 assalaamu'alaikum wr. wb.
Judul tulisan ini diambil dari 'raungan' vokal Eddie Vedder yang menyuarakan lirik dari lagu "Do The Evolution". Lagu ini sempat menjadi bahan pembicaraan di MTV, karena muncul dengan video klip yang begitu unik, intens dan cukup 'berat'. Lagunya sendiri memang cukup berisi, tipikal lagu-lagu Pearl Jam lainnya yang penuh pesan sosial.
Video klip dari lagu ini digarap oleh Todd McFarlane, artis yang sudah lama malang-melintang di dunia komik dan sukses dengan berbagai komik garapannya. Salah satu yang melejitkan namanya adalah komik Spider-Man, dan kemudian ia pun menggarap komik yang nyaris 100% buatannya sendiri, yaitu Spawn. Merk Spawn sangat identik dengan Todd McFarlane. McFarlane sendiri kelihatannya spesialis menggarap karya-karya bernuansa 'gelap' dan sarat dengan horor.
Seperti karyanya yang sudah-sudah, video klip "Do The Evolution" pun penuh filosofi dan gelap. Video klip yang "full cartoon" ini dengan cerdik berhasil menangkap makna dari lagu tersebut.
"Do The Evolution" menyindir kenyataan bahwa sebenarnya evolusi tidak pernah terjadi, karena manusia sejak jaman purba kala pada hakikatnya sama bejatnya dengan manusia jaman sekarang. Tidak pernah ada suatu dosa yang benar-benar baru, karena di masa lalu ada saja orang yang pernah melakukannya. Antara manusia modern dengan manusia purba, nyaris tidak ada perbedaan, kecuali pada asesori yang dikenakannya.
"I'm ahead... I'm advanced... I'm the first mammal who wears pants, yeah...!"
Kadang, perbedaan antara manusia dengan kera atau mamalia lainnya hanyalah : manusia pakai celana! Perilaku sebagian manusia tidak jauh beda dengan sekelompok simpanse yang saling berperang antarkelompok, saling berebut teritori, saling mengintimidasi dan bahkan kanibal. Seperti Inggris yang tiba-tiba datang ke Palestina, kemudian menyerahkannya begitu saja pada kaum Yahudi pendatang. Seperti Belanda yang jatuh cinta pada tanah Afrika Selatan dan kemudian mengklaimnya sebagai miliknya.
"How am I suppose to forgive people that think of me as an animal?" kata Shaka Zhun, penguasa Afrika Selatan dahulu kepada seorang wanita Belanda tawanannya. "By showing them that you're not." jawab wanita itu.
Shaka Zhun membuktikan dirinya bukan binatang. Ia membiarkan tawanan itu kembali pada kaumnya dan memperbolehkan mereka semua pergi meninggalkan tanah Afrika Selatan dengan damai. Apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Belanda kembali berbondong-bondong dan membantai Afrika Selatan, memperbudaknya hingga muncullah sistem Apartheid. Sejarah telah membuktikan siapa yang binatang. Orang-orang Belanda yang mengenakan celana justru lebih mirip kera daripada orang-orang Afrika yang hitam legam terbakar matahari.
Apa yang dilakukan Ariel Sharon pada masa kini tidak lebih canggih daripada apa yang dilakukan oleh Fir'aun pada masa lalu. Fir'aun membantai semua anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil, sementara Israel mempersulit para pemuda untuk memperoleh pendidikan agama Islam di masjid, sekolah, bahkan di rumah-rumah.
George W. Bush tidak lebih dari pengulangan karakter Abu Jahal yang begitu bangga dengan kejahilan kaumnya. Apa dinyana, justru sang Nabi yang di kemudian hari akan menghapus kejahilan tersebut lahir di tengah-tengah keluarganya sendiri. Demikian pula Islam, yang kini justru berkembang pesat di antara warga AS. Sejarah hanya mengulang ceritanya kembali, menunggu saatnya ketika Islam menguasai AS dan Bush terguling, sebagaimana Abu Jahal dulu pernah digulingkan.
Free sex, homoseksualitas dan biseksualitas merebak. Sebagian orang melihatnya sebagai 'perubahan jaman', seolah-olah hal-hal tersebut wajar terjadi di jaman modern. Tapi kaum negeri Pompei sudah mempraktekkan free sex sejak dahulu kala. Kaum Nabi Luth as. pun sudah melakukan hubungan homoseksual sejak berabad-abad yang lalu. Tidak satu pun di antara mereka merasakan kedamaian hidup, dan kita tidak mampu belajar dari sejarah.
Sejarah dan mode sama saja, semuanya selalu berulang. Ada kalanya boyband menjamur, ada masanya rock n roll kembali berjaya. Ada saatnya warna perak millenium mendominasi, namun sesekali muncul juga warna-warni bunga di berbagai desain para perancang ternama.
Evolusi? Non-sense! Manusia dari dulu sama saja. Purba, tipikal, stereotip, dan mudah ditebak. Tidak ada dosa yang benar-benar baru. Tidak ada setan yang benar-benar modern.
wassalaamu'alaikum wr. wb. 
| |
|