Blog EntryRadikal ?Nov 10, '06 5:01 AM
for everyone
assalaamu'alaikum wr. wb.

Seperti biasa, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memang tidak pernah sehati dengan umat Islam. Bantarto Bandoro, Direktur Publikasi dan Infrastruktur Ilmiah CSIS, sebagaimana diberitakan oleh situs Antara tertanggal 10 Nopember 2006, mengatakan bahwa protes terhadap kedatangan George W. Bush ke Indonesia hanya akan berlangsung sebentar karena hanya didasari oleh sikap emosional.

"Saya amat memahami mengapa protes tersebut banyak dikeluarkan oleh para kalangan Islam Radikal. Pada kenyataannya memang AS-lah yang paling banyak membuat korban jiwa di banyak negara Islam seperti Irak ataupun Afghanistan". Begitulah katanya, sebagaimana dilansir oleh Kantor Berita Antara.

Dalam wawancaranya dengan Antara, Bantarto Bandoro terlihat gemar sekali menggunakan istilah 'Islam Radikal'. Dalam kutipan di situs Antara tersebut, beginilah dua komentar lainnya yang juga menggunakan istilah tersebut :
  • "Hal tersebutlah yang sebenarnya menjadi titik fokus dan yang ingin disampaikan dari banyak protes tersebut. Serta mungkin saja persepsi seperti itu tidak akan pernah hilang dari banyak kalangan Islam Radikal."
  • "Banyak kalangan Islam Radikal yang tidak memahami pentingnya hadirnya sebuah kekuatan besar di dalam mengelola masalah keamanan dan politik di kawasan Asia Tenggara. Karena Indonesia dan ASEAN tidak bisa mengatasi sendiri masalah keamanan dan politik di kawasan tersebut."
Saya maklum sepenuhnya pada sikap CSIS, karena sejak dulu organisasi ini memang menjadi think tank yang tidak pernah memihak pada umat Islam, dan rasanya tidak salah juga kalau ada yang curiga bahwa bahwa organisasi ini dikendalikan sepenuhnya oleh 'pihak-pihak asing' yang you-know-who. Kecurigaan ini sangat beralasan jika melihat komentarnya di atas yang menggarisbawahi pentingnya kehadiran sebuah 'kekuatan besar' di Asia Tenggara. Herannya, meski organisasi ini mengaku terlibat dalam pemikiran strategis (sesuai namanya), ia justru mengabaikan sama sekali bahaya kehadiran sebuah 'kekuatan besar' di teritorial negara berkembang seperti Indonesia.

Yang menarik di sini adalah penggunaan istilah 'emosional' dan 'Islam Radikal'. Pertanyaan yang muncul di benak saya adalah :

1. Apa betul protes terhadap kedatangan Bush hanya semata emosional?
2. Jika memang emosional, apakah hal itu salah?
3. Mengapa yang protes dianggap sebagai 'kaum radikal'?

Pertama, fakta kejahatan perang George W. Bush adalah fakta, bukan opini. Lucunya, Bantarto Bandoro pun mengakui hal ini dalam salah satu statement-nya di atas. Jadi, jika kejahatannya sudah terlalu jelas untuk dibantah, maka mengapa harus menerima kedatangannya? Wajarkah menerima pembunuh berdarah ke rumah kita dan membiarkannya berada dekat dengan anak-istri kita? Apakah ini disebut emosional juga?

Kedua, kalau pun memang emosional, salahkah alasan tersebut? Manusia memang seringkali susah memahami masalah orang lain lantaran tak mampu berempati. Saya rasa inilah masalah yang dialami oleh Bantarto Bandoro dan kawan-kawan seperjuangannya. Fakta menunjukkan bahwa keberadaan emosi adalah suatu hal yang amat wajar. Semua orang boleh menganggap hukuman mati bagi pembunuh adalah hal yang tidak wajar di hadapan hak asasi manusia, atau apalah. Tetapi lihatlah bagaimana reaksi setiap orang yang anggota keluarganya dibunuh. Apa tuntutan mereka? Hukuman mati! Bantarto Bandoro mencela sikap emosional karena ia tidak menempatkan dirinya pada posisi para korban. Kalau saja ada anggota keluarganya yang disiksa, diperkosa dan dibantai secara keji oleh pasukannya George W. Bush, barangkali ia akan berpendapat lain. Tapi CSIS terlalu angkuh sekedar untuk belajar berempati. Atau barangkali empati itu sendiri tidak dianggap sebagai sebuah tindakan yang 'strategis'. Tentu saja tidak strategis kalau tujuannya ingin mengambil hati AS.

Sekali lagi, salahkah jika para korban (atau mereka yang merasa bersaudara karena iman dengan para korban) bersikap emosional? Silakan direnungkan dan jawab sendiri.

Ketiga, apa maksudnya 'radikal' di sini? Sejak kapan Bantarto Bandoro memiliki hak untuk memberi cap 'radikal' pada semua orang yang tidak setuju dengannya? Justru tindakan sepihaknya inilah yang akan berbalik pada dirinya sendiri. Dalam pandangan saya, tindakan ekstrem inilah yang bisa disebut radikal. Sebaliknya, demonstrasi menolak kedatangan Bush sama sekali tidak radikal, karena seramai apa pun demonstrasi, ia tetaplah demonstrasi. Apanya yang radikal dari sebuah demonstrasi?

Memprotes dengan membakar rumah orang lain, itu radikal. Memprotes dengan membantai orang-orang yang tidak sepaham, itu juga radikal. Demonstrasi? Apakah CSIS hendak memasung hak warga untuk menyatakan pendapat? Sejauh yang saya pahami, George W. Bush adalah tokoh yang paling pas untuk dinyatakan sebagai radikal. Demikian juga klaim Bantarto Bandoro yang memberi cap sembarangan pada mereka yang tidak setuju pada suatu pendapat, itu bisa dikatakan radikal. Jadi bukan hanya George W. Bush, Bantarto Bandoro pun sebaiknya diusir dari Indonesia jika tidak mau mengubah pendapatnya!

Membunuh tanpa alasan, itu sangat radikal. Akan tetapi, membunuh seorang pembunuh (tentunya setelah diadili dan dicek kebenarannya) tidak bisa dianggap radikal. Menyerang sebuah negara tanpa alasan yang jelas (misalnya weapon of mass destruction yang legendaris itu) adalah tindakan super radikal. Di sisi lain, menyerang penjajah karena cinta tanah air tentu bukan radikal namanya (otherwise, Indonesia akan termasuk dalam jajaran negara radikal). Radikal atau bukan tidak bisa dilihat dari fenomena 'luarnya' saja, melainkan harus dinilai dari motif dan alasannya.

Apakah CSIS tidak paham masalah sesederhana ini? Bukan main!

wassalaamu'alaikum wr. wb.

24 CommentsChronological   Reverse   Threaded
be2ny wrote on Nov 10, '06
bagaimana perlindungan terhadap agama lainnya he..he....
akmal wrote on Nov 10, '06
be2ny said
bagaimana perlindungan terhadap agama lainnya he..he....
perlindungan dari apa? bisa lebih spesifik?
heavans wrote on Nov 10, '06
hehehehe, emang kadang2 beliau orangnya gak jelas om... :P
wib711 wrote on Nov 10, '06
judul ama gambarnya cocok... kayak merek Ban "GT Radikal" :p
papaemarvel wrote on Nov 10, '06
Kalau saya sih penginnya protes ke pemerintah sebab ;

Dulu waktu jamannya Konfrensi APEC dimana hadir pula presiden US Bill Clinton, tidak terjadi perusakan sebuah tempat bersejarah yaitu lotus pond yang merupakan trademark bagi untuk KRB. Meskipun bisa digantikan, tetapi unsur sejarahnya sudah tidak menarik lagi. Padahal di tempat itu dulu konon Ratu Sirikit menyebar bibit enceng gondok.
akmal wrote on Nov 10, '06
Kalau saya sih penginnya protes ke pemerintah sebab ;

Dulu waktu jamannya Konfrensi APEC dimana hadir pula presiden US Bill Clinton, tidak terjadi perusakan sebuah tempat bersejarah yaitu lotus pond yang merupakan trademark bagi untuk KRB. Meskipun bisa digantikan, tetapi unsur sejarahnya sudah tidak menarik lagi. Padahal di tempat itu dulu konon Ratu Sirikit menyebar bibit enceng gondok.
wah saya yg orang bogor malah baru tau tuh pak.. thx for the info.. :)

*maklum waktu peristiwa APEC itu saya baru SMP, blum peduli sama politik* :p
akmal wrote on Nov 10, '06
wib711 said
judul ama gambarnya cocok... kayak merek Ban "GT Radikal" :p
http://mrnoxious.multiply.com/photos/album/7

for more cool pics condemning the worst mistake ever happened in the history of USA's election result... wakakakaka :D
krisadisby wrote on Nov 10, '06
saya setuju dengan pendapat anda bang akmal. memang sekarang ini corong2 amrik banyak banget di indonesia, mengatasnakaman LSm ini itulah. kalo ada masalah yg menyangkut ketidakadilan terhadap warga amrik misalnya, mereka lantang bersuara. tapi kalo ada ketidakadilan terhadap warga indonesia, muslim khususnya, mereka seperti tertidur.. mungkin karena kebanyakan duit yg menyumpal panca indera mereka yah? kekekeke :D
akmal wrote on Nov 10, '06
saya setuju dengan pendapat anda bang akmal. memang sekarang ini corong2 amrik banyak banget di indonesia, mengatasnakaman LSm ini itulah. kalo ada masalah yg menyangkut ketidakadilan terhadap warga amrik misalnya, mereka lantang bersuara. tapi kalo ada ketidakadilan terhadap warga indonesia, muslim khususnya, mereka seperti tertidur.. mungkin karena kebanyakan duit yg menyumpal panca indera mereka yah? kekekeke :D
it's all about the money... :)
rikaadinda wrote on Nov 10, '06
hehehe... gambarnya lucu. dapet dr mana tuh?
akmal wrote on Nov 10, '06
hehehe... gambarnya lucu. dapet dr mana tuh?
tuh ada linknya di salah satu jawaban saya utk reply... :)
roycelover wrote on Nov 10, '06
Duhhh Bush, Yang Senior sama Yang Junior sama sama Dajjal nya.

Islam Radikal kayak apaan sih? Apa yang menegakkan yang Haq dan Memerangi yang Batil termasuk golongan radikal juga ya? Suka aneh dengan penyebutan islam radikal, yang ada malah orang mabok di sarang JIL :-)
roycelover wrote on Nov 10, '06
Jadi inget **nggosip** perkataan salah seorang petinggi LSM yang sering disebut 'setan'. Katanya kalau belum kaya gak akan tobat...:-))
fetryz wrote on Nov 10, '06
hmmmm.............

*lagi mikir mengerucutnya kemana*
=D
syifa95 wrote on Nov 10, '06
Duhhh Bush, Yang Senior sama Yang Junior sama sama Dajjal nya.
ibarat buah jatuh pasti tak jauh dari pohonnya mas...

bapaknye dajjal anknya ya gak jauh2 juga
simplyndah wrote on Nov 10, '06
ambil tas ransel, masukan sebotol air mineral, handuk kecil, kacamata hitam, vitamin c, pasang sepatu kets, kaos adem, trus slayer ---->>pasang kuda-kuda siap aksi!
akmal wrote on Nov 11, '06
Jadi inget **nggosip** perkataan salah seorang petinggi LSM yang sering disebut 'setan'. Katanya kalau belum kaya gak akan tobat...:-))
koreksi dikit mas...

LSM itu Lembaga Swadaya Masyarakat... kalo lembaga yg ngemis2 duit dari F**d Foundation dan The A**a Foundation sih gak diitung swadaya namanya... lebih cocok diberi label LMTB, alias Lembaga Masyarakat Tak Berdaya... kekekeke :p
akmal wrote on Nov 11, '06
pasang kuda-kuda siap aksi!
halah latian kuda2nya aja males kok dah siap aksi... :p
lrscafe wrote on Nov 12, '06
Lucu memang. Padahal korban di negara-negara di Timur Tengah itu bukan hanya Islam saja. Konyol sekali kalau dipikir yang emosional itu cuma Islam radikal saja. Jualannya udah mulai gak laku kali ya... Hehehe...
akmal wrote on Nov 12, '06
lrscafe said
Lucu memang. Padahal korban di negara-negara di Timur Tengah itu bukan hanya Islam saja. Konyol sekali kalau dipikir yang emosional itu cuma Islam radikal saja. Jualannya udah mulai gak laku kali ya... Hehehe...
jualan jamu? :p
abudaniel wrote on Mar 30, '07, edited on Mar 30, '07
Assalamu'alaikum,
Yang jadi pikiran saya adalah CSIS ini berafiliasi kemana?. Kajian yang dilakukannya untuk siapa?. Strateginya, strategi apa yang dikaji?.

Kembali pada masaalah 'Radikal". Yang "radikal" itu siapa?. Binatang atau sejenis makhluk apa dia. Difinisinya apa?. Apakah Rasulallah ketika menyerang Yahudi Khaibar yang berkhianat juga dianggap "Radikal", apakah ketika Beliau menyuruh shahabat menyerang perkampungan Badui dipinggiran Madinah karena membunuh shahabat Beliau dinamakan "Radikal". Kalau perbuatan Rasulallah tersebut dikatakan Radikal, maka mari kita beramai-ramai ber"Radikal" ria. Kalau mencontoh Rasulallah disebut "Radikal", siapa takut!.
Orang yang tidak berreaksi kalau diri, golongan atau saudaranya diserang, maka bisa disebut manusia "Dayus", nggak punya harga diri.
Cuma cara reaksinya bagaimana, tergantung dari siapa. Ada yang reaksinya berupa tindakan keras sesuai kemampuannya, ada yang dengan pernyataan keras dimedia-media komunikasi, elektronik maupun tulis, ada yang dengan cara lemah lembut, dan ada yang cukup dengan berdoa didalam hati.
Bagaimanapun Umat Islam memang harus "radikal" demi menjaga marruwah dan existensinya. Yang jadi pertanyaannya, apa bisa umat Islam sehati dan sehaluan selagi didalam tubuhnya terdapat kaum "munafiqin wal munafiqat" atau Jaringan-jaringan yang merusak Islam secara sistematis, padahal notabene mereka adalah "pemeluk?" Islam?.

Wassalam,
akmal wrote on Mar 30, '07
Assalamu'alaikum,
Yang jadi pikiran saya adalah CSIS ini berafiliasi kemana?. Kajian yang dilakukannya untuk siapa?. Strateginya, strategi apa yang dikaji?.

Kembali pada masaalah 'Radikal". Yang "radikal" itu siapa?. Binatang atau sejenis makhluk apa dia. Difinisinya apa?. Apakah Rasulallah ketika menyerang Yahudi Khaibar yang berkhianat juga dianggap "Radikal", apakah ketika Beliau menyuruh shahabat menyerang perkampungan Badui dipinggiran Madinah karena membunuh shahabat Beliau dinamakan "Radikal". Kalau perbuatan Rasulallah tersebut dikatakan Radikal, maka mari kita beramai-ramai ber"Radikal" ria. Kalau mencontoh Rasulallah disebut "Radikal", siapa takut!.
Orang yang tidak berreaksi kalau diri, golongan atau saudaranya diserang, maka bisa disebut manusia "Dayus", nggak punya harga diri.
Cuma cara reaksinya bagaimana, tergantung dari siapa. Ada yang reaksinya berupa tindakan keras sesuai kemampuannya, ada yang dengan pernyataan keras dimedia-media komunikasi, elektronik maupun tulis, ada yang dengan cara lemah lembut, dan ada yang cukup dengan berdoa didalam hati.
Bagaimanapun Umat Islam memang harus "radikal" demi menjaga marruwah dan existensinya. Yang jadi pertanyaannya, apa bisa umat Islam sehati dan sehaluan selagi didalam tubuhnya terdapat kaum "munafiqin wal munafiqat" atau Jaringan-jaringan yang merusak Islam secara sistematis, padahal notabene mereka adalah "pemeluk?" Islam?.

Wassalam,
Israel aja boleh bertindak radikal dgn menggempur Lebanon utk membebaskan segelintir tentaranya (itu pengakuannya aja sih), kenapa umat Islam gak boleh ya...? :)
islamkelindas wrote on Aug 2, '07
lah islam senjata nya cuman mulut bau taik arab gimana bisa?ngaca dulu kau islam goblok. ku tikam pula nanti kau. enakan ngentot ama ank kecil seperti nabi muhammad kan.dasar islam cuman modal mulut ember
akmal wrote on Aug 2, '07
lah islam senjata nya cuman mulut bau taik arab gimana bisa?ngaca dulu kau islam goblok. ku tikam pula nanti kau. enakan ngentot ama ank kecil seperti nabi muhammad kan.dasar islam cuman modal mulut ember
ya ya Bang Roy Sianipar (or whoever you are), kami semua sudah tahu kok akhlaq Anda bejat bukan main... nggak usah dibuktikan lagi... :D
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help