sampai ke Mekkah. Kita mulai yuk, dengan saling menghargai, hingga orang lain melihatnya pantas jika kader umat ini menjadi pemimpin di negeri ini bahkan pemimpin dunia. Dan negeri ini punya segala pontesi untuk mewujudkannya.
b166er wrote on Jul 10, '08
kok yang dibaned gk semua yang gk sopan????????????
awalnya saya tertarik membaca artikel ini......
tapi cukuplah, yang bisa saya pastikan saudara akmal yang terhormat ini tak akan menjadi orang besar,,,,,,,,,,,
taswirulafkar wrote on Aug 9, '08
assalamu'alaikum Wr. Wb. (Muslim)
selamat pagi - sore - malam....!!!! (non Muslim)

Mas Akhmal serius banget, kayaknya mas benci ma gusdur yak???
aq termasuk orang sepaham dengan Gus dur, eith,.... jangan marah dulu yach...!!!!
Gus dur bagi saya adalah orang yang dapat menyelematkan indonesia ini dari disintregasi.
Pengecaman, dan permusuhan antar intern Islam atau islam dengan agama yang lain di Indonesia akan selamat kalau Gus dur jadi penengah...! percaya gak...??
indonesia terdiri dari berbagai Suku, adat dan agama. pengamanan akan persatuan dan kesatuan di Indonesia yang kita cinta ini sangat mutlak diperlukan!
mengapa Gus Dur dalam memahami sebuah masalah atau sebuah wacana terkesan tidak membela atau bahkan ada yang menganggap bertentang dengan Islam (meskipun semua itu hanya subyektif) . karena Gus Dur menurut saya dalam memahami masalah yang yang ada di Indonesia ini di pahami oleh beliau dalam kontek islam keindonesiannya! artinya kalau kita Ngomong penyelesaian masalah di Indonesia jangan Ngomong soal Islam, jangan Ngomong soal Kristen, Hindu, Budha atau kepercayaan yang laen yang di lindungi Oleh pancasila. tapi kita harus Ngomong Indonesiaan (Pancasila), bukan berarti Gus Dur disini tidak mengakui kemuliaan dan keagungan al-Qur'an, namun mungkin Gusdur melihat bahwa aplikatif ajaran al-Qur'an itu adalah hal yang sangat beragam, sesuai dengan pemahaman, karakter dan proporsional dalam kehidupan masyarakat setempat (Indonesia).
pancasila menurut saya lebih al-Qur'aniyah dari pada RUU APP, saya ingatkan lagi jika kita hidup di Indonesia ini dikelilingi oleh beragamipe masyarakat dengan segala identitasnya. di UUD sudah dijelaskan tentang kesopanan kok... malah buat lagi ini gimana...???
(udah ya kpan2 lagi Q lanjutin karena proses cara berpikir kita jauh berbeda, tap gpp semua dalam konteksa belajar tantang islam)


tribalis wrote on Sep 7, '08
kalo memang benar yang namanya bukti - waktu juga yang akan menjawabnya.
saya sih gk pro beliau dan gk sesensi itu.
tribalis wrote on Sep 7, '08
mengenai TRANSFORMASI INDONESIA, menurut saya
beliau bijaksana.
x2nie wrote on Oct 27, '08
berisik nih disini.

makanya, kalo gusdur ngomong, dengerin!
irfanilatif wrote on Nov 13, '08
Download eBook :

Al_Qur'an Dihina Gus Dur
oleh: Hartono Ahmad Jaiz

http://www.pakdenono.com/download/mcb_alquran_dihina_gusdur.zip
abuh4sn4 wrote on Dec 11, '08
Setiap golongan bangga dengan apa yang mereka miliki.
Yang fanatik dengan Gus Dur bangga dengan Gus Durnya
Yang benci Gus Dur bangga dengan kebenciannya
Bila diri sudah dipenuhi kebencian kepada sesama
Masih adakah ruang untuk mencinta?
republikjeprut wrote on Dec 21, '08, edited on Dec 21, '08
ternyata dsini ajang caci maki yah..
maaf saya salah masuk neh, soal'y saya merasa belum tentu baex dan benar dlm kehidupan sy sendiri apa lagi dalam masalh kedekatan dengan wanita yg bkn muhrim saya..
mohon petunjuk ustadz?
soal'y keliatannya ustad dah nikah kan, fhoto'y z mpe mesra gtu hee..hee..





krebogober wrote on Jan 18, '09
Yang saya tau memang kita ini orang-orang kalah seperti kutipan dari buku slilit sang kiai punya emha. Kerna kalah ga bisa ngerubah negara kita yang tercinta ini, maka sibuklah kita berteriak untuk negara lain. Kerna kalah ga bisa ngeliat realitas yang sudah jamak didepan kita, kita bantailah orang yang kita anggap buta. Kerna kalah dengan bokep yang menyebar sedemikian cepat dan berakar dalam lingkungan kita, kita bikinlah uu APP. Kerna kalah saat mencoba mengkonter kritik2 keras di blog atau milis, dibikinlah uu ite.

Kita ini semua orang2 kalah. Yang cuma bisa nyari kambing hitam sambil mbikin solusi temporal. Dan soal gus dur, hwekekekekekekekekekekekekek!!! Saya cuma bisa ngakak mbaca seliweran comment diatas. Njenengan semua itu lho ndak kenal gus dur. Kenapa juga nggosipin dia? Sapa tau juga dia lagi ngakak nonton sinetron sementara anda disini duel mati2an? Sapa tau juga dia lagi ndoakan seluruh ummat indonesia ini agar tidak dijatuhi gunung jabalkat oleh malaikat? Sapa yang tau? Trus gimana dong? Ya simpel aja. Lakukan yang menurut njenengan cocok. Kalo sikap saya? Lha wong sama den bagusnya saja saya ga brani nglawan, apalagi sama boss besarnya. Dan buat saya, wali songo terus ada. Gus Dur sekarang ketuanya.
wiwikpujimulyani wrote on Jan 30, '09
Akmal, terima kasih atas artikelnya. Memang akan ada banyak pembela Islam bahkan musuh-musuh Islam yang akan menanggapi artikel anda. Kita dg jelas dapat membedakan kedua-duanya. Salut atas perjuangan mempertahankan kemurnian Islam. Sudah jelas bahwa saat ini pemeluk Islam banyak tp bagaikan buih di lautan. Bagi saudaraku semua sesama Islam (termasuk pendukung Gus Dur), waspada dengan rencana besar menghancurkan Islam melalui pelunturan iman kita secara perlahan2 dan tdk kita sadari.
ocearie wrote on Jan 31, '09
DENGAN WAKTU YANG CUKUP PANJANG SAYA MENGIKUTI JALAN CERITA ATAU MELIHAT LANGSUN TENTANG APA YANG DIKATAKAN GUSDUR DAN DILAKUKAN GUSDUR DAN APA YANG DITERIMA GUSDUR KHUSUSNYA ORANG-ORANG YANG SUKA MENCEMO'OH DAN MERASA BENAR DENGAN PERKATAANYA.
GUSDUR ADALAH BUKAN SEORANG YANG MUNAFIK YANG ASAL NGOMONG DAN GUSDUR BUKANLAH SEORANG YANG APA SEPERTI DIKATAKAN OLEH MEREKA YANG IRI DAN SUKA MENGOLOK-OLOK. GUSDUR SEORANG YANG DENGAN KEBERANIAN MENGEDEPANKAN SEORANG YANG BERAGAMA ISLAM YANG MAU MENJADI KORBAN UNTUK MEMBELA KEBANARAN. BUKAN SEPRTI ANDA-ANDA YANG SUKA MENGHINA ATAU MENGOLOK-OLOKAN GUSDUR BUSANYA HANYA KOMENTAR DAN SEPERTI YANG BENER PADAHAL PENGETAHUAN ANDA2 DI BANDUNG GUSDUR MUNGKIN TIDAK SAMPAI SETENGAHNYA. JADI COBALAH ANDA DEWASA, MALU. CUMA BISA NGOMONG TAPI GA PUNYA MASA. ANDA SEKALI YANG SUKA MENCEMO'OH ITU HANYA RASA SIRIK KARENA ANDA TIDAK BISA SEPRTI GUSDUR, JADI PRESIDEN, JADI KETUA NU DLL BANYAK YANG TELAH DIA LAKUKAN. COBA DEBAT GUSDUR SAMA TUH BORO-BORO MAU DEBAT PENGETAHUAN ANDA ITU HANYA SAMPAI ITU ( MAKI-MAKI, FITNAH, IRI )
MAJU TERUS GUSDUR.. KL ANDA DISAKITI SY AKAN MAJU.
HADAPI ORANG-ORANG MUNAFIK DAN SUKA IRI.
ocearie wrote on Jan 31, '09
Beliau itu WALI-nya, wong edan yeah. Bukan WALI-nya wong waras pasti.
( YANG BERKOMENTAR INI TAK LAIN HANYA SETAN )
EH.. KM GA ADA APA-APANYA DIBANDING GUSDUR... IRI, MUNAFIK, KEBELET PENGEN JADI PEJABAT AGAMA JADI PENJAHAT AGAMA LO. SO BENER LO... MALU DONG DENGAN MULUT SENDIRI..... JANGAN-JANGAN LO MATI DULUAN DARIPADA GUSDUR.. NTAR DISITU LO.. RASAIN. BUKAN MEMBELA ISLAM LO MALAH MUNAFIK DAN IRI. SETAN LO... ITULAH PERASAAN SETAN. KETIKA ORANG LAIN DIBERI JABATAN DAN DINAIKAN OLEH ALLAH DIA AKAN IRI DAN DENGKI. COBA LO DEBAT SAMA GUSDUR PASTI LO NGAJEDOG. DATANG KA IMAH AING DIBOGOR KU AING DIBERE DUIT SIA JANG SAKOLA BEH SIA PINTER.
ocearie wrote on Jan 31, '09, edited on Jan 31, '09
Tentang level-level yang dibahas diatasitupun level GILAnya GUS Dur, so pasti gak ada yang bisa kalahin level gilanya GUS DUR, wong dia udah SARAF tingkat EXPERT tingkat akhir kok.... (ANDA SEKALIAN YANG SUKA OLOK-OLOK GUSDUR MODEL-MODEL INILAH MULUTNYA, MEMALUKAN ) NAUZUBILLAH... MUDAH-MUDAH ORANG INI MALU.
KL DEPAN GUSDUR LO DIEM GA BISA NGOMONG.. BORO-BORO PENDUKUNG YANG ADA TEMEN-TEMEN LO JAUHIN ELO.
LIATIN GA BAKAL LAMA LAGI APA YANG LO TULIS BAKAL ADA BALASANNYA.
GUSDUR DI SAKITI JUTAAN ORANG AKAN TURUN KE JALAN.
ocearie wrote on Jan 31, '09
AKHMAL MALU LO.. DENGAN MULUT ELO, LO TAU DIRI. TAU DIRI SOPAN DENGAN ORANG TUA, PENGETAHUAN LO GA SEBERAPA
adtea wrote on Feb 9, '09
hahaha.. gusdur aja msh dibela.. lucu! jihad fi sabili gusdur? heheh.. lucu lucu..
sohirun wrote on Mar 5, '09
Ini tulisan Prof.Dr. Mahfud MD. sekarang ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Tentang Gus Dur Suka tidur. http://www.opensubscriber.com/message/mediacare@yahoogroups.com/4985825.html.
sohirun wrote on Mar 5, '09
Udah baca belum...tulisan Prof.Dr. Mahfud MD. Gambar di artikelnya kan GusDur lagi tidur. Mas Akmal... salam kenal aja ya...Kita semua itu makhluk ciptaan Allah SWT. termasuk Mas Akmal dan Juga GusDur. Allah hanya akan menilai Ketaqwaan kita...Yang paling tau ketaqwaan seseorang hanya Allah...Terima Kasih.
byuhbyuh wrote on Mar 11, '09
Bocah cilik ngerti apa sih kowe nduk?????????????????
byuhbyuh wrote on Mar 11, '09
assalaamu'alaikum wr. wb.

Seorang penulis pernah bilang bahwa Gus Dur ini memang tidak tanggung-tanggung kontroversialnya. Di satu sisi ia mengedepankan sekularisme, tapi di sisi lain ia habis-habisan menunggangi simbol-simbol keagamaan seperti pesantren, ke-kyai-annya, atau ke-Gus-annya. Di sana-sini ia berteriak agar jangan terlalu mengeksploitasi hukum Islam dalam kehidupan berbangsa yang pluralis, namun ketika ada yang hendak melengserkannya dari kursi kepresidenan, tiba-tiba muncul istilah "fiqih dalam menghadapi makar terhadap pemimpin umat". Tiba-tiba saja ayat-ayat Al-Qur'an digunakan untuk mengecam orang-orang yang hendak menjatuhkan dirinya. Tapi itulah politik.

Belum lama ini, situs resmi Jaringan Islam Liberal (JIL) memuat sebuah wawancara yang dilakukan oleh M. Guntur Romli dan Alif Nurlambang terhadap mantan orang nomor satu di Indonesia itu. Pembicaraan seputar RUU APP yang memicu banyak perdebatan itu. Di dalamnya, lagi-lagi, muncul begitu banyak 'kelucuan' yang sebenarnya sudah menjadi ciri khas seorang Abdurrahman Wahid.

Ketika dimintai komentar tentang Perda Tangerang yang melarang habis pelacuran, Gus Dur melihatnya dari 'sisi lain'. Menurutnya, membuat aturan yang melarang pelacuran bukanlah prioritas utama. Di baliknya, masih ada persoalan ekonomi. Dengan kata lain, jika tidak ada peningkatan taraf kehidupan, maka pelacuran tidak akan bisa dihapuskan.

Barangkali Gus Dur lupa bahwa pelacuran senantiasa ada meskipun di lingkungan orang-orang kaya. Memang gayanya beda, dan pelacur jenis ini tidak mejeng di pinggir jalan, melainkan menunggu telpon di rumah masing-masing. Bayarannya bukan dalam hitungan ratusan ribu rupiah, jutaan rupiah pun ada. Para pelacur ini juga bukan orang miskin, namun kaum perempuan hiperseks yang mau saja dijadikan komoditas bisnis dengan harga yang sangat tinggi. Tidak ada bukti bahwa pelacuran bisa dihapuskan ketika ekonomi rakyat membaik.

Berikutnya, pewawancara meminta pendapat sang Gus tentang kesan 'arabisasi' dalam pelaksanaan RUU APP dan sejumlah perda syariat. Gus Dur membenarkan kesan tersebut dan tidak lupa mempertanyakan sikap 'arabisasi' tersebut.

Pertanyaan usang soal 'arabisasi' ini sebenarnya sudah dijawab dengan sangat jitu oleh Mas Jonru, namun biarlah saya mengulangnya sedikit (dengan redaksi saya sendiri). Anggaplah kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh menerima budaya lain yang akan mencemari kepribadian bangsa kita. Lalu apa sebenarnya yang selama ini terjadi di negeri ini pada era globalisasi? Kalau kita protes pada 'arabisasi', mengapa Gus Dur tidak pernah terdengar memprotes 'westernisasi', bahkan cenderung mendukungnya? Apakah orang Barat lebih baik daripada Arab?

Tapi itu semua berasal dari sebuah asumsi bahwa RUU APP memang benar-benar sebuah proyek 'arabisasi'. Padahal tidak demikian. Memang tidak ada perlunya mencontoh negara-negara Arab, karena mereka sendiri tidak melaksanakan ajaran Islam dengan benar. Negara manakah yang menjalankan ajaran Islam dengan sepenuhnya? Apakah negara kerajaan bisa dianggap telah meneladani kekhalifahan? Jelas tidak! Lagipula RUU APP tidak dibuat berdasarkan standar Islam. Tidak ada kewajiban menggunakan jilbab bagi perempuan di RUU tersebut. Tidak usah sampai begitu. Sesopan Siti Nurhaliza pun sudah cukup, kok! Karena itu, perlu dipertanyakan RUU manakah yang sebenarnya sedang dibicarakan oleh Gus Dur ini?

Untuk melengkapi keanehan itu, Gus Dur kemudian memberikan sebuah 'contoh kasus'. Beginilah katanya : "Semua orang tahu bahwa pesantren itu lembaga Islam, tapi kata pesantren itu sendiri bukan dari Arab kan? Ia berasal dari bahasa Pali, bahasa Tripitaka, dari kitab agama Buddha."

Sepertinya Gus Dur gagal membedakan antara pesantren dengan istilah pesantren itu sendiri. Pesantren memang sebuah lembaga Islam, tapi istilahnya tidak berasal dari ajaran Islam. Pesantren itu sendiri sebenarnya tidak berbeda dengan sebuah sekolah, hanya saja sangat kental diwarnai dengan pengajaran agama Islam. Mengenai istilah yang digunakan untuk melambangkan sekolah yang bernuansa Islami itu sendiri bebas menggunakan bahasa apa pun. Orang Nepal menggunakan bahasa Nepal, orang Meksiko menggunakan bahasanya sendiri, dan orang Brasil tidak mesti menggunakan bahasa Perancis. Kalau orang Indonesia menggunakan bahasa nenek moyangnya dahulu, apa salahnya? Toh penamaan itu tidak mempengaruhi isi ajarannya.

Entah kelepasan atau tidak, Gus Dur kemudian bahkan menegaskan bahwa kita tidak bisa menerapkan syariat Islam jika bertentangan dengan UUD 45. Pertanyaannya, apakah agamanya : Islam atau Indonesia? Siapakah Rasul yang ditaatinya : Muhammad saw. atau para penyusun UUD 45 itu? Mengapa seorang Gus bisa memberi harga yang demikian rendah terhadap agamanya sendiri? Entahlah.

Berikutnya, sang narasumber menegaskan bahwa standar moralitas berubah dari waktu ke waktu dan bisa juga berlainan di masing-masing tempat. Menurutnya, apa yang dianggap tidak senonoh di masa lalu bisa jadi wajar di masa sekarang. Selain itu, apa yang dianggap cabul di suatu tempat bisa jadi hanyalah sebuah tradisi yang wajar bagi yang lainnya.

Pertanyaannya sekarang : jujurkah mereka yang mengatakan bahwa standar moralitas itu telah berubah? Pertama, apa betul mereka tidak merasa terangsang sedikit pun melihat pengumbaran aurat di tempat-tempat umum di masa sekarang ini? Hanya sekedar kata-kata dari lidah tidak bisa menjamin apa-apa. Siapa pun bisa berbohong dengan mengatakan dirinya tidak terangsang agar kaum perempuan tidak ragu lagi untuk menambah rangsangan itu. Seharusnya kita menggunakan lie detector.

Kedua, apa betul standar moralitas berubah? Pornoaksi sudah ada sejak dahulu kala, tidak ada yang berubah. Tari-tari erotis sudah ada sejak dahulu kala. Pelacuran sudah ada sejak jaman para Nabi, dan homoseksualitas juga sudah ada, paling tidak sejak jaman Nabi Luth as. Dan sejak dahulu pula, semua hal tersebut sudah merongrong kehidupan manusia. Jadi, kata siapa standar moralitas telah berubah?

Ketika bicara tentang sastra Islam, lagi-lagi Gus Dur gagal membedakan antara 'sastra Islami' dengan 'sastra yang dibuat oleh sastrawan yang beragama Islam'. Ia menceritakan sebuah novel karangan Naguib Mahfouz yang bercerita tentang pergulatan batin seorang pelacur. Menurut Gus Dur, sastra itu jelas tidak bisa dianggap sebagai sastra non-Islam karena jelas-jelas penulisnya adalah Muslim. Sudah jelas dimana kekeliruannya, bukan?

'Kenakalan' Gus Dur yang paling parah adalah ketika ia menyebut Al-Qur'an sebagai kitab yang paling porno. Begini cetusnya : "Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha…"

Pertama, masalah menyusui anak bukanlah perkara cabul. Kalau Al-Qur'an tidak memotivasi kaum ibu untuk menyusui anaknya hingga waktu yang optimal, barangkali generasi muda umat Islam akan berkembang dengan tidak cukup baik. Apakah perkara menyusui anak harus diabaikan lantaran berkaitan dengan organ payudara? Kasihan sekali anak-anak, jika memang demikian. Untung Al-Qur'an tidak ditulis oleh Gus Dur.

Kedua, sebenarnya Gus Dur sendiri yang menyusahkan dirinya dengan definisi cabul yang terlalu jauh. Tidak ada yang mengatakan bahwa seorang ibu yang menyusui anaknya itu telah berbuat cabul. RUU APP pun jelas tidak melarang ibu mana pun untuk menyusui anaknya. Bahkan hanya orang gila yang akan melarang peristiwa alamiah yang amat bermanfaat bagi bayi, baik dari segi medis maupun psikis tersebut.

Ketiga, apa yang Gus Dur maksud dengan Injil? Apakah ia pernah melihat Injil yang masih asli? Umat Islam pasti beriman pada Injil, hanya saja kita tidak pernah lagi menemukan Injil yang asli. Injil yang benar pasti sejalan dengan Al-Qur'an. Kalau yang dimaksud adalah Bibel (Kitab Suci yang digunakan oleh umat Kristiani sekarang), maka kita tidak boleh menyebutnya sebagai Injil, karena Al-Qur'an dan Al-Hadits telah menegaskan bahwa umat Nasrani telah mengubah-ubah Injil menurut kehendaknya sendiri.

Keempat, anggaplah kita menerima istilah 'Injil' untuk Kitab Suci umat Kristiani jaman sekarang. Apakah di sana tidak ada ayat-ayat yang berbau cabul? Saya rasa Gus Dur harus diperkenalkan pada sebuah masterpiece karya seorang ulama besar yang bernama Ahmad Deedat (semoga Allah SWT ridha kepadanya). Cukuplah buku The Choice sebagai referensi atas 'keanehan-keanehan' (termasuk ayat-ayat porno) di dalam 'Injil' tersebut.

Berikutnya, Gus Dur mengulang sebuah pernyataan klise tentang 'dipojokkannya' kaum perempuan dalam masalah moralitas bangsa. Menurutnya, perempuan tidak perlu 'dipersalahkan' dan 'dituduh' sebagai oknum yang menyebabkan munculnya rangsangan bagi kaum laki-laki. Laki-lakilah yang salah karena seringkali menganggap perempuan sebagai objek seksual.

Gus Dur lupa bahwa standar aurat untuk lelaki dan perempuan itu berbeda. Kalau kita menggunakan standar itu, maka jelaslah bahwa populasi laki-laki dewasa yang menutup aurat lebih banyak daripada populasi perempuan yang menutup aurat. Kalau Gus Dur tidak merasa terangsang, baguslah! Tapi tidak semua orang seperti itu. Aturan menutup aurat diberlakukan untuk menjaga ketertiban, bukan mendiskreditkan perempuan.

Lalu muncullah sebuah klise yang lain : Tuhan tidak perlu dibela! Benar sekali, Tuhan tidak butuh dibela, bahkan Dia tidak membutuhkan apa-apa dari siapa pun. Seluruh umat manusia kafir atau beriman tidak akan memberikan untung atau rugi pada-Nya. Itulah kenyataanya. Akan tetapi, manusialah yang perlu melakukan 'pembelaan' itu. Kalau kita diam saja ketika Tuhan dihina, maka kita harus khawatir di akhirat nanti kita dimasukkan ke dalam kelompok orang-orang yang komitmennya terhadap agama lemah.

Gus Dur juga menganggap bahwa inti ajaran kejawen itu sama dengan Islam. Pernyataan ini tidak ilmiah karena tidak mengandung bukti apa pun. Lagi pula, kesamaan inti ajaran saja belum bisa memenuhi syarat di hadapan Allah. Kalau Allah telah menetapkan syariat yang diridhai-Nya, lalu bagaimana? Apakah kita masih merasa bebas menjalankan agama dengan selera kita masing-masing? Apakah ketetapan Allah bisa diubah dengan kesepakatan manusia? Betapa lemahnya Allah di mata Anda, Gus!

Melihat betapa lucunya tokoh yang satu ini, kita bisa meramalkan bahwa JIL masih akan menjadikannya sebagai narasumber di masa depan. Sebagaimana Gus Dur, JIL pun penuh dengan dagelan. Karena itu, tidak usah ditanggapi dengan terlalu serius. Santai dan tertawa sajalah. Tapi jangan lupa di-counter ya...

wassalaamu'alaikum wr. wb.
chojin9 wrote on Mar 14, '09
sip pokok e gus dur iku tetap asyik lohhh ..dan aku suka gaya kontroversinya ... dengan kontroversi nya umat islam menajdi dinamis atau kacau ya....
azil01 wrote on Mar 16, '09
hoho....
koment apa ya??
bingung...
tapi biasanya jika kita membenci seseorang kita selalu mencari-cari kesalahan orang tersebut,lalu kita membicarakannya hanya dengan orang-orang yg pro dengan kita,giliran ada orangnya kita cuma mesam-mesem ja.Saya sendiri juga gitu ko...hehehe

salam damai untuk semua.....
perbedaan itu indah apalagi klo perbedaan itu bisa bersatu....
mfin82 wrote on Mar 27, '09
anda sudah mandi ???
silahkan mandi, agar jangan gerah, dan keringatan.
zahra55 wrote on Apr 16, '09
assalaamu'alaikum wr. wb.
kita Islam kan?
kenapa pake hujat - hujatan?
masih ingat tentang arti dr kt makhsun?
wassalaamu'alaikum wr. wb.
muhta14 wrote on Jun 12, '09
assalamu'alaikum
Sedih saya menyaksikan perdebatan ini. Apalagi dengan banyak caci maki, saya justru curiga, yang mencaci maki itu adalah provokator berkedok islam. Jadi mohon kepada suadara semua, marilah bersama-sama berdebat tapi yang sehat. Kita bukan "rosul" jadi jangan membuang mentah pendapat orang tanpa mencari tahu alasan dan dasar pendapat itu.
Islam itu sudah berabad-abad, jadi penafsiran dari ulama-ulama juga berkembang beraneka ragam. Aliran pun beragam pula .Islam seperti apa yang benar, mari kita sama-sama belajar. Kalau baru ikut ngaji seminggu sekali selama setahun, atau baru punya 20 buku tentang islam, atau sering googling tentang pengetahuan islam sudah berani mengkafirkan sesama muslim, jadinya ya malah lucu. Yang sudah mondok (pesantren) sepuluh tahun saja, mungkin baru bisa disetarakan dengan baru lulus SMA, mungkin juga malah belum setara. Terlepas dari benar atau salahnya gus dur, mencaci maki nya, adalah hal yang tidak pantas. Kritik secara intelektual, itu baru namanya muslim yang rahmatan lil'alamin.
Jangan seperti remaja baru belajar silat sejurus dua jurus, lantas menganggap dirinya jagoan, petantang-petenteng..
Cobalah kita sekali-kali keluar negeri, melihat negeri-negeri yang katanya negara islam, samakah mereka dengan muslim di Indonesia, lebih bagus atau malah lebih buruk ?

mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah
Wasalamu'alaikum..
adriantow2x wrote on Jun 22, '09
@pmanassord

memang benar, mereka yang bertaklid buta sama GD sangat-sangat disayangkan...

kasihan aja kite sama mereka, padahal GD bukanlah rasul bukan juga Wali...
kalau Wali mana mau buat kontroversi spt GD...

saya pribadi tdk suka dng gaya "dakwah" GD (menurut para pendukungnya) yg kontroversial itu. tidakkah dia sadari gayanya itu bisa menyebabkan perang saudara sesama muslim? kalau sesama muslim sdh perang saudara, siapa yang diuntungkan?

Tuan Akmal, saya puji niat anda untuk mengeritik GD, tapi tlglah yang obyektif. di balik semua kelemahan "dakwah" GD pasti juga ada kelebihannya. kepada semua pendukung GD, saya sarankan agar berpikirlah rasional. GD bukan Nabi, bukan Wali. sewaktu dia jadi presiden, Indonesia tidak lebih baik dari sebelumnya... bahkan kabarnya dia dijauhi oleh beberapa kiyai NU juga. kalau dia wali, pastilah Indonesia bisa menjadi negara maju... namanya wali, pastilah dia ditolong Allah SWT dlm memimpin masyarakatnya. yang terjadi malah sebaliknya... dia dan keluarganya anti RUU APP, dia pro dengan JIL dkk, mau dibaptis saat acara perayaan agama Kristen, dia ingin buka kerja sama dng Israel, mau jadi anggota Simon Wiezenthal (founder Zionis internasional), dia terlibat Aryanti Gate, dia bahkan mau melindungi kaum Homo dkk (baca di koran apa yah?), mau mengirimkan 1000 jin untuk melindungi kekuasannya saat mau dilengserkan, pas dia berkuasa dollar jadi 15 ribu. wali macam apa yang prestasi dunianya ancur2an spt itu?

dari pada bertaklid buta sama GD, lbh baik kita perangi tuh yg namanya kebodohan, kemiskinan, kemaksiatan... mudah2an Indonesia akan menjadi jauh lebih maju jika kita mau melakukannya ketimbang menjadi pendukung fanatik ekstrim kiyai yang suka buat sensasi spt GD...
muhta14 wrote on Jun 27, '09
bagi saya..ada hikmah tersendiri dari ucapan yleneh Gus Dur
saya jadi lebih bergairah dan rajin mengkaji Al Qur an..ketika Gus Dur berucap assalamu'alaikum di ganti selamat pagi, saya pun sibuk mencari tahu apa itu salam.
Ketika Gus Dur bilang MUI bodho, saya pun bergairah mempelajari fatwa2 MUI
Ketika Gus Dur membela Ahmadiyah, ketika Gus Dur membela JIL, ketika Gus Dur bilang Al Qur an porno...

Pendeknya " nylenehnya Gus Dur " membuat otak dan hati saya penasaran, mencari sebab apa di balik ucapan seorang Gus Dur, apa benar tokoh NU itu sableng..ngomong gak karuan, atau ada yang lain..

meski masih membingungkan dan belum mengetahui alasan pasti Gus Dur ( karena memang yang tau hanya Gus Dur dan Allah swt) saya kini bertambah ilmu..

Terpikir oleh saya, apakah begini cara Gus Dur mengajak kita untuk belajar mendalami islam ?
Wallohu'alam bisshihab
indrayogi wrote on Jun 29, '09
Ooo ada disini juga toh hehe
muhta14 wrote on Jun 30, '09
he he...ketemu lagi..
cerdasloch wrote on Jul 6, '09
halah akmal, akmal, linier bgt mikirnya..
dangkal dan tekstual, mw diapain wajah keberagamaan klo orang mikirnya kya km..
counter yg ga counter, sono gieh bobo ma yayang km ja, malu maluin ja..
akmal wrote on Jul 21, '09
halah akmal, akmal, linier bgt mikirnya..
dangkal dan tekstual, mw diapain wajah keberagamaan klo orang mikirnya kya km..
counter yg ga counter, sono gieh bobo ma yayang km ja, malu maluin ja..
wah, reply-nya gak sepadan dengan ID-nya... kekekeke :D
muhta14 wrote on Jul 6, '09
jangan begitu donk bro..
kalau tahu sesuatu mbok yao..di kasih tau
biar kita bisa belajar bareng..

peace..
emilliano wrote on Aug 14, '09
TENTANG PLURALISME DAN LIBERALISME :
-------------------------------------------------------------------------------------
1. PLURALISME dan Liberalisme JIL menurut GUS DUR :
(Ini yang Terakhir kalinya saya sebut2 Gus Dur, bila kemungkinan saat ini Dia mau Bertobat dari JIL)

Ayat Al Qur’an yang dipakai GUS DUR untuk pembenaran PLURALISME :
( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
Pada hemat saya, fatwa pengharaman pluralisme agama tersebut mengidap sejumlah masalah teologis dan sosial yang tidak ringan. Pertama, pengharaman ini bertentangan dengan norma-norma ajaran Alquran yang justeru mendorong tersemainya pluralisme agama. Allah SWT berfirman di dalam Alquran; [1] al-Ma`idah (5): 69, “sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabi`in, dan orang-orang Nashrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”; [2] al-An’am (6): 108, “dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan”. [3] al-Kafirun (109):6 yang berbunyi lakum dinukum wa liya diniy (untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku). [4] al-Baqarah (2): 256 yang berbunyi la ikraha fiy al-din (tidak ada paksaan dalam agama).

Alasan lain yang dipakai GUS DUR untuk pembenaran PLURALISME :
( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
Kedua, pengharaman pluralisme agama tersebut menentang sunnatullah. Bahwa bumi sebagai tempat hunian umat manusia adalah satu, itu diakui. Namun, telah menjadi sunnatullah, para penguhuni bumi tidak berada dalam satu warna yang tunggal, tapi selalu terpecah-pecah ke dalam berbagai suku, ras, bahasa, profesi, kultur, agama.
Ketiga, fatwa pengharaman itu menunjukkan sikap dan watak para perumusnya yang tidak toleran, cenderung eksklusif, dan memandang umat agama lain dalam kegelapan dan kesesatan. Sikap seperti ini, saya kira amat berbahaya bagi kehidupan masyarakat yang plural seperti Indonesia.
Keempat, .... Haraplah diketahui, bahwa gagasan pluralisme agama hanya menghendaki adanya pengakuan dan penerimaan tentang fakta pluralisme agama-agama. Pendeknya, pluralisme agama berarti adalah kesiapan seseorang untuk menerima kehadiran dan eksistensi orang lain. Pluralisme agama mengandaikan terciptanya sebuah tradisi-yakni kultur dan sikap mental yang memandang seluruh umat manusia secara setara dalam posisinya sebagai hamba Allah, terlepas dari keragaman simbol dan identitas yang melekatinya.


2. PLURALISME dan Liberalisme JIL menurut CAK NUR :
(Sudah Almarhum)
Menurut Barton, ada empat tokoh Islam Liberal di Indonesia, yaitu Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholish Madjid (Cak Nur), Ahmad Wahib, dan Djohan Effendi.

INFO Tentang PENTOLAN JIL : Maklum beberapa pentolan JIL kini tengah berada di luar negeri. Sebut saja Ulil Abshar Abdalla yang tengah studi di AS, Nong Darol Mahmada yang juga studi di Australia, Luthfi Assyaukani di Singapura, Burhanuddin di Australia dan Anick (web editor JIL) di India. Praktis kendali JIL untuk sementara berada di tangan Novi (panggilan akrabnya). Ia juga kini bertugas sebagai pengurus harian. Selain Cak Nur, beberapa tokoh yang turut menginspirasi JIL adalah Gus Dur, Munawir Sadjali maupun Harun Nasution.
( Reference : http://chairulakhmad.wordpress.com/2007/05/08/sehari-di-markas-jil/ )

Jawaban JIL : Karena dianggap keluar dari mainstream ajaran Islam, beberapa pihak menyarankan agar JIL membikin agama baru saja, tidak mengatasnamakan Islam. Namun hal ini ditolak mentah-mentah oleh Novi. “Bikin agama baru? Anda mau tidak disuruh bikin agama baru? Mestinya Hizbut Tahrir juga disuruh bikin agama baru, MMI juga bikin agama MMI. Bagi kita Islam itu constested, dikontestasikan. Segmen pasarnya masing-masing, terserah Anda mau ambil pasar yang sebelah mana,” tandasnya. (Reference : http://chairulakhmad.wordpress.com/2007/05/08/sehari-di-markas-jil/ )

SUMBER DANA JIL : Sebelumnya, Asia Foundation merupakan penyokong dana terbesar bagi JIL, namun sejak satu setengah tahun yang lalu, lembaga itu tidak lagi memberikan sumbangan. Bagi para aktivis JIL, terhentinya aliran dana dari Asia Foundation bukan suatu masalah. JIL masih banyak mendapatkan dana dari donatur-donatur lain, selain dari swadaya sendiri.
(Reference : http://chairulakhmad.wordpress.com/2007/05/08/sehari-di-markas-jil/ )

Ayat Al Qur’an yang dipakai CAK NUR untuk pembenaran PLURALISME :
Cak Nur berpendapat, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah, Sunnatullah), yang tidak akan berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Dan Islam adalah agama yang Kitab Suci-nya dengan tegas mengakui hak agama-agama lain, kecuali yang berdasarkan paganisme atau syirik, untuk hidup dan menjalankan ajaran masing-masing dengan penuh kesungguhan. Al-Quran memperingatkan bahwa seluruh ummat manusia tanpa kecuali adalah bersaudara (Q, 49:13). Setiap kelompok manusia dibuatkan oleh Tuhan jalan dan tatanan hidup mereka, agar manusia dengan sesamanya berlomba dalam berbagai kebaikan (Q, 5:48).

Dalil-dalil yang otentik tentang kemajemukan dan kebebasan itu disimpangkan oleh keberlebihan terhadap aspek-aspek lahiriyah dan simbolistik agama dan oleh absolutisme keagamaan. “Hendaklah kita selalu mampu melihat titik-titik persamaan antara semua ajaran itu dan jangan terpukau oleh hal-hal lahiriyahnya.Halangan terhadap pertumbuhan dan perkembangan ialah sikap-sikap serba mutlak (absolutistic) akibat adanya keyakinan diri sendiri telah sampai dan mencapai kebenaran mutlak,…bagaimana mungkin suatu wujud nisbi seperti manusia dapat mencapai suatu wujud mutlak.”

Menurut Cak Nur, konsep pluralisme berkaitan dengan konsep tentang kesatuan Kebenaran. Sikap-sikap unik Islam dalam hubungan antar agama ialah toleransi, kebebasan, keterbukaan, kewajaran, keadilan dan kejujuran. Kebenaran Universal adalah tunggal, meskipun ada kemungkinan manifestasi lahiriyahnya beraneka ragam. “Tiadalah manusia itu melainkan semula merupakan umat yang tunggal, kemudian mereka berselisih.” Menurutnya, pokok pangkal kebenaran universal yang tunggal itu ialah paham Ketuhanan Yang Maha Esa atau Tawhid. Al-Quran mengajarkan paham Kemajemukan keagamaan (religious plurality). Ajaran itu tidak perlu diartikan sebagai secara langsung pengakuan akan kebenaran semua agama dalam bentuknya yang nyata sehari-hari (dalam hal ini, bentuk-bentuk nyata keagamaan orang “Muslim” pun banyak yang tidak benar, karena secara prinsipil bertentangan dengan ajaran dasar Kitab Suci Al-Quran, seperti sikap pemitosan kepada sesama manusia atau makhluk yang lain, baik yang hidup atau yang mati). Akan tetapi, demikian Cak Nur, ajaran kemajemukan keagamaan itu menandaskan pengertian dasar bahwa semua agama diberi kebebasan untuk hidup, dengan resiko yang akan ditanggung oleh para pengikut agama itu masing-masing, baik secara pribadi maupun secara kelompok. Sikap ini dapat ditafsirkan sebagai suatu harapan kepada agama-agama yang ada untuk bertumpu pada suatu titik pertemuan, common platform, kalimah sawa, sebagaimana firman Allah, yang Muhammad Asad terjemahkan sbb: Say: “O followers of earlier revelations! Come unto that tenet which we and you hold in common: that we shall worship none but God, and that we shall not ascribe divinity to aught beside Him, and that we shall not take human beings for our lords beside God.” (Q, 3:64)[26]
(Reference : http://muhamadali.blogspot.com/2006/11/mengapa-membumikan-pluralisme-dan.html )

Kesimpulan : Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama.


3. PERSAMAAN antara LIBERALISME/PLURALISME JIL dengan KRISTENISASI :
a. Salah satu Strategi KRISTENISASI adalah : “ Jauhkan UMAT ISLAM dari AL QURAN dan agamanya, dengan menyebarkan pemikiran bahwa : “Semua agama adalah SAMA dan semua agama adalah benar, sehingga apabila mereka sudah jauh dari agamanya mereka akan mudah di MURTAD kan” (ini yang selalu didengung-dengungkan oleh setiap aktivis KRISTENISASI)
b. Jaringan Islam Liberal (JIL) mengajarkan bahwa : “Seluruh agama adalah Relatif dan semuanya masuk surga dan masing-masing AGAMA adalah benar dan Setiap Agama hanyalah sekedar salah satu jalan menuju ke SURGA/TUHAN. “Kayak Pendeta lagi ceramah he..he..” Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama.
(Tambahan Reference : http://www.nojil.8m.net/selingkuh.html ) “Selingkuh Kristen dengan ISLAM Liberal”

Kesimpulan : Sama-sama mengajarkan “ SEMUA AGAMA SAMA, SEMUA AGAMA BENAR.”

4. PEMBUKTIAN dan ANALISIS bahwa DALIL yang Dipakai GUS DUR dan CAK NUR dalam Pembenaran PLURALISME, adalah RUSAK dan KACAU :

Yang membuat terkejut adalah pernyataan JIL bahwa : “Bikin agama baru? Anda mau tidak disuruh bikin agama baru? Mestinya Hizbut Tahrir juga disuruh bikin agama baru, MMI juga bikin agama MMI. Bagi kita Islam itu constested, dikontestasikan. Segmen pasarnya masing-masing, terserah Anda mau ambil pasar yang sebelah mana,”

Sekarang barulah saya Paham cara berpikir JIL. Ternyata ISLAM itu dijadikan bahan EXPERIMENT macam ROBOT, masing-masing berlomba-lomba membuat INOVASI baru pada ISLAM , ditambah2, dirubah, dikurangi, direkayasa dan dimanipulasi persis macam LOMBA ROBOT atau LOMBA KARYA INOVATIF PRODUKTIF yang bisa menghasilkan Produk Teknologi Tepat Guna yang punya kelebihan dari sebelumnya, karena bagi mereka ISLAM itu Contested dipertandingkan bagi yang paling Inovatif dan Pasarannya Paling laris dan Laku akan mendapatkan Penghargaan dan Hadiah yang tinggi. Sehingga mereka (Orang-orang JIL) merasa ISLAM hasil penemuan baru mereka labih baik dari ISLAM nya Rosulullah dan Para sahabatnya. Karena bagi Mereka (orang JIL)Agama itu tercipta karena adanya Pluralisme/Keberagaman jadi gak ada Agama yang benar2 datang dari Langit, persis seperti prinsipnya TEORI DARWIN semua terjadi dengan sendirinya karena Faktor Alam dan kemampuannya Beradaptasi.

Yang lebih membuat saya lebih terkejut lagi, ternyata semua ini ada kaitannya dengan SIKAP frustasi Para Orientalis yang Kewalahan Menandingi dan Memalsukan Al Quran. Cara satu2nya adalah merusak ISLAM nya orang ISLAM dengan membuat kontes kompetisi Jenis-jenis Agama ISLAM model baru yang dipertandingkan dan dilihat mana yang lebih Inovatif dan Laku di Pasaran. Jadi Mereka (Orang2 Orientalis dan Missionaris) tak perlu repot2 lagi menyerang dan memurtadkan ISLAM. Cukup Orang ISLAM itu sendiri yang menghancurkan Agamanya sendiri dengan mempergunakan jasa (ULAMA dan USTADZ yang dapat disuap) yang bersedia menghancurkan ISLAM dari dalam dengan ALIRAN2 SESAT penemuannya. Benar2 Cara Berpikir yang JENIUS, Menyerang Lawan dengan Mempergunakan Tenaga Lawan.

(Analisis Dalilnya GUS DUR)
Dalil GUS DUR-01 : ( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )

Pertama, pengharaman ini bertentangan dengan norma-norma ajaran Alquran yang justeru mendorong tersemainya pluralisme agama. Allah SWT berfirman di dalam Alquran; [1] al-Ma`idah (5): 69, “sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabi`in, dan orang-orang Nashrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”;

Analisis DALIL GUS DUR-01 berdasarkan kaitan antar Ayat :
(Ayat Sebelumnya)
al-Ma`idah (5): 68. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

(Ayat dalam Dalil GUS DUR-01)
al-Ma`idah (5): 69, “sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabi`in, dan orang-orang Nashrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”;

(Ayat Setelahnya)
70. Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil[432], dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.

(ANALISIS AYAT)
Ayat ini bukan pembenaran terhadap pluralisme dan Liberalisme dalam segala hal termasuk dalam ber-Tuhan, melainkan penjelasan dan penegasan ALLAH Swt, terhadap ahli2 Kitab pada zaman Rosulullah dan zaman sebelum Rosulullah yang masih berpegang teguh pada TAURAT dan INJIL yang Asli yang mengajarkan Kalimat SYAHADAH/TAUHID dan membenarkan kenabian Muhammad Rasulullah Saw serta Beriman pada ALLAH dan Hari Akhirat dan beramal Shaleh. Hanya merekalah yang berhak menyandang sebutan AHLI KITAB yang MUSLIM (Yahudi yang Muslim ataupun Nasrani yang Muslim), Bukan yang ber-Tuhan Trinitas dan bukan pula yang ber-Tuhan Anak Lembu dengan INJIL dan TAURAT yang telah berhasil dipalsukan seperti saat ini.

Ini bukan Fitnah tapi FAKTA/Kenyataan, anda boleh lihat PELECEHAN SEXUAL yang dilakukan oleh para NABI dan ROSUL yang ditulis dalam INJIL, tapi justru ALQURAN lah yang melakukan pembelaan terhadap Para NABI dan ROSUL. (Reference) : http://suryaningsih.wordpress.com/2007/12/19/surat-untuk-gusdur-tentang-pornografi-al-quran/#more-2633

INJIL mengatakan YESUS/ISA AS. mati tersalib sebagai ANAK Tuhan Penebus Dosa sementara YESUS/ISA AS. sendiri tak pernah mengatakan hal seperti ini dalam INJIL melainkan PAULUS, tapi justru AL QURAN lah yang melakukan pembelaan terhadap YESUS/ISA AS. Bahwa ia tidak mati tersalib dan bukan Anak Tuhan, melainkan NABI/ROSUL yang lurus dan diselamatkan ALLAH Swt naik ke langit, justru lawannya YUDAS lah yang diserupakan wajahnya persis seperti ISA dan MATI Disalib.

Dalil GUS DUR-02 : ( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
al-An’am (6): 108, “dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan”.

Analisis DALIL GUS DUR-02 berdasarkan kaitan antar Ayat :
(Ayat Sebelumnya)
al-An’am (6): 107 Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak memperkutukan(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka; dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka.

(Ayat dalam Dalil GUS DUR-02)
al-An’am (6): 108, “dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan”.

(Ayat Setelahnya)
al-An’am (6): 109, Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh
jika datang kepada mereka sesuatu mu jizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah." Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman[497].

(ANALISIS AYAT)
Ayat ini pun bukan pembenaran terhadap pluralisme dan Liberalisme dalam segala hal termasuk dalam ber-Tuhan (semua agama benar, semua Tuhan tiap agama sama, sehingga kita bebas bertukar-tukar ibadah ke Agama mana saja), melainkan penegasan/teguran Allah kepada Umat Islam agar tidak saling memaki-maki Tuhannya Orang KAFIR agar mereka tidak memaki ALLAH Swt melampaui batas diluar pengetahuannya. Larangan ALLAH Swt agar tidak saling hina menghina TUHAN bukan berarti ALLAH Swt menyatakan semua agama adalah benar, semua agama diridhoi Allah, dan bukan pula pembenaran Pluralisme dalam ber-Tuhan.

Disini jelas perbedaan agama tidak menghalangi seseorang Moslem dalam berMuamalah, bersosial dan bertetangga dengan Non Moslem selama mereka tidak memerangi, menganiaya, dan menzholimi Umat Islam serta menghina ISLAM. Tapi tidak dalam AREA IBADAH maupun dalam BERTUHAN. Khusus yang ini PRINSIP ISLAM tegas : “ Lakum dinukum Waliyadiin.” (Untukku Agamaku Untukmu Agamamu).

Hal inilah yang tidak dipahami oleh para penganut dan penyebar ALIRAN SESAT termasuk JIL (Jaringan Islam Liberal), AJARAN LIA EDEN, AL QIYADAH AL ISLAMIYAH, AHMADIYAH, dll didalamnya.

Dalil GUS DUR-03 : ( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
al-Kafirun (109):6 yang berbunyi lakum dinukum wa liya diniy (untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku)

Analisis DALIL GUS DUR-03 berdasarkan kaitan antar Ayat :
(Ayat Sebelumnya)
al-Kafirun (109):5 yang berbunyi : “dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.”

(Ayat dalam Dalil GUS DUR-03)
al-Kafirun (109):6 yang berbunyi : “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

(ANALISIS AYAT)
Ayat ini bukan pembenaran PLURALISME dalam hal ber-IBADAH maupun dalam ber-TUHAN, melainkan penegasan sikap dan prinsip seorang Muslim dalam hal beribadah maupun dalam hal ber-TUHAN, bahwa ISLAM tidak membenarkan Semua AGAMA BENAR dan semua TUHAN BENAR, apalagi berpindah-pindah menyembah TUHAN, bersama2 mengikuti RITUAL IBADAH Agama lain secara bergantian, ataupun berpindah-pindah Ritual IBADAH ke agama mana saja karena semua AGAMA SAMA dan semua AGAMA BENAR.

Dalil GUS DUR-04 : ( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )
al-Baqarah (2): 256 yang berbunyi la ikraha fiy al-din (tidak ada paksaan dalam agama).

Analisis DALIL GUS DUR-04 berdasarkan kaitan antar Ayat :
(Ayat Sebelumnya)
(al-Baqarah (2): 255) “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

(Ayat dalam Dalil GUS DUR-04)
al-Baqarah (2): 256 yang berbunyi : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[162]. Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

(Ayat Setelahnya)
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

(ANALISIS AYAT)
Ayat yang dipakai oleh Gus DUR untuk DALIL ini hanya sepenggal saja, Dia tak berani menggunakan seluruh ayat ini (Al Baqarah:256) sebab justru akan bertentangan dengan PLURALISME yang dianutnya dalam ber-TUHAN. Anda bisa lihat dalam kalimat ini : “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.”
Disini jelas-jelas dinyatakan Tuhan yang benar hanyalah ALLAH Swt, Tuhan yang harus diingkari adalah THOGUT (TUHAN yang disembah Selain dari ALLAH Swt.)

DALIL YANG DIPAKAI GUS DUR DILUAR AL QUR’AN :
Kedua, pengharaman pluralisme agama tersebut menentang sunnatullah. Bahwa bumi sebagai tempat hunian umat manusia adalah satu, itu diakui. Namun, telah menjadi sunnatullah, para penguhuni bumi tidak berada dalam satu warna yang tunggal, tapi selalu terpecah-pecah ke dalam berbagai suku, ras, bahasa, profesi, kultur, agama.

ANALISIS DALIL : DALIL inipun bukan pula pembenaran terhadap PLURALISME dalam beragama, ber-IBADAH, dan ber-TUHAN melainkan penjelasan dan penegasan ALLAH Swt. Bahwa manusia diciptakan bersuku2 dan berbangsa2 dengan tujuan agar saling kenal mengenal, sesuai dengan Surat Al Hujurat ayat : 13 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Memang Sunatullah munculnya keberagaman ini dalam berbagai suku, ras, bahasa, profesi, kultur, agama. Tapi itu bukan berarti pembenaran PLURALISME yang kebablasan bahwa masing2 AGAMA itu berbeda-beda tetapi tetap satu kebenaran, Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama. Jadi mau beriman pada Tuhan yang mana saja, baik beriman pada THAGHUT (TUHAN Selain ALLAH) maupun beriman pada ALLAH Swt. Dua-duanya adalah benar karena akan menuju pada pusat roda (TUHAN) yang sama.

Ketiga, fatwa pengharaman itu menunjukkan sikap dan watak para perumusnya yang tidak toleran, cenderung eksklusif, dan memandang umat agama lain dalam kegelapan dan kesesatan. Sikap seperti ini, saya kira amat berbahaya bagi kehidupan masyarakat yang plural seperti Indonesia.

ANALISIS DALIL : DALIL ini bertentangan dengan Surat Al Maidah ayat: 3 yang berbunyi “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Ayat ini menjelaskan bahwa hanya ISLAM satu-satunya AGAMA yang di ridhoi ALLAH Swt. Sehingga jelas-jelas ayat ini menentang DALIL GUS DUR tentang Pembenaran PLURALISME yang dianutnya dan penolakannya pada FATWA MUI.

DALIL ini juga bertentangan dengan Surat Al Baqarah ayat: 256 yang berbunyi : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Ayat ini menyatakan bahwa sudah jelas mana yang sesat mana yang tidak, yang SESAT adalah yang beriman pada Thaghut (Tuhan selain ALLAH) dan ingkar pada ALLAH Swt. Yang BENAR adalah yang ingkar pada Thaghut (Tuhan selain Allah) dan beriman pada ALLAH Swt. Bagaimana dengan PLURALISME yang beriman pada Thaghut (Tuhan selain ALLAH) dan beriman juga pada ALLAH Swt? Apakah menggabungkan Thaghut dan ALLAH Swt sebagai TUHAN yang sama-sama BENAR dan sama-sama diimani adalah suatu KEBENARAN ataukah suatu KESESATAN? Silahkan difikirkan sendiri..

Keempat, .... Haraplah diketahui, bahwa gagasan pluralisme agama hanya menghendaki adanya pengakuan dan penerimaan tentang fakta pluralisme agama-agama. Pendeknya, pluralisme agama berarti adalah kesiapan seseorang untuk menerima kehadiran dan eksistensi orang lain. Pluralisme agama mengandaikan terciptanya sebuah tradisi-yakni kultur dan sikap mental yang memandang seluruh umat manusia secara setara dalam posisinya sebagai hamba Allah, terlepas dari keragaman simbol dan identitas yang melekatinya.

ANALISIS DALIL :
01. PLURALISME menghendaki adanya pengakuan dan penerimaan tentang fakta pluralisme agama-agama, silahkan saja dan sah-sah saja SELAMA MASIH DALAM KORIDOR BERSOSIALISASI, DAN BERMUAMALAH BUKAN DALAM HAL BERTUHAN DAN BERIBADAH.
02. Pluralisme agama berarti adalah kesiapan seseorang untuk menerima kehadiran dan eksistensi orang lain ya silahkan saja sah-sah saja SELAMA MASIH DALAM KORIDOR BERSOSIALISASI, DAN BERMUAMALAH BUKAN DALAM HAL BERTUHAN DAN BERIBADAH.
03. Pluralisme agama mengandaikan terciptanya sebuah tradisi-yakni kultur dan sikap mental yang memandang seluruh umat manusia secara setara dalam posisinya sebagai hamba Allah silahkan saja sah-sah saja SELAMA MASIH DALAM KORIDOR BERSOSIALISASI, DAN BERMUAMALAH BUKAN DALAM HAL BERTUHAN DAN BERIBADAH.
“JUGA BUKAN BERARTI HARUS MAU MENGAKUI SEMUA AGAMA SAMA SEMUA AGAMA BENAR, DAN SEMUA TUHAN SAMA SEMUA TUHAN BENAR. JADI MAU BERTUHAN ALLAH SWT MAUPUN BERTUHAN THAGHUT IS NO PROBLEM.”



(Analisis Dalilnya CAK NUR)
1. DALIL CAK NUR-01 :
Cak Nur berpendapat, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah, Sunnatullah), yang tidak akan berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Dan Islam adalah agama yang Kitab Suci-nya dengan tegas mengakui hak agama-agama lain, kecuali yang berdasarkan paganisme atau syirik, untuk hidup dan menjalankan ajaran masing-masing dengan penuh kesungguhan. Al-Quran memperingatkan bahwa seluruh ummat manusia tanpa kecuali adalah bersaudara (Q, 49:13).

Analysis Dalil CAK NUR-01 Berdasarkan kaitan antar Ayat :
Ayat Sebelumnya : (QS 49:12)
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Ayat Dalil CAK NUR-01 : (QS 49:13)
13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Ayat Setelahnya : (QS 49:14)
14. Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman." Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

(ANALISIS DALIL CAKNUR-01)
DALIL inipun bukan pula pembenaran terhadap PLURALISME dalam beragama, ber-IBADAH, dan ber-TUHAN melainkan penjelasan dan penegasan ALLAH Swt. Bahwa manusia diciptakan bersuku2 dan berbangsa2 dengan tujuan agar saling kenal mengenal. Dalil ini tidak menjelaskan bahwa seluruh ummat manusia tanpa kecuali adalah bersaudara. Tak ada satupun Ayat Al Qur’an yang menjelaskan hal tersebut, justru persudaraan yang ada dalam Al Quran adalah (QS 49:10) “10. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

Yang aneh adalah pernyataan CAK NUR bahwa : “Islam adalah agama yang Kitab Suci-nya dengan tegas mengakui hak agama-agama lain, kecuali yang berdasarkan paganisme atau syirik” Disatu sisi dia bicara mengenai syirik disisi lain dia membenarkan semua Agama dan diakui hak nya dalam ISLAM. Apa bertuhan THOGUT (Bertuhan Selain ALLAH Swt) tak termasuk Syirik? Apa bertuhan Trinitas tak termasuk Syirik? Apa bertuhan Patung dan menyembah banyak DEWA tak termasuk kedalam Syirik? Apa beriman pada semua Agama dan semua TUHAN juga tak termasuk SYIRIK? ISLAM tak ada paksaan, karena sudah jelas mana jalan yang LURUS mana jalan yang SESAT Jadi silahkan pilih mau jalan yang lurus Beriman pada ALLAH Swt dan ingkar pada THOGUT(Tuhan selain ALLAH) atau jalan yang sesat Beriman pada Thogut dan ingkar pada ALLAH Swt (Non ISLAM), Beriman pada ALLAH dan beriman juga pada THOGUT (JIL) atau INGKAR pada ALLAH dan juga INGKAR pada THOGUT (ATHEIS) (Reference Al Quran - QS 2:256)

ISLAM mengakui hak Agama lain hanya dalam hal bermuamalah, bersosialisasi, dan bertetangga, dan TIDAK dalam hal ber-TUHAN maupun Beribadah/ RITUAL apalagi pindah-pindah TUHAN karena semua TUHAN sama ataupun pindah-pindah IBADAH/Ritual ke Agama mana saja karena semua AGAMA Sama dan semua AGAMA Benar. Untuk yang satu ini tak ada toleransi sedikitpun dalam ISLAM..!!

Yang lebih aneh lagi adalah pernyataan CAK NUR bahwa : “Cak Nur berpendapat, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah, Sunnatullah), yang tidak akan berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari.” Inilah sumber/inti Ajaran Pluralisme yang diagung2kan CAK NUR. CAK NUR terlalu men-dramatis. Memang Sunatullah munculnya keberagaman ini dalam berbagai suku, ras, bahasa, profesi, kultur, agama. Tapi itu bukan berarti pembenaran PLURALISME yang kebablasan, bahwa masing2 AGAMA itu berbeda-beda tetapi tetap satu kebenaran atau SEMUA AGAMA SAMA dan SEMUA AGAMA BENAR. Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama. Jadi mau beriman pada Tuhan yang mana saja, baik beriman pada THAGHUT (TUHAN Selain ALLAH) maupun beriman pada ALLAH Swt. Dua-duanya adalah benar karena akan menuju pada pusat roda (TUHAN) yang sama.

PLURALISME memang Sunatullah (kenyataan hidup dan Ujian hidup), akan selalu ada orang JAHAT atau orang BAIK, akan selalu ada (orang KAFIR)INGKAR atau orang yang BERIMAN. Tergantung pribadi masing2 mau tetap KAFIR, mau tetap MURTAD, mau tetap menjadi penjahat, mau tetap korupsi atau mau BERTAUBAT. Tapi kalau Pluralisme adalah sesuatu yang tak mungkin dilawan atau diingkari adalah KELIRU BESAR, karena terbukti Muhammad Rosulullah Saw berhasil membuktikan untuk menyatukan keberagaman dan PLURALISME bangsa arab MEKAH dan MADINAH hanya dalam waktu 23 tahun masa kenabian kepada persaudaraan, kesatuan dan persatuan ISLAM, tanpa pemaksaan dan bukan ISLAM LIBERAL.

Pluralisme adalah sesuatu yang tak mungkin dilawan atau diingkari adalah KELIRU BESAR, karena terbukti pula dalam Al Quran (Surah Ali Imran QS 3:103) “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

DALIL YANG DIPAKAI CAK NUR DILUAR AL QUR’AN :
5. Penentangan PLURALISME dan Liberalisme Oleh Rosulullah SAW dalam AL HADITS :
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah yang kami sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun." Nabi saw menjawab: "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku." Ayat ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.
(Az Zumar:64) Katakanlah: "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?"
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi saw.: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula." Maka turunlah Surat Al Kafirun (S.109:1-6).
(Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari Juraij.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-'Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6)
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina.)


6. Penentangan PLURALISME dan Liberalisme Oleh ALLAH Swt dalam AL QURAN. :
Paham PLURALISME dan LIBERALISME dalam segala hal termasuk dalam beribadah dan ber-TUHAN bertentangan dengan :

a. Seluruh ayat dalam Surat AL-KAFIRUN :
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
ANALISIS : Tak ada Toleransi sedikitpun dalam urusan ibadah/ritual maupun dalam ber-Tuhan, termasuk didalam nya RITUAL AGAMA Bersama, Berpindah-pindah IBADAH ke Agama LAIN karena semua AGAMA SAMA, Apalagi Berpindah-pindah menyembah TUHAN. Toleransi, Pluralisme dan keberagaman hanya dibolehkan dalam hal BERSOSIALISASI dan BERTETANGGA.

b. Ayat terakhir turunnya AL-QURAN Surat Al Maidah: ayat 3
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

ANALISIS: Ayat ini menjelaskan bahwa hanya ISLAM satu-satunya AGAMA yang di ridhoi ALLAH Swt. Sehingga jelas-jelas ayat ini menentang DALIL GUS DUR tentang Pembenaran JIL dalam penolakan FATWA MUI : “Ketiga, fatwa pengharaman itu menunjukkan sikap dan watak para perumusnya yang tidak toleran, cenderung eksklusif, dan memandang umat agama lain dalam kegelapan dan kesesatan. Sikap seperti ini, saya kira amat berbahaya bagi kehidupan masyarakat yang plural seperti Indonesia.” Sementara maunya Gus DUR dan JIL adalah semua AGAMA SAMA dan SEMUA AGAMA BENAR , jadi tak ada lagi kecenderungan eksklusif yang tak toleran terhadap agama lain dan tak ada lagi pandangan bahwa hanya ISLAM lah satu-satunya agama yang diridhoi ALLAH Swt dan juga tak ada lagi yang berpandangan bahwa umat agama lain dalam kegelapan dan kesesatan.

Tapi anehnya justru kata-kata inilah yang sering didengung-dengungkan oleh Para Aktivis KRISTENISASI (Semua AGAMA SAMA dan semua AGAMA BENAR), dan sekarang mereka berhasil buka cabang, dengan mengatas namakan ISLAM, HAM dan DEMOKRASI.

CONCLUSSION :
Terciptanya paham Pluralisme dan Liberalisme ISLAM pada dasarnya adalah akibat ajakan dan rayuan Kaum Non Moslem untuk bersekutu dan bersatu dengan Moslem (Umat ISLAM) dalam SEGALAi HAL termasuk dalam Beribadah dan ber-TUHAN dan ULAMA yang tergiur akan diangkat jadi pemimpinnya.

Persis seperti zaman NABI Muhamad Rosulullah Saw ketika didatangi Umayyah bin Khalaf dan berkata : "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6) SUJRAT AL KAFIRUN. Dan Rosulullah Saw membaca surat AL KAFIRUNdengan tegas MENOLAKNYA..!!

“DISINI TERBUKTI AJAKAN PLURALISME DAN LIBERALISME SUDAH ADA SEJAK ZAMAN ROSULULLAH SAW..!! CUMA BEDANYA DULU ROSULULLAH SAW dan AL QURAN MENOLAKNYA, TAPI JUSTRU SEKARANG ULAMA KITA MENDUKUNGNYA.. !! TANYA KENAPA..!!??”

APA KARENA ISLAMNYA LEBIH HEBAT DARI ROSULULAH SAW. DAN PARA SAHABATNYA ATAU :
KARENA DIRINYA MERASA LEBIH HEBAT DARI AL QURAN?


Best Regards

[Emilliano]
Lecturer and Researcher
Muslim KL


-------------------------
Saya bersumpah bahwa YESUS adalah seorang MOSLEM dan bukan TUHAN, Dia mengajarkan Kalimat TAUHID Dalam AL KITAB INJIL, dan dia Membenarkan Kenabian ROSULULLAH Muhammad Saw dalam AL KITAB INJIL, Membenarkan AL Quran yang merupakan KITAB Penyempurna dari INJIL, TAURAT dan ZABUR yang telah dirusak dan dipalsukan oleh UMAT sebelumnya. Dan YESUS akan tetap seorang MOSLEM hingga akhir zaman, yang melindungi UMAT ISLAM. Dialah ISA AL Masih AS.

melovtchofe wrote on Aug 21, '09
om Akmal , , daripada nantinya jadi fitnahh , , mending Talk Less do more
juragankapal wrote on Sep 22, '09
Ane heran ma klian smua... orang gila (si wahid blur tuh!) koq dianalisa klakuan ma jalan pikirannya. ya ealah sableng. ngapain juga ditanggepin. Wkkwkwkwkwkkkkkk....!!!
i lup u guys, subhanallah, pull!
muhta14 wrote on Oct 1, '09
Saya juga heran..
ma anda (juragan kapal) bawa2 nama Tuhan tapi menghina orang dengan ngatain "orang gila"




gusdurmania wrote on Oct 29, '09
Saudara akmal... saya kasian sama kamu.
orientasinya cari muka aja.....
ga mau belajar.
arwan200665 wrote on Nov 4, '09
Dasar lu semua, gak ada bukti fakta otentik tentang pernyataan gus dur yang bilang Al-Quran porno?? Jangan asal fitnah!!

Sorry, aku bukannya pro Gus Dur... tapi menurut aku memang pemikiran Gus Dur walau tidak sejalan dengan banyak orang, bukan berarti dia 100% salah!

Pemerintahan Gus Dur juga bukannya tidak memberikan apa2 bagi bangsa ini? Gus Dur banyak meredakan konflik terutama konflik berbau SARA diberbagai daerah...

Gus Dur memiliki pandangan yang nasionalis, tidak berpihak hanya pada 1 agama, Indonesia negara Pancasila! Bukan negara Islam!

Aku muslim, tapi coba lu semua tanya pada orang Non-Islam, siapa presiden yang paling mereka suka: Rata-rata jawaban mereka : Gus Dur... orang tionghoa, bisa Imlek ya gara2 Gus Dur...

Masalah pelacuran, ngapain juga di urusin... serahkan saja pada SATPOL PP kan sudah cukup? orang semua tau pelacuran melanggar hukum... terus siapa yang ngasih makan mereka??? lu bisa jamin carikan pekerjaan buat mereka semua? gak ada kerjaan lain, apa gak lebih baik ngurusin KKN? Lapindo? Teroris?

Apa kita semua tidak ingat? Orang bisa lebih leluasa menyampaikan aspirasi ke Istana Presiden, gara2 Gus Dur menghapus peraturan2 yang mempersulit rakyatnya berkunjung menemui presiden......

Mana bisa maju Indonesia? Bukan saatnya saling menyalahkan dan mencela!!

Peace!!
badzable wrote on Nov 24, '09
he he he GUS DUR ETA DI MESIR cuman belajar kitabnya abunawas aja pas datang ke indonesia jadi dagelan Dia pelawak masa anak kiyai rambutnya dimerahin Rambut gaul, gus dur dulu bener masih waras setelah berteman engan sesamaya dan saling berkunjung ke israel jadi beda
badzable wrote on Nov 24, '09
ha ha ha ha itu sudah survey kata siapa presiden yang paling disuka gus dur tapi emang ada benarnyanya dia pelawak kelas wahid sich
badzable wrote on Nov 24, '09
emang dia wong gila oreang dah di baptis mana waras otaknya dah di cuci duh gus taubat dong mumpung dikasih kesempatan oleh allah walinya jil ngaku wali allah dasar luh gile kali
arwan200665 wrote on Nov 24, '09
Gus Dur di babtis? Menghina Al-Quran? menurut saya itu semua cuma propaganda kaum kristen radikal, misionaris dan para antek2 jaringan Islam Liberal.... Jangan asal fitnah, mencela orang tanpa ada bukti.... Mending perbanyak Istighfar, mengoreksi kesalahan diri sendiri....

Tidak suka boleh2 saja... tapi sampe menjelek2an orang?.. wah wah... mencela orang tanda dirinya sendiri banyak kekurangan....

Apalagi kalau sampai tidak benar jadi fitnah sesama muslim... ckckckck mending mencela/menghina tuh yahudi-zionis, kristen radikal, misionaris yang bantai saudara2 kita di berbagai belahan negara, bahkan di negara kita sendiri, ambon, poso dan sampit?

Jangan sembarang percaya media.... jaman sekarang banyak propaganda....

Perkuat persatuan sesama muslim kita jangan terpecah belah ....

mrnoxious wrote on Nov 25, '09
ckckckck mending mencela/menghina tuh yahudi-zionis




Makan tuh pahlawan lu yang beberapa waktu yang lalu diundang ke AS buat penganugerahan Medal of Valor (Medali Keberanian) dari Shimon Wiesenthal Center (http://www.wiesenthal.com) karena dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi.

Puass ???
mrnoxious wrote on Nov 25, '09
Gile....masih ada aje ye orang yg taklid buta sama Gus Dur...segitu bukti2 udah terbuka jelasss....ck...ck...
arwan200665 wrote on Nov 27, '09
To mrnoxious.... Puas??? he..he.. Puas dari hongkong!
“Makan tuh pahlawan lu” >> Sorry Gus Dur bukan pahlawanku….
Gw juga bukan fanatik Gus Dur tapi gw juga tidak benci & sentiment ma Gus Dur ….

Dan jika kamu punya otak pasti counter-nya tidak pakai kata2 "Makan tuh... Gile... / ngatain orang taklid buta?" ck..ck..ck..ck...

Kalau dibalas Gile Pala Loe ! atau yang lebih parah? Gmana dong...
he..he.. tapi gak lah.. gw gk mau punya bacot bejat ..... :-)

Jangan menghina dan terlalu buruk sangka loh entar kalau salah kualat mata lu jadi kayak gus dur, tuh di avatar mu saja sudah pakai kacamata... he.he.he.. jangan2...

Gw bukan mati2an bela Gus Dur tapi ingin mewarnai komentar2 yang isinya cuma menghina, mencela dan menghujat…. (boleh kan? Toh kan kebebasan berpendapat)

Saran gw, loe cari dan baca juga komentar2 dari atas tuh, ada sebagian juga yang “taklid buta” seperti kata loe... baca dan pahami pendapat orang lain…

Masalah polemik dia dapat penghargaan dari yahudi dan dianggap orang mendukung israel dan lain sebagainya menurut gw mungkin ada suatu hikmah lain dibalik sikapnya itu…. (Wallahualam),

Kalau loe benci dia cuma gara2 itu… Menurut gw loe terlalu berlebihan…
Orang muslim semua benci zionist tapi kita juga tidak tahu ada apa dibalik pendekatan yang dilakukan Gus Dur itu …(Wallahualam, jangan buruk sangka dulu)

Tapi loe juga jangan MUNAFIK dan ikut memakai banyak produk yahudi seperti dibawah ini (loe juga pasti sudah tau) :

Bidang komputer Jangan pakai: MICROSOFT, INTEL, APPLE, IBM, HP, dll…
Telpon jangan pakai: Nokia, Motorola, Siemens, Indosat, Matrix, dl…
Jangan makan/minum: KFC, McDonald, Danone (Aqua), Nestle, Coca-Cola, Sprite, Fanta….
Jangan nonton produk: Semua produksi Hollywood (Walt Disney, 21 Century Fox, Paramount, dll…)
Dan ratusan produk2 milik yahudi lainnya disekitar loe yang secara sadar / tidak, loe juga ikut pakai…

http://barisanjihad.wordpress.com/2009/01/11/berikut-daftar-produk-produk-zionis-yahudi-yang-harus-di-boikot/
http://satyoprabowo.blogspot.com/2009/01/daftar-produk-produk-yahudi.html

Yah mending lu TINGGAL DIHUTAN aja dech… he..he…

Meskipun kontroversialitas Gus Dur lebih menonjol dan lebih dominan, Gus Dur tetap menjadi referensi terkuat bagi banyak kiyai, pemikir, budayawan, seniman maupun politikus. Massa fanatik Gus Dur yang juga disebut ABG (Anak Buah Gus Dur) amat banyak dan terdiri dari orang-orang hebat, menandakan bahwa Gus Dur bukanlah sembarang tokoh di negeri ini…

Kalo loe sudah pintar menghina, apa Lu bisa himpun masa banyak kayak gitu?.... Loe sudah pintar ngaji?

Apa loe bisa himpun masa untuk jihad trus mati syahid di ambon/poso? (gw ada di sana pas kerusuhan, ada banyak mujahid sebagian dari pasukan Gus Dur, Habib Riziq)

Loe bisa apa?

Lu mungkin lagi santai2 enak2an nonton berita pas saudara2 kita muslim dibantai lebih sadis dari G30S/PKI dan hanya liat berita di tv yang ditutup-tutupi…

Mungkin sekarang masa Gus Dur tidak sebanyak dulu… tapi yang jelas ratusan kali lebih banyak dari orang sekampung mu!!

Dan semua orang itu loe bilang “TAKLID BUTA”? ck..ck..ck..ck…

SAYA TEGASKAN, SAYA BUKAN PENDUKUNG GUS DUR ... GW JUGA TIDAK SUKA ORANG SUKA MENGHINA DAN SOMBONG

Menurut gw, boleh2 saja tidak mendukung / tidak suka… tapi jangan mencela, memfitnah, lebih baik: mending Talk Less do more (seperti kata melovtchofe)…
akuzugabiza3 wrote on Dec 15, '09, edited on Dec 15, '09
Bidang komputer Jangan pakai: MICROSOFT, INTEL, APPLE, IBM, HP, dll…
Telpon jangan pakai: Nokia, Motorola, Siemens, Indosat, Matrix, dl…
Jangan makan/minum: KFC, McDonald, Danone (Aqua), Nestle, Coca-Cola, Sprite, Fanta….
Jangan nonton produk: Semua produksi Hollywood (Walt Disney, 21 Century Fox, Paramount, dll…)
Dan ratusan produk2 milik yahudi lainnya disekitar loe yang secara sadar / tidak, loe juga ikut pakai…
Kaum non Muslim juga mengharapkan "RECEHAN" dengan menjaring dan mengajak masyarakat Muslim agar terpikat kemudharatan dari "semua teknologi" ini.

Umat Muslim mengambil maslahat dan manfaat "semua teknologi" untuk MENETRALISIR propaganda kaum dajal Zionisme, karena mempercayai bahwa semua teknologi manusia, datangnya dari Allah SWT jua ,sebagai ujian...

QS. Ali Imran 54 : “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sepandai-pandainya pembalas tipu daya “

NAH....BLOG INI BUKTINYA,..SEBAGAI SECUIL BALASAN TIPU DAYA DARI ALLAH SWT TERHADAP TIPUAN TEKHNOLOGI2 KAUM YAHUDI ZIONIS......

Dan sebagai pendukung2 JIL , anda rasakan bukan ? ....ini bukti jawaban terhadap semua Tekhnologi kaum kafir sebagaimana QS Ali Imran 54 diatas.
akuzugabiza3 wrote on Dec 15, '09
Tapi loe juga jangan MUNAFIK dan ikut memakai banyak produk yahudi seperti dibawah ini (loe juga pasti sudah tau) :
JIKA SEMUA TEKNOLOGI INI MILIK YAHUDI....

ANEH....NGAPA LOU NGGAK SANGGUP MINTA DELATE SEMUA SITUS ISLAM ANTI YAHUDI,....khususnya situs ini.....

AYO...KALAU BISA,... MERENGEK SANA.......

"Telah kaum kafir buktikan,...mati satu tumbuh seribu situs muslim"....

agengcemeng wrote on Dec 7, '09
Assalamu'alaikum, Dulur.
"Ngono yo ngono, ning ojo ngono"
Semoga ALLAH SWT Memaafkan salah serta khilaf kita.
Wassalamu'alaikum.
akuzugabiza3 wrote on Dec 15, '09
Wew...blog yang selalu up to date....

Diulang reply th yl :
================
Tentang GUS DUR : http://akmal.multiply.com/journal/item/196

reply
maimon wrote on Sep 3, '06 :

saya punya dosen, namanya Prof Qasim Samarai.

Dalam satu wawancara di sebuah majalah, kata Prof Samarai, Gus Dur mengaku ada dua orang yang sangat mempengaruhi pemikirannya. Salah satunya Prof Samarai.
Prof ini kepala teologi di Leiden Uni dan ahli manuskrip.

Beliau berkata pada saya, "Maimon, if you meet him, tell him that I don't recognise him as my student." Blah blah.
Termasuk di dalamnya, "He is stupid, lazy dst"

Saya mendengar cuman bisa mesem-mesem....

Jadi, barangsiapa yang bertemu pak Gus Dur, mohon disampaikan pesan guru beliau ini.
sonatarois wrote on Dec 30, '09
ternyata mas akamal ini mengusai ilmu mantiq ya.........sehingga mampu berdebat dengan sempurna.........buat temen2 yanlain udahlah jangan ngeributin Gus Dur lagi....to kalian kan gak tau dalam benak hati Gus Dur itu apa dan apa........????? mari kita per erat persaudaraan sesama muslim.....to apa yang di lakukan Gus Dur itu juga akan di mintai Pertanggung jawaban oleh Allah SWT.........kalo pingin tau ya entar di Akhirat.................Gus Dur Salah Ato Benar..?????? jelas kalian gak tau...kan kalian masuk neraka semuanya karena udah bikin dosa besar
1. Menhina,menghasut,mencaci orang islam yang notabene saudara kalian
2. Udah berburuk sangka.......
3. Udah berdzolim sama yang Di Atas Alias Allah SWT karena kalian yang mersa berhak mengadili dan paling tahu tentang GUS DUR

Mari beristighfar.......Astaghfirullah.........................................
wismoyo wrote on Dec 30, '09
Tiada daya dan upaya melebihi Allah.. dan tiada satupun yang berhak memberikan penghakiman, melainkan Allah.. jangan jadi Adigang, Adigung, Adiguna..
harunaj wrote on Dec 31, '09
Alhamdulillah . . .
aano87 wrote on Jan 2
BAGUS TULISAN ANDA TENTANG GUSDUR,TAPI APAKAH ANDA SUDAH MENGACA?APAKAH ANDA LEBIH BAIK DARI GUSDUR?TENTU MASIH JAUH......MAS ORANG ITU PUNYA SUDUT PANDANG BERBEDA PAHAMI ITU............SAYA ORANGNYA BEJAT MAS TAPI SAYA GA PERNAH MENGHUJAT ORANG.............APA SAMPEAN WES AHLI SORGA?OPO SAMPEAN NABI,OPO SAMPEAN ORANG YANG GA PERNAH SALAH....GA USAH MUNAFIK MAS........SEANDAINYA KELUARGA MAS,ATAU MAS SENDIRI DIGITUKA?JANGAN SOK DEH MAS,ILMU BARU SEJENGKAL MAU MENGHAKIMI ORANG,YANG BIKIN ISLAM TERPECAH YA ORANG2 KAYA SAMPEAN INI,GA USAH MENGURUSI ORANG LAIN URUS SAJA SAMPEAN SENDIRI BERES TO........
aano87 wrote on Jan 2
JANGAN ASL NJEPLAK MAS.........KOYO 2 SAMPEAN BENER DEWE SAK NDUNYO..........
aano87 wrote on Jan 2
BLOG JANCOK........
aano87 wrote on Jan 2
TUKANG NGE****T SEMUA
aano87 wrote on Jan 2
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH REPOT LAWAN ORANG MUNAFIK DAN KOLOT,KAKU,MANYA MENANG SENDIRI
aano87 wrote on Jan 2
WAT mrnoxious GUE TANTANGIN LO SINGLE.........JANGAN CUMA HINA ORANG,JANCOK
aano87 wrote on Jan 2
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
IKI BLOIG JANCOK............JANCOK.......JANCOK.......JANCOK.......JANCOK
aano87 wrote on Jan 2
MAL SONO BOBO AMA PE**N KAMU YANG DI FOTO ITU
aano87 wrote on Jan 2
MAL.....GA BERANINYA BALES COMENT TEMENT MU YANG SESAMA PENGHUJAT,TIDURO SANA MA YAYANG MU DI GANG DOLLY
aano87 wrote on Jan 2
INI MESTI ORANG2 BER JENGGOT.....BER CELANA PENDEK SE LUTUT..........GOLONGANE BALON-BALON KABEH
aano87 wrote on Jan 2
AYO,,,,,,BLOKEN IKI..............TAKUT ACOK?
aano87 wrote on Jan 2
BLOCK.....BLOCK......BLOCK..............................................ASU...........................GA KATE COMMENT MANEH
aano87 wrote on Jan 2
SEK PESAN TERAKHIR.....KALIAN KQ GA NGEBOM KAYA AMROSI AJA......KARUAN JELAS//////////////////////MENDING NGENTOT AMA CWE YANG DI FOTO AJ DAAAAAAGGGGHHHHHHHH,,,,,,,,,,,,,PECUN ANCOL.
divan07 wrote on Jan 3
Inilah kaum-kaum yang tidak pernah mengerti apa itu Ilmu Ilham/sirrul ilah karena taunya hanya Ilmu akal, itupun akalnya masih kotor sekaligus najis. Bisa diyakini, diantara yang telah ikut nimbrung ini ada orang yang paling bodoh karena ke alimannya. Terutama bagi penulis akmal, anda masih belum cukup mumpuni keilmuannya. Masih sangat jauh sekali anda tuk mencapai kearifan, padahal kearifan inilah yang dituntut harus dikuasai dulu oleh seorang insan jika ingin berhujjah apalagi mau menghujat, bukan hanya modal pintar berbicara yang rasionalis. Ya Akmal, Sepintas dari cara nulis anda, sepertinya anda ini mahir mantiq, ber-argument, tapi dari sisi lain, isi tulisan anda itu tidak mencerminkan kalau anda itu menguasai Ilmu bayan, ilmu badi' dan yang terakhir Ilmu ma'ani dan masih banyak syarat-syarat lain yang masih belum anda kuasai untuk berhujjah apalagi menghujat perkataan orang lain. Bicara anda itu tidak berdasarkan ihtiyath dan ijtihad mutlak dahulu melainkan anda berbicara berdasarkan mengedepankan hawa nafsu anda belaka. Anda bukan mujtahid (hati-hati) melainkan muta'adda(sembrono). Jika memang anda seorang yang mutabahhir Ilmunya, tolong jawab pertanyaan dari saya ini.
1. Mengapa Iblis itu kafir.
2. Apa yang menyebabkan Iblis kafir?
3. Mengapa penyebab kafir itu diadakan?
4. Apa yang menjadi latar belakang dari dikafirkannya Iblis?
Atas jawabannya nanti diucapkan terima kasih
Saya adalah orang yang masih sangat jauh keilmuannya dengan seorang Gus Dur sehingga saya tidak berani berkomentar tentang Gus Dur, namun kalau hanya seorang Akhi Akmal bolehlah kiranya saya menantang sekaligus ingin belajar dari anda untuk mencari sebuah pengertian dalam menguak rahasia-rahasia Ilahi yang banyak disisipkan dalam Makhluk-NYA , contohnya seorang Gus Dur yang sering menimbulkan unek-unek dalam berucap apalagi yang berkaitan dengan Agama ini. "Adam, nabiku qodim. Allah, tuhanku jadid".
haniifammuslima wrote on Jan 3
buat akmal....

ada sebuah kisah ....
suami istri tinggal di sebuah kampung.....
suatu pagi sang istri melihat dari jendela rumahnya seorang tetangga yang menjemur pakaian, kemudian ia berkomentar : "tetangga kita itu tidak tahu bagaimana cara mencuci yang benar. Jemurannya masih kotor, mungkin perlu kita kasih tahu dan kasih deterjen yang mahal supaya pakaiannya bersih". begitu komentar sang istri .....
tiap pagi dan lewat jendela rumahnya sang istri terus berkomentar yang sama....

namun, pada suatu pagi ia kaget bukan kepalang ..... dari balik jendelanya ia melihat pakaian yang dijemur oleh tetangganya itu sudah bersih, kemudia berkomentar pada suaminya, "tetangga kita sudah tahu bagaimana mencuci yang benar..."
tapi, jawab sang suami... " pagi tadi lepas shalat shubuh, aku membersihkan kaca jendela rumah kita, kotor dan berdebu......"
kemudian sang istri pun menangis, malu .....................

pesannya :
mas akmal pasti tahu deh .....

------------------------"cukup bersyukur"--------------------------

OK ........
mubinmifta wrote on Jan 4
keren,,.
mubinmifta wrote on Jan 4
mas akmal
atiati aja yach.....inget kata2 masdivan
aku ............
zafmozez wrote on Jan 5
SETIAP MANUSIA BERHAK UNTUK MEMPUNYAI PERBEDAAN.......TINGGAL BAGAIMANA KITA MENGHADAPI PERBEDAAN TERSEBUT.....GA USAH TERLALU OVER AJA LAH.....GITU AJA KOK REPOT..!!!!!!
nihnuril wrote on Jan 6

yang bisa kita perbuat sekarang adalah menghormatinya, bagaimanapun beliau pernah jadi pemimpin kita.

divan07 wrote on Jan 7
Perbedaan itu sah-sah saja, tapi bukan dengan menjelek-jelekkan orang lain sekalipun kita ini mempunyai argumentasi yang berbeda.
hrosyid wrote on Jan 7
buat teman2 udah deh...kita bisa tahu kok siapa yang benar dan siapa yang salah, siapa yang gila dan siapa yang waras..., si akmal itu orang yang buta mata hatinya..., ngak tahu Islam sok tahu, nggak intelek sok itelek, belajar dulu mal..biar pinter...ngaji qur'an aja luh belum bener, ya begitulah ciri orang2 sombong.
sonatarois wrote on Jan 8


Ternyata benar, ada peristiwa luar biasa yang bakal membuyarkan konsentrasi kita selama ini yang kini tengah tertuju pada malam Tahun Baru. Yap, Gus Dur meninggal dunia. Pantasnya, detik-detik penghujung tahun 2009, kita hilangkan saja ingar-bingar perayaan Tahun Baru. Gus Dur, kekuatannya jauh lebih setimpal jika disandingkan dengan nyawa 230 juta jiwa di negeri ini. Opomaning kalau hanya dibandingkan dengan selebrasi Tahun Baru.


Gus Dur adalah tiga perempat nyawa Indonesia. Meninggalnya Gus Dur berarti matinya tujuh lima persen nyawa Indonesia. Gus Dur telah berpulang pada Allah. Dengan segala kelemahan dan keunggulannya, Gus Dur sudah sukses menjadi manusia. Mengungguli malaikat.
Jadi fibrasi tulisan ini tidak semata-mata untuk menghibur para pengagum Gus Dur agar tak berlama-lama menghujan tangis. Tidak pula semata-mata dibikin untuk membesarkan hati rakyat Indonesia, bahwa almarhumah tidak saja seorang negarawan. Tapi wali Allah sekaligus wali manusia. Sesungguhnya tulisan ini dipersembahkan sebagai obat hidup bagi Gus Dur agar ia tetap bisa menghirup udara segara di dunia ini. Manusia berharap dan berdoa, Tuhan lebih tahu apa yang mesti terbaik bagi seluruh
makhluk hidup yang ada di muka bumi ini.

"Gitu aja kok repot!". Itulah mantera milik Gus Dur yang tak bakal mati dalam ingatan peradaban manusia. Ketika publik tengah kebingungan dibelit masalah yang sangat kompleks, para pakar kebingungan bagaimana memecahkan permasalahan yang sedang dilanda itu; justru Gus Dur tampil dengan gaya yang kocak dan jawabannya multiinterpretatif. Bahkan lontaran mantera "gitu aja kok repot!", itu justru menjadi pemecah kebuntuan otak kita.

Ia menjadi semacam obat penawar racun otak, hingga meledaklah tawa kita. Gus Dur, bukan manusia puritan. Ia bermental penjelajah. Berpetualang, baik dalam arti sesungguhnya maupun tidak sesungguhnya. Berpetualang sungguhan maksudnya mempetualangi setiap inci dan pojok-pojok dunia ini. Hapir tak ada negara yang belum pernah disambangi Gus Dur.

Meski tidak terlalu sempurna fisiknya, dipersori, indera penglihatannya mengalami gangguan dan beberapa tahun harus memunggungi kursi roda ke mana-mana, tidak lantas membatasi ruang gerak dan aktivitas mantan Presiden RI itu. Gus Dur memang tidak seganteng SBY. Tidak pula segagah Soeharto, apalagi Soekarno. Ia juga tidak selincah Habibie yang cakcek, apa Megawati yang luwesan.

Namun Gus Dur punya segalanya dalam lubuh hatinya. Ia punya kegantengan hati. Nukleus kegagahan hati dan kelincahan hati serta keluwesan hati dimiliki mantan Ketua Dewan Tanfidz PBNU. Gus Dur, lekat dengan dunia pondok pesantren. Dalam tubuhnya mengalir darah Gus, setara dengan gelar kekeratonan (darah biru atau ningrat) seperti Raden atau Sultan.

Ilat Jawa membilang Gus, dengan Gos. U-nya terucap dengan vokal "O". Sehingga Gos, itu sama dengan Gus, yang memang dipenggal dari kata "Bagos" dalam bahasa Jawa. Bagos, artinya ganteng, tampan. Panggilan untuk setiap laki-laki keturunan orang Jawa. Bagos, itu sama dengan Tole. Tapi tak perlu dipanjang-panjangkan, apa itu kepanjangan Tole. Saru yang jelas. Tak perlu tahulah Anda.

Ilmu apa yang tak dimiliki Gus Dur. Ingin berkonspirasi dengan kelompok Yahudi, ia dedengkotnya. Mau berdamai dengan para teroris, ia konsultannya. Membahas ilmu pemerintahan, ia punya track record selangit menduduki pos-pos penting dalam jabatan kenegaraan. Bercakap-cakap soal dunia permalingan, ia punya pengalaman dan relasi segudang dengan bos-bos maling di Indonesia. Mau melucu, ia pakar humor.

Hampir tak ada orang yang tak tertahak-bahak mendengar kan kala Gus Dur melucu, meski ia bukan tukang humor. Ia hampir tak pernah membaca teks ketika didaulat memberikan pidato kenegaraan. Apa karena ia terganggui penglihatannya? Tidak, ia punya mata batin. Anda yang punya dua mata paling sehat sekalipun, akan takjub dengan kegrahitaan Gus Dur.

Gus Dur manusia multi talenta. Banyak bahasa yang ia kuasai. Bahasia batin, bahasa binatang, tetumbuhan, apalagi kalau cuma berbahasa Arab, Inggris dan lainnya. Lanyah dikunyahnya. Gus Dur, sudah wafat. Tapi hanya tubuhnya. Hanya 300an tulang-tulangnya yang mati. Urat-urat syarafnya saja yang sudah tak bekerja normal. Detakan jantungnya tak berkontraksi lagi.

Aliran darahnya saja yang stop total. Sepasang matanya saja yang mengatup. Indera pendengar, pembau dan peraba sajanya yang telah tak berfungsi. Tapi Gus Dur tidak pernah mati. GUs Dur abadi. Abadi pemikirannya. Kekal kebajikannya. Awet kebijaksanaannya. Langgeng terus prisma-prisma penalarannya. Fatwanya selalu mentes, bernas dan muamalah bagi kebajikan manusia, tidak di dunia saja, namun lebih berorientasi ukhrawi.
Gus Dur tidak akan pernah mati. Allah memang sudah meng-SK-kan umur GUs Dur tak lebih 70 tahun. Tadi malam, di langit ketujuh, berdebat para malaikat Allah. Ada Jibril di sana. Mikail dan Israil, "izrail, Mungkar, Nakir dan malaikat-malaikat lainnya dapat dipastikan tak ada yang tak hadir dalam perdebatan itu. "Izrail meminta kepada Allah untuk mengulur waktu sakaratul maut Gus Dur setidaknya hingga 2014 mendatang.

Lima tahun lagi. Jibril bahkan memohon kebaikan hati Tuhan agar Ia bisa hidup lebih lama lagi, hingga ia mencapai usia seabad. Malaikat lainnya, bahkan rela menggadaikan eksistensi mereka agar Tuhan merevisi SK pencabutan nyawa Gus Dur yang jatuh tempo pada 31 Desember malam tadi. Hanya malaikat Mungkar dan Nakir saja yang menyetujui pengeksekusian SK yang sudah ditandatangani oleh Tuhan tersebut.

Dalih keduanya, agar mereka bisa segera bersua dengan Gus Dur yang selama ini mereka rindu-rindukan. Malaikat Mungkar dan Nakir yang selama ini kesepian dan mengalami gangguan psikologis yang luar biasa benar, karena terus mengalgojoi banyak orang yang sudah meninggal. Mungkar dan Nakir ingin bersua dengan makhluk Allah yang sangat mulia, seperti Gus Dur.

Ia tak punya dosa. Jangankan dosa, niat untuk mengarah pada dosa dan keburukan saja, Gus Dur tidak punya. Ia tak punya apa-apa, kecuali kebajikan. Pakaiannya adalah kasih sayang. Menu sarapan paginya selalu beraksi sosial. Gus Dur adalah salah satu hamba Allah, yang pantas disandingkan di sebelah pusara kanjeng nabi Muhammad. Ia mulia, meski ia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Muhammad. Namun Gus Dur adalah Gus Dur. Ia punya kharisma dan daya tarik. Beliau juga memiliki magnet hati.

Kita tidak lantas tidak menjadi kagum pada Gus Dur karena tubuhnya dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Gus Dur punya darah sufi, ia mempunyai pesona batiniah yang tidak dimiliki orang kebanyakan. Kalau Anda memandangi langit, ada banyak bintang di atas sana. Semuanya sama, memancarkan cahaya. Tapi, pancaran bintangnya Gus Dur, ratusan kali lipat dibandingkan dengan bintang-bintang kecil lainnya.

Gus Dur adalah bintang matahari. Ia menyedot dan menjadi pusat gravitasi dalam galaksi bima sakti. Sebagai pusat gravitasi, ia menjadi pusat kosmos sebuah tata surya. Matahari, tidak saja panas. Ia menjadi sumber kehidupan bagi seluruh alam semesta. Dunia tanpa matahari, makhluk hidup mati. Oksigen musnah. Tumbuhan dan hewan-hewan mati. Manusia meregang nyawa dari dahulu.

Apapun yang membutuhkan udara, bakal raib dari muka bumi ini. Kecuali batu-batu, angin, serpihan debu dan air yang tak punya daya nalar, daya indera dan daya ingat. Gus Dur telah meninggal, matahari sudah terbenam untuk selamanya. Tak ada fajar pagi lagi. Anda boleh menangis sepuas-puasnya.

Namun pemikiran dan ideologi yang pernah Gus Dur lontarkan selama hampir 70 tahun belakangan, tak akan pernah mati. Ia terus menjadi matahari yang menjadi pusat tata surya kehidupan. Nukleus pemikiran dan kearifan yang dimiliki Gus Dur sudah tumbuh dalam jiwa kita masing-masing. Bibit-bibit subversif yang pernah Gus Dur suntikkan dalam benak dan jiwa kita akan terus hidup, hingga kita beranak pinak.

Salah besar kalau Anda kira Gus Dur sudah mati total. Ia hanya mati fisiknya. Spiritualnya terus langgeng dan mengabadi di hadapan kita. Spiritualisme Gus Dur kini tengan bercanda mesra dengan kanjeng Nabi Muhammad, Lenin, Hitler, Soekarno, Soeharto, Roosevelt, Che Guevera, Sunan Kalijaga, Ken Arok, Ranggalawe, Panembahan Senopati. Ia kini juga sedang diperjamui oleh para malaikat Allah dengan segala kenikmatan yang dimilikinya.

Anda pasti cemburu. Kita ingin seperti Gus Dur. Bisa atau tidak. Tergantung, kita! Innalillaahi wainnaailaihi raaji'uun. (**) sumber http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&dn=20091231105211
mrnoxious wrote on Jan 10
Hahahhahaha pendukung Gus Dur pada blingsatan gini di halaman ini. Yah keliatan lah kualitasnya dari komen2 itu....yg paling parah man aano87 daaahh auehuaheuah maju terus Akmal !
antiarabisasi wrote on Jan 11
aasu
antiarabisasi wrote on Jan 11
NOX = VAGINA
IOUS = JEMBUT
NOXIOUS ASU. . .
BERANI MENGHINA GUSDUR, TAPI GA BAKAL MASUK SURGA, ORANG MACAM KAMU TU...KAMU BAKAL KETEMU NURDIN M.TOP, AMROZI,IMAM SAMUDRA ...DI NERAKA!!!
mrnoxious wrote on Jan 13
NOX = VAGINA
IOUS = JEMBUT
NOXIOUS ASU. . .
JREEENGGG !!! Apakah ini ?? terlihat seperti seorang Muslim kah ?? hihihi
sonatarois wrote on Jan 11
bagus postingan gue di atas.....he...he.....di beri pengertian apapun kalo udah cinta mati sama gus dur......ya gitu jadinya....jd jangan di angggap ini taklik buta tapi semata mata emang kalo udah cinta sama seseorang dia akan di butakan ole cinta itu sendiri seperti halnya kita mencintai Kanjeng Nabi walaupun kita tidak pernah tau seperti apa kanjeng nabi itu......?so emang daya tarik gus dur emang memikat,di kan cucu dari Hadaratusyech Hasyim Asya'ri yang nota bene wali Allah juga.....jd buat mas akmal dan kawan kawannya.....kasiyan deh lu....!
antiarabisasi wrote on Jan 12
quraish shihab berkata,
"JADI MUSLIM, JANGAN TERLALU BERSEMANGAT..."
yg penting kt jalani rukun islam...buat yg ga suka gusdur,waktu kalian cm bikin deket ama api neraka kalo jelekin gusdur.
di dunia ini yg penting BAIK KEPADA SEMUA ORANG,MUSLIM ATO NON MUSLIM...
walo sama yahudi pun... GUSDUR LEBIH TAHU APA YANG DILAKUKAN DARIPADA PENGKRITIKNYA...
Gusdur adl Orang yg Baik Hati,itu yg pasti...bukan akmal,noxious"gathel",akuzugabisa3,badzable..kalian cuma TAHI AMOEBA!!!
sonatarois wrote on Jan 12
bener mas Quraish....jadi muslim jangan terlalu bersemangat....!!!!maksudnya bersemangat kritik saudaranya yang gak sepaham......haa...haaa.muslim yang baik adalah bersemangat ibadah.....itu gpp........masak yang di tiru dr kanjeng nabi Muhammad cuman jenggotnya aja,trus cara berpakaiannya kanjeng Nabi.....kalo itu ma enteng coba tiru ibadah sunnahnya Kanjeng Nabi........?????dengkulmu mreteli......anadaikata akmal dkk ini bisa meniru ibadahnya kanjeng Nabi,?pasti dia gak bakalan sempat untuk menulis postingan yang ngawur di atas........dan tentunya dia akan lbh paham apa itu islam,apa itu syariat,apa itu thoriqoh,apa itu hakikat dan makrifat,coba ente buka kitab al Hikam,apa itu wawasan keislaman dan daulah islamiyah.....?????????thanks maaf....
hafidzsoo wrote on Feb 2
gusdur 4ever...
antiarabisasi wrote on Jan 13
quraish itu bukan nama saya lho,mbak sonatarois...maksud saya ahli tafsir al quran, Prof Quraish Shihab...saya kagum dengan tokoh ini, dia mengenalkan islam dengan gaya yang mudah dipahami,di dalam tafsirnya, tidak akan mungkin kita menyebut bahwa Islam itu sulit,tapi Islam itu Indah...tidak ada menjelek-jelekkan yg bukan sepaham.itu tanda berarti beliau memiliki ilmu yg tinggi,karena setiap ucapan beliau tentang ajaran Islam, bikin tentram..
Gus Dur pernah berkata kalau hidup di dunia ini engga cukup cuma tahu ilmu agama, tapi ILMU HIDUP harus dimengerti juga...antara lain baik kepada semua orang...
ISLAM IS BEAUTIFUL...
mrnoxious wrote on Jan 13
antara lain baik kepada semua orang...
Jiahahhaha lu ngaca dulu tuh sama komen lu dibawah baru deh ceramah kaya gini ! hahaha
mrnoxious wrote on Jan 13
LIhat sodara2 kualitas pengikut Gus Dur kaya gini nih ???!! demennya ngomongin selangkangan ???!! hahahhahahahha persetan lah gila ini kontradiktf abis ahahhahaha ngakak gw
haniifammuslima wrote on Jan 15
1. apakah betul ........ pengikut gusdur semuanya seperti itu ?
2. pernah main ke pesantren mas ?

persepsi .... persepsi .... dan persepsi
bysyriabhm wrote on Jan 20
Subhanallah kenapa web tau blog ini kok isinya cacimakian ke orang lan, lebih baik kita gak usah usil soal gus dur atau siapa kek ayo kita ibadah sebaik baiknya, mungkin itu cara gus dur beribadah, cara kita bagaimana? udah diajarkan dalam Al-qur'an dan hadist itu kita jalankan, belum tentu amal kita lebih baik dari gus dur, karena pahala amal tdk tampak didepan mata, ingatlah akan siksa Allah terhadap orang yg suka menghujat orang lain. Mari kita beramal baik dan beribadah sebisa mungkin, daripada buat ngomongin orang lain, buatlah bertasbih lebih bermanfaat.
17091945 wrote on Jan 20
betul..betul..kata Ipin...Janganlah kita saling menghujat..mari kita intropeksi apakah selama ini kita sudah mengamalkan islam dengan benar..wong diri sendiri masih goblok udah nyalahkan orang lain...Gus Dur orang terhormat di mata saya..semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. amin
rajaseo wrote on Jan 30
Salam kenal sebelumnya, saya baru pertama ini ngeblog di multiply mohon tuntunannya. Jika ada waktu saya sangat senang sekali anda bisa berkunjung ke blog saya.
hafidzsoo wrote on Feb 2
"orang muslim dg muslim lain ibarat sebuah bangunan satu dg yg lain yg saling menguatkan.. janganlah kmu saling mengolok-olok, belum tentu yg di olok2 lbh baik drpd yg meng olok2"
jgn-lah engkau sibuk menilai orang lain yg blm jelas kbenaran.x.. tp, sibuklah kmu menilai diri sndiri..
kurniajoe wrote on Feb 5
gusdur terlalu pinter buat kita.......
mrnoxious wrote on Feb 9
gusdur terlalu pinter buat kita.......
Set deh...kebalik jangan2
Add a Comment
   



Ingin mengadakan kajian Pemikiran Islam di sekolah, kampus, atau di masjid lingkungan Anda? Hubungi INSIGHTS (Institute for Islamic Thoughts) melalui e-mail di islam.insights@gmail.com