assalaamu’alaikum wr. wb.

Zuhairi Misrawi menuliskan opininya pada surat kabar Republika edisi Jum’at, 8 Desember 2006, dengan judul “Pluralisme Berbasis Alquran”.  Tepat di bawah nama Zuhairi terpampang predikat “Sarjana Akidah Islam, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir”.  Predikat ini semestinya menjadi jaminan mutu bagi artikel yang ditulisnya, karena Universitas Al-Azhar sudah kadung dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terbesar di dunia.

Meski demikian, memang tidak semestinya kita bersikap tidak kritis pada seorang manusia yang jelas-jelas tidak ma’shum, apalagi menerima semua kata-katanya tanpa kritis sama sekali hanya karena titel yang disandangnya.  Setelah membaca artikelnya, saya dipaksa untuk kecewa bukan kepalang kepada Al-Azhar.  Saya akan jelaskan sebabnya.

Seperti yang dapat Anda lihat pada judul artikel Zuhairi Misrawi ini, sang penulis jelas-jelas sedang mempromosikan paham pluralisme.  Saya berusaha berbaik sangka, karena pengertian pluralisme sendiri hingga kini tidak pernah bulat.  Ada yang menganggap pluralisme adalah konsep ‘persamaan agama’, ada pula yang menganggap pluralisme hanya sebagai acuan untuk sikap toleransi antarumat beragama.

Kekecewaan saya bermula pada bagian akhir paragraf ketiga dan berlanjut pada keseluruhan paragraf keempat dari artikel tersebut.  Berikut ini adalah kutipannya :

…kita dapat mengambil kesimpulan teologis, bahwa Alquran merupakan kitab suci yang menghargai, bahkan menjunjung tinggi kitab suci agama-agama terdahulu.

Hasil riset saya, Surat Al-Ma’idah merupakan surat yang amat pluralis, karena menyebutkan Injil sebagai petunjuk dan cahaya (Q.S. Al-Ma’idah [5] : 46) dan Taurat sebagai petunjuk dan cahaya (Q.S. Al-Ma’idah [5] : 44).  Kendatipun sebagian Muslim menolak Injil dan Taurat, tetapi Allah SWT justru menjunjung keduanya.

Kesalahan mendasar Zuhairi Misrawi – yang menyandang gelar sarjana dari Universitas Al-Azhar itu – adalah ketika ia menganggap Taurat dan Injil sebagai kitab suci agama-agama selain Islam.  Pernyataan ini saya maknai sebagai bentuk penistaan Kitab Suci.  Jika Taurat dan Injil dianggap bukan sebagai Kitab Suci umat Islam, maka itu artinya Zuhairi telah mengklaim bahwa ajaran yang dikandung di dalamnya adalah ajaran yang kufur.  Saya kurang paham sekomprehensif apa ‘riset’ yang dikatakannya pada paragraf keempat dari artikelnya itu, tapi nampaknya ia hanya membaca ayat-ayat yang sesuai dengan keinginannya saja.

Zuhairi nampaknya melakukan dua kekeliruan sekaligus, yaitu :

1.      Gagal membedakan antara ‘kitab-kitab suci terdahulu’ dengan ‘kitab suci agama-agama terdahulu’.

2.      Jika kitab-kitab suci terdahulu dianggap berasal dari agama lain, maka para Nabi penerimanya pun (dalam hal ini Nabi Musa as. dan Nabi ‘Isa as) juga tidak dianggapnya sebagai Muslim.  Ini pun sebuah kesalahan yang amat besar.

Al-Qur’an memuji Taurat dan Injil, karena memang kehadirannya bukan untuk menafikan keberadaan kedua kitab suci tersebut, melainkan untuk membenarkan dan menyempurnakannya.  Masalah besar yang terjadi pada umat Yahudi dan Nasrani adalah karena mereka telah mengubah-ubah isi Taurat dan Injil.  Jika mereka tidak melakukan hal itu, tentu mereka tidak akan tersesat.

Barangkali ‘riset’ Zuhairi tidak mencakup penyimakan atas Q.S. Al-An’aam [6] : 91 yang mengungkap dengan jelas kegiatan mencerai-beraikan kitabnya Nabi Musa as. ini (kitab yang mana lagi kalau bukan Taurat?) :

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Qur'an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.  (Q.S. Al-An’aam [6] : 91)

Ada baiknya juga sekiranya Zuhairi mau membuka mushaf di rumahnya untuk membaca uraian pada Q.S. An-Nisaa [4] : 44-47, karena di sana juga dijelaskan mengenai tindakan bejat kaum Yahudi yang mengubah-ubah petunjuk yang didapatnya sesuka hatinya.  Amat disayangkan jika ayat-ayat ini luput begitu saja dari ‘riset’ Zuhairi mengenai ‘pluralitas Al-Qur’an’.

Nabi ‘Isa as. dan Kitab Injil pun mengalami nasib yang kurang lebih sama.  Q.S. Al-Baqarah [2] : 87 menjelaskan perihal pengkhianatan kaumnya Nabi Musa as. dan Nabi ‘Isa as. terhadap ajaran yang lurus yang didakwahkan oleh para Nabi yang mulia dengan retorika berikut :

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada `Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?  (Q.S. Al-Baqarah [2] : 87)

Ucapan Zuhairi yang menuduh sebagian besar Muslim telah menolak Injil dan Taurat adalah tuduhan tak berdasar sama sekali, karena Al-Qur’an jelas-jelas datang untuk membenarkan kedua Kitab Suci tersebut.  Masalahnya bukan meragukan kebenaran Injil dan Taurat, melainkan karena Injil dan Taurat yang asli sudah hilang entah kemana.  Yang tersisa kini hanyalah kitab-kitab yang tak bisa dijamin kebenarannya.

Menganggap Injil sama dengan Bibel adalah sebuah kecerobohan luar biasa.  Ahmad Deedat pernah mendemonstrasikan bukti mengapa Bibel tidak bisa dijamin keasliannya.  Beliau pernah mendemonstrasikan di hadapan ribuan orang bagaimana menyelipkan beberapa kata ke dalam sebuah ayat yang berasal dari Bibel, dan tak ada seorang pun yang menyadari penambahan kata tersebut.  Jika demikian, apa jaminannya kitab tersebut adalah kitab asli yang diperoleh Nabi ‘Isa as. dari Tuhan dua milenium yang lalu, sementara Ahmad Deedat mampu memanipulasi satu ayatnya dalam hitungan detik saja?  Hal ini berbeda dengan Al-Qur’an, dimana perubahan satu huruf atau satu harakat saja akan menemui teguran dari sekian banyak hafizh Qur’an.

Umat Yahudi juga dikenal sangat tidak konsisten dengan Taurat.  Rasulullah saw. meneruskan ajaran Taurat dengan mempraktekkan hukum rajam bagi pezina, sementara kaum Yahudi sendiri (yang mengaku sebagai pewaris sejati Nabi Musa as.) justru tidak melaksanakannya.  Ini karena Rasulullah saw. meyakini kebenaran risalah Nabi Musa as. sebagai pendahulunya, sedangkan kaum Bani Israil hanya menjalankan apa-apa yang disukainya dari Taurat dan meninggalkan apa-apa yang tidak sesuai dengan keinginannya.  Tidak jauh beda dengan sikap Zuhairi Misrawi dengan ‘riset’-nya ini.

Apa jaminannya umat Yahudi yang dikenal dengan sifatnya yang gemar berkhianat tidak pernah mengubah Taurat sejak ribuan tahun yang lalu?  Apa jaminannya kitab yang mereka pegang sekarang adalah Taurat yang dahulu diwariskan oleh Nabi Musa as.?  Inilah masalah yang mengharuskan seorang Muslim untuk menolak Bibel dan ‘Taurat’ yang kini dipegang oleh umat Yahudi.  Tidak ada yang akan menolak Taurat dan Injil sekiranya kedua kitab tersebut masih ada dalam bentuk aslinya.

(bersambung ke bagian berikutnya)

wassalaamu'alaikum wr. wb.


16 CommentsChronological   Reverse   Threaded
inci73 wrote on Dec 9, '06
Sanggahan ini bagus. suami saya juga menyesalkan artikel yang mengelirukan itu
dan cemas sekali kalau-kalau ada yang sampai termakan ...
akmal wrote on Dec 9, '06
inci73 said
Sanggahan ini bagus. suami saya juga menyesalkan artikel yang mengelirukan itu
dan cemas sekali kalau-kalau ada yang sampai termakan ...
makasih mbak.. salam buat pak Syamsuddin Arif... sampaikan padanya agar jangan cemas, karena di tanah air insya Allah masih ada yg berjuang melawan yg model beginian... :)
roycelover wrote on Dec 9, '06
Kang, saya link ya...ini bagus buat pengetahuan mendasar kalau di desak kaum sipilis...:-)
syifa95 wrote on Dec 9, '06
makasih akhi... boleh kukopi ya
bangdha wrote on Dec 9, '06
akmal said
nama Zuhairi terpampang predikat “Sarjana Akidah Islam, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir”. Predikat ini semestinya menjadi jaminan mutu bagi artikel yang ditulisnya, karena Universitas Al-Azhar sudah kadung dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terbesar di dunia.
zuhairi adalah pemikir liberal dikalangan mahasiswa mesir. sekarang dia dilarang keras untuk mengisi kajian di mesir. bahkan ada orang yang ingin membunuhnya.
anionghasiyo wrote on Dec 10, '06
ck ck ck, serunya kalau orang berilmu berkelahi, adu argumentasi.
wahjuve wrote on Dec 10, '06, edited on Dec 10, '06
Sedikit menambahkan, memang sudah terbukti kalau kitab yang dipakai kaum Yahudi saat ini adalah bukan Taurat. Mereka lebih memilih memakai kitab Talmud , yang merupakan tulisan dari pemimpin2 agama mereka. Sedangkan Taurat malah digunakan umat nasrani, di dalam Bibel, Taurat diberi peran sebagai kitab perjanjian lama, sedangkan injil sbg kitab perjanjian baru. Oleh sebab itu, umat nasrani lebih suka menyebut kitab sucinya Bibel atau Al Kitab. Wallahua'lam
akmal wrote on Dec 10, '06
Kang, saya link ya...ini bagus buat pengetahuan mendasar kalau di desak kaum sipilis...:-)
monggo bos, tapi bayar... kekekeke just kidding... :D
akmal wrote on Dec 10, '06
syifa95 said
boleh kukopi ya
wah saya lebih suka teh mbak... hehehe :D
akmal wrote on Dec 10, '06
bangdha said
zuhairi adalah pemikir liberal dikalangan mahasiswa mesir. sekarang dia dilarang keras untuk mengisi kajian di mesir. bahkan ada orang yang ingin membunuhnya.
hehehe nih die mahasiswa al-azhar 'yg bener' angkat bicara... yah mudah2an aja pemikiran kayak model dia ini kagak menyebar ya bos... saya sih berharap al-azhar mau mencabut gelar sarjananya... mengkafirkan Nabi Musa as. dan Nabi 'Isa as. gitu lho.... kurang ancur gimana lagi coba??? :D
akmal wrote on Dec 10, '06
ck ck ck, serunya kalau orang berilmu berkelahi, adu argumentasi.
kok berkelahi? kalo berkelahi ya benjut2 donk bos... :p
akmal wrote on Dec 10, '06
wahjuve said
Sedikit menambahkan, memang sudah terbukti kalau kitab yang dipakai kaum Yahudi saat ini adalah bukan Taurat. Mereka lebih memilih memakai kitab Talmud , yang merupakan tulisan dari pemimpin2 agama mereka. Sedangkan Taurat malah digunakan umat nasrani, di dalam Bibel, Taurat diberi peran sebagai kitab perjanjian lama, sedangkan injil sbg kitab perjanjian baru. Oleh sebab itu, umat nasrani lebih suka menyebut kitab sucinya Bibel atau Al Kitab. Wallahua'lam
yak tul!!! sekarang Talmud lebih beken daripada 'Taurat' di kalangan Yahudi... :)
hah082 wrote on Apr 8, '07
SubhanAllah, semoga Allah menambahkan ilmu Nya kepada saudara. Amien
akmal wrote on Apr 8, '07
hah082 said
SubhanAllah, semoga Allah menambahkan ilmu Nya kepada saudara. Amien
aamiin... makasih ya sudah didoakan... :D
falahuddinquds wrote on Jun 26
Bukankah Injil itu kitab suci umat Nasrani, dan Taurat itu Kitab Pedomannya Umat Yahudi, jadi bagi saya, ada kerancuan dalam komentar Anda itu. Lantas apanya yg keliru dari pernyataan Zuhairi bahwa Injil dan Taurat itu kitab suci agama-agama selain Islam? yang bener aja, mas Akmal...?!
akmal wrote on Jun 27
Bukankah Injil itu kitab suci umat Nasrani, dan Taurat itu Kitab Pedomannya Umat Yahudi, jadi bagi saya, ada kerancuan dalam komentar Anda itu. Lantas apanya yg keliru dari pernyataan Zuhairi bahwa Injil dan Taurat itu kitab suci agama-agama selain Islam? yang bener aja, mas Akmal...?!
makanya baca Qur'an sekali-sekali... di situ dijelaskan bahwa Injil dan Taurat diturunkan pada Nabi Isa as. dan Nabi Musa as. dan keduanya adalah Muslim... mana mungkin kitab Nasrani diturunkan pada Muslim, dan kitab Yahudi pada Muslim juga...? atau Anda ingin bilang kedua Nabi itu adalah non-Muslim?

di Qur'an juga dikatakan bahwa Injil dan Taurat sudah diubah2 oleh Bani Israil... jadi yg dipegang oleh umat Nasrani dan Yahudi sekarang ini jelas bukan Injil dan Taurat yg asli...

gaul dikit donk ah... baca tuh Qur'an, jgn dipajang doank... :p
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help