Blog EntryMenengok 2006 ( IV )Jan 4, '07 5:00 AM
for everyone

assalaamu’alaikum wr. wb.

November 2006. Musim penghujan sudah mulai datang. Daerah-daerah yang tadinya kekeringan kini malah kebanjiran. Ada juga daerah-daerah tertentu yang masih mengalami pancaroba. Berita di televisi sangat mengherankan : kekeringan di Jawa Timur dan banjir di Kalimantan! Bogor? Seperti biasa, hujan selalu. Banjir adalah jatahnya Jakarta.

Hujan mulai teratur datangnya, menghapus teriknya musim kemarau di bulan-bulan yang lalu. Sebenarnya musim penghujan datang terlambat tahun ini. Tapi memang begitulah iklim di dunia sekarang, semakin tidak menentu. Seingat saya, sewaktu saya masih kecil dulu, bulan September saja sudah benar-benar masuk musim penghujan, dan Bogor akan dilanda hujan dari pagi hingga malam, nyaris tak berhenti. Sekarang, hujan di Bogor cenderung sebentar namun lebat dan berangin kencang.

Ketika tiba waktunya membereskan kamar, barulah saya sadar bahwa hari yang dinanti-nanti itu akan segera tiba. Saya pun pindah dari kamar yang kecil ke kamar yang besar. Kamar itu harus segera dirapikan dan dibersihkan agar bisa segera digunakan. Saya tersentak ketika menyadari bahwa hari penikahan hanya tinggal dua minggu lagi.

Kemudian Bogor disibukkan dengan kedatangan seorang manusia yang paling tidak diharapkan, yaitu George W. Bush. Indonesia yang paling saya banggakan akhirnya tidak lebih dari sekedar bangsa penjilat. Hari demi hari berlalu dan Bogor pun dengan telaten mempersiapkan diri untuk memberi sambutan, meskipun banyak sekali warga yang menentang. Saya jadi bingung ; ini negara milik seorang Bush atau milik seluruh warga? Hasil kedatangan Bush? Selain kehinaan untuk Indonesia, rasanya tidak ada.

Bush berlalu, hidup pun berjalan terus...

Pekan yang sangat panjang! Menyebarkan sisa-sisa undangan, melakukan koordinasi terakhir dengan pihak katering, membereskan rumah yang nampaknya tidak beres-beres, dan berlomba dengan waktu yang terus berpacu. Sampai akhirnya, hari itu datang juga.

Hari Ahad, 26 Nopember 2006, adalah hari yang bersejarah dalam hidup kami. Pada hari itu saya melangsungkan akad nikah yang langsung dilanjutkan dengan resepsi. Cukup menegangkan, karena memang tidak pernah ada persiapan yang luar biasa sebelumnya. Hanya sekedar membaca protokol yang sudah disusun oleh pihak WO (Wedding Organizer) sebelumnya, dan selebihnya hanya berusaha bersikap wajar saja. Alhamdulillaah acara berjalan lancar, karena susunannya memang sangat sederhana.

Resepsinya berbeda dengan apa yang sudah saya bayangkan sebelumnya. Saya kira kaki sayalah yang akan paling menderita pegal-pegal berdiri di atas pelaminan, namun ternyata justru otot pipi yang merasa kewalahan duluan. Too much smile will kill you! Ya, mau bagaimana lagi? Lagipula saya bukan pura-pura tersenyum, justru saking sungguh-sungguhnya tersenyum dan tertawa seharian, maka otot pipi ini terasa pegal sekali. Selama di pelaminan saya seringkali mencuri pandang ke arah hidangan yang tersedia. Di sisi kanan pelaminan ada hidangan khusus untuk pengantin dan keluarga.

Apa dinyana, ketika waktu untuk pengantin menyantap hidangan telah tiba, selera makan justru hilang. Barangkali karena sudah terlalu lelah. Memang melelahkan.

Hadiah paling menyenangkan tentunya adalah pernikahan itu sendiri, apalagi dengan kedatangan begitu banyak teman, baik di acara akad nikah maupun di acara walimah. Kedatangan mereka juga merupakan hadiah tersendiri bagi saya. Selain itu, kami masih dibanjiri kado dari para handai-taulan. Kado yang paling mengesankan, tentu saja, adalah kado dari Club Anak Bunda berupa Tafsir Fii Zhilaalil Qur’an karya Sayyid Quthb yang sudah melegenda itu. Masih banyak kegembiraan lain yang tidak akan bisa saya ekspresikan dengan baik melalui tulisan, sebagaimana juga rasa terima kasih saya kepada semua orang di sekitar saya yang tidak pernah cukup untuk diucapkan.

Terima kasih, terima kasih!

Tiga hari setelah menikah, kami pun pergi ke Bandung dalam rangka jalan-jalan menghabiskan jatah cuti dari kantor. Kami sempatkan untuk menengok keluarga Mas Undi, yang rumahnya menjadi tempat kos saya selama hampir enam tahun lamanya. Semuanya masih tetap sama, penghuninya pun masih sama. Satu-satunya perbedaan adalah kamar kos saya yang sampai kini belum ada yang menempati.

Selain itu kami pun sempat berbelanja sedikit, membelikan sekedar oleh-oleh buat orang tua di Bogor, dan tidak lupa juga mampir ke ITB. I really miss my campus! Ada ‘wibawa’ tersendiri yang dimiliki oleh kampus ITB yang bisa dirasakan ketika memasuki gerbangnya. Saya pernah merasakannya dulu ketika pertama kali masuk ke sana sesaat setelah hasil UMPTN diumumkan, namun sensasi itu menghilang bersama waktu karena telah terbiasa dengannya. Kini saya merasakannya kembali, enam bulan setelah meninggalkan kampus. Saya merasa kembali seperti anak SMA yang tengah bermimpi masuk ITB!


Desember 2006. Jadi, setelah menikah, kehidupan seorang lelaki umumnya menjadi jauh lebih tenang dan teratur. Kalau tidak waspada, kita akan keenakan ; jiwa menjadi malas, otak menjadi tumpul, dan badan pun akan semakin melar. Beruntung saya memiliki kecintaan yang tak tersembuhkan pada basket. Yes, basketball saved my life!

Berkat kebiasaan yang dikembangkan sejak bulan Ramadhan yang lalu, membaca pun menjadi kegiatan sehari-hari yang selalu dicukupkan porsinya. Sekarang saya bisa membaca buku di angkot tanpa merasa pusing atau mengantuk, tidak pula peduli pada pikir orang lain di sekitar saya. Maklum, di Indonesia, membaca buku tebal di angkot membuat kita sedikit nampak seperti kutu buku. Nerd! Tapi hanya orang buta saja yang menuduh saya mirip dengan kutu buku.

Bulan Desember ini, musim penghujan secara resmi merajalela di nyaris seluruh pelosok negeri. Banjir di berbagai daerah di Sumatera, dan hujan yang tak henti-hentinya mengguyur Bogor. Semua orang sibuk mengurusi rumah tangga orang lain (maksudnya Aa Gym) dan sebagian malah nampak tenang-tenang saja menyaksikan pihak lain yang mesra namun tidak berumah tangga (maksudnya YZ dan ME). Semua orang sibuk beradu pendapat dan dengan segala cara berusaha menjadi pemenang, meski dengan membohongi semua orang. Akhirnya artis Bogor jualah yang mampu menaklukkan semua kehebohan ini. Alda Risma, penyanyi yang pernah naik daun di penghujung abad ke-20 dulu, meninggal dengan mewariskan begitu banyak misteri. Inilah, nampaknya, kasus yang paling menyita perhatian publik di Indonesia di akhir tahun 2006.

Saya pun berdiri di sini, di waktu-waktu akhirnya, untuk mengenang segala yang telah terjadi pada tahun 2006. Saya pikir, inilah tahun terbaik dalam hidup saya. Tapi Islam tidak mengenal tahun baik dan tahun buruk. Barangkali yang sebenarnya terjadi adalah : saya lebih pandai bersyukur tahun ini, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk menjadi hamba yang lebih bersyukur. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan?

wassalaamu’alaikum wr. wb.


13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
nandae wrote on Jan 4, '07
akmal said
Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk menjadi hamba yang lebih bersyukur.
Amin.., semoga...
Akhirnya.., menengoknya selesai sudah :D
Makasih atas dibaginya kue ceritanya ya Bro..:)
Tahun yang seru dan penuh kesan !
akmal wrote on Jan 4, '07
nandae said
Makasih atas dibaginya kue ceritanya ya Bro..:)
hari gini kagak ada kue gratisan... BAYAR !!! kekeke :D
nandae wrote on Jan 4, '07
akmal said
hari gini kagak ada kue gratisan... BAYAR !!! kekeke :D
Mau dibayar brapa seh..?
Sebut aja, ga usah sungkan-sungkan...:D
Nanti biar uangnya langsung aku kirim via e-mail :-P

akmal wrote on Jan 4, '07
nandae said
Mau dibayar brapa seh..?
Sebut aja, ga usah sungkan-sungkan...:D
Nanti biar uangnya langsung aku kirim via e-mail :-P

wah gini nih bandar uang palsu.... :p
nandae wrote on Jan 4, '07
akmal said
wah gini nih bandar uang palsu.... :p
Nggak.., bukan.., aku bukan bandar. Tapi pengedar aja..:P
akmal wrote on Jan 4, '07
nandae said
Nggak.., bukan.., aku bukan bandar. Tapi pengedar aja..:P
*langsung telpon polisi* :p
rinrinjamrianti wrote on Jan 4, '07
aamiin ya robbal`allamiin... teringat akan bogor saat musim hujan, melihat anak2 mau brgkt sekolah, bp2/ibu2/tante2/om2... yg pagi2 seakan enggan pergi karena hujan yg menemani datangnya pagi... andai punya bis bertingkat2 dan panjaaaang ingin rasanya mengantarkan mereka satu per satu... sayang hanya khayal mode :)

dan teringat saat pergi ke jakarta... temens sll bilang `nah ini dia sang pengirim banjir datang hehe` duuuh kenapa jg bogor mesti dipersalahkan gubrak....:)
nandae wrote on Jan 4, '07
akmal said
*langsung telpon polisi* :p
*kabuuuuurrrrrr*
akmal wrote on Jan 4, '07
aamiin ya robbal`allamiin... teringat akan bogor saat musim hujan, melihat anak2 mau brgkt sekolah, bp2/ibu2/tante2/om2... yg pagi2 seakan enggan pergi karena hujan yg menemani datangnya pagi... andai punya bis bertingkat2 dan panjaaaang ingin rasanya mengantarkan mereka satu per satu... sayang hanya khayal mode :)

dan teringat saat pergi ke jakarta... temens sll bilang `nah ini dia sang pengirim banjir datang hehe` duuuh kenapa jg bogor mesti dipersalahkan gubrak....:)
HIDUP BOGOR !!! :D
dimyati wrote on Jan 4, '07
Satu-satunya perbedaan adalah kamar kos saya yang sampai kini belum ada yang menempati.
**************************************************************

serem atow kotor yak tuh kamar hihi bekas syapa seeeeh :P
sya2 wrote on Jan 4, '07
hmmm...Jebolan ITB ternyata to..
pantess..pinter :)
akmal wrote on Jan 4, '07
dimyati said
Satu-satunya perbedaan adalah kamar kos saya yang sampai kini belum ada yang menempati.
**************************************************************

serem atow kotor yak tuh kamar hihi bekas syapa seeeeh :P
angker kali? kekekekek :p
akmal wrote on Jan 4, '07
sya2 said
hmmm...Jebolan ITB ternyata to..
pantess..pinter :)
pinter dari hongkoooooooooooooooooong.... :p
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help