Blog EntryInferior Di Hadapan IslamOct 9, '06 3:09 AM
for everyone

assalaamu’alaikum wr. wb.

Sebelumnya, Jack Straw, mantan Menlu Inggris yang kini menjadi ketua Majelis Perwakilan Rendah (House of Common) melontarkan usulan agar para muslimah yang mengenakan cadar mau membuka cadarnya jika sedang bercakap-cakap dengan orang lain. Alasannya, karena dalam sebuah percakapan memang semestinya memperlihatkan wajah, tidak seperti percakapan di e-mail atau telepon.

Seperti sudah diduga, pernyataan ini mengundang banyak kritik. Jack Straw sendiri menegaskan bahwa dirinya membela hak setiap perempuan untuk mengenakan hijab. Bagaimana pun, umat Islam tidak bisa menerima kritik manusia mana pun terhadap aturan yang dibuat oleh Allah SWT. Niatnya baik atau tidak, Jack Straw harus belajar untuk menghormati kewajiban dalam agama lain. Ia harus memahami bahwa Rasulullah saw. sekali pun tidak punya hak untuk mengubah aturan apa pun yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Jika tidak ada sikap saling menghormati, maka tidak ada lagi toleransi.

Seolah kontroversi ini tidak cukup, Phil Woolas, Menteri yang membidangi hubungan antaretnis di Inggris mendukung usulan Jack Straw dengan penjelasan yang bahkan lebih menarik lagi untuk disimak. Woolas menulis pada artikelnya yang berjudul “Why Jack’s Got It Right” : “Kebanyakan warga Muslim kelahiran Inggris yang mengenakannya melakukannya sebagai penegasan atas identitas dan agama mereka. Hal ini bisa menimbulkan kekhawatiran dan kebencian di kalangan Non-Muslim dan mengarah pada diskriminasi”.

Lebih lanjut, Woolas juga menegaskan bahwa “Warga Muslim jadi lebih memiliki keinginan kuat untuk menegaskan identitasnya dan ini menjadi semacam lingkaran setan di mana ahli-ahli waris Inggris cuma para rasis seperti British National Party”.

Woolas mengakui bahwa setiap Muslimah memiliki hak untuk menutup wajahnya. Namun, pada saat yang sama, ia juga mengingatkan bahwa para Muslimah tersebut harus menyadari juga bahwa orang lain yang tidak paham budaya ini bisa merasa takut dan terintimidasi. “Orang bebas untuk melakukan apa yang mereka inginkan, tapi mereka harus menyadari tindakan mereka seringkali menimbulkan dampak bagi orang lain.”

Terlepas dari pendapat para ulama mengenai hijab, apakah termasuk menutup wajah atau tidak, marilah kita bahas usulan Jack Straw dan pendapat Phil Wooles mengenai hal ini.

Kesalahan pertama yang dilakukan oleh Jack Straw dan Phil Wooles sudah saya kemukakan sebelumnya, yaitu tidak adanya respek terhadap ajaran agama lain. Agama bukan urusan main-main. Masalah selera atau preferensi pribadi adalah wilayah yang bisa diutak-atik dengan kritik atau kesepakatan bersama. Agama bukanlah kesepakatan, dan inilah kesalahan paling fatal dalam pemikiran orang-orang sekuler. Berapa pun banyaknya orang yang protes, Islam adalah Islam. Tidak seorang pun boleh menyuruh seorang Muslimah membuka hijab, sebagaimana tidak ada seorang pun juga yang boleh melarang seorang perempuan Kristiani yang taat untuk menjadi biarawati. Kita boleh tidak setuju (bahkan wajar untuk tidak setuju) pada agama selain yang kita anut, tapi kita tidak boleh memaksa umat lain untuk mengutak-atik agamanya sendiri.

Kesalahan kedua adalah pendapat bahwa mengenakan hijab adalah usaha penegasan identitas keislaman. Tidak, sama sekali tidak demikian! Menutup aurat adalah kewajiban, bukan sekedar penegasan identitas. Islam tidak memiliki simbol seperti yang dibayangkan oleh masyarakat sekuler Eropa. Identitas keislaman adalah akhlaq­­-nya. Hijab bukan semacam ‘kartu identitas’ Muslimah sebagaimana KTP bagi warga negara Indonesia. Hijab adalah suatu perangkat yang benar-benar berfungsi untuk menutup aurat yang implikasinya sangat banyak dalam kehidupan bermasyarakat. Orang bodoh pun tahu bahaya yang ditimbulkan dari perilaku mengumbar aurat, hanya saja tidak semua orang mau mengakuinya.

Kesalahan ketiga adalah pernyataan ‘jenius’ Phil Wooles yang mengatakan bahwa penegasan identitas keislaman ini (walau pun saya tidak setuju dengan ungkapan demikian) akan mengakibatkan kekhawatiran dan kebencian di kalangan Non-Muslim. Pernyataan ini saya anggap jenius karena telah berhasil mengungkapkan kondisi yang sebenarny terjadi. Hanya saja, pendefinisian masalahnya keliru total.

Berdasarkan kesimpulan jenius Phil Wooles tadi, penegasan identitas keislaman membuat (sebagian) kalangan Non-Muslim merasa khawatir dan benci. Inilah masalah yang sebenarnya. Mengapa identitas keislaman seseorang menjadikan orang lain merasa ‘gerah’? Apa salahnya memberitahukan pada orang lain bahwa kita adalah Muslim dan kita bangga sebagai Muslim? Apakah orang Katolik atau Protestan yang mengenakan kalung berlambang Salib lantas sah untuk dimusuhi oleh umat lain? Apakah para biksu Budha yang selalu mengenakan jubah tradisionalnya lantas perlu kita benci? Inilah cara berpikir yang hanya mampir di benak orang-orang rasis dan fasis! Jadi, jelaslah sudah bagaimana (sebagian) umat Non-Muslim di Inggris membenci umat Islam hanya karena mereka memilih menjadi Muslim.

Phil Wooles kembali melakukan kesalahan dalam pendefinisian masalah ketika ia mengungkapkan bahwa ahli waris Inggris adalah kaum waris seperti British National Party. Jika memang mereka adalah kaum yang rasis, lantas mengapa hijab yang mesti dipermasalahkan? Kaum rasislah yang mesti diberantas, bukan orang-orang yang menyibukkan diri dengan hidup sesuai aturan agamanya. Kaum rasis jelas menyusahkan orang lain, sedangkan mereka yang mengenakan hijab tidak merugikan siapa pun dengan keputusannya itu.

Kenyataan lain yang terungkap dari pernyataan Wooles adalah bahwa orang lain yang tidak paham akan alasan kaum Muslimah mengenakan hijab bisa merasa takut dan terintimidasi. Takut karena apa? Takut bila suatu hari Islam akan menguasai negerinya? Terintimidasi karena apa? Terintimidasi karena para Muslimah tersebut bangga dengan agamanya, sementara mereka tidak? Faktanya terungkap sudah, yaitu bahwa kebanggaan umat Islam pada agamanya sendiri begitu besar, sehingga sebagian orang dari umat lain merasa kerdil. Padahal, dengan mengenakan hijab, para Muslimah itu hanya melaksanakan satu dari sekian banyak ajaran agamanya, itu saja.

Keanehan terakhir dapat dilihat dari penegasan Wooles yang menyatakan, “Orang bebas untuk melakukan apa yang mereka inginkan, tapi mereka harus menyadari tindakan mereka seringkali menimbulkan dampak bagi orang lain.” Anehnya, ucapan ini berasal dari warga sebuah negeri dimana aurat bebas diobral, baik di kamar pribadi, di halaman rumah, maupun di tepi pantai. Ia juga berasal dari negeri yang membebaskan semua kritik untuk dilontarkan di media massa dalam bentuknya yang paling kasar dan sarkastik sekalipun. Inilah ucapan yang berasal dari warga sebuah negara yang mengijinkan rakyatnya berbuat seenaknya asalkan tidak mengganggu kepentingan orang lain secara material. Lucunya, mereka malah menasehati orang lain agar mengendalikan perbuatannya sehingga tidak ‘berdampak’ bagi orang-orang di sekitarnya.

Dampaknya apa? Takut dan terintimidasi?

Jadi, wahai para Muslimah, sadarilah bahwa Allah mewajibkan hijab demi kepentingan kita semua. Salah satu hikmahnya adalah memunculkan perasaan takut, kerdil, inferior, dan terintimidasi bagi kalangan yang memusuhi Islam. Sangat wajar mereka merasa begitu kerdil, karena mereka tidak pernah merasakan nikmatnya iman dan tidak mengecap manisnya Islam. Kita tidak pernah berniat untuk mengintimidasi siapa pun, tapi toh mereka yang kerdil akan merasa kerdil dengan sendirinya meskipun kita tidak berbuat apa-apa. Wajar jika mereka merasa terintimidasi, because we are, indeed, the khairu ummah.

wassalaamu’alaikum wr. wb.


33 CommentsChronological   Reverse   Threaded
fetryz wrote on Oct 9, '06
artikel bagus ney mas.............

syukron =)
simplyndah wrote on Oct 9, '06
Hijab adalah hal terindah yang hadir dalam kehidupan indah yang memang indah karenaNya
akmal wrote on Oct 9, '06
fetryz said
artikel bagus ney mas.............

syukron =)
sami sami... :D
akmal wrote on Oct 9, '06
Hijab adalah hal terindah yang hadir dalam kehidupan indah yang memang indah karenaNya
ndahe ndahe ndahe... aca aca aca... kekeke :D
adelya wrote on Oct 9, '06
akmal said
Orang bodoh pun tahu bahaya yang ditimbulkan dari perilaku mengumbar aurat, hanya saja tidak semua orang mau mengakuinya.
hanya orang yang berpura-pura bodoh yang belum menutup auratnya...
atau...
dibodohi oleh zaman?

atau...
lebih parahnya lagi tidak bisa membebaskan diri dari zaman perbudakan...


-mungkin-
wallahualam

gak ngerti?
akmal wrote on Oct 9, '06
adelya said
hanya orang yang berpura-pura bodoh yang belum menutup auratnya...
atau...
dibodohi oleh zaman?

atau...
lebih parahnya lagi tidak bisa membebaskan diri dari zaman perbudakan...


-mungkin-
wallahualam

gak ngerti?
kekeke ngerti kok ngerti... :D

sepakat lah! Hidup si Bulat!!! :D
lrscafe wrote on Oct 9, '06
Maaf, koreksi saya kalau salah. Cadar itu kan penutup muka itu ya, yang sampai-sampai hanya matanya aja yang keliatan. Apakah itu benar dalam hukum Islam? Setahu saya, aurat wanita seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan. Kalau definisi saya, muka itu ya termasuk mulut juga. Dalam pandangan saya juga, cadar itu hanyalah budaya, karena di Arab itu kan daerah gurun. Jadi, cadar itu untuk menghalangi debu pasir masuk ke dalam rongga pernafasan. Bandingkan juga dengan pakaian Arab laki-laki yang juga menutup mulut.

Mohon kejelasannya... :)
akmal wrote on Oct 9, '06
lrscafe said
Maaf, koreksi saya kalau salah. Cadar itu kan penutup muka itu ya, yang sampai-sampai hanya matanya aja yang keliatan. Apakah itu benar dalam hukum Islam? Setahu saya, aurat wanita seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan. Kalau definisi saya, muka itu ya termasuk mulut juga. Dalam pandangan saya juga, cadar itu hanyalah budaya, karena di Arab itu kan daerah gurun. Jadi, cadar itu untuk menghalangi debu pasir masuk ke dalam rongga pernafasan. Bandingkan juga dengan pakaian Arab laki-laki yang juga menutup mulut.

Mohon kejelasannya... :)
hehe kan di atas dah saya tulis, terlepas dari perdebatan ulama soal aurat... artinya memang ada perdebatan soal perlu-tidaknya mengenakan cadar bos... :)
alghozi wrote on Oct 9, '06
walan tardho ankal yahudu wa lan nashoro...
apapun statement mereka,hanya lips service doang.. :( untuk menutupi kekerdilan mereka juga. he.he.

to all muslimah.. dibenci dan dihina satu dunia lebih mulia daripada dibenci allah... pertahankan hijab mu..

Orang yang berpakaian tapi telanjang tidak akan melihat bahkan mencium wanginya surga meskipun wanginya surga itu bisa tercium sampai jarak 70 thn perjalanan....:(
adelya wrote on Oct 9, '06
maksudnya aku yang gak ngerti...
sebetulnya saya ini ngomong apa yaa kak? lieur...hihi :)
akmal wrote on Oct 9, '06
alghozi said
walan tardho ankal yahudu wa lan nashoro...
apapun statement mereka,hanya lips service doang.. :( untuk menutupi kekerdilan mereka juga. he.he.

to all muslimah.. dibenci dan dihina satu dunia lebih mulia daripada dibenci allah... pertahankan hijab mu..

Orang yang berpakaian tapi telanjang tidak akan melihat bahkan mencium wanginya surga meskipun wanginya surga itu bisa tercium sampai jarak 70 thn perjalanan....:(
hidup yg make hijaaaaaaaab... yg gak make terserah, tapi jgn sirik donk... kekekeke :D
adelya wrote on Oct 9, '06
alghozi said
to all muslimah.. dibenci dan dihina satu dunia lebih mulia daripada dibenci allah... pertahankan hijab mu..

Orang yang berpakaian tapi telanjang tidak akan melihat bahkan mencium wanginya surga meskipun wanginya surga itu bisa tercium sampai jarak 70 thn perjalanan....:(
Jadi terharu saya...:(
akmal wrote on Oct 9, '06
adelya said
Jadi terharu saya...:(
terharu kok :( ??
lrscafe wrote on Oct 9, '06
akmal said
hehe kan di atas dah saya tulis, terlepas dari perdebatan ulama soal aurat... artinya memang ada perdebatan soal perlu-tidaknya mengenakan cadar bos... :)
Sipp deh kalau begitu... :)
akmal wrote on Oct 9, '06
lrscafe said
Sipp deh kalau begitu... :)
sooop deh... :D
arisulindra wrote on Oct 9, '06
nice share "dek" kekeke.....
heavans wrote on Oct 9, '06
aiiihhhh, aku kok mencium bau diriku dalam retorika mu... tosss.... :D
akmal wrote on Oct 9, '06
nice share "dek" kekeke.....
ok deh om... kekekek :D
akmal wrote on Oct 9, '06
heavans said
aiiihhhh, aku kok mencium bau diriku dalam retorika mu... tosss.... :D
walah maksudnya opo iki bos... kekeke :D
heavans wrote on Oct 10, '06
akmal said
walah maksudnya opo iki bos... kekeke :D
sedikit punya pula yang sama denganku dalam menyampaikan argumentasi dan sanggahan... tapi teteup gak sama kok, kekekekekek (gak mau di sama2in...) :P
Comment deleted at the request of the author.
akmal wrote on Oct 10, '06
heavans said
sedikit punya pula yang sama denganku dalam menyampaikan argumentasi dan sanggahan... tapi teteup gak sama kok, kekekekekek (gak mau di sama2in...) :P
jelas beda donk... ente kan buaya kampussssssssssssssss wakakakakakakak :D

deuuuh adeuuuuh adeuuuuhhh (melanjutkan pertempuran di reply lain) :p
heavans wrote on Oct 10, '06
WAKSSSS!!!! aku lelaki berbudi... wah wah wah, ini jelas-jelas fitnah... aku gak terima... *sambil akting kayak di sinetron, semakin mempertegas kebuayaannya* (~_~)
akmal wrote on Oct 10, '06
heavans said
sambil akting kayak di sinetron, semakin mempertegas kebuayaannya* (~_~)
kayak gimana tuh? marah2 sambil nyisir dan berusaha tampak sempurna di depan kamera dgn angle yg tepat ya? kekeke :p
wahyu25 wrote on Oct 10, '06
jadi ingat perjuangan para muslimah berhijab saat hijab masih di "harom" kan di negeri mayoritas muslim ini ... Semoga Allah merahmati mereka semua.
akmal wrote on Oct 10, '06
wahyu25 said
jadi ingat perjuangan para muslimah berhijab saat hijab masih di "harom" kan di negeri mayoritas muslim ini ... Semoga Allah merahmati mereka semua.
aamiin... :)
heavans wrote on Oct 11, '06
akmal said
kayak gimana tuh? marah2 sambil nyisir dan berusaha tampak sempurna di depan kamera dgn angle yg tepat ya? kekeke :p
kok tau?? dikau buaya juga ternyata... hehehehe, akhirnya ketahuan... *sesama buaya dilarang saling mendahului* :D
akmal wrote on Oct 11, '06
heavans said
kok tau?? dikau buaya juga ternyata... hehehehe, akhirnya ketahuan... *sesama buaya dilarang saling mendahului* :D
yah saya kan bergaul sama sapa aja... buaya darat juga manusia... kekeke :D
heavans wrote on Oct 12, '06
oh gituuuu toh... emang kok, buaya gak pernah mau ngaku kalo dirinya buaya, kakakakakak :D (kita ngomong apa seh, makin lama kok makin ge penting :P )
akmal wrote on Oct 13, '06
heavans said
oh gituuuu toh... emang kok, buaya gak pernah mau ngaku kalo dirinya buaya, kakakakakak :D (kita ngomong apa seh, makin lama kok makin ge penting :P )
gak penting gak penting gak penting deh awww...

yyuuuukkkk... :p
abudaniel wrote on Mar 30, '07
Assalamu'laikum,

"Woolas mengakui bahwa setiap Muslimah memiliki hak untuk menutup wajahnya. Namun, pada saat yang sama, ia juga mengingatkan bahwa para Muslimah tersebut harus menyadari juga bahwa orang lain yang tidak paham budaya ini bisa merasa takut dan terintimidasi. “Orang bebas untuk melakukan apa yang mereka inginkan, tapi mereka harus menyadari tindakan mereka seringkali menimbulkan dampak bagi orang lain.”

Tugas dan kewajiban kita umat Muslim untuk menjelaskan kewajiban ini. Ini bukan budaya, sebagai dikatakan Woolas, melainkan kewajiban. Bukan dari imam atau pemuka Islam, bahkan bukan dari Nabi secara pribadi, melainkan dari Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran dan disampaikan oleh Rasulallah SAW ke umat.
Dan kewajiban mereka (umat non-Muslim) untuk mengerti dan memahami, bahwa ini salah satu kewajiban disamping menunjukkan identitas sebagai Muslimah.
Kalau kita saja yang diharuskan untuk mengerti mereka, sementara mereka tidak mau mengerti kita, maka berdasarkan logika HAM (yang diagung-agungkan mereka), malah bertindak anarkis, baik dengan perbuatan maupun dengan perkataan, mereka sudah melanggar HAM kita.

Wassalam,


akmal wrote on Mar 30, '07
Assalamu'laikum,

"Woolas mengakui bahwa setiap Muslimah memiliki hak untuk menutup wajahnya. Namun, pada saat yang sama, ia juga mengingatkan bahwa para Muslimah tersebut harus menyadari juga bahwa orang lain yang tidak paham budaya ini bisa merasa takut dan terintimidasi. “Orang bebas untuk melakukan apa yang mereka inginkan, tapi mereka harus menyadari tindakan mereka seringkali menimbulkan dampak bagi orang lain.”

Tugas dan kewajiban kita umat Muslim untuk menjelaskan kewajiban ini. Ini bukan budaya, sebagai dikatakan Woolas, melainkan kewajiban. Bukan dari imam atau pemuka Islam, bahkan bukan dari Nabi secara pribadi, melainkan dari Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran dan disampaikan oleh Rasulallah SAW ke umat.
Dan kewajiban mereka (umat non-Muslim) untuk mengerti dan memahami, bahwa ini salah satu kewajiban disamping menunjukkan identitas sebagai Muslimah.
Kalau kita saja yang diharuskan untuk mengerti mereka, sementara mereka tidak mau mengerti kita, maka berdasarkan logika HAM (yang diagung-agungkan mereka), malah bertindak anarkis, baik dengan perbuatan maupun dengan perkataan, mereka sudah melanggar HAM kita.

Wassalam,


tul sekali bos... pokoknya yg ngelarang jilbab itulah pelanggar HAM sebenarnya... :D
friendlyma2h wrote on May 9
assalammu laikum
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help