Blog EntryPemimpinJan 19, '05 10:29 PM
for everyone
assalaamu'alaikum wr. wb.

Dalam sebuah organisasi, tentu ada pemimpin. Setiap tubuh dipimpin oleh otaknya. Keberadaan otak sangatlah vital, namun bukan satu-satunya faktor penentu. Meski dalam keadaan normal otaklah yang mengendalikan jantung, namun jika suatu hari jantung tidak lagi memompakan darah, maka otak pun kehilangan kemampuannya. Demikian juga ketika paru-paru tidak lagi mampu menyerap Oksigen, otak pun dipaksa untuk menyerah.

Demikian pula pemimpin. Seorang pemimpin haruslah pribadi yang memiliki keunggulan di mata orang banyak. Namun bukan berarti dia adalah penentu nasib organisasi. Kepemimpinan akan kehilangan makna tanpa didukung oleh para bawahan. Yang akan terjadi adalah kesimpangsiuran, tidak adanya koordinasi, bahkan pemberontakan dan perpecahan.

Tengoklah pergantian pemimpin di Indonesia. Pergantian Presiden selalu menimbulkan ketegangan di sana-sini. Bahkan untuk sekedar memilih partai tanpa tekanan pun masih menjadi mimpi bagi sebagian orang.

Partai Golkar, partai terbesar di Indonesia saat ini, menghabiskan biaya milyaran rupiah hanya untuk memilih pemimpin barunya. Itu pun tidak jauh dari kontroversi. PAN juga akan memilih pemimpin barunya, namun diiringi nada pesimis akibat ketidakhadiran Amien Rais. PDIP bahkan lebih tegang lagi.

Sedemikian sulitkah memilih pemimpin?

Ada beberapa tuntunan dalam Islam mengenai masalah kepemimpinan ini, yaitu :

1. Jabatan tidak boleh diberikan pada mereka yang memintanya. Ini untuk menghindari adanya nafsu akan jabatan yang membutakan para calon pemimpin tersebut. Seorang Muslim harus paham benar bahwa jabatan adalah beban tanggung jawab, bukan hak untuk memenuhi keinginan pribadi. Karena itu, seorang yang bertanggung jawab tentu tidak akan menyukai jabatan tersebut. Ada kondisi khusus, yaitu dalam keadaan darurat, yaitu jika kita khawatir jabatan tersebut akan diambil oleh orang-orang yang kurang amanah dan suka bertindak zalim. Dalam kondisi ini, kita dibolehkan untuk mengajukan diri untuk menduduki sebuah jabatan. Contohnya adalah pada saat Nabi Yusuf as. mengajukan dirinya sebagai calon Bendahara Negara Mesir.

2. Setiap Muslim adalah pemimpin. Tentu saja hadits Rasulullah saw. ini bukan berarti bahwa kita semua bebas membuat keputusan seenaknya. Hadits ini menggambarkan bahwa seorang pemimpin besar pun akan tunduk jika para bawahannya menggulingkannya. Setiap orang dalam organisasi memiliki kemampuan untuk memajukan atau menghancurkan organisasi tersebut. Adanya jabatan pemimpin tidak berarti menafikan kontribusi para bawahan. Pemimpin ada untuk mengkoordinasikan potensi para bawahan.

Kesalahan umum yang dibuat manusia adalah berlomba-lomba merebut jabatan dan mengira bahwa organisasi akan tegak berdiri jika dipimpin oleh seorang tokoh besar. Padahal, tokoh besar itu pun pasti akan gagal jika tidak didukung oleh para bawahannya. Masalah tidak akan beres setelah kita memilih pemimpin. Masih banyak masalah yang harus dipikirkan selain itu. Sayangnya, kita masih saja bergulat dengan masalah menentukan siapa yang harus jadi pemimpin.

Dalam hal ini kita mesti belajar dari PKS. Diam-diam, dalam usia yang belum lagi 10 tahun, PKS sudah memiliki 4 orang kader yang pernah duduk di kursi pimpinan. Nur Mahmudi Ismail mundur karena diangkat sebagai menteri, dan segera diganti dengan Hidayat Nur Wahid. Kemudian aturan Pemilu memaksa PK untuk mundur, dan dibentuklah PKS dengan ketuanya Al-Muzammil Yusuf. PK pimpinan Hidayat Nur Wahid melebur dalam PKS dan Hidayat Nur Wahid diangkat kembali menjadi Presiden PKS. Ketika Hidayat Nur Wahid diangkat menjadi ketua MPR, lagi-lagi PKS dengan 'santainya' mengganti pemimpin. Tifatul Sembiring naik ke kursi pejabat sementara.

Apakah ini bukti ketidakseriusan dalam memilih pemimpin?

Hal ini karena PKS percaya bahwa pemimpin memang harus memiliki kemampuan yang menonjol, tapi tidak mesti sempurna. Yang penting adalah kesolidan para bawahan yang mendukungnya. Bagi para bawahan, tidak masalah siapa saja yang memimpin mereka, asalkan tidak melanggar perintah Allah. Sampai hari ini, tidak ada kader PKS yang protes mengenai pergantian pemimpin.

Jangan sampai kita ribut-ribut terus memilih pemimpin, lalu semua kerja keras itu percuma karena kita tidak solid karena jagoan kita kalah. Ini adalah sebuah langkah percuma.

wassalaamu'alaikum wr. wb.

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help