 | Atheisme | Jan 21, '05 8:00 PM for everyone |
 assalaamu'alaikum wr. wb.
Atheis adalah golongan orang-orang yang tidak mengakui adanya Tuhan. Yang digarisbawahi di sini adalah pengakuannya terhadap Tuhan, bukan keberadaan Tuhan itu sendiri. Faktanya, tidak semua orang atheis adalah atheis sejati. Bahkan boleh dibilang atheisme itu sebenarnya tidak pernah ada.
Seorang ustadz yang dulu aktif berjuang di lapangan bersama-sama para demonstran pada era 1997-1998 merasa geli dengan pengalamannya bersama seorang mahasiswa yang dikenalnya memegang teguh prinsip-prinsip atheisme. Mahasiswa tersebut terkenal sangat anti-Tuhan, anti-agama dan anti segala hal yang berbau religius. Apa dinyana, ketika polisi dan tentara menembakkan peluru tajam ke udara, dia malah berteriak “Ya Tuhan…!”
Adakah orang yang benar-benar tidak percaya Tuhan?
Suatu malam di Puncak, seorang guru saya, Kang Dicky Zainal Arifin, pernah bercerita tentang pengalamannya berdialog dengan seorang atheis. Dialog tersebut kira-kira begini bunyinya :
Kang Dicky : “Kamu tidak percaya sama Tuhan?” Atheis : “Tidak!” (menjawab mantap) Kang Dicky : “Mau ketemu Tuhan?” Atheis : “Mau!” Kang Dicky : “Dengan cara apa Anda ingin mati?”
(dialog sempat terhenti karena orang atheis ini jadi tersinggung dan merasa dibodohi)
Kang Dicky : “Kamu tidak percaya adanya hidup setelah mati?” Atheis : “Tentu tidak!” Kang Dicky : “Perlu bukti?” Atheis : “Jelas!” Kang Dicky : “Dengan cara apa Anda ingin mati?”
(orang atheis tersebut makin tersinggung saja)
Dalam Al-Qur’an, iman kepada Allah seringkali digandengkan dengan iman kepada hari akhirat (contohnya pada Q.S. Al-Baqarah : 8). Iman kepada Allah dan kepada hari akhirat adalah dua serangkai yang amat fundamental yang bisa menjadi parameter seluruh keimanan seseorang.
Manusia adalah makhluk yang suka memandang hasil, bukan proses. Tanpa adanya hari pertanggungjawaban di akhirat, mungkin tidak akan ada yang peduli dengan aturan-aturan agama. Surga dan neraka adalah alat-alat Allah untuk memberi motivasi kepada manusia untuk tunduk patuh pada perintah-Nya. Kalau manusia tidak diiming-imingi dengan kenikmatan surga atau dibuat takut dengan siksa neraka, mungkin hanya sedikit sekali manusia yang mau beriman. Namun perlu diingat bahwa semua ibadah kita lakukan hanya karena Allah, bukan karena pahala atau karena surga. Inilah level pemahaman keimanan yang sangat tinggi yang telah mencapai derajat kecintaan kepada Allah.
Beriman kepada Allah dan hari akhir adalah fundamental dalam Islam. Kita tidak dapat memilih salah satu dari keduanya, karena akan menjadi rancu. Kita beriman kepada Allah, tapi bagaimana kita akan terdorong untuk mematuhi aturan-aturan-Nya, sementara kita tidak percaya adanya hari akhirat? Kalau setelah mati kita tidak akan disuruh mempertanggungjawabkan kehidupan kita di dunia, lalu buat apa capek-capek beribadah? Demikianlah ilustrasi pentingnya keimanan kepada Allah dan hari akhir tersebut.
Dialog antara Kang Dicky dan orang atheis tadi sebenarnya mengandung makna yang dalam. Jika ia (orang yang mengaku atheis itu) benar-benar tidak percaya adanya Tuhan dan kehidupan setelah mati, mengapa ia menolak kematian? Kenapa manusia takut mati? Bukankah hidup ini banyak sakit, lelah dan kecewanya? Mengapa kita menolak kematian, padahal kematian itu adalah istirahat yang tanpa batas?
Jawabannya jelas : di hati kecil setiap manusia tersembunyi kekhawatiran akan adanya pertanggungjawaban setelah kematian.
Tidak ada manusia yang senang dengan kematian, karena mereka khawatir akan dimintai pertanggungjawaban setelah mati. Kaum Muslim yang terjun ke medan perang tidak takut mati karena dijanjikan akan mati syahid, sementara yang syahid tersebut pasti masuk surga tanpa melalui ‘formalitas’ pertanggungjawaban atau hisab. Dengan kata lain, jika kita tidak lagi mengkhawatirkan hidup sesudah mati, maka kita tidak akan takut mati. Sebaliknya, orang yang masih takut mati berarti masih mempercayai adanya Tuhan dan hari akhir, meskipun lidahnya menyangkalnya.
Kebanyakan orang atheis sebenarnya tidak atheis. Mereka hanya orang-orang yang kecewa dengan kehidupan mereka sendiri. Mereka merasa bahwa Tuhan adalah pelayannya. Jika Tuhan tidak memberikan 'pelayanan' yang cukup baik, mereka pun merasa kecewa.
Bibit-bibit dari sikap ini ada di kehidupan kita sehari-hari. Karena sakit sedikit, kita langsung mengeluh. Padahal, hari-hari ketika kita sehat jauh lebih banyak daripada ketika kita sakit. Umat Islam beruntung memiliki panutan sekaliber Nabi Ayyub as. Beliau diuji dengan berbagai cobaan semasa hidupnya. Selama tujuh tahun ia mengalami kegagalan dalam bisnis, ternak-ternaknya mati, bahkan dirinya pun menderita berbagai macam penyakit. Ketika istrinya mengeluh, Nabi Ayyub as. malah berbalik marah kepadanya. Menurut beliau, Allah telah memberi mereka hidup senang selama puluhan tahun. Tidaklah patut bagi mereka untuk berkeluh kesah menghadapi kesusahan yang hanya tujuh tahun lamanya. Inilah fungsi sebenarnya dari matematika, yaitu mengajari kita caranya berhitung dengan benar.
Ada pula orang-orang yang bertanya-tanya, “Jika Tuhan itu memang ada, mengapa ada bencana, kelaparan, peperangan, wabah penyakit dan kemiskinan?”. Pertanyaan ini sama seperti kisah seseorang yang bertanya, “Jika ada tukang cukur, mengapa masih ada orang yang rambutnya berantakan tak terurus?”. Jawabannya jelas, karena masih ada orang yang tidak mau ke tukang cukur. Sama saja dengan berbagai penderitaan dalam hidup manusia yang muncul karena manusianya yang tidak mau ‘datang’ kepada Tuhan.
Kenapa mereka kecewa dengan hidup? Ini sebuah pertanyaan lain lagi. Kuncinya adalah pada tujuan hidup mereka. Jika tujuan hidup kita adalah menciptakan perdamaian di dunia, maka kita tidak akan pernah puas, karena ada saja manusia yang suka merusak kedamaian. Jika tujuan hidup kita adalah menciptakan dunia tanpa kelaparan, maka kita tidak akan pernah puas, karena ada saja segolongan manusia yang suka menindas orang lain. Jika tujuan kita adalah Allah, maka kita akan senantiasa dinamis, karena Allah menyukai orang-orang yang aktif berkarya, dan kita pun tidak akan kecewa menghadapi kegagalan, karena Allah menuntut kerja keras, bukan keberhasilan.
Keberadaan Allah bukan menjadi suatu beban, bahkan menjadi pelipur lara bagi setiap Muslim. Kita berjalan jauh untuk melaksanakan suatu kebaikan, namun kebaikan itu tidak berhasil kita wujudkan. Apakah kita perlu kecewa? Bukankah Allah Maha Melihat amal-amal kita? Bukankah Allah Maha Teliti dalam perhitungan-Nya? Setiap otot yang bergerak, darah yang mengalir dalam pembuluh darah, keringat yang mengalir dan persendian yang kelelahan pasti akan mendapatkan ganjaran dari kebaikan yang dibuatnya, meski pada akhirnya kita mengalami kegagalan.
Orang-orang atheis seharusnya tidak takut mati. Buat mereka, hidup adalah penderitaan dan mati adalah akhir yang kosong, tanpa makna, tanpa pertanggungjawaban. Jadi kalau masih takut mati, bisa dipastikan ia bukanlah seorang atheis.
Memang banyak orang yang bunuh diri, tapi mereka pun tidak bisa dianggap atheis yang sebenarnya. Kebanyakan orang bunuh diri tanpa pikir panjang, tanpa menggunakan akal sehat. Kalau pun sudah memikirkannya sejak jauh-jauh hari, mereka pun tidak pernah melihat orang lain bunuh diri. Karena itulah mereka tidak takut untuk bunuh diri. Kalau saja mereka meluangkan lebih banyak waktu untuk berpikir, mereka tidak akan bunuh diri. Tentu saja, tidak termasuk orang-orang sakit jiwa yang cenderung mencelakai diri sendiri.
Jadi, siapakah yang atheis?
wassalaamu'alaikum wr. wb.   | kalau mau menerapkan syariat islam, mendingan anda pindah aja ke arab saudi atau pakistan sono, indonesia adalah negara bhinneka tunggal ika, ingat itu adalah kesepakan para pendiri bangsa, manado, bali,papua bukan mayoritas islam, emang anda mau memecah belah persatuan bangsa???kalau mau anda bikin aja syariat islam hanya berlaku untuk orang islam di indonesia, terus yang non islam berlaku hukum positif sipil, islam mencuri potong tangan, zina rajam sampai mati, pakai burga, sedangkan yang non islam tidak usah ikut ikutan,,, dijamin banyak yang murtad.
Hidup bhinneka tunggal ika |
 | kata siapa falsafah hidup orang atheis adalah hidup ini penderitaan dan mati adalah kosong??? itu adalah falsafah yang anda pikir menurut otak agama anda sendiri... orang atheis menganggap hidup ini adalah hidup mereka tidak memikirkan kematian,, takut akan mati bukan berarti orang atheis takut mati, semua mahluk sudah instingnya mau mempertahankan hidupnya (kalau waras), binatang aja yang tidak mempunyai agama takut mati, itu adalah insting ...
kebanyakan atheis yang saya kenal lebih beradab dan bermoral daripada agamis yang membunuh demi agamanya. |
 | I DONT THINX SO,,,anda mungkin bisa liat negara rusia atau china,,,apa mereka beradab membunuh seenaknya,,,menganggap manusia layak seperti binatang,,,hidup sama rata,,,mana mungkin tercipta perdamaian yang ada kekacauan!!!! coba liat negara rusia mereka menjadi terpecah kan jadi beberapa negara,,,belum lagi pembantai an negri BOSNIA,,,wanita nya di perkosa,,,,apa ini yang di sebut BERMORAL
OK anda punya face book atau email kirim comment ke (h3ndra_89@yahoo.co.id)
aku tunggu,,,, thx. |
 | bnr bgt tuh,,,,pcuma jg ngku2 islam,,,tp kt ga ngjlanin kwajibannya,,,,,,
|
 | negara mana yang tidak membunuh seenaknya??? bedakan antara negara dan individu... emang indonesia yang mayoritas islam, negaranya tidak membunuh seenaknya lihat aja konflik di aceh dan papua!!!! lihat aja kelakuan amrozi aja banyak dibela kok sama muslim di indonesia.. ngapain main main facebook itu kan ciptaan orang keturunan yahudi kan islam musuhan sama yahudi tapi masih main main face book??? |
Comment deleted at the request of the author.
 | hey, gak semua orang atheis itu punya nuansa buruk. mereka bisa lebih humanis drpda orang yang beragama. Kalo kamu bicara atheis dari sisi jeleknya aja, jangan2 kamu sengaja bikin orang2 jadi punya prasangka jelek. Buktinya, tmn2 atheis gak pernah ngajak sy ikut2an jadi atheis juga.mereka menghormati keyakinan sy. karena berhubungan dgn Tuhan biarlah Tuhan yg memutuskan, bukan kita. Satu lagi, menurut sy atheis itu gak ada hubungannya sama komunisme di rusia atau china. mereka kan bukan menyebarkan paham atheis, tapi meluaskan kekuasaan politik. mereka juga gak mikirin rakyatnya mau atheis atau bukan, itu terserah. |
 | kta cpa ATHEIS slalu bruk??? jgan slahkan kepercyaan org seenaknya aja!!!!!! lbih baik atheis dri pda agamis tpi mlakukan byk kslhan n mnimbulkan kkacauan ddunia jgan pandang suatu keyakinan org dri kca mata kepercyaan u!!!!!! tuch sma skali gak relevan krn u akan slalu mnyalahkan kepercayaan org lain n membnarkan kyakinan u sndri sorry, mskpunq atheisq msih lbih humanis dri org2 yg mngaku drinya agamis yg bsanya hanya mngatasnamakan agama utk membnarkan smua tindakanna orng atheis tak prnh skalipun mnyalahkan siapa2 mreka slalu dgn ykin n mantap mnjalani hdupnya |
 | hampa tiap dgr kata "atheisme" |
 | akmal wrote on Jul 17, '09 woooow tulisan lama ternyata masih menarik untuk 'diserang'... hihihi orang2 atheis pada gerah rupanya.. :D |
 | Golongan atheis itu berada diluar kotak konflik antar umat beragama, mereka tidak mau ikut campur urusan kafir mengkafirkan murtad memurtadkan atau judgement2 berbasis kitab suci. @deadamy: kata2 itu berlaku untuk orang beragama.. tidak buat orang atheis, karena sebaliknya mereka justru tidak merasa hampa.. |
 | Atheis tidak takut mati??? siapa bilang?? justru orang atheis lebih takut kepada kematian karena dia merasa tanggung jawabnya di dunia ini masih banyak, dan dia menyadari kenyataan dilapangan bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian. So they will do the best as they can do for the world before they die..
|
 | hehehe. tulisan menarik, mas akmal. kebetulan, berhubungan dengan sekitar saya. ternyata pengamatan saya mendekati kemiripan. orang-orang atheis memiliki sisi psikologi yang hampir mirip dengan apa yang selama ini saya amati. Thanks atas tulisannya! *tetap belajar* |
 | akanr wrote on Sep 13, '09 @gerrad,,,,, Pandangan atheis tidak ilmiah dan tidak masuk akal,bahwa seluruh makhluk hidup di muka Bumi dalam keseluruhan keanekaragamannya yang luar biasa mewujud menjadi ada bukan melalui penciptaan oleh Allah (Tuhan), tapi melalui proses acak dan serampangan. , “kebetulan”-lah yang dengan cara tertentu memunculkan seluruh wujud menjadi ada, menjadikannya beraneka ragam, dan menjadikan mereka sempurna dan tanpa cacat.ini seperti hal nya teori darwin yang menghapuskan pola pikir Penciptaan dengan membuat sebuah tuhan yang berasal dari kebetulan. diada-adakan dalam rangka menentang gagasan bahwa makhluk-makhluk hidup diciptakan dari ketiadaan,,,,apakah mungkin langit bumi matahari bulan bintang dan seluruh alam galasi ini diciptakan dengan big bang!!!!!! |
 | orang atheis adalah orang yang tidak punya otak, bodoh dan tidak tahu diri. |
 | orang atheis sama kayak binatang, gag bisa mikir... dasar kewan... |
 | justru kalian orang-orang yang beriman tidak memakai akalnya! :ngakak kok mau aja sih nyembah sesuatu yang elo sendiri enggak tau bentuknya? wakakka |
 | menurut saya orang atheis itu malahan orang yang bermoral tinggi dan tidak buruk..... sebaliknya orang beragam itu saya rasa orang yang tidak moralnya itu rendah. karena jika memang dikatakan beragam dan percaya tuha,kenapa harus memberikan fitnah kepada orang yang tidak beragama...???kami ini biar atheis,kami ini tetap manusia yang memiliki otak untuk berpikir mana yang baik dan mana yang jahat..... disetiap agamapun diajarkan untuk tidak saling menghina sesama manusia. atheis jangan disamakan dengan kounisme. karena komunisme itu adalah paham politik ,sedangkan atheis adalah sebuah philosofy.negara kuba adalah negara komunis.tapi,apaka semua orang yang tinggal di negara kuba adalah atheis.....????? malahan di negara kuba prikemanusiaan itu dijunjung tinggi. |
 | tanggung jwb apa, wong..Tuhan aja gak punya. |
 | lo pikir, lo drmn, nyet ? |
Comment deleted at the request of the author.
 | feline18 wrote on Dec 20, '09, edited on Dec 20, '09 Akmal, saya tidak peduli apapun agama Anda, saya yakin Anda pasti umat beragama yang taat, juga rajin menjalankan ajaran agama Anda. Tentunya Anda bisa menghormati perbedaan pemikiran dan filosofi bukan?
Definisi Anda tentang orang atheis terlalu sempit dan banyak sekali mengandung pernyataan yang merendahkan diri Anda sendiri di mata-mata orang yang membacanya. Anda dan orang-orang yang menghina orang atheis justru malah menunjukkan betapa tidak bermartabat dan sempitnya pandangan Anda.
Salam,
|
 | udah sih jngan brantem... yg penting pelajari semua agama dulu baru memutuskan keyakinan... |
 | gw yang beragama aja malu sama postingan beginian...buat apa sih lu bikin postingan yg lebih menjurus pada sisi negatif seseorang (khususnya atheis). lu mesti tahu, Tuhan menciptakan mnusia itu bukan sebagai robot, krn mns punya banyak pilihan. Tuhan gak akan rugi kalau Dia ditinggalkan.Yang jadi masalah, kenapa lu maen tunjuk-tunjuk orang spti itu? keyakinan ama ketaqwaan lu sendiri dah sempurna pa belum? Agama lu cinta damai kan? kenapa gak bikin postingan yang bisa mengajak orang supaya meningkatkan iman, atau lebih bagus bikin orang sadar tentang keberadaan Tuhan. Menurut gw, cuma Tuhan yang mengukur segala sesuatunya, termasuk hati n pikiran orang. Postingan begini bisa memicu perang antar saudara, Mal. Mendingan lu urusin dulu iman n agama lu. Bener kata forumer sebelumnya, lu yang merendahkan diri lu sendiri, krn lu gak berani tunjuk tiga jari sama muka lu...! Terakhir, gw saranin lu belajar dulu tentang atheis, mulai dari sejarah n pemikiran-pemikirannya, sampe lu punya jawaban apa yang mendasari pemahaman spti ini, n gimana pandangan orang-orang atheis terhadap Tuhan n alam sekitar.. |
 | rubika wrote on Jan 15, '10, edited on Jan 15, '10 @dyahiomet; apa ini bisa disebut org yang beragama? apa begini caranya ngebela Tuhan? (Manusia jg binatang, tp lebih bermoral, lebih punya akal, n lebih mulia) sadar dong, belum tentu Tuhan sayang sama lu, belum tentu Tuhan setuju n seneng sama apa yang lu omongin n lu lakuin? Gw beragama tp gw malu punya sesama umat beragama yg sikapnya aja kayak begini, apa pantes disebut beragama? barangkali lu yg gak bisa mikir...cari bukti aja kagak! |
 | setiap manusia pasti memperjuangkan apa yang diyakini.. dan dari apa yang saya baca entah dari postingan akmal ataupun komentar dari semuanya semua bermuara pada satu hal yakni keyakinan itu sendiri, entah tuhan, entah pikiran kita. dan saya sebagai orang yang mengakui keberadaan tuhan itu sendiri juga tidak membenarkan hujatan kepada pilihan seseorang atas hidupnya, karena menurut saya tuhan memberi pilihan untuk menyembahNYA atau mengingkariNYA. dan apa yang kita percaya? kembali kepada hati nurani anda semua.. |
 | Gw seorang muslim dan gw ga punya hak untuk bisa menyalahkan atheis. mereka punya alasan yg kuat untuk tidak percaya tuhan.mereka pun juga mempunyai alasan yang masuk logika dan masuk akal atas apa yang mereka jalani. toh nanti mati, manusia akan jalan dengan sendiri kan? kita ga akan pernah tau kehidupan setelah kita mati. kecuali gw atau kalian semua udah pernah mati dan merasakan kehidupan setelah kematian. jgn cepat menyimpulkan sisi buruk dari suatu yang bertentangan. tak perlu lah memperdebatkan kepercayaan dan pilihan krn emg selayaknya tidak pantas diperdebatkan. |
 | aulianoo... lu juga lagi. katanya lw orang islam... kita kan udah dikasih tau sama Tuhan Qt Allah kehidupan setelah meninggal... klo lu orang islam lw musti percaya hal itu dong... |
 | hahaha abisan gw geli acahaca.. Pastinya gw percaya itu.cm gw rada bingung soal jalan hidup ko diperdebatkan!! emangnya ngomongin politik atau hal-hal duniawi? wakakakak.. ngakak seada2nya gw. ngomongin pilihan ga akan ada titik habisnya, Hak asasi mereka kaum atheis untuk menentukan pilihan hidupnya. |
 | Ada satu perumpamaan yg wajib direnungkan, yaitu: Masih banyak orang yg rambutnya tidak terurus, gondrong, dan acak-acakan yg lewat di depan barber shop, tetapi tidak masuk ke tempat cukur tersebut...
Salah orang gondrong itu sendiri mengapa tidak mencari tukang cukur untuk mencukur rambutnya agar kelihatan rapi.. Tetapi orang gandrong itu punya HAK untuk tidak masuk ke tempat cukur karena KEMAUANNYA SENDIRI.. Sama maksudnya dengan manusia yg diberi kehendak bebas (freewill) dari Tuhan untuk memilih "MAU HIDUP SEPERTI APA..."
Kasihan sekali orang yg memilih jalan Atheis.. Well, aku tetap mencoba untuk menghormati mereka sebagai manusia biasa kok.. Tetap berteman pun tidak masalah bagiku pribadi...
Kasihan sekali mereka yg memilih jalan hidup sebagai Atheis.. Well, aku tetap menghargai mereka yg memilih jalan tersebut kok.. Karena HIDUP ADALAH PILIHAN...
Haloo, coba ingat-ingat lagi cerita ADAM & HAWA.. Itu ada hubungannya dengan kehendak bebas yg diberikan Tuhan.. Jadi, kesimpulannya adalah: ATHEIS ATAU TIDAK, ITU MERUPAKAN PILIHAN TIAP INDIVIDU.. Orang beragama karena tahu bahwa menghargai itu baik maka selayaknya orang beragama menghargai mereka yg Atheis karena keinginan mereka sendiri... |
 | @ snyfrinx: Saya turut prihatin terhadap anda.. Kami berdoa kepada Pencipta kami hanya untuk mencari kedamaian abadi.. Kedamaian abadi ruang lingkupnya sangat luas.. Jadi, bukan seperti menyembah berhala untuk kekayaan dan keselamatan duniawi saja..
Coba buka kembali mata batin anda.. Saya yakin mata batin anda belum tertutup sepenuhnya kok.. Akan terasa lebih indah apabila anda tahu SIAPA YG TELAH MENCIPTAKAN ANDA DENGAN SEMPURNA...
Jangan berkecil hati, saya sendiri juga hampir Atheis karena masalah hidup yg bagi saya terlampau berat untuk dipikul.. Tapi akhirnya saya sadar bahwa SAYA TIDAK SENDIRI.. Ada suatu kekuatan dahsyat yg tidak kelihatan yg membuat saya tidak sampai benar-benar jatuh.. Dunia akan lebih indah apabila kita bisa BERSYUKUR.. Really..! |
 | siapa bilang atheis tidak punya Tuhan, apa pikiran dan hasil pikiran mereka tidak mereka jadikan tuhan buat dirinya. Takluk terhadap rasionalitas apa bukan bentuk dari sebuah penyembahan dari sesuatu... yang takluk terhadap sesuatu berarti hamba. maka orang atheis berarti sudah menghambakan diri pada pikiran dan hasil pikirannya. |
 | hey atheist, kalau anda berpikir bahwa Tuhan tidak ada... maka sekarang gue mau tanya lo lo pada punya pikiran gak..., kalo ada coba lu tunjukan pikiran lu secara nyata di depan banyak orang. setahu gue lo semua akan berdalih bahwa pikiran lo semua terwujud dalam kata-kata, tulisan2, karya2 seni dsb. lo mau tau gak bahwa semua itu adalah hasil pikiran bukan pikiran itu sendiri...., artinya pikiran itu sebetulnya tidak riil ( angan-angan(imaginasi)/baik yang sistematik maupun yang tidak, baik yang logis maupun tidak) jadi... kalau pikiran lo aja gak bisa lo tampilin secara visual di depan orang banyak itu artinya lo gask punya pikiran karena lo beranggapan sesuatu yang tidak nyata berarti tidak ada termasuk Tuhan. |
 | Ada versi yang lain nih…
Suatu malam di Puncak, seorang Atheis, pernah bercerita tentang pengalamannya berdialog dengan Kang Dicky Zainal Arifin. Dialog tersebut kira-kira begini bunyinya :
Atheis : “Kamu percaya sama Tuhan?” Kang Dicky : “Percaya!” (menjawab mantap) Atheis : “Mau saya buktikan kalau tuhan tidak ada ?” Kang Dicky : “Mau!” Atheis: “Dengan cara apa Anda ingin mati?”
(dialog sempat terhenti karena Kang Dicky ini jadi tersinggung dan merasa dibodohi)
Atheis: “Kamu percaya adanya hidup setelah mati?” Kang Dicky : “Tentu!” Atheis: “Mau saya buktikan kalau tidak ada hidup setelah mati?” Kang Dicky : “Jelas!” Atheis: “Dengan cara apa Anda ingin mati?”
(Kang Dicky tersebut makin tersinggung saja)
|
 | jadi . kalo ada org yg masih takut akan kematian . itu berarti namanya bkn atheis dong ? :( |
 | blom pernah liat gw di KTP "agama:atheis" truss klo loe atheis, di KTP loe tulisannya apa? |
 | diyhadinda wrote on May 21, '10, edited on May 21, '10 mnurut saya, biarlah Tuhan yang mnilai sbrapa buruk dan bagusnya agama itu, mmngnya qta tau apa pkiran Tuhan tntng agama2 yang ada? yang hanya qta tahu, agama yang qta dapatkan adalah agama yg trbaik buat qta, tntunya klo msalnya anda brada disuatu agama, pastinya anda lbih menganggap agama andalah yg pling bnar, jangan prnah menganggap agama yg lain itu rendah, krn di mata Tuhan smua agama itu sama bagusnya, yg hanya sy stujui dari kata2 di atas, agama atheis bkn brrti agama yang buruk di mata orang2 yg beragama non-atheis. Jadi, biarlah mrka sndri yg mrasakannya, meskipun sy bukan agama Atheis, sya akan mmbuat smua agama itu sama bagusnya, memang sy bkan Tuhan. Dan, yg pling sya setujui, TUHAN ITU ADA, KALIAN GA AKAN PERNAH ADA TANPA ADANYA TUHAN, JADI BERSYUKURLAH KALIAN YANG TLAH TRCIPTA, JANGAN PERNAH MENJELEK-JELEKAN TUHAN, KARNA ITU DOSA BESAR, DAN KALIAN MENGAPA KALIAN MENGANGGAP KALAU TUHAN ITU GA ADA? COBA BUKA MATA BATIN ANDA KEMBALI, SEANDAINYA KALAU TUHAN TIDAK ADA, APA MUNGKIN KALIAN BISA TERCIPTA DIDUNIA INI?. apa kalian ga prcaya dgn adanya DOSA? mustahil, jgn membicaran tntng china atau sbagainya, agama kalian ya agama kalian, agama sya ya agama sya. Jangan prnah menyepelekan itu, yg trpenting itu, truslah beribadah, dan memelihara perilaku sebaik-baiknya menurut ajaran agama kalian masing-masing, dan memperlakukan orang secara wajar, kalau klian ingin diperlakukan secara wajar. |
 | @rubika : hah? memang blum tntu yah? tpi, wlau bgaimana pun, kmi brhak buat mmbela TUHAN YG TLAH MNCIPTAKAN KAMI, please, jgn mmaksakan khendak dong. memang klian pkir, Tuhan syang sma klian, klian fikir Tuhan stuju dan sneng, sm sikap klian yg ga mmbela Tuhannya sendiri? Heiii, fikir dong, klian dikasih otak sm Tuhan, tp jrang klian gunain. Meskipun sya tdak knal dengan DYAHIOMET apa slahnya sya mmbela dy, Tuhan lebih ga setuju dgn orang yg menentang apa yg tdk diperbolehkan. Mungkin dy brbicara sprti itu, krn dy PERDULI SAMA TUHAN, dy ga mau klo smpe Tuhan dijelek-jelekan. Memang sbnrnya anda agama apa sih? TIDAK MAU MMBELA TUHANNYA, anda fikir syp yg mnciptakan anda sprti LAYAKNYA MANUSIA YANG SEMPURNA, mmng stiap manusia ga ada yg smpurna, tpi seharusnya anda bersyukur. memang, qta berhak buat menentukan jalan hidup qta sndri2, tp jgn smpe berlebihan dong. kalian fikir dosa klian ga brtambah, tntunya BERTAMBAH. |
 | Tugas kita bukan untuk Justifikasi mana yang paling benar, Atheis atau Ber-Agama. Itu tidak menjadi relevan lagi untuk di pertanyakan.. Yang paling penting adalah seberapa besar kontribusi kita terhadap kesejahteraan manusia..paling tidak untuk lingkungan sekitar kita.. kita tidak pernah bisa men Justifikasi seseorang Atheis atau bukan... itu akan terlihat pada prilaku kehidupan kita sehari-hari...jadi biarkan Tuhan yang menilai apakah kita itu Atheis atau bukan...karena banyak juga orang yang mengaku beragama ternyata Atheis...ketika hidup anda bermakna bagi lingkungan dan masyarakat anda... anda bukan Atheis... |
 | god is manipulation human mind |
 | Salam Saudara - saudaraku se-Tanah Air. Saya adalah Atheis dan saya ingin ikut sedikit berpendapat.
Di negara maju Atheisme sudah diakui dan dianut banyak orang.
Di Indonesia kenapa belum? Karena status Indonesia masih menjadi Negara Berkembang (Belum Maju) (kalau tidak percaya tanya orang/guru/dosen atau search Google, atau tanya aja langsung sama Presiden kita)
Menurut pemikiran dari orang - orang yang sudah maju, kelemahan Agama adalah memecahbelahkan sesama manusia yang berbeda Agama. Contoh : Konflik Maluku (Ambon Muslim VS Ambon Kristen), Konflik India (India Hindu VS India Muslim), Konflik Israel - Palestina. (Bisa search juga di Google)
Lalu Kenapa Agama ada? Agama itu sebenarnya diciptakan oleh manusia pada zaman dahulu (saat dimana ilmu pengetahuan belum berkembang seperti sekarang) karena rasa takut manusia akan sesuatu yang belum ia tahu. Misalnya darimana asal usul makhluk hidup dan mengapa ada banyak kejadian - kejadian alam seperti Hujan, Petir, Badai, dsb. manusia zaman dahulu yakin kalau ada sebuah kekuatan besar yang bisa menciptakan itu semua dan mereka menyebutnya sebagai Tuhan/Allah/Dewa/dsb. Seiring waktu berjalan dan Ilmu pengetahuan berkembang kitapun tahu kalau Hujan, Petir, dsb itu adalah Fenomena Alam dan bisa dijelaskan dan dibuktikan secara Ilmiah.
Lalu darimana asal - usul makhluk hidup? Berdasarkan Sains (Ilmu Pengetahuan) ada beberapa Teori yang menjelaskan awal dari terciptanya Dunia dan makhluk hidup dan itu terjadi dalam proses waktu Milyaran Tahun. (Jadi makhluk hidup itu tidak langsung jadi seperti sekarang) karena Sains juga mengacu pada Teori "Evolusi" Charles Darwin yang menyebutkan bahwa semua makhluk hidup itu berevolusi dan semua makhluk hidup yang ada sekarang adalah hasil dari Evolusi. Ingin tahu tentang Evolusi? Anda bisa membaca buku Charles Darwin (The Theory of Evolution) atau search aja di Google. Saya tidak bisa menjelaskan disini karena terlalu panjang penjelasannya. (Soalnya Capek juga gue ngetiknya bro...)
Semoga Tulisan saya ini dapat bermanfaat untuk membuka dan memajukan pikiran anda. Mohon maaf bila ada kesalahan kata - kata yang tidak berkenan di hati anda. Terimakasih. Salam Damai untuk saudara - saudaraku se-Tanah Air.
|
Comment deleted at the request of the author.
 | Atheisme menurut saya adalah pruduct agama baru, Dengan Tuhannya: tidak ada (atau bisa dibilang dirinya sendiri) Nabi/Rusul: C. Darwin dan S. Hawking Kitabnya: Teori Evolusi dan Teori Pembentukan Alam Semesta Dan Agama adalah kepercayaan.
Mereka juga memanipulasi dirinya (pikirannya) sendiri dg mengatakan tidak ada tuhan, tidak ada surga neraka, tidak ada kehidupan setelah mati.
Agama adalah kepercayaan individu, dan itu hak kita masing2. Kalo saya lebih percaya Nabi Muhammad, itu hak saya. Kalo saya lebih percaya Al-Qur'an itu juga hak saya. Demikian juga sebaliknya, orang Atheis lebih percaya Darwin dan Hawking, dan lebih percaya dg teori2 mereka, itu hak mereka. Dan ketehuilah, itu juga baru "TEORI", belum ada yg melihat dg mata kepala sendiri, proses evolusi atau proses pembentukan alam semesta.
Mereka bermoral, bahkan kadang2 lebih bermoral dr orang2 beragama resmi (islam, Kristen, Hindu, Buda, dll) Kata Rosul, agama adalah akhlakul karimah (ahlak/moral yg baik), jadi jangan lah mencaci maki orang atheis atau agama lain. Hargai pendapat dan kepercayaan mereka.
"Unto you your religion, and unto me my religion"
Ini adalah tentang kepercayaan. Dan tidak akan pernah selesai diperdebatkan. Jadi sekali lagi, menurut saya, perdebatan ini hanya akan terjawab setalah nanti manusia bisa menciptakan "MESIN WAKTU". Kita tunggu yukkkk...... dah keburu mati aku hehehehe. Do'akan masuk surga ya......
Lagi2 menurut saya, kepercayaan dibentuk karena ada kedekatan, mungkin orang2 atheis belum deket dg Rosul dan Al'Quran. Jadi mereka belum bisa mempercayainya.
Wallohu allam, saya hanya debu di gurun yg luas. Saya hanya setetes air di lautan berombak ganas.
Terima kasih, |
 | yorif wrote on Jul 13, '10 COBA KALIAN RENUNGKAN! Alam semesta kita sangatlah teratur. Miliaran bintang dan galaksi bergerak dalam orbit mereka masing-masing dengan serasi. Galaksi terdiri dari hampir 300 miliar bintang yang saling berpindah sesamanya dan, yang mengagumkan, selama perpindahan dahsyat ini tidak terjadi satu pun tabrakan. Keteraturan tersebut menyebabkan tabrakan tidak terjadi. Lebih hebat lagi, kecepatan benda-benda di alam semesta berada di luar batas imajinasi manusia. Dimensi fisik luar angkasa sangatlah besar jika dibandingkan dengan pengukuran yang digunakan di bumi. Bintang-bintang dan planet-planet, dengan massa miliaran atau triliunan ton, dan galaksi, dengan ukuran yang hanya dapat dipahami dengan bantuan rumus-rumus matematika, seluruhnya berputar dalam jalurnya masing-masing di ruang angkasa dengan kecepatan yang luar biasa.
Sebagai contoh, bumi berotasi terhadap sumbunya sehingga titik-titik di permukaannya bergerak dengan kecepatan rata-rata sekitar 1.670 km per jam. Kecepatan linear rata-rata bumi dalam orbitnya mengelilingi matahari adalah 108.000 km per jam. Namun, angka-angka ini hanyalah mengenai bumi. Kita mendapati angka-angka yang jauh lebih besar saat memeriksa dimensi di luar sistem tata surya. Di alam semesta, seiring bertambahnya ukuran sistem, kecepatannya pun meningkat. Tata surya berevolusi mengelilingi pusat galaksi pada kecepatan 720.000 km per jam. Kecepatan Bima Sakti sendiri, yang terdiri dari sekitar 200 miliar bintang, adalah 950.000 km per jam. Pergerakan yang terus-menerus ini tidak dapat dibayangkan manusia. Bumi, bersama sistem tata suryanya, setiap tahun bergerak 500 juta km menjauh dari lokasinya pada tahun sebelumnya.
Terdapat kesetimbangan yang luar biasa dalam seluruh gerakan dinamis ini dan hal tersebut mengungkapkan bahwa kehidupan di bumi berlandaskan pada keseimbangan yang sangat cermat. Pergeseran yang sangat sedikit pun pada orbit benda-benda langit, bahkan hanya beberapa milimeter, dapat membawa akibat yang sangat serius. Beberapa di antaranya dapat sangat mengganggu sehingga kehidupan di bumi tidak mungkin terjadi. Dalam sistem yang di dalamnya terdapat kesetimbangan sekaligus kecepatan yang luar biasa itu, kecelakaan raksasa dapat terjadi kapan pun. Meski demikian, fakta bahwa kita menjalani hidup kita secara wajar di planet ini membuat kita lupa akan bahaya besar yang ada di alam semesta. Keteraturan alam semesta kini dengan jumlah tabrakan yang kita tahu yang hampir dapat diabaikan, langsung membuat kita berpikir bahwa kita dikelilingi oleh suatu lingkungan yang sempurna, stabil, dan aman.
Manusia tidak banyak memikirkan hal tersebut. Itulah sebabnya mengapa mereka tidak pernah menyadari jaringan luar biasa dari kondisi-kondisi yang saling berhubungan yang membuat kehidupan berlangsung di bumi, ataupun mengerti bahwa pemahaman atas tujuan hidup mereka yang sesungguhnya sangatlah penting. Mereka hidup bahkan tanpa memikirkan bagaimana kesetimbangan yang luar biasa namun cermat ini sampai tercipta.
Meski demikian, manusia diberikan kemampuan untuk berpikir. Tanpa merenungkan keadaan sekitarnya dengan teliti dan bijaksana, seseorang tidak akan pernah melihat kenyataan atau bahkan tidak memikirkan sedikit pun mengapa dunia diciptakan dan siapa yang membuat keteraturan besar ini bergerak dengan ritme yang begitu sempurna.
Seseorang yang merenungkan dan memahami pentingnya pertanyaan-pertanyaan ini akan berhadap-hadapan dengan sebuah fakta yang tidak dapat dihindari: alam semesta yang kita tempati diciptakan oleh sang Pencipta, yang keberadaan dan sifat-Nya terwujud dalam segala sesuatu. Bumi, sebuah titik kecil di alam semesta, diciptakan untuk menjalankan tujuan yang penting. Tidak ada suatu pun terjadi tanpa tujuan dalam kehidupan kita. Sang Pencipta, dengan menampakkan sifat, kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya di seluruh alam semesta, tidak meninggalkan manusia seorang diri namun membekalinya dengan tujuan yang sangat penting.
Alasan mengapa manusia ada di bumi diceritakan oleh Allah dalam Al Quran sebagai berikut:
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Al Mulk, 67: 2)
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (QS. Al Insaan, 76:2)
Dalam Al Quran, Allah lebih lanjut menjelaskan bahwa tidak ada suatu pun yang tidak memiliki tujuan:
Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian. (QS. Al Anbiyaa’, 21: 16-17)
|
 | HARGAI KEYAKINAN KAMI KAMI TIDAK PERNAH ATAU MENCOBA MEMBANDINGKAN KEYAKINAN KAMI DENGAN KEYAKINANMU !!
|
 | mengapa anda bisa mengatakan atau beargumentasi seperti itu kepada kami ??
|
 | peace aja lh. Dmai itu indah. Hdup bhineka tunggal Ika. Itu kn mslh kyakinan, klu org tdak prcya tuhan ya sudah lh,tdk prlu dpksakn dan qt jga hruz menghrgai tmen2 qt yg atheis. Coz,itu kn mslh HAM. Yg ga blh dpaksakan. Qt hruz brsatu, mkasih. Waskumb. |
 | Ada hal yang bisa dijalankan dengan otak dan ada yang tidak, seseorang pintar dengan IQ tinggi dan termotivasi melakukan suatu kajian dan penelitian maka dia dapat membuat suatu teori kajian pengetahuan ilmiah, Ada yang mempunyai tingkat pemahaman keyakinan manusiawi tinggi dia akan menjadi Agamais; Yang beraliran Agamais tinggi ; akan mengatakan dia membawa pesan Tuhan ( wahyu ); 1. Para nabi 2. Shidarta Gautama 3.Khong Hu Tju 4. dan masih banyak yang lainnya mereka mengklaim membawa kebaikan dan kebenaran ilahi. Yang ber IQ tinggi membawakan kajian-kajian ilmiah dengan pembuktiannya seperti ; seperti Hawking dan lainnya. Kesimpulan yang di dapat ; 1.Masing-masing mengclaim membawa atau menghantarkan sesuatu kebaikan dengan pendekatan yang berbeda 2. Tidak ada yang perlu diperdebatkan dalam hal ini ; untuk Agamais yang seiman dan sealiran akan mempunyai hasil penambahan keimanan jika berdialog masalah Keagamaan dengan alirannya masing-masing. Untuk yang para ilmiawan ( yang dianggap Atheis) teruslah melakukan penelitian dan kajian dan kembangkan pengetahuan tentang alam dunia dan segala isinya, sehingga akan lebih maju dan bermanfaat. 3. Ingat " Allah akan memberikan petunjuk kepada orang yang diberikan petunjuk " bukan tugas kita terlalu memaksakan diluar kemampuan kita;...... " Allah " Aku memberiakan tanda -tanda untuk dipelajari " 4.. Kedua aliran tersebut dasar-dasar ilmunya diajarkan disekolah dan diterima sebagai kebenaran dan dipakai dalam keseharian, jadi agama dan sience ( apapun bentukny ) berjalan bersamaan ,seperti tangan ada kiri dan kanan " apakah kita harus mengamputasi salah satunya " 5.Gunakan Energi untuk hal-hal yang bisa membawa kebaikan ... Amiin
|
 | Ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan saya pada orang yang menganut sistem Atheis ini. Pertama, Apakah benar Atheis itu tdk bertuhan? Padahal saya selalu me-review band2 death metal yang lagunya seakan2 menyembah Setan dan ingin menjatuhkan Tuhan. Berarti mereka bertuhan pada Setan ya? Begitu? Kedua, Bukannya menyinggung keyakinan atheis. Tapi apakah orang2 atheis sendiri DULUNYA tdk pernah mendapat konsumsi pembelajaran tentang hal beragama dan bertuhan? Ketiga, Kenapa anda semua orang2 atheis bisa berpikir untuk menganut jalan atheis itu? Apa yang ada di benak anda sehingga mau menganut jalan itu? Selain itu ada pula komentar saya mengenai postingan ini : "Memang benar Indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Ika, tapi Tidakkah kita melewatkan point pancasila sila ke 1 yang berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang berarti bahwa Rakyat Indonesia Adalah orang2 yang memiliki Tuhan? Dan saya sangat setuju apa yang diposting oleh kang akmal. Saya mengerti Maksud Kang Akmal bukan untuk membeda - bedakan kepercayaan. Melainkan untuk memberi penjelasan kepada semuanya tentang apa itu Atheisme dan ingin meluruskan orang2 Atheisme agar kembali ke jalan yang benar.....klo menurut saya....Niat kang Akmal sangat bagus...bukannya melarang anda semua ber Atheis tetapi mengingatkan anda semua tentang apa yang sebenarnya ANDA SEMUA LAKUKAN. Saya mohon buat jawab pertanyaan saya tadi.THX |
 | hareeeee.........gene........masih ad atheissss............ccd bgt tu orang, di era globaLISASI skrg udh bnyak mnyediakan agama broooo........trsrah mo anut yg mana, pd dsarnya semua agama mngajarkan kbaikan.............orang atheisss tu orgx sering gelisah,, mudah strezzz, dll..........ini dikarenakan mereka tdk punya tuhan, tuhan itu slalu mngayomi umatnya, klo pngen hdup tenang bertuhan aja broooo.........ingat jaman skrg serba terbaalikkkk........jangan2 tampangnya aj atheisss gk taunya udah naek haji 5x.......wkwkwkwkwkwk
sorrry klo ad yg trsungging .......kwokwowowk |
 | kenalilah diri mu pasti kau akan kenal tuhanmu.....mengapa Allah& Muhamad selalu bersatu.karena muhammad robotnya &Allah batterynya,.tdak kau lihat Muhammad terdiri dr hurup mim =kepala,ha=tangan ,mim=perut, dal=kaki.karena kita terdiri dari hurup2 arab,kenapa bukan adam,isa,atau ibrahim....renungkanlah |
 | rugi lah berdebat kepercayaan mending pikirkan masa depan bangsa ini yang morat marit, bukan lantaran mereka tidak beragama, mungkin karna tingkat agama mereka yang rendah ato sebab lain. |
 | waduh.. sbelum a minta maap y.. masalah atheis ini gak usah d pnjang lebarin.. toh yg nganut atheis pasti kan ttap atheis. pintu hati bila dah k'kunci psti sulit ntuk d bka kmbali. satu hal lagi qta hidup pnya tujuan, pnya akhir untuk awal, klau qta blang Agama Islam agama yg smpurna sama pnganut atheis yaaaaaaa bkalan tidak prcaya mereka, why..? krena mereka atheis.. qu brsyukur d lahirin dngan titel islam, qu bangga bisa tnggal d Indonesia, apalagi d Aceh.. Agama qu untuk qu agama mu ntuk mu.. qu tdak mnyalah kan kalian atheis, qu ykin sdkit bnyak dr atheis sma hal a sparti qta, smoga suatu saat akan ada jalan bg kalian untuk dpat mnemukan apa arti hidup di dunia ini.. Amin.. |
 | kalo org atheis menikah kaya gmn sih prosesnya?trus agama di KTP kalian apaan? hey org atheis minta penjelasannya dong -_____- |
 | Melihat komen dari teman2 Disini ada pertanyaan yang sangat menarik dan menurutku itu sangat lucu? Yaitu: orang atheis KTPnya kya gmn? Untuk mengetahui status agama orang atheis di KTP kn mudah kalo kalian punya teman atheis kalian tinggal pinjam KTP mereka dan tinggal dilihat. Gak perlu debat panjang lebar disini... |
 | Melihat komen dari teman2 Disini ada pertanyaan yang sangat menarik dan menurutku itu sangat lucu? Yaitu: orang atheis KTPnya kya gmn? Untuk mengetahui status agama orang atheis di KTP kn mudah kalo kalian punya teman atheis kalian tinggal pinjam KTP mereka dan tinggal dilihat. Gak perlu debat panjang lebar disini... |
 | eee kwan.. apa hak kalian soal apa agama kami di ktp?? so kmi mw tulis apa di KTP tu HAK kami.
|
 | @pujelly hahaha... kyaknya org2 atheis menuliskan agama nya di KTP pasti islam deh hahaha.. sok aja buka klo gk percaya.... wkwkkwk... |
 | Udah2 kita sesama agama islam ga usah menjelek-jelekkan keprcayaan org... biar ajalah org itu mw menganut kepercayaan apapun juga... itu hak mereka.. karna walau bagaimanapun apa yang telah mereka lakukan di dunia ini pasti akan dimintai pertanggung jawabannya nya di akhirat nanti oleh Allah SWT... Karena Allah SWT pun tidak akan mengampuni bagi orang-orang yang sirik alias menduakan Allah SWT. apalagi bagi orang2 yang tidak menganggap akan adanya pencipta-Nya yaitu Allah AWT.
|
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
 | acvoi wrote on Sep 13, '11 atheis bukan hanya orang yang menafikan Tuhan. mereka adalah kaum-kaum rasional yang selalu berpikir dengan menggunakan logika. pasti pernah mendengar kalimat, "segala hal yang ada di bumi ini adalah terbuat dan tersusun dari zat-zat kimia". sudah banyak ilmuwan yang membuktikan hal tersebut. dan terkadang hal-hal tersebut juga yang dijadikan acuan bagi orang2 atheis (tp bukan berarti para ilmuwan berarti atheis).
setiap hal pasti punya sisi negatif dan positif. klo dipandang secara sisi moral yang tertanam di masyarakat mungkin atheis sering dianggap buruk. tp sisi lain, orang atheis adalah mereka yang pintar, memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, dan juga kritis. tapi, ga jarang juga mereka yang mengaku atheis adalah mereka yang mudah terpengaruh oleh omongan2 orang, terdoktrin. saya pribadi, salut kepada orang2 atheis jika mereka bisa menjelaskan secara logika kalau memang Tuhan tidak ada dan bukan Tuhan yang mnciptakan bumi ini. tapi tidak, bagi orang atheis yang hanya sekedar berkata "saya atheis, tuhan tidak ada!" tanpa bisa menjelaskn alasannya. dan memang benar juga, negara2 sekuler seringkali lebih maju daripada negara2 seperti Indonesia.
tapi di luar hal itu, ga usahlah kita mempermasalahkan atheis atau tidaknya orang-orang. saya percaya Tuhan memberikan manusia roh, namun pada ujung2nya manusia tetap dituntut untuk berdiri sendiri tanpa embel-embel apapun.
salam |
 | hey atheis,,,,,,knp???? knp mrah2???? mmang bgtu kn kenyataanya??? kalian jgn ngomong smbarangan sm org yg punya agama ya,,, msih untung mereka punya agama,,,,,,dr pda kalian???? g ada,,,,, ha!!! kasiaaannn deh,,,,,,,, kalian g tahu btapa indahnya jka kt memiliki agama,,,,, memang kalian pintar, kreatif,,tp klo kalian g punya tuhan,,,,,,buat apa???? kesuksesan yg kalian dpt itu sia2,,,,,,, dasar atheis g beradab!!!!!!!!!!!! |
 | itulah ujian dr tuhanku,,,,, |
 | @gangster090,,,,,, iya kali ya,,,,,hahahahahaha kasian yah mereka,,,,,,^^ |
 | orang beragama klo ngasih sesuatu pasti ngaku "ikhlas". padahal sebenernya gak ada yang "ikhlas". mereka masih mengharap pahala dari Tuhan mereka masing''. itu tandanya mereka masih mengharap pamrih ato balasan. beda ama orang ATHEIS. mereka kalo ngelakuin hal baik emg bener'' "ikhlas krn mereka gak mengharap apapun sbg balasan ato pamrih termasuk pahala. @pedyjewell loe ngmong ttg indahnya memiliki agama. ngaca dulu dong loe. kayak udah bener aja ngerjain perintah agama. |
| |