assalaamu’alaikum wr. wb.
Setiap kali nama ‘syariat Islam’ disebut, ada saja yang memandang dengan wajah sinis. Ironisnya, yang sinis bukan hanya mereka yang tidak beragama Islam, namun banyak juga Muslim yang benci dengan syariatnya sendiri. Ada apa sebenarnya?
Menurut ‘pakem’ yang diberikan oleh pelajaran PMP, PPKn, Kewiraan atau apalah namanya, syariat Islam tidak mungkin diaplikasikan di Indonesia karena banyak warga RI yang memeluk agama lain, yaitu Katolik, Protestan, Hindu dan Budha. Belum lagi Kong Hu Cu dan berbagai aliran kepercayaan yang juga sudah lama eksis di negeri ini.
Belakangan, RUU APP dan berbagai Perda yang diajukan di berbagai daerah juga dianggap ‘berbau syariat Islam’ dan ditolak mentah-mentah oleh mereka yang sinis. Orangnya itu-itu juga, dan kita sudah maklum dengan cara-cara mereka. Sekarang marilah kita membahas keberatan mereka hingga tuntas.
Sampai detik ini, saya belum mendapatkan jawaban yang memuaskan mengenai alasan penolakan syariat Islam. Yang ada hanyalah kecurigaan dan kecurigaan saja. Apakah karena syariat itu datangnya dari Islam maka umat agama lain akan dirugikan? Mengapa mereka terlalu yakin dengan jawaban yang dihembuskan syetan ke dalam kepala mereka, sementara jawaban itu sendiri hanyalah sebuah prasangka yang belum pernah diklarifikasi sama sekali?
Dulu pernah terjadi keterkejutan luar biasa ketika Fraksi PKS menyatakan tidak mendukung Piagam Jakarta untuk diberlakukan kembali. Ternyata, yang diusulkan justru lebih baik, yaitu : Piagam Madinah!
Ya, Piagam Madinah adalah buatan pemimpin Madinah kala itu, yaitu Rasulullah saw. Tokoh yang sudah pasti jadi suri tauladan bagi setiap Muslim, yang diakui dan dihormati bahkan oleh musuh-musuhnya sekalipun. Undang-undang mana lagi yang lebih valid untuk ditiru daripada undang-undang buatan Piagam Madinah?
Rasulullah saw. adalah Al-Qur’an berjalan. Piagam Madinah sendiri mencerminkan sikap Islam terhadap agama-agama lain. Tidak ada pengekangan terhadap agama lain. Bahkan dijelaskan tegas-tegas bahwa umat agama lain berhak dan wajib melaksanakan ajaran agamanya masing-masing dan tak ada yang berhak mengganggunya. Begitulah sikap Islam.
Bahkan dalam keadaan perang sekalipun, rumah ibadah adalah salah satu hal yang tidak boleh dirusak atau dicederai dengan sengaja. Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa umat beragama lain akan sengsara di bawah syariat Islam, karena justru syariat Islam menjamin sepenuhnya kebebasan menjalankan ajaran agama masing-masing.
Bandingkan dengan aturan sekuler yang menekan agama sehingga tidak bisa dijalankan secara penuh oleh umatnya. Mengenakan jilbab saja dilarang. Membaca Al-Qur’an di rumah sendiri bahkan sempat dilarang oleh beberapa pemerintah tirani yang menjajah negeri Islam. Kalau syariat Islam berlaku penuh, maka tidak ada seorang pun yang akan melarang umat Kristiani pergi ke Gereja, atau umat Hindu melakukan ritual-ritual sesuai agamanya.
Mengherankan bagaimana beberapa waktu yang lalu ada isu bahwa umat Islam di Bali akan dilarang melaksanakan shalat Jum’at hanya karena saat itu bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Padahal, seorang teman saya yang beragama Hindu di Bogor pernah bilang bahwa tetangga kiri-kanannya yang Muslim ikut mengecilkan suara televisi dan radio di rumahnya ketika Hari Raya Nyepi agar keluarganya bisa menjalankan ibadah dengan tenang. Memang isu pelarangan shalat Jum’at itu nyatanya tidak terbukti, dan kemungkinan besar hanyalah provokasi dari pihak-pihak tertentu saja, namun ini bisa membuktikan bahwa mereka yang paranoid pada syariat Islam itulah yang justru gemar menekan umat beragama.
Di sisi lain, penolakan syariat Islam hanya karena ada predikat ‘Islam’-nya jelas sangat naif, karena kebenaran itu universal sifatnya. Jika kebenaran diungkapkan oleh lidah orang yang tidak seagama dengan kita, mestikah kita langsung menolaknya? Al-Qur’an sendiri mengingatkan bahwa kebencian kita pada suatu kaum tidak boleh menjadikan kita tidak mampu berbuat adil. Kebenaran adalah kebenaran. Mengapa kita tidak berdiskusi soal kebenaran saja?
Sebenarnya, para pengusung syariat Islam bukanlah pihak yang ekstremis dan fanatik. Justru mereka yang menolak mentah-mentah hanya karena nama ‘syariat Islam’ itulah yang terlalu ekstrem dalam menanggapi suatu masalah dan fanatik pada ajaran yang diyakininya sendiri. Akan sangat sulit kiranya berdiskusi dengan orang-orang yang sudah tidak lagi berpikir secara objektif dan menyerah tanpa syarat pada syahwatnya pribadi.
wassalaamu’alaikum wr. wb.
 | simplyndah wrote on Jun 17, '06, edited on Jun 17, '06 Tak kenal maka tak sayang bang akmal. Sedih kalo' liat ternyata yg menolak syariat Islam itu justru malah orang Islam sendiri. Belum mengerti bahwa Islam itu rahmatan lil 'alamin PR nya adalah SIAPA YG BERTANGGUNGJAWAB DAN BERTUGAS UNTUK MENGENALKAN ISLAM DENGAN BAIK DAN BENAR??? Sadarkah kita? atau mungkin justru anda? begitu juga saya? Ini adalah tugas kita semua "Umat Islam" |
 | akmal wrote on Jun 17, '06 ya mudah2an saya konsisten deh menjalankan tugas2 saya... :D |
 | Mas, sayang seneng dng pacuan anda utk berdiskusi. Saya sendiri, sebagai Muslim, kurang tahu bagaimana penerapan syariat Islam yg ideal d masa sekarang. Syariat Islam adalah tetap namun yg berubah adalah orang2nya serta bagaimana penerapannya. Tp mas, sebaik2nya penerapan Syariat Islam oleh suatu badan otoriter, tetap lebih baik kesadaran pribadi utk menjalankan Syariat Islam dlm kehidupan seharinya. Mungkin itu yg msh hrs diperkuat, kita sebagai Muslim msh krg kuat memegang Syariat dan Hukum Islam. |
 | akmal wrote on Jun 17, '06 lakum dinukum waliyadin....  tentunya tanpa mengabaikan lima ayat sebelumnya ya... :)) |
 | akmal wrote on Jun 17, '06 Tp mas, sebaik2nya penerapan Syariat Islam oleh suatu badan otoriter, tetap lebih baik kesadaran pribadi utk menjalankan Syariat Islam dlm kehidupan seharinya.  kalau dikatakan perlu sosialisasi lebih jauh untuk mengenalkan syariat Islam pada masyarakat, saya setuju.... tapi kita tidak bisa mengandalkan kesadaran pribadi... justru itulah sebabnya dibuat undang-undang, just in case ada yang tidak memiliki kesadaran... kalau semua org punya kesadaran untuk tidak membunuh, buat apa ada hukum untuk pembunuh?
berharap semua orang sadar untuk melaksanakan syariat Islam tanpa badan hukum yg otoriter adalah mimpi belaka, menurut saya... tapi saya setuju bahwa sosialisasi masih harus dilaksanakan... |
 | Iya sih, sosialisasi. Bukan maksud utk menanyakan KeIslaman saudara2 saya tp, saya sendiri mengaku, belum paham betul Syariat Islam. Apa sama penerapan d Indonesia dng misalnya d Arab atau negera timur tengah lainnya? |
 | akmal wrote on Jun 17, '06 Arab Saudi dan negara2 Timur Tengah lainnya bukanlah parameter dari pelaksanaan syariat Islam... syariat Islam diukur dari Al-Qur'an, Al-Hadits, dan baru ijtihad... yg jelas, negara2 berformat kerajaan (misalnya Arab Saudi) jelas tidak sejalan dengan konsep kepemimpinan sebuah negara dalam Islam... idealnya, syariat Islam itu sama di semua negara, karena Islam itu kan universal... |
 | wikan wrote on Jun 17, '06 saya mau nanya, kalau mau dilaksanakan syariat islam, syariat islam versi siapa? |
 | akmal wrote on Jun 17, '06 bukan versi siapa2 mas... Islam itu bukan aturan manusia, tapi aturan Allah... acuannya ya itu tadi, Al-Qur'an, Al-Hadits, baru ijtihad... memang penafsiran atas Al-Qur'an dan Al-Hadits jg seringkali membuat perbedaan, tapi kalau ditelaah secara komprehensif perbedaan itu gak akan terlalu fatal... |
 | kagak terlalu mudeng bahasanya kelas berat. lagian panjang amat *protes mulu nih* pokoknya setuju lah... kalo kita harus mengutuhkan syariat.Makanya zaza seneng Pak Baasyir di bebasin. he Is Very Strong MaN !!!!! |
 | Sebaik-baik hukum adalah hukum yang dibuat oleh yang maha adil,Allah SWT.Dukung sepenuhnya Ustadz Abu Bakar Baasyir yang ingin menegakkan syariat islam.Ok... |
 | Gw pgn versi Syariat Islam yg pld up to date (emang software). lol |
 | akmal wrote on Jun 18, '06, edited on Jun 18, '06 kagak terlalu mudeng bahasanya kelas berat. lagian panjang amat *protes mulu nih* pokoknya setuju lah... kalo kita harus mengutuhkan syariat.Makanya zaza seneng Pak Baasyir di bebasin. he Is Very Strong MaN !!!!!  masak sih kelas berat? hehehe...
panjang amat? believe it or not tulisan ini dah dipangkas sana-sini biar ringkas bow... :D
hidup Zaza! ayo masuk ITB!!! kekeke :D |
 | akmal wrote on Jun 18, '06 Sebaik-baik hukum adalah hukum yang dibuat oleh yang maha adil,Allah SWT.Dukung sepenuhnya Ustadz Abu Bakar Baasyir yang ingin menegakkan syariat islam.Ok...  Dukung cak Bambang yang mendukung syariat Islam!!! :D |
Comment deleted at the request of the author.
 | akmal wrote on Jun 18, '06 Gw pgn versi Syariat Islam yg pld up to date (emang software). lol  makanya sering2 aja update lewat internet... kekeke :D |
 | sayangnya mas akmal, penolak syariat islam yang vokal justru adalah orang-orang (yang mengaku) islam. Entahlah mereka dibayar apa sehingga menolak hukum Allah. Kalau ustadz saya bilang, menolak satu saja hukum Allah, harus dihukumi gugur keimanannya ... apalagi menolak banyak.
|
 | akmal wrote on Jun 19, '06 memang betul, menolak satu saja hukum Allah sudah gugur keimanannya... kasihan ya mereka, tidak merasakan nikmat iman seperti kita... :))
dibayar? Ulil Abshar Abdalla sih emang pernah bilang bahwa JIL pimpinannya itu emang disuplai duit sama banyak pihak, salah satunya The Asia Foundation... di kesempatan lain jg dia bilang dia mau pensiun 'membandel' kalo dah cukup dollar... nah itu salah satu contoh kali ya... waduh kasian sekali orang yg imannya bisa dibeli dgn dollar.. |
 | bandi16 wrote on Jun 19, '06, edited on Jun 19, '06 Semoga kita terjauh dari sifat seperti saudara Ulil Abshar Abdalla dan teman-temannya.>merugilah mereka menukar iman dengan uang yg tak seberapanaudzubillah min dzalik
|
 | Mas akmal maaf sedikit menyimpang dari masalah, gimana caranya menambah link. Saya belum bisa ,orang baru |
 | akmal wrote on Jun 19, '06 Semoga kita terjauh dari sifat seperti saudara Ulil Abshar Abdalla dan teman-temannya.>merugilah mereka menukar iman dengan uang yg tak seberapanaudzubillah min dzalik  na'uudzubillaah... mudah2an kita semua terhindar ya... :)) |
 | akmal wrote on Jun 19, '06 Mas akmal maaf sedikit menyimpang dari masalah, gimana caranya menambah link. Saya belum bisa ,orang baru  maksudnya menambah link di jurnal? kalau di jurnal tinggal block saja tulisan yg hendak kita jadikan link, lalu klik icon yg gambarnya seperti rantai, nanti ada tempat khusus untuk menuliskan alamat link yg kita tuju... |
 | Kalau syariat Islam ditegakkan di Indonesia, tentu akan banyak sekali orang Indonesia yang mengaku Islam terkena hukuman karena melanggar atau tidak melaksanakan syariat Islam secara konsisten. |
 | akmal wrote on Jun 29, '06 hehehe ya itu resiko... kalo gak pengen ada yg dihukum sekalian aja gak usah ada hukum... :D |
 | 56 anggota DPR , sebagian besar dari PDS dan pdip menolak perda syariat islam , diblowup ama media , 130an anggota DPR mendukung perda syariat , cuma republika yang memuat , media massa lain pengecut kecut , gak berani muat weeeeeeeeeee |
 | akmal wrote on Jun 29, '06 kemaren dari PDIP bilang sih menyesalkan adanya sebutan "syariat Islam"... rupanya takut jg ya sama reaksi umat Islam.. :) |
 | Mengapa seseorang Yahudi dibolehkan menyimpan janggut untuk mengamalkan kepercayaannya... ...tetapi bila seorang Muslim berbuat demikian, dia dianggap ekstrim dan pengganas? Mengapa seseorang rahib boleh meliputi keseluruhan tubuhnya kerana memperhambakan diri kepada Tuhannya... ...tetapi bila seseorang Muslimah melakukan begitu, dia ditekan? Mengapa bila wanita barat menjadi surirumah, dia dihormati kerana dikatakan berkorban untuk keluarganya... ...tetapi bila wanita Islam berbuat begitu, mereka kata, "dia mesti dibebaskan!" Mengapa mana-mana gadis boleh ke universiti dengan berpakaian mengikut kesukaannya kerana punyai hak dan kebebasan... ...tetapi bila seseorang wanita Muslim memakai hijab, dia tidak boleh menjejakkan kakinya ke universiti? Mengapa bila seseorang kanak-kanak meminati sesuatu bidang, dia dikatakan punyai bakat... ...tetapi bila seseorang kanak-kanak meminati Islam, dia dikatakan tak berguna? Mengapa bila seseorang Kristian atau Yahudi membunuh, agamanya tidak dikaitkan... tetapi baru sahaja seseorang Muslim didakwa melakukan jenayah, nama Islam turut diadili! Mengapa bila seseorang berkorban diri untuk melihat orang lain hidup, dia amat disanjungi... ...tetapi bila seseorang warga Palestin melakukannya untuk menyelamatkan diri, keluarga, rumahtangga dan masjidnya, dia dikenali sebagai seorang pengganas? Mengapa bila seseorang memandu kereta mewah dengan cara bahaya, keretanya tidak pernah dipertikaikan... ...tetapi bila seseorang Muslim melakukan kesalahan, orang kata ia adalah kerana agama Islamnya! Mengapa kita terlalu percaya kepada akhbar... ...tetapi selalu persoalkan apa yang terkandung di dalam Al-Quranul Karim?
|
 | akmal wrote on Jul 1, '06 Mengapa oh mengapa....? :)) |
 | akmal wrote on Jul 2, '06 wah nggak tau ya... dah sering beredar sih di internet... |
 | defathya wrote on Jul 3, '06, edited on Jul 3, '06 Maybe it's kinda reason like this : ..."syariat Islam ya nggak-lah...Indonesia negara demokratis, banyak non-muslim juga dan...." bla3x dgn segudang alasan lainnya.
Bang Akmal, although the syariah is blocked by an un-exceptable reasons, i choose fight for the truth and get the syariah rule one day...it's promissed.
catetan : Islam suka keadilan, kedamaian, ketenangan, mengasihi orang baik, bahkan jika orang baik itu non-muslim...so, non-muslim ga usah takut sm Islam...meski biasanya orangan muslim sih sebenernya yg sering dianiaya ky di Bosnia oleh sapa ? dibakar di kereta api di India oleh sapa ? dibunuhi terus di Palestina oleh sapa ? dipukul, diludahi, dan ditusuk di Amerika oleh sapa ?...dan sebenernya SYARIA'T (HUKUM) YG DIPAKE di Israel, India, ato Amerika tetep ngaret dan tetep BUATAN MANUSIA (dhoif+bs kuat+dhoif lag+kuat lg+lupa+inget+kadang lupa lg...bla3x)
sorry bos ! tulisan aye ad kurang+salahnya |
 | akmal wrote on Jul 3, '06 kekekeke sama donk tulisan aye juga banyak kurang+salahnya... :D |
 | Kalau syariat Islam berlaku penuh, maka tidak ada seorang pun yang akan melarang umat Kristiani pergi ke Gereja, atau umat Hindu melakukan ritual-ritual sesuai agamanya. benarkah?bukankah sekarang banyak juga gereja yg dibom dan dihancurkan?pura pura dibali yg dirusak oleh FIBM ?bukankah semua pihak juga merasa yg paling benar? |
 | akmal wrote on Jul 10, '06 bukankah sekarang banyak juga gereja yg dibom dan dihancurkan?pura pura dibali yg dirusak oleh FIBM ?bukankah semua pihak juga merasa yg paling benar?  memangnya sekarang sudah berlaku syariat Islam? haha |
 | disebagian wilayah indonesia sudah,dan sebagian memang belum ada. |
 | akmal wrote on Jul 11, '06 ah kata siapa? belum berlaku penuh kok, baru sedikit aja dari syariat Islam... sedikiiiiiiit bgt.... |
 | terus yg sedikit itu ngefek gak?trus seperti apa jadinya? |
 | akmal wrote on Jul 18, '06 baik2 aja, cuma yg jelas belum berlaku penuh... cuma tiba2 ada aja yg ribut mempersoalkan perda-perda 'bernuansa syariat Islam', padahal warga di daerah itu sendiri gak mempersoalkan tuh... |
 | akmal wrote on Jan 4, '07 Pengeboman gereja, pengrusakan pura, apakah Anda tau siapa pelakunya? Kalaupun pelakunya mengaku beragama Islam, apakah kesalahan ada di orang tersebut, ataukah di Islamnya? Islam tidak pernah mengajarkan untuk merusak tempat ibadah agama lain. Banyak contoh yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.
So, kalau memberi pernyataan mohon jangan setengah2 dan menuduh tanpa bukti yang jelas.  maklumlah mas... headshotnya aja kagak ada... paling jg provokator... :D |
| |