Blog EntryLucunya JILMay 8, '06 8:49 AM
for everyone

assalaamu’alaikum wr. wb.

 

Barangkali judul artikel ini mengingatkan Anda pada tulisan saya yang lain yang berjudul “Lucunya Gus Dur”.  Judul ini memang sengaja dipilih untuk menunjukkan hubungan di antara kedua artikel, karena memang tulisan yang sedang Anda baca ini bisa dibilang merupakan sebuah artikel lanjutan.

 

Alkisah, Jaringan Islam Liberal (JIL) menggunakan internet sebagai salah satu sarana propagandanya.  Selain internet, mereka juga memiliki jaringan siaran radio, diskusi bulanan, mengisi kolom-kolom di media massa, dan sebagainya.  Menggunakan internet adalah sebuah langkah strategis di jaman serba high-tech seperti sekarang ini, dan tentu saja JIL tidak mau ketinggalan.  Maka dibuatlah sebuah homepage resmi sebagai corong utama JIL di dunia maya.

 

Homepage tersebut kemudian diisi secara berkala dengan berbagai tulisan dari para pentolan JIL atau orang-orang yang sejalan dengan pemikiran mereka, misalnya Ulil Abshar Abdalla, Pradana Boy Z. T. F., Saiful Mujani, dan sebagainya.  Selain itu, ia juga dilengkapi dengan berbagai wawancara kepada tokoh-tokoh masyarakat yang – tentu saja – memiliki haluan serupa dengan JIL.  Contoh dari tokoh-tokoh tersebut adalah Gus Dur, Djohan Effendi dan Budhy Munawar Rachman.

 

Semua artikel yang dimuat pada situs tersebut sebenarnya terbuka untuk dikritisi dan ditanggapi.  Di bawah setiap artikel terdapat form tanggapan yang bisa diisi oleh siapa saja.  Pemberian form tanggapan ini sesuai dengan paham ‘liberal’ yang dipegang teguh oleh JIL, karena salah satu poin penting dari liberalisme adalah kebebasan berpendapat.  Tanggapan yang muncul tidak hanya yang mendukung atau memberikan respon positif terhadap artikel-artikel tersebut, namun ada juga beberapa yang menentang.

 

Sepintas kelihatannya sangat sportif.  Namun tahukah Anda bahwa tanggapan-tanggapan itu sebenarnya hanya bisa terlihat dalam situs tersebut setelah melalui proses editing terlebih dahulu?  Sebenarnya wajar saja, karena bisa jadi ada orang yang memberikan tanggapan yang kurang intelek, misalnya dengan kata-kata kotor yang tidak pantas diperlihatkan dalam sebuah forum diskusi ilmiah.  Tanggapan semacam ini memang sudah seharusnya diedit tanpa ampun. 

 

Akan tetapi, masalahnya tidak sesederhana itu.  Seorang rekan telah beberapa kali mengirimkan artikel-artikel tulisan saya sebagai tanggapan, namun tak satu pun yang muncul.  Padahal, sejauh ini, saya tidak pernah menggunakan kata-kata kasar dan kotor.  Saya selalu menyampaikan argumen dengan berbagai bukti ilmiah.  Apa dinyana, tulisan-tulisan saya selalu dibantai habis di meja editor homepage JIL.

 

Baru-baru ini ada sebuah ‘insiden’ yang lebih menarik lagi, berkaitan dengan artikel saya yang terdahulu yang berjudul “Lucunya Gus Dur”.  Salah satu poin menarik yang saya sorot dalam artikel tersebut adalah bagaimana Gus Dur secara terang-terangan menyebut Al-Qur’an sebagai kitab suci paling porno di dunia dalam sebuah sesi wawancara dengan kru JIL.  Sebuah pernyataan yang amat berani, bukan?

 

Serunya lagi, seorang kawan tiba-tiba memberi tahu saya bahwa pernyataan Gus Dur yang satu itu sekarang sudah dihapus dari liputan wawancara tersebut.  Setelah saya cek, ternyata memang benar demikiana adanya.  Luar biasa!  Beginilah wajah liberalisme yang mereka tawarkan.  Jadi, liberalisme adalah kebebasan sebebas-bebasnya, termasuk bebas menutup-nutupi kebenaran demi kepentingan sendiri, kebebasan untuk mencela Al-Qur’an tanpa bukti yang cerdas, kebebasan untuk menggunakan gelar ‘Gus’ sesuka hati, kebebasan untuk menghalangi kebebasan orang lain, dan kebebasan untuk menutup mulut mereka yang tidak sejalan dengan pendapat kita.  Luar biasa!

 

Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya JIL berganti nama saja, karena sikap mereka sudah tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai kebebasan.  Pertama, sebaiknya mereka menghilangkan kata ‘Islam’ dari namanya, karena mereka sendiri mengakui bahwa pintu ijtihad dalam hal apa pun dibuka selebar-lebarnya.  Artinya, segala prinsip dalam agama Islam bisa diubah berdasarkan ijtihad belaka.  Besok-besok, barangkali nama Allah pun mereka ganti karena ijtihad seorang tukang becak yang sedang bermain togel di pinggir jalan.  Atau barangkali Asmaul Husna hendak mereka pangkas jumlahnya menjadi dua puluh saja berdasarkan ilham (yang mereka sebut sebagai ijtihad) yang didapat ketika sedang onani.  Jangan heran, ya!  Kepercayaan Pagan di masa lalu memang benar-benar menganggap bahwa saat orgasme adalah kondisi ketika aspek spiritual manusia mencapai tahapan yang paling religius.  Bisa jadi orang-orang liberalis juga sependapat dengan hal ini.

 

Setelah melepaskan diri benar-benar dari identitas Islamnya, maka hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah dengan membuang jauh-jauh sebutan ‘liberal’.  Sebaiknya mereka menggunakan predikat lain yang lebih cocok, misalnya fanatisme (karena terbukti mereka memang fanatik buta tanpa memperhatikan bukti-bukti yang ilmiah), taqlid buta (karena mereka memang taqlid buta terhadap beberapa orang, misalnya Gus Dur, Cak Nur, atau Ulil Abshar Abdalla), diktator (karena mereka gemar memaksa orang lain untuk setuju pada pendapatnya dan menghapus semua pendapat yang menentang), hipokrit (apa perlu lagi saya jelaskan?), atau atheisme (karena peran Tuhan bisa mereka kesampingkan dengan ijtihad manusia). 

 

Yah, ini hanya sekedar saran.  Saya sangat maklum kalau mereka tidak mau mendengarkannya.  Sudah sejak dulu mereka bersikap seperti itu.  Saya tidak akan kaget kalau mereka menutup telinga rapat-rapat dari seruan ini.

 

wassalaamu’alaikum wr. wb.


70 CommentsChronological   Reverse   Threaded
funnyfunky wrote on May 8, '06
nanya dong, emg arti dari gelar "Gus" itu sendiri apa sih??? apa sekelas dng Ulama, atau apa???

Tku lhhhooo
akmal wrote on May 8, '06
di Jawa Timur sih sebutan "Gus" memang diberikan utk kaum alim ulama... tapi jgn khawatir... Anda berhak utk tdk setuju menyebut Gus Dur sbg ulama kok... :))

saya jg menyebut nama Gus Dur karena alasan kepraktisan aja kok... :D
imamisnaini wrote on May 8, '06
akmal said
di Jawa Timur sih sebutan "Gus" memang diberikan utk kaum alim ulama... tapi jgn khawatir... Anda berhak utk tdk setuju menyebut Gus Dur sbg ulama kok... :))

saya jg menyebut nama Gus Dur karena alasan kepraktisan aja kok... :D
setahu saya gus itu bukan gelar keulamaan tapi sebutan untuk anak kyai, bukan ulama tapi anaknya kyai bisa disebut gus, nah kyai ini yang biasanya ulama.
akmal wrote on May 8, '06
o gitu ya.... haha baru tau saya jg...
funnyfunky wrote on May 8, '06
wah... aku yang turunan jawa timur malah baru tau lho... hohoho... jadi malluuw
kizzer wrote on May 8, '06
gus bukannya dari jateng , den baGUS
ibra02 wrote on May 8, '06
akmal said
Gus Dur secara terang-terangan menyebut Al-Qur’an sebagai kitab suci paling porno di dunia
Naudzubillah... jadi pengen tau penjelasannya bisa sampai pd kesimpulan itu... ada artikelnya nggak akh?
akmal wrote on May 8, '06
ada tuh klik aja link di artikel ini di paragraf pertama yg "Lucunya Gus Dur" itu...
ibra02 wrote on May 8, '06
Udah baca tuh barusan... yah alasannya segitu aja rupanya... kirain gimanaa gitu...
fitrtanjuang wrote on May 8, '06
Kirim ke koran opininya, biar lebih banyak yang baca...
kukuhtw wrote on May 8, '06
websitenya JIL dimana sih?
laurakhalida wrote on May 8, '06
au saya nggak ngerti ama JIl, maksud mereka apa sih?
rikaadinda wrote on May 9, '06
akmal said
Akan tetapi, masalahnya tidak sesederhana itu. Seorang rekan telah beberapa kali mengirimkan artikel-artikel tulisan saya sebagai tanggapan, namun tak satu pun yang muncul. Padahal, sejauh ini, saya tidak pernah menggunakan kata-kata kasar dan kotor. Saya selalu menyampaikan argumen dengan berbagai bukti ilmiah. Apa dinyana, tulisan-tulisan saya selalu dibantai habis di meja editor homepage JIL.
ini yang kirim tulisan temennya akmal ato akmalnya sendiri sih? kok agak2 ga sinkron nih...
akmal wrote on May 9, '06
ibra02 said
Udah baca tuh barusan... yah alasannya segitu aja rupanya... kirain gimanaa gitu...
sejak kapan sih Gus Dur bisa logis? :D
akmal wrote on May 9, '06
ini yang kirim tulisan temennya akmal ato akmalnya sendiri sih? kok agak2 ga sinkron nih...
yg nulis saya, yg ngirim temen... gitu lho...
akmal wrote on May 9, '06
kukuhtw said
websitenya JIL dimana sih?
www.islamlib.com
akmal wrote on May 9, '06
au saya nggak ngerti ama JIl, maksud mereka apa sih?
mrk cuma pengen pamer kebodohan aja kayaknya... hahaha :D
zhafirrasyid wrote on May 9, '06
FYI: kalau dilihat di situnya jil www.islamlib.com, pernyataan Qur'an itu Porno sudah tidak ada lagi, tapi dapat dilihat di:

http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/08/jaringan-iblis-pengecut/
or
http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=2220&start=0&postdays=0&postorder=asc&highlight=
or
http://klipingpilihanku.blogspot.com/2006/04/gus-dur-jangan-bikin-aturan.html
akmal wrote on May 9, '06
hahahaha mantabs... makasih atas link-nya mas... :))
akmal wrote on May 9, '06
aduh saya jadi tersanjung, artikel daku dijadikan link... :))
kizzer wrote on May 9, '06, edited on May 9, '06
setelah masuk ke link ini dan masuk ke salah satu link yang disediakan disana , wah ngeri ngeri bagaimana para non-muslim menghina islam

ini linknya , bahkan Al-Quran dihina
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=2346&start=0
akmal wrote on May 9, '06
oo kalo faithfreedom sih emang ajangnya saling hina... :)) gak usahlah main2 ke sana... kita ngobrol di forum2 intelek aja...
indrayogi wrote on May 11, '06
akmal said
oo kalo faithfreedom sih emang ajangnya saling hina...
hehe iya malesin juga forum ini, nambah pinter ngga, malah nambah emosi huhuhuhu
adelya wrote on May 12, '06
Hai…hai…haii… ikutan nimrung ah,
Coz kayaknya seru nich, perbincangan yang mulai memanas…

Oya, setelah sekian lama berjuang,
dan begitu berat aku menempuh setengah perjalanan…
akhirnya aku bisa masuk juga ke multiply ini. Hahaha (with Theme:”Lia tak pernah mampir ke multiply akmaL” :p)

Oowwww… Let see…
ternyata jelimet juga yaa tulisannya salah seorang mahluk 4JJI yang aneh ini,

dari judul terlihat irit kata dan mati seribu bahasa “Lucunya JiL”
namun contentnya hidup dan lebih dari sekedar hidup. Hehehe

hey…hey… hey…
sekedar nambahin aja,
setau saya… “Gus” itu memang sebutan yang biasa menggema di kawasan jawa timur. Tapi sebutan itu dipakai untuk golongan “Kromo InggiL” orang-orang jawa yang memiliki anak lanang (lelaki) dan memiliki “gelar2” tertentu saja.

Dengan harapan, bahwa anak lanang yang dilahirkan dan tumbuh membesar di silsilah keluarga tersebut, menjadi apa yang diharapkan oleh sang romo dan ibundanya. Sebenarnya Gus itu hanya sekedar panggilan aja.

Itu aja sih,
Aku kan bilang cuma mau nambahin ;

Rekan-rekan yang mau protes…
Silahkan…
Ditunggu dipengkolan :p

akmal wrote on May 15, '06
sekedar informasi.... bocah yg reply di atas ini emang kelewatan isengnya... hahahaha.... tapi jago bikin skenario loh... contohnya skenario runtuhnya WTC dan fitnah besar2an terhadap Usamah Bin Ladin, nah itu salah satu buah karyanya.... wakakaka :D

(kapak perang telah digali)
zhafirrasyid wrote on May 15, '06
Ternyata masalah wawancara JIL dgn AW, menjadi panjang...
AW menuntut pernyataannya sendiri, atau tipu muslihat JIL ?

Wahid Gugat Duta Masyarakat

Surabaya -- Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa versi Muktamar Semarang Abdurrahman Wahid akan menggugat koran Duta Masyarakat. Harian milik Choirul Anam, Ketua Umum PKB versi Muktamar Surabaya, ini dituduh menyebarkan berita fitnah mengenai Wahid dalam edisi 17 April 2006.

"Kami akan tuntut Duta sebesar Rp 100 miliar," kata Ketua PKB versi Muktamar Surabaya Muhaimin Iskandar di Surabaya kemarin. Kutipan wawancara Wahid dan Jaringan Islam Liberal berbunyi: "Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al-Quran, ha-ha-ha", (tertawa terkekeh-kekeh). Kutipan ini kemudian disebarkan ke berbagai pesantren. adi mawardi

http://www.korantempo.com/korantempo/2006/05/15/Nasional/krn,20060515,9.id.html
kizzer wrote on May 15, '06, edited on May 15, '06
lho jadi AW tidak mengakui pernah bilang begitu ? hehehe lucu deh , kalau gitu saya tuntut AW juga , dia menghina Al-Quran
adelya wrote on May 16, '06
Owwww... jadi sekalian promosi toh, bahwa daku suka bikin skenario..
waaahh, tapi kebngetan... bukan osama Bozz, tapi aku kondang lewat skenario yang berjudul "lucunya JIL" saduran dari salah seorang artikel punya teman. disitu nyeritain tentang penulisnya yang dikritik abis2 an ama penganut JIL yang asli, karena udah bantai nereka lewat tulisan-tulisan penulis itu. hahahah (bukannya itu dirimu???)

lagi on line yaa bozz???

btw, kenapa gak dikirim ke Republika aja artikelmu? aku rasa, pasti bakal banyak tanggapan dari semua pihak! atau udah dikirimin?

oya, ada salam dari sepupuku tuh, namanya "Decky" masih ingat??? dia itu katanya temen sekost-an mu waktu di tubagus ismail...(ternyata dunia tak selebar daun semanggi yah? hehehe)

udah ah, jadi kepanjangan....
akmal wrote on May 17, '06
ah bukan temen sekostan lah... dia sih temen seperguruan :))
akmal wrote on May 17, '06
ah bukan temen sekostan lah... dia sih temen seperguruan :))
untungr wrote on May 17, '06
halo mas akmal :) assalamu'alaikum

ini pengalaman pribadi saya. saya pernah posting menanggapi salah satu artikel 'editorial' di website nya jil. saya ingin melihat apakah tanggapan saya dimuat atau tidak. dan ternyata memang tidak dimuat. dan ..memang..apa yang mereka sampaikan tentang liberalisme dan pluralisme adalah omong kosong. apa2 yg tidak sesuai dgn visi mereka maka tidak akan pernah muncul di websitenya.

selain itu lagi, buat yang ingin mengetahui bagaimana sepak terjang para anggota jil ini, bisa dibaca di majalah hidayatullah edisi mei ini. (ini bukan promosi majalah ya). salah satu artikelnya adalah memuat mengenai sepak terjang markas jil, dan di kantin mereka pun, ternyata menjual minuman keras spt bir. dan ada beberapa artikel2 lainnya.

kizzer wrote on May 18, '06
sempet baca kemaren di bandung , ketuanya JIL yang sekarang ngga banget deh
akmal wrote on May 18, '06
untungr said
halo mas akmal :) assalamu'alaikum

ini pengalaman pribadi saya. saya pernah posting menanggapi salah satu artikel 'editorial' di website nya jil. saya ingin melihat apakah tanggapan saya dimuat atau tidak. dan ternyata memang tidak dimuat. dan ..memang..apa yang mereka sampaikan tentang liberalisme dan pluralisme adalah omong kosong. apa2 yg tidak sesuai dgn visi mereka maka tidak akan pernah muncul di websitenya.

selain itu lagi, buat yang ingin mengetahui bagaimana sepak terjang para anggota jil ini, bisa dibaca di majalah hidayatullah edisi mei ini. (ini bukan promosi majalah ya). salah satu artikelnya adalah memuat mengenai sepak terjang markas jil, dan di kantin mereka pun, ternyata menjual minuman keras spt bir. dan ada beberapa artikel2 lainnya.

wa'alaikumsalaam... memang gitu mas... emang kata2 mrk tdk pernah sejalan dgn sikapnya... ciri2 org munafik ya? :D
akmal wrote on May 18, '06
kizzer said
sempet baca kemaren di bandung , ketuanya JIL yang sekarang ngga banget deh
emang siapa ketuanya sekarang?
kizzer wrote on May 18, '06
waduh lupa saya mas , mungkin mas untungr bisa membantu
indrayogi wrote on May 19, '06
Hamid Basyaib...koordinator sementara, pengganti Ulil
kizzer wrote on May 19, '06
kayanya bener itu mas indra , yang difotonya lagi duduk kan
akmal wrote on May 19, '06
hohoho namanya Hamid Basyaib ya...
tegoeh wrote on Jan 15, '07
Ah...kalo ngomong jil seeh bikin pusing!! jil mang ga' jelas, bljr hkm ISLAM cuma dari ijtihad. Aneh 'kan. Mang dia lupa ya sama Al-Qur'an n As-sunnah??
akmal wrote on Jan 15, '07
tegoeh said
Ah...kalo ngomong jil seeh bikin pusing!! jil mang ga' jelas, bljr hkm ISLAM cuma dari ijtihad. Aneh 'kan. Mang dia lupa ya sama Al-Qur'an n As-sunnah??
yg kasi ijtihadnya macem Ulil lagi hihiihii... :p
kizzer wrote on Jan 15, '07
ulil udah balik belum sih dari boston ?
akmal wrote on Jan 15, '07
kizzer said
ulil udah balik belum sih dari boston ?
belum kayaknya mah... :p
abudaniel wrote on Mar 29, '07, edited on Mar 29, '07
Assalamu'alaikum,
"Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya JIL berganti nama saja, karena sikap mereka sudah tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai kebebasan. Pertama, sebaiknya mereka menghilangkan kata ‘Islam’ dari namanya, karena mereka sendiri mengakui bahwa pintu ijtihad dalam hal apa pun dibuka selebar-lebarnya".

Nak Akmal kok nganjurin yang nggak-nggak saja. Nggak bakalan mereka membuang kata "Islam" dari Jaringan mereka (diganti jadi Jaringan Agama Liberal - JAL - kali ya. Kayak nama Airliner Jepang ).
Kalau kata "Islam" dibuang, jualannya siapa yang akan beli, jadi nggak bakalan laku dipasaran. Wong tujuannya untuk ngeracunin pikiran umat Islam awam kok.
Contohnya FLA yang jadi kontroversi. Nggak laku-laku malah jadi ngrecokin orang sekampung. Coba dibikin FILA ( Fiqih Islam Lintas Agama ), dipanjang dipinggir jalan atau dilapak-lapak kaki lima, mungkin akan ada juga umat Islam yang pegang-pegang (pegang-pegang saja tau!) sambil mikir ini fiqih isinya apa saja sih.

Katanya baru-baru ini JIL ngerayain ultah yang ke 6, ya. jadi udah 6 tahun berusaha nyesatin umat. Apa udah berhasil apa belum ya?.

Wassalam

akmal wrote on Mar 29, '07
Assalamu'alaikum,
"Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya JIL berganti nama saja, karena sikap mereka sudah tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai kebebasan. Pertama, sebaiknya mereka menghilangkan kata ‘Islam’ dari namanya, karena mereka sendiri mengakui bahwa pintu ijtihad dalam hal apa pun dibuka selebar-lebarnya".

Nak Akmal kok nganjurin yang nggak-nggak saja. Nggak bakalan mereka membuang kata "Islam" dari Jaringan mereka (diganti jadi Jaringan Agama Liberal - JAL - kali ya. Kayak nama Airliner Jepang ).
Kalau kata "Islam" dibuang, jualannya siapa yang akan beli, jadi nggak bakalan laku dipasaran. Wong tujuannya untuk ngeracunin pikiran umat Islam awam kok.
Contohnya FLA yang jadi kontoversi. Nggak laku-laku malah jadi ngrecokin orang sekampung. Coba dibikin FILA ( Fiqih Islam Lintas Agama ), dipanjang dipinggir jalan atau dilapak-lapak kaki lima, mungkin akan ada juga umat Islam yang pegang-pegang (pegang-pegang saja tau!) sambil mikir ini fiqih isinya apa saja sih.

Katanya baru-baru ini JIL ngerayain ultah yang ke 6, ya. jadi udah 6 tahun berusaha nyesatin umat. Apa udah berhasil apa belum ya?.

Wassalam

kebetulan sekali Novriantoni baru bilang soal ini dan dikutip sama Sabili, kurang lebihnya dia bilang bahwa Islam itu emang bagaikan dagangan yg punya pangsa pasarnya masing2... hehehehe :D
malikabdul wrote on Jun 11, '07
Assalamu'alaykum akh

HUehueheuehu ,,, saya tertawa guling2 kalau baca2 artikel2 di Islamlib.

Salam kenal yuPh
adehashman wrote on Aug 5, '07
sebetulnya istilah ISLAM LIBERAL sendiri nggak masuk akal. Pake logika orang liberal sendiri merupakan "kontradiksi interminus", artinya jadi Islam ya terikat dengan nilai-nilai Islam (nggak bisa seenak udelnya sendiri) dan Liberal ya mesti liberal (bebas) yang punya batu bata ideologi sendiri. orang-orang seperti Ulil dkk memang Usil.... di dunia ini nggak ada org yg bisa jadi pluralis... org pasti memihak pada pendapatnya (sektarian), hanya meski sektarian.. org bisa berbuat untuk siapa saja. Kita mengakui Pluralitas sebagai sebuah keniscayaan bukan Pluralisme sebagai sebuah paham yg diakomodir dalam Islam.
agushakim wrote on Sep 25, '07
aku juga JIL (Jaringan Islam Leyahleyeh)
lareozing wrote on Nov 25, '07
kalo gw masuk JIL, gw kebagian ga ya duwit dari Asian Foundation yang 1,4 Milyar buat ngedanain JIL. Dibagi berapa ya gw? (hiiiiiiii......amit-amit dah)
mukhlason wrote on Dec 24, '07
mmmm..... i dont think so. Jangan berkomentar sebelum anda menyelami nya. Menurut Hemat Saya sering kali statement2 Gus Dur itu menggunakan kaiadah2 Ushul Fiqih. Begitu Juga Ulil peganganya juga Arbain Nawawi , kitab kuning apa lagi. DOnt Judge Book by its Cover.
akmal wrote on Dec 24, '07
mmmm..... i dont think so. Jangan berkomentar sebelum anda menyelami nya. Menurut Hemat Saya sering kali statement2 Gus Dur itu menggunakan kaiadah2 Ushul Fiqih. Begitu Juga Ulil peganganya juga Arbain Nawawi , kitab kuning apa lagi. DOnt Judge Book by its Cover.
bisa lebih spesifik penjelasannya?

Gus Dur menggunakan kaidah ushul fiqih? yg mana tuh?

Ulil pegangannya Arbain Nawawi? bisa dibuktikan?

saya men-judge a book by its cover? bisa dibuktikan?

terima kasih jika mau berusaha membuktikan... :))
riestanto wrote on Jan 27
mas thanx ya artikelnx bgs bgt!!! jd terbantu utk memahami islam yg sbnrnx mannk sech waktu pertama aq msk k homepage jil aq jd bngung mn yg bnr! lam knl ya mas
penyairkelana wrote on Jan 29
"Setelah melepaskan diri benar-benar dari identitas Islamnya, maka hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah dengan membuang jauh-jauh sebutan ‘liberal’. Sebaiknya mereka menggunakan predikat lain yang lebih cocok, misalnya fanatisme (karena terbukti mereka memang fanatik buta tanpa memperhatikan bukti-bukti yang ilmiah), taqlid buta (karena mereka memang taqlid buta terhadap beberapa orang, misalnya Gus Dur, Cak Nur, atau Ulil Abshar Abdalla), diktator (karena mereka gemar memaksa orang lain untuk setuju pada pendapatnya dan menghapus semua pendapat yang menentang), hipokrit (apa perlu lagi saya jelaskan?), atau atheisme (karena peran Tuhan bisa mereka kesampingkan dengan ijtihad manusia)."

Astaghfirullah....
Saya sangat tidak setuju dengan anda! Antum baru tiba dilapisan luar, silakan masuk lebih dalam lagi. Siapa yang taqlid buta? Kami tidak pernah diajarkan untuk sekadar membebek. Antum belum lagi banyak mengenal. Mohon jangan memperturutkan nafsu dalam memberikan penilaian.
Wallahua'lam
penyairkelana wrote on Jan 29
Ini satu lagi

Astaghfirullah....
Antum benar2 tega! Antum pasti paham kan asal kata Ulama itu apa?
Jadi kenapa anda tidak setuju mengangggap beliau bukan orang "berilmu"?
Semoga kemulian senantiasa tercurah atas diri beliau...

Semoga rahmat Allah juga tercurah kepada antum!
Wallahua'lam
kemplur wrote on Feb 3
"Orang yang ajarannya selalu berpedoman ajarannya adalah ajaran yang paling benar dan masuk surga, dan yang lainnya adalah ajaran yang masuk neraka ..... adalah orang sesat dan perlu dibina akhlaknya"
aibnu wrote on Mar 5, edited on Mar 5
Ass....
Sebelum orang ribut soal Gis Dur yang apriori Islam saya sudah merasakannya dulu ( Kang Akmal budak sakola keneh), sekitar jaman ORBA.('80 an) saat hari raya Iedul Adha pada suatu tampilan di TVRI (teu acan aya TV swasta) pada perbincangan Iedul Adha Gus Dus berucap mengomentari umat muslim yang banyak berkorban menyembelih kambing, kurang lebih sbb....untuk apa potong kambing banyak-banyak, kemudian dimakan sampai pada mencret-mencret...
Aneh , apa dia tidak tahu jika kurban saat naik haji , daging kurban yg berlimpah sampai dipaketkan untuk dikirim ke kaum miskin dinegara-negara muslim tetangga Arab Saudi, memangnya dimakan sendiri....ya opo rek..rek...
Hati saya berkata ...Dia munafikkun....ok
Wass...
aibnu wrote on Mar 5, edited on Mar 5
Atau boleh juga kita perhatikan konspirasinya kaum Zionisme dibawah ini yang pasti juga diterapkan di Indonesia :

Protokolat Zionis VII :
” Kita wajib menyebarkan FITNAH diseluruh pelosok dunia , dengan metode itu , kita akan bisa menguasai mereka dengan jaringan uang (= IMF/ Bank Dunia,), yang telah kita pasang pada setiap kementrian dalam pemerintahan itu melalui politik kerjasama keuangan dan Industri (= hubungan Dagang ) , Akan tetapi dengan bahasa resmi kita akan berbuat sebaliknya ( = berhianat ) “.

Protokolat Zionis VII :
” Bahwa banyak kekuatan Polisi yang mutlak kita butuhkan untuk menuntaskan garis-garis yang dimuka . Dan hendaklah diseluruh dunia ada kelompok - kelompok yang terdiri dari beberapa kelas MANUSIA DUNGU ditambah kekuatan militer dan polisi yang iklas menjalankan tujuan-tujuan kita .

( Sumber, Buku : Bahaya Zionisme Terhadap Dunia Islam – Dr. Majid Khailani – Jedah)


penyairkelana wrote on Mar 5, edited on Mar 5
ha..ha.. saya juga masih budak sekolah kali.. anda pasti dah dewasa yah? tapi cara berpikir anda untuk menilai perkataan Gus Dur yg seperti itu saja anda terlalu kerdil... DI NEGERI INI (bukan di Saudi seperti yg anda contohkan yah!) Siapa si yg paling menikmati daging Qurban.. Saya yakin hanya segelintir kaum fakir yg menikmatinya! Selebihnya??? Mungkin orang2 seperti anda yg paling dahulu menikmatinya sampai mencret2 (maaf, saya menggunakan kata mungkin loh!) Jadi dimana letak kemunafikan Gus Dur???
Saya paham kok, kalo orang sudah benci pada Gus Dur pasti segala perkataannya akan dianggap salah!
Semoga Allah Jalla wa 'Ala menampuni dosa2 anda dan merahmati Gus Dur! Amin..

Wallahua'lam
aibnu wrote on Mar 6, edited on Mar 6
Bukti :....siapa orang / pemerintahan yang membela ini....
1. Yang ingin menghapus kembali Tap MPR tentang Larangan PKI
2. Yang ingin membuka hubungan dagang dengan Israel
3. Salah satu tokoh lintas agama yang pro kebebasan a/n porno aksi (palyboy cs)
...ok

...". Saya yakin hanya segelintir kaum fakir yg menikmatinya! Selebihnya??? Mungkin orang2 seperti anda yg paling dahulu menikmatinya sampai mencret2...."

Anda telah mem FITNAH umat Islam Indonesia,....mana buktinya ,didaerah mana, ada laporan RT/RW nya..... Anda hanya menduga-duga saja . Tahu tidak dari sejak dahulu di kampung kumuh saya orang Non Islam (kristen) juga dibagi sekalupun serba sedikit...ok
penyairkelana wrote on Mar 6
Jawabannya ya Gus Dur.
Pertanyaannya :
1. Emang ada apa dengan PKI? (anda yakin dengan sejarah yg anda pelajari itu bukan hasil kebohongan dari orde baru?)
2. Memang ga boleh berdagang ya dengan Yahudi? Coba tinjau kembali, apakah dulu umat muslim tidak berdagang dengan yahudi? (jangan jadikan ayat Walan tardho ankal yahudu... ila akhiri aayah, sebagai alasan)
3. Perlu diluruskan... Bukan pro kebebasan a/n porno aksi. Tetapi mengemukakan pemikiran tidak dilarang, terserah orang yg ingin memakai/menyikapinya!

Baguslah kalau didaerah anda seperti itu, Insya Allah saya tidak memfitnah, dan saya tidak menduga-duga... coba cek kedaerah lain, apakah pembagian daging qurban itu memang merata?

Seberapa jauh si anda dan yg punya MP( haloo bos Akmal, kok ga pernah ditanggapi si?) ini sudah mempelajari tentang Gus Dur? Pernah duduk bersama-samakah anda dalam satu majlis dengan beliau???
Paling banter baca tulisan2nya Hartono Ahmad Jaiz yg memang kerap menulis jelek / memfitnah tentang beliau!
Perlu saya beritahukan, dulu saya pernah bergabung dengan halaqah2 yg diadakan PKS / ROHIS/ SALAFI dan sejenisnyalah. Dan itu tidak sebentar, 3 tahun. Jadi saya tahu persis seperti apa pengkaderan disana!
Dalam setiap halaqah yg ada hanya ghibbah tentang ORANG2 YANG TIDAK SEGOLONGAN dengan mereka!

Afwan jika tidak berkenan, setidaknya antum tidak lagi mengkafirkan/memunafikkan orang yang juga memperjuangkan ISLAM, karena kami dari NU tidak pernah mengecap sesatnya seseorang. Karena itu merupakan hak dari Allah Jalla wa 'Ala.

Afwan..Afwan..Afwan..

Jazakallah

Wallahua'lam

aibnu wrote on Mar 8
Jawab :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Al’Baqarah 204 : “ Dan diantara manusia (kafir/munafi) ada orang yang ucapanya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah isi hatinya , padahal dia adalah penentang yang paling keras “.

Al’ Munafikun – 4 : “ Kamu akan merasa kagum dengan tubuh mereka (kafir/ munafikun ) dan kamu akan mendengarkan suaranya , sesungguhnya mereka itu ibarat sepotong kayu yang bersandar . Mereka mengira teriakan keras itu ditujukan kepada mereka “ .

QS al ' Baraah 107 : " Orang2 (kafir/munifik) yg membangun mesjid karena akan menimbulkan bencana, karena kekafiran, karena hendak menimbulkan perpecahan diantara orang2 beriman dan karena menyambut orang yang sejak dahulu telah memerangi Allah dan Rasul-Nya….mereka berkata sumpah : " Kami mengingini kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu pendusta".

aibnu wrote on Mar 9, edited on Mar 12
Ini ada info lagi.....http://faridrock.multiply.com/journal/item/5/Wawancara_Ridwan_Saidi_Melacak_Zionis_di_Indonesia
....antar lain tertulis sbb:

Di luar Amerika, sebut misalnya di Hindia Belanda, Blavatsky dikenal sebagai propagandis utama ajaran Theosofi. Pada tahun 1853, saat perjalanannya dari Tibet ke Inggris, Madame Blavatsky pernah mampir ke Jawa (Batavia). Selama satu tahun di Batavia, ia mengajarkan Theosofi kepada para elit kolonial dan masyarakat Hindia Belanda.

Sejak itu, Theosofi menjadi salah satu ajaran yang berkembang di Indonesia. Salah satu ajaran Theosofi yang utama adalah MENGANGGAP SEMUA AJARAN AGAMA SAMA.. Ajaran ini sangat mirip dan sebangun dengan pemahaman KAUM LIBERAL yang ada di Indonesia (contohnya : JIL).

Menurut cerita Ridwan Saidi, di era tahun 1950-an, di Jalan Blavatsky Boulevard (kini Jalan Medan Merdeka Barat) pernah berdiri sebuah loge atau sinagog. Untuk misinya, kaum Yahudi memakai loge itu sebagai pusat kegiatan dan pengendalian gerakan Zionis di Indonesia. Salah satu kegiatan mereka adalah membuka kursus-kursus okultisme (pemanggilan makhluk-makhluk halus).

“Jika saat ini saham mayoritas Indosat dikuasai Singtel, salah satu perusahaan telekomunikasi Yahudi asal Singapura, maka itu sangat wajar. Sebab dulunya Indosat adalah sinagog dan kembali juga ke sinagog,” ujar mantan anggota DPR yang pernah menginjakkan kakinya ke Israel tersebut.


aibnu wrote on Mar 9, edited on Mar 12
Kang Akmal , tah aya info deui : http://faridrock.multiply.com/journal/item/4/Jaringan_Yahudi_Di_Indonesia

Dalam acara bedah bukunya yang diadakan dalam rangka Islamic Book Fair (IBF) di Senayan Jakarta, pekan silam, penulis menegaskan bahwa gerakan Freemasonry dan Zionis mengembangkan sayapnya di Indonesia melalui lembaga-lembaga pendidikan serta jaringan yang mengarah pada pengembangan ilmu pengetahuan. Gerakan tersebut hendak melakukan sekularisasi di negeri-negeri Muslim.

Namun, hal tersebut GAGAL dan sekarang mereka mengubah strategi dengan ME-LIBERAL-KAN negeri-negeri kaum Muslim. Hal ini dapat dirasakan pada acara-acara yang ditayangkan di stasiun televisi serta pola hidup beberapa universitas yang mengaku di bawah Islam namun mengusung Islam liberal. ( Contohnya : IAIN Syarif Hidayatullah )

Sejarawan Islam, Alwi Alatas, mengungkapkan di Indonesia telah tampak dengan jelas jejak-jejak Zionis. ''Isu-isu seputar gerakan rahasia Yahudi internasional di Tanah Air perlu terus diteliti, dibongkar, agar umat tidak lengah. Buku Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia merupakan salah satu upaya ke arah itu,'' tandas Alwi.

aibnu wrote on Mar 12
Tentang GUS DUR : http://akmal.multiply.com/journal/item/196
reply
maimon wrote on Sep 3, '06

saya punya dosen, namanya Prof Qasim Samarai.
Dalam satu wawancara di sebuah majalah, kata Prof Samarai, Gus Dur mengaku ada dua orang yang sangat mempengaruhi pemikirannya. Salah satunya Prof Samarai.
Prof ini kepala teologi di Leiden Uni dan ahli manuskrip.
Beliau berkata pada saya, "Maimon, if you meet him, tell him that I don't recognise him as my student." Blah blah.
Termasuk di dalamnya, "He is stupid, lazy dst"

Saya mendengar cuman bisa mesem-mesem....

Jadi, barangsiapa yang bertemu pak Gus Dur, mohon disampaikan pesan guru beliau ini.
aibnu wrote on Mar 18
Ass….

Saudaraku……mari kita MENGKRITISI FILM AYAT AYAT CINTA….

Semalam , Kamis 13/3/08 dalam suatu acara bincang-bincang pada TV…. Dgn topik film AAC , ketika seasion pertanyaan moderator kepada sutradara Hanung Bramantyo kurang lebih sbb “ Apakah niat anda membuat film ini untuk tujuan berdakwah ?”, maka dia berkata “Oohh tidak…., kalau berdakwah itukan berarti kita merasa diri kita sudah paling benar dan paling suci dan orang lain yang salah…bla…bla…bla. ( kemungkinan pertanyaan dan jawabannya sudah disiapkan terlebih dahulu). Ingat tidak kalian, kita pernah berdebat dengan mereka di planet Multiply ini atau planet lain di Dunia Maya ini, itu ciri-ciri ucapan mereka, ini adalah gaya pemikiran dan gaya bicara hasil idiologi binatang JIL dan antek atheis FFI. Memang ucapan tersebut intinya ditujukan kepada Islam, tetapi secara tidak langsung berarti telah melecehkan semua agama. Saya tidak menunjukan tulisan ini pada buku AAC-nya atau kepada pengarang bukunya dan saya juga belum pernah membaca bukunya (semoga Allah SWT meridhoinya) . Mereka hanya memanfaatkan eksistensi atmosfir religius Islam bangsa Indo yang tinggi untuk meraih uang dan poluleritas….waspadalah !!!!, hai Generasi Muda Islam negri ini, orang2 muda seperti kalian adalah target mereka…ok.
akmal wrote on May 1
kasian banget ya penyair kelana ini... orang kayak Gus Dur ditaqlidi membabi buta, dan dia sendiri gak sadar... menyangkal dengan keras, tapi kata-katanya justru semakin menunjukkan bahwa dia ini taqlid habis-habisan... dan lebih kasihannya lagi, saya baru baca tulisannya sekarang hahahaha... :D

apa untungnya sih setia pada Gus Dur? harusnya pengalaman Mattori Abdul Djalil, Alwi Shihab dan Muhaimin dijadikan pelajaran toh... cape deee.... :D
aibnu wrote on May 6, edited on May 6
1.penyairkelana wrote on Mar 6 : ...Emang ada apa dengan PKI? (anda yakin dengan sejarah yg anda pelajari itu bukan hasil kebohongan dari orde baru?)...

>>>>SILAHKAN ANDA KATAKAN INI DI HADAPAN ACHLI WARIS KORBAN G30S/PKI <<<<<<<

2. Pessttt.....info terakhir , perlawanan mujahid2 muda mahasiswa UIN SH telah bangkit bersama institusi dosennya....... Ayo maju terus Mujahid2 Muda , kenakan Jaket Almamter mu yang HIJAU LUMUT bersama jilbab-mu, dan hai para alumnus2, kini kalian dibutuhkan demi tegaknya kembali kehormatan STIA Syarif Hidayatullah....Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan ini...amin
akmal wrote on May 22
aibnu said
1.penyairkelana wrote on Mar 6 : ...Emang ada apa dengan PKI? (anda yakin dengan sejarah yg anda pelajari itu bukan hasil kebohongan dari orde baru?)...

>>>>SILAHKAN ANDA KATAKAN INI DI HADAPAN ACHLI WARIS KORBAN G30S/PKI <<<<<<<

2. Pessttt.....info terakhir , perlawanan mujahid2 muda mahasiswa UIN SH telah bangkit bersama institusi dosennya....... Ayo maju terus Mujahid2 Muda , kenakan Jaket Almamter mu yang HIJAU LUMUT bersama jilbab-mu, dan hai para alumnus2, kini kalian dibutuhkan demi tegaknya kembali kehormatan STIA Syarif Hidayatullah....Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan ini...amin
Allaahu akbar!!! bangkitlah Islam di UIN!!!!!! :D
asrudin wrote on Sep 18
klo mau banyak info yang bermanfaat tentang islam dan menambah wawasan kita buka aja web ini hotarticle.org
asrudin wrote on Sep 18
klo mau banyak info yang bermanfaat tentang islam dan menambah wawasan kita buka aja web ini hotarticle.org
asrudin wrote on Sep 18
mungkin info di website ini lebih membawa manfaat dan rahmat buat kita sesama muslim http://www.hotarticle.org
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help