Blog EntryAhmad Dhani dan Agama Sesuka HatiDec 5, '06 11:23 PM
for everyone

assalaamu’alaikum wr. wb.

Bukan keajaiban lagi kalau Ahmad Dhani, frontman grup band Dewa itu, tiba-tiba menarik perhatian masyarakat dengan pernyataan-pernyataannya yang kontroversial.  Musisi handal yang satu ini memang sejak dulu terkenal karena kontroversinya, baik dalam kehidupan bermusiknya atau di luar itu.  Persis Gus Dur, salah satu tokoh pujaannya itu.  

Tokoh yang satu ini, selain diakui kehandalannya dalam bermusik, juga dikenal karena sikapnya yang arogan dan tidak mau peduli dengan pendapat orang lain.  Dia juga tidak peduli pada orang-orang yang merasa tersinggung melihat performance-nya di atas panggung yang beralaskan kaligrafi yang jelas-jelas mirip sekali dengan lafadz “Allah”.  Padahal, sekedar minta maaf secara terbuka saja kemungkinan besar sudah mampu meredam amarah orang banyak.  Tapi, seperti kata sepupu saya, “Emang ada yang lebih gede daripada egonya Ahmad Dhani?” 

Ya, tentu saja, permintaan maaf itu tidak pernah terjadi.

Masalah sikap Dhani yang otoriter itu memang bukan barang baru.  Gonta-ganti personel yang dialami oleh Dewa (dulu Dewa 19) konon banyak disebabkan oleh ketidakcocokan Dhani dengan personil lainnya.  Salah satu ‘perseteruan’ terbesar yang diisukan pernah terjadi di tubuh Dewa adalah antara Dhani dan Wong Aksan, salah satu mantan drummernya.  Meski demikian, banyak yang berpendapat bahwa Dhani memang berhak bersikap seperti itu karena dialah konseptor dan pendiri utama band tersebut. 

Kontroversi berikutnya yang terjadi adalah pertengkarannya dengan sang ayah kandung yang terjadi secara sangat terbuka dan diliput oleh banyak sekali media.  Entah bagaimana, Eddy Abdul Manaf, ayahanda Ahmad Dhani, merasa yakin bahwa anak pertama dari istri ketiganya itu telah berpoligami dengan menikahi Mulan Kwok.  Atas keyakinannya tersebut, sang ayah secara frontal menyatakan dirinya tidak merestui tindakan Dhani tersebut.  Benar-tidaknya isu poligami tersebut, saya tidak tahu, dan tidak peduli.  Itu urusan rumah tangga orang lain.  Bagi saya, yang menarik adalah fakta bahwa ayahnya sendiri telah sedemikian kesal padanya sampai-sampai merasa perlu memanfaatkan jasa infotainment untuk memberitakan kekesalannya pada sang anak.

Memanfaatkan infotainment agaknya juga sudah menjadi trend atau pilihan yang dianggap bagus oleh Ahmad Dhani sekeluarga, karena baru-baru ini pun beredar kabar mengejutkan (yang tentu saja ‘dilahap’ duluan oleh infotainment) perihal nasib perkawinan Ahmad Dhani dengan istrinya, Maia.  Inti masalahnya adalah : Dhani merasa Maia telah melalaikan kewajibannya sebagai ibu bagi anak-anaknya karena mengutamakan karirnya sebagai personil Ratu.  Oleh karena itu, Dhani mengultimatum Maia untuk kembali mengurus anak-anak dengan semestinya, atau Ratu dibubarkan saja. 

Hal pertama yang menarik (bagi saya) dari kasus ini adalah eksploitasi infotainment dan berbagai tabloid untuk penyebaran berita.  Bahkan kenyataan bahwa Ahmad Dhani menjadikan masalah rumah tangganya sendiri sebagai berita yang dikonsumsi masyarakat luas pun membuat saya terperangah.  Apakah semua ini benar-benar perlu?  Tidak cukupkah berbicara dari hati ke hati antara suami dengan istrinya untuk mencarikan jalan keluar?  Tidak adakah lagi rasa saling percaya sampai-sampai masyarakat luas dipersilakan menjadi wasit dan jurinya?  Sudah sedemikian geramkah Dhani sampai-sampai merasa perlu menyatakan kekesalannya itu melalui media massa?

Hal menarik yang kedua saya temukan ketika membaca liputan kasus ini di tabloid Nova.  Dalam wawancara, Ahmad Dhani jelas-jelas memproklamirkan arogansinya dengan berkata “Saya sombong tidak hanya kepada orang se-Indonesia, tapi dengan istri pun saya bisa sombong.”  

Sombong kepada istri?  Saya beri waktu kepada Anda untuk mencerna pernyataan yang aneh bin ajaib ini.  Saya pun perlu waktu sejenak ketika pertama kali membacanya.

Di halaman berikutnya, berturut-turut Nova menyajikan hasil wawancara dengan Eddy Abdul Manaf dan Dadang S. Manaf, anak pertama Eddy dari istri pertamanya.  Keduanya mengarah pada satu kesimpulan : Ahmad Dhani memang sudah arogan sejak dulu.  Dan hal ini diakuinya sendiri secara terang-terangan.  Hal ini telah menjelaskan banyak hal. 

Hal menarik ketiga – dan yang paling menarik bagi saya – adalah ketika Ahmad Dhani menyatakan bahwa dirinya hanya menegakkan supremasi suami sebagai bagian dari hukum Tuhan.  “Saya tahu apa yang saya lakukan.  Dalam hukum agama, suami berhak apa saja terhadap istrinya.”  Di kesempatan lain, ia juga berujar, “Menegakkan hukum Tuhan, lelaki is the ruler.”

Kedua pernyataan ini jelas tidak memiliki sandaran yang kokoh dalam agama yang dianutnya (atau diakui memang dianutnya), yaitu Islam.  Mengatakan bahwa suami berhak apa saja terhadap istrinya adalah pengambilalihan hak-hak Allah.  Tidak ada yang berhak atas apa saja di dunia ini selain Allah.  Suami memang punya hak atas istri, tapi istri pun jelas punya hak atas suaminya.  Itulah keseimbangan yang ditawarkan oleh Islam, bukan absolutisme manusia atas manusia lainnya.  Jelas terjadi kesalahpahaman konseptual besar-besaran dalam cara pandang Dhani terhadap agamanya sendiri.  

Saya pribadi setuju pada pendapat yang menyatakan bahwa seorang perempuan yang sudah menikah seharusnya mengutamakan rumah tangganya di atas karir atau apa pun.  Hanya saja, saya sangat tergelitik melihat Ahmad Dhani mengeksploitasi hukum Islam dan memodifikasinya sesuai kepentingannya sendiri di satu pihak, sementara ia mengabaikan habis-habisan hukum Islam di sisi yang lain.

Apakah sombong itu dibenarkan di dalam Islam?  Islam menegaskan bahwa manusia yang ada rasa sombong dalam hatinya, meski secuil, maka ia takkan bisa mencium wanginya surga.  Darimana pulakah ia mendapatkan pembenaran atas buruknya ikatan tali silaturahim dengan ayah kandungnya sendiri?  Semuanya ini jelas jauh dari ajaran Islam. 

Saya tidak hendak mengurusi rumah tangga orang lain, tidak pula memiliki prediksi macam-macam atas kelanjutan rumah tangga Dhani – Maia.  Semua itu adalah urusan mereka berdua, dan mudah-mudahan Allah memberikan yang terbaik bagi mereka berdua dan ketiga anaknya.  Hanya saja, pemanfaatan hukum Islam secara sepihak semacam ini tidak boleh dijadikan kebiasaan.  Kita tidak boleh memilih-milih dalil mana yang bisa kita manfaatkan untuk kesenangan pribadi dan menyembunyikan mana yang tidak kita sukai.

Gejala pemahaman parsial seperti ini terjadi dimana-mana.  Anak-anak disuruh untuk menghormati orang tua, mencium tangannya, dan sebagainya.  Akan tetapi, entah mengapa, hadits-hadits yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah saw. untuk mengucapkan salam duluan kepada anak-anak jarang sekali diulas, begitu pun dengan sifat sabar beliau kepada bayi yang mengencingi pakaiannya.  Rakyat disuruh tunduk pada pemerintah, tapi pemerintahnya sendiri tidak mau taubat dari sifat korupnya.  Persis seperti Gus Dur yang malas sekali bicara dengan dalil-dalil yang benar, namun ketika rakyat menghendakinya turun dari kursi kepresidenan, tiba-tiba saja beredar larangan makar terhadap pemerintah yang sah secara syariat, lengkap dengan dalil-dalilnya! 

Berhentilah memanfaatkan ayat-ayat Allah untuk kesenangan pribadi.  Jika hal itu Anda lakukan, Anda hanya akan jadi bahan tertawaan.  Seperti Ahmad Dhani ini, yang sudah mengikuti jejak Nurcholis Madjid, Gus Dur, JIL, Ulil Abshar Abdalla, Jalaluddin Rakhmat, dan sejenisnya.  Menerima sebagian dari ayat-ayat Allah dan menafikan yang lain, semuanya sudah pernah mereka lakukan.  Basi!

wassalaamu’alaikum wr. wb.


54 CommentsChronological   Reverse   Threaded
divarahman wrote on Dec 5, '06
masyaallah... wudhu dulu ah...
lrscafe wrote on Dec 5, '06
Ngomong2 polygami... kabarnya UU perkawinan akan memperketat syarat polygami. Hukum Allah mau dimain2kan kayaknya ya...

Btw, selamat ya atas pernikahannya :)

MT Wilson
www.majolelo.com
ti2n wrote on Dec 5, '06
lama-lama bosen juga ngeliat dan membaca infotainment kita...
banyak banget maksiat di dalamnya :(
krisadisby wrote on Dec 5, '06, edited on Dec 5, '06
hmm... baru tau nih bang, soalnya saya jarang banget nonton infotainment sih, ngg ada manfaatnya buatku ;))
sya2 wrote on Dec 5, '06
dhani yang aneh..
ianaja wrote on Dec 5, '06
Berhentilah memanfaatkan ayat-ayat Allah untuk kesenangan pribadi.
==================================================
oleh karena itu, kita tidak boleh berhenti utk terus belajar & mengkaji selalu firman-Nya.
akmal wrote on Dec 5, '06
masyaallah... wudhu dulu ah...
menjelang zhuhur? :p
akmal wrote on Dec 5, '06
lrscafe said
Ngomong2 polygami... kabarnya UU perkawinan akan memperketat syarat polygami. Hukum Allah mau dimain2kan kayaknya ya...

Btw, selamat ya atas pernikahannya :)

MT Wilson
www.majolelo.com
kalo dah disumpel duit sama the asia foundation dan sejenisnya memang hukum2 Tuhan pun bisa dilupakan bos... tanya aja sama JIL tuh.. kekekeke :D
akmal wrote on Dec 5, '06
ti2n said
lama-lama bosen juga ngeliat dan membaca infotainment kita...
banyak banget maksiat di dalamnya :(
udah maksiat, trus naratornya sok-sok puitis gitu lagi... hahaha :D
akmal wrote on Dec 5, '06
hmm... baru tau nih bang, soalnya saya jarang banget nonton infotainment sih, ngg ada manfaatnya buatku ;))
ada kok manfaatnya, supaya kita bisa cela-cela di dunia maya kayak gini... kalo gak ada org 'bener' yg nonton nanti gak ada yg kritisi dooooonk... :D
akmal wrote on Dec 5, '06
sya2 said
dhani yang aneh..
tepatnya ajaib... :p
akmal wrote on Dec 5, '06
ianaja said
Berhentilah memanfaatkan ayat-ayat Allah untuk kesenangan pribadi.
==================================================
oleh karena itu, kita tidak boleh berhenti utk terus belajar & mengkaji selalu firman-Nya.
setuju!!! :)
be2ny wrote on Dec 5, '06
siapa yg mampu memformat Ahmad Dhani ?, dan install Norton/Symantec?
spinkage wrote on Dec 5, '06
akmal said
“Menegakkan hukum Tuhan, lelaki is the ruler.”
dia suka jadi penggaris? :P
akmal wrote on Dec 5, '06
be2ny said
siapa yg mampu memformat Ahmad Dhani ?, dan install Norton/Symantec?
kena Brontox kali... kekekeke :D
akmal wrote on Dec 5, '06
dia suka jadi penggaris? :P
hahahaha ada2 aja nih pak bos... :D
jonru wrote on Dec 5, '06
bingung mau komentar apa :(
akmal wrote on Dec 6, '06
jonru said
bingung mau komentar apa :(
tapi tetap yakin mo reply yah kekeke :D
reipras94 wrote on Dec 6, '06
udah lama aku sekeluarga jarang nonton tv...sampe tv-nya pada berdebu.......
tv lebih banyak mudharatnya sih.....
benwal wrote on Dec 6, '06
Nama aslinya pasti Ah Mad Dhani (ah... si Dhani gila!) hehehe
dimyati wrote on Dec 6, '06
bundaaaaaaaaaaaaaaaaaa ada yng ngegosiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip jewer tuh ndaa jeweeeer qeeqeqe
hasyimcbt wrote on Dec 6, '06
dimyati said
bundaaaaaaaaaaaaaaaaaa ada yng ngegosiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip jewer tuh ndaa jeweeeer qeeqeqe
sttttt.............. berisik ka..... jewer neh.... *sambil baca2 jurnalnya uda*
dimyati wrote on Dec 6, '06
sttttt.............. berisik ka..... jewer neh.... *sambil baca2 jurnalnya uda*
oh klo gitu aku mo bersin aja ya ...hasyiiiiiimmmm heheheh*dilarang pundung :P*
akmal wrote on Dec 6, '06
udah lama aku sekeluarga jarang nonton tv...sampe tv-nya pada berdebu.......
tv lebih banyak mudharatnya sih.....
buat saya aja bos... lumayan kalo dijual jadi duit... kekekee :D
akmal wrote on Dec 6, '06
benwal said
Nama aslinya pasti Ah Mad Dhani (ah... si Dhani gila!) hehehe
haha bisa aja ente... :D
akmal wrote on Dec 6, '06
dimyati said
oh klo gitu aku mo bersin aja ya ...hasyiiiiiimmmm heheheh*dilarang pundung :P*
jadi nanti kalo kita manggil hasyim harus langsung dilanjutkan dgn hamdalah ya... kekeke :D
dimyati wrote on Dec 6, '06
akmal said
jadi nanti kalo kita manggil hasyim harus langsung dilanjutkan dgn hamdalah ya... kekeke :D
betuuuul ..pinteeeerrrr 100 buat akmal :D
hasyimcbt wrote on Dec 6, '06, edited on Dec 6, '06
akmal said
jadi nanti kalo kita manggil hasyim harus langsung dilanjutkan dgn hamdalah ya... kekeke :D
no comment
jampang wrote on Dec 6, '06
no comment
hasyimcbt wrote on Dec 6, '06
dimyati said
betuuuul ..pinteeeerrrr 100 buat akmal :D
no comment
akmal wrote on Dec 6, '06
no smoking :D
murnii wrote on Dec 6, '06
akmal said
Ahmad Dhani menyatakan bahwa dirinya hanya menegakkan supremasi suami sebagai bagian dari hukum Tuhan. “Saya tahu apa yang saya lakukan. Dalam hukum agama, suami berhak apa saja terhadap istrinya.”
agama yang mana ya?

kayaknya baru denger tuh ada agama yang kayak gitu
agama baru kali ya?


bundanaurah wrote on Dec 6, '06
akmal said
udah maksiat, trus naratornya sok-sok puitis gitu lagi... hahaha :D
udah sok-sok puitis gitu... menang panasonic award pula hehehe...
akmal wrote on Dec 6, '06
murnii said
agama yang mana ya?

kayaknya baru denger tuh ada agama yang kayak gitu
agama baru kali ya?


kan udah ditulis tuh di judul... namanya : Agama Sesuka Hati :D
akmal wrote on Dec 6, '06
udah sok-sok puitis gitu... menang panasonic award pula hehehe...
juri2nya minta digosipin kali huehehe.. :D
tentangkami wrote on Dec 6, '06
hhmm, ndka pernah liat infotaiment jadi ya ndak tahu ceritanya :D
yennys wrote on Dec 6, '06
emang liat di TV jadi bingung juga, ngasih ultimatum gitu kok di TV, malah senang persoalan rt-nya diumbar sendiri.
akmal wrote on Dec 6, '06
hhmm, ndka pernah liat infotaiment jadi ya ndak tahu ceritanya :D
sibuk jualan ya mbak?? :p
akmal wrote on Dec 6, '06
yennys said
emang liat di TV jadi bingung juga, ngasih ultimatum gitu kok di TV, malah senang persoalan rt-nya diumbar sendiri.
biar makin beken kali...? haus perhatian kali...? kekeke :D
murnii wrote on Dec 6, '06
akmal said
kan udah ditulis tuh di judul... namanya : Agama Sesuka Hati :D
ooooooo itu toh nama agamanya
akmal wrote on Dec 6, '06
murnii said
ooooooo itu toh nama agamanya
iya mo dikasi nama apa aja terserah dia, kan sesuka hati... :D
thedreamland wrote on Dec 6, '06
ketauan nonton gosssiipppppppp..............
akmal wrote on Dec 6, '06
ketauan nonton gosssiipppppppp..............
dulu almarhum ustadz Rahmat Abdullah bilang kira2 begini : "harusnya semua kader dakwah itu rajin nonton tivi, lantas semuanya kompak menulis surat pembaca ke koran-koran dan memprotes tayangan-tayangan sesat itu... nanti setelah menerima ratusan ribu surat, insya Allah mereka akan tergerak juga hatinya..."

:D
dianaldi wrote on Dec 6, '06
akmal said
"harusnya semua kader dakwah itu rajin nonton tivi, lantas semuanya kompak menulis surat pembaca ke koran-koran dan memprotes tayangan-tayangan sesat itu... nanti setelah menerima ratusan ribu surat, insya Allah mereka akan tergerak juga hatinya..."
jadi kapan kita mulai nulis surat?
*siap2 ngambil pulpen*
irmawan wrote on Dec 6, '06
denger lagu2 terakhirnya kyaknya doi merasa tlah bersatu dengan-Nya,
jadi menurutnya syariat ga berlaku buat dia tuh...
akmal wrote on Dec 6, '06
jadi kapan kita mulai nulis surat?
*siap2 ngambil pulpen*
gerilya aja bos masing2 kekeke... :p
akmal wrote on Dec 6, '06
irmawan said
denger lagu2 terakhirnya kyaknya doi merasa tlah bersatu dengan-Nya,
jadi menurutnya syariat ga berlaku buat dia tuh...
nanggung lah bersatu dgn Tuhan, sekalian aja jadi Tuhan... kan yg mengaku dirinya titisan Nabi Muhammad saw. aja bisa bebas tuh, siapa tau aja yg ngaku Tuhan juga bisa bebas berbuat seenaknya... kekeke :D
aurasinai wrote on Dec 8, '06
BRAVO da Akmal!!!
teruskan perjuanganmu, Bro!
ALLAHU AKBAR!!! \(^_^)/
akmal wrote on Dec 9, '06
BRAVO da Akmal!!!
teruskan perjuanganmu, Bro!
ALLAHU AKBAR!!! \(^_^)/
wah nambah lagi yg manggil saya uda :D

Allaahu Akbar !!! :)
peaceman wrote on Jan 5, '07
akhi,
soal bahwa dia itu bangga sebagai keturunan YAHUDI, bagaimana? ada info 'deep-throat'? Dah dengar kan kabar ini?
:-)
akmal wrote on Jan 5, '07
akhi,
soal bahwa dia itu bangga sebagai keturunan YAHUDI, bagaimana? ada info 'deep-throat'? Dah dengar kan kabar ini?
:-)
wah kalo soal itu saya belum pernah denger pengakuan darinya pribadi, jadi saya gak mau ngomong terlalu jauh... saya hanya menceritakan apa yg dikatakannya langsung saat wawancara saja, biar aman dari fitnah... :)
west0774 wrote on Dec 14, '07
untuk menajtuhkan kesombongan dhani....boikot aaja group dewa.....:P..emang artis kalo gak laku sapa yg mo ngelirik ...apa yg mo di sombogin lagi dhan ....:P:-j
rumahaqiqahindonesia wrote on Apr 4, edited on Apr 4
Hm, punya cerita pengalaman dari temen yang pernah ngadain acara waktu di Sekolah SMUN 2 Bandung dulu sekitar tahun 1998, Dhani dan grup band dewa-nya di undang, Alhamdulilah ga mau naik panggung karena yang jemput naik mobil kijang. Hehe haduh-haduh Padahal Kijang-kan tiada duanya :P (Maaf untuk Toyota ya, coba toyotanya bermerk baby benz, isi dalamnya kaya baby benz, rasa mobilnya kaya baby benz, dan semua plat yang ada tulisannya baby benz a.k.a Mercedes ben buatan Jerman dan bukan lisensi Jepang, wah mungkin mas Dhani mau naik hehe).

Tapi Alhamdulilah, mau naik panggung setelah apa ya.. Saya juga kurang ingat apa salah satu siswa ada yang orangtuanya punya Bebi bens apa bagaimana. Hanya ada kejadian yang lebih menarik perhatian lagi, setelah naik panggung, dari tengah-tengah mencelat botol Aqua satu liter, meluncur tepat ke arah mas Dhani. Untung mas Dhani punya aji ...

aji mumpung kali ye hehe... Ga kena,
Weis mas dhaninya langsung bete, jadinya baru genjreng sekali, ...langsung muncul peringatan-peringatan dan bubar dengan rapih, meski katanya backstage band-nya sedikit melongo...
(yang pasti panitia yang lebih melongo...)

Oh ya, ingat buat teman-teman atau sobat-sobat SMA yang mau manggil grup ben terkenal,...nanti kalo ngelempar Botol Aqua ke atas panggung, disarankan isinya jangan air atau batu. Sebab kesambit botol plastiknya aja dah sakit dan berbahaya apalagi kalo di isi batu, coba diganti isinya sama cek semilyar atau glondongan emas sekilo,.... Di jamin grup ben-nya pasti minta dilemparin berulangkali dan bakalan manggung tanpa di order (sukur kalo nyasar dan ndak bonyok-bonyok bin bengep di atas panggungnya).

Weis ini komen apa bikin artikel ya...

Sebenarnya diary hehe

Sukses buat Dewa dan Mas Dhani semoga lancar dan diberi hidayah oleh Allah SWT. Amin

Ohya punten, permisi ya mas Akmal, ikut meramaikan tulisannya, semoga Manfaat (hadoh ko di akhir ya, harusnya di awal hehe)
siipot wrote on Sep 9
bingung mo komen apa.... khawatir ghibah kang... Bravo aja deh buat kang Akmal.... membuat saya tambah pintar...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help