Blog EntryKetika Agama Dijadikan KedokJan 4, '07 10:31 PM
for everyone

assalaamu’alaikum wr. wb.

Agama itu selayaknya dijadikan sebagai sebuah aturan hidup yang tak boleh dilanggar sedikit pun.  Sungguh ajaib manusia yang mengaku percaya akan keberadaan Tuhan namun bersikap pilih-pilih menjalankan semua perintah-Nya.  Bagi orang-orang semacam ini, keimanan hanya sekedar ‘lip service’ belaka.  

Akan lebih menakjubkan lagi kiranya jika kita mengamati ‘kreatifitas’ manusia dalam memanipulasi agama untuk kepentingannya sendiri.  Mereka mengambil mana-mana yang sesuai dengan keinginannya, dan meninggalkan semua yang tidak diinginkannya.  Gejala ini terjadi di mana-mana, dan sebenarnya sama sekali bukan hal yang baru.  Mereka tidak ubahnya seperti umat Yahudi yang mendapati hukum rajam bagi pezina di dalam Taurat, Kitab Sucinya sendiri, namun tidak mengaplikasikannya, atau hanya memberlakukannya pada kalangan masyarakat kelas bawah saja.  Alasannya sederhana saja : karena kaum elit ingin bebas berzina.

Di Indonesia sudah terbukti bahwa kaum elit memang gemar berzina.  Direkam pula! 

Ada juga yang ketaatannya pada agama menuruti fungsi waktu.  Ada saatnya ia taat pada agama, ada pula temponya ia ingkar.  Seolah-olah agama itu profesi ; ada jam kerja, ada waktu cuti dan liburannya.  Semua tergantung mood pribadinya belaka.  Kadang shalat, kadang dugem.  Sekali waktu pergi umrah, lain kali pesta narkoba.  Saat Ramadhan pakai hijab, masuk Syawal sudah berganti dengan bikini.  Sebenarnya sudah ada iman di dalam hatinya, namun ia masih belum rela mengganti kebiasaan jahiliyah-nya dengan kebiasaan yang baru, yaitu kebiasaan yang Islami.

Umat Islam, utamanya di Indonesia, nampaknya memang telah sangat terbiasa dengan keimanan yang merupakan fungsi waktu.  Ketika masuk bulan suci Ramadhan, rasanya keberadaan night club, kedai minuman keras, pelacur, atau banci menjadi begitu tidak menyenangkan.  Bahkan melihat orang yang seenaknya makan di jalan ketika kebanyakan orang melaksanakan shaum pun sudah membuat mata terasa tak nyaman.  Para artis pun merespon logika yang digunakan di masyarakat ini dengan sangat baik.  Kalau mau mendapat job melimpah di bulan Ramadhan, mereka pun rela menutup semua auratnya dengan baik.  Sayang, tak satupun dari kebiasaan baik ini dilanjutkan sepeninggal Ramadhan. 

Di kalangan tertentu, agama memang sangat efektif jika digunakan sebagai kedok.  Namanya kedok, tentu fungsinya adalah untuk menutupi sesuatu.  Logika kedok adalah logika penipuan.

Ada fotomodel dari Australia yang kedapatan membawa narkoba di Indonesia.  Bagaikan sulap, ketika menghadapi proses peradilan, tiba-tiba saja ia tampil mengenakan kerudung.  Meski kerudungnya tidak cukup sempurna untuk disebut hijab, namun tak pelak semua orang langsung mengidentifikasinya sebagai simbol keislaman.  Seperti kita ketahui bersama, kerudung itu langsung lepas dan tak pernah dipakai lagi olehnya setelah proses peradilannya selesai. 

Ada penyanyi dangdut yang goyangannya sangat tidak pantas, namun ketika perilakunya di atas panggung dikritisi dengan tajam, ia pun tampil di depan kamera infotainment dengan air mata berurai, lengkap dengan pakaian yang menutupi tubuhnya dengan sempurna dan kerudung.  Seolah-olah dirinyalah yang korban, dan para pengkritisinyalah yang kejam.  Memang pada akhirnya terbukti bahwa simbol-simbol agama (meskipun saya tetap yakin bahwa agama Islam itu sebenarnya bebas dari simbolisme) cukup efektif untuk mempengaruhi opini masyarakat dan membelokkan inti permasalahan.

Ada pula artis dangdut lainnya yang ketika rumah tangganya diterpa badai, ia berkata dengan penuh lirih kesedihan : “Saya hanya bisa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan selama ini.  Saya anggap semua ini adalah ujian dari-Nya, dan merupakan jalan hidup yang telah Allah tetapkan bagi saya.  Doakan saya ya, pemirsa!”  

Fantastis!  Benar-benar akting kelas juara!  Ketika rumah tangganya normal kembali, ia pun kembali ke panggung-panggung untuk memamerkan goyang pinggulnya yang sama sekali tidak pantas.  Dan, tentu saja, semua kalimat indah yang pernah meluncur dari lidahnya itu tidak pernah terdengar lagi.  Barangkali nanti kalau ia mengalami masalah besar, maka ia akan mampu mengutip dengan fasih ayat-ayat Al-Qur’an.  Entah kapan. 

Di Indonesia, bahkan artis yang sudah tertangkap basah melakukan perbuatan zina di depan kamera pun tidak merasa perlu untuk lari dari kepungan mata masyarakat.  Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena memang sudah tidak ada lagi rasa malu.  Ia pun melangkah tegap dengan dagu terangkat, seolah menantang siapa saja yang ada di depannya.  Tentu saja manipulasi agama adalah bagian yang tak terpisahkan dari strateginya.

Meski sudah terkenal sebagai pezina (yang nampaknya juga sudah terlanjur lihai melakukannya di depan kamera), ia hanya perlu berusaha sedikit saja untuk mengubah imej.  Ia mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, menengok korban bencana alam, memberi santunan kesana-sini, dan tentunya tidak lupa juga mengenakan pakaian yang nyaris sempurna menutupi aurat layaknya Muslimah sejati.  Maka orang-orang awam pun terpengaruhi opininya.  Sangka mereka, sang artis hanyalah korban belaka.  Tapi orang-orang kecil yang butuh santunan itu tidak tahu bahwa artis yang sama masih aktif beraksi seronok di klub-klub malam, tempat segala kemaksiatan terjadi.

Ibarat pencuri, mereka berusaha menjadikan keagungan agama sebagai miliknya sendiri.  Dan segala perbuatan mereka ini seolah luput saja dari penglihatan masyarakat, karena masyarakat hanya menonton apa yang dijejalkan ke hadapannya oleh media massa.   

Hail to the thieves !

wassalaamu’alaikum wr. wb.


40 CommentsChronological   Reverse   Threaded
dik2 wrote on Jan 4, '07
Agama kok ada musimnya, kayak buah-buahan aja ....
Kasihan mereka ....
:-(
elqassam wrote on Jan 4, '07
dik2 said
Kasihan mereka ....
kasihan kita yah..
akmal wrote on Jan 4, '07
dik2 said
Agama kok ada musimnya, kayak buah-buahan aja ....
Kasihan mereka ....
:-(
hihihihi ada musim taat, ada musim kufur... :p
akmal wrote on Jan 4, '07
kasihan kita yah..
iya, kasihan kedua mataku yg harus menyaksikan kebohongan2 ini... :D
omhanif wrote on Jan 4, '07
kita doain aja, semoga mereka menjalanin agama tidak pake musim musiman lagi.
tapi terus menerus bertambah keimanan dan ke tawadlukanya.
sophie4519 wrote on Jan 4, '07
hemmm...hidup semakin berat :)
akmal wrote on Jan 4, '07
omhanif said
kita doain aja, semoga mereka menjalanin agama tidak pake musim musiman lagi.
tapi terus menerus bertambah keimanan dan ke tawadlukanya.
semoga mrk mendapat hidayah... :)

aamiin...
akmal wrote on Jan 4, '07
hemmm...hidup semakin berat :)
ujian memang makin lama makin berat ya mbak... :)
jonru wrote on Jan 4, '07
Bahkan kita sering menjadikan Tuhan seperti payung: dipakai ketika dibutuhkan saja

(kalimat bijak ini justru saya dengar dari seorang penganut Kristen, tapi saya kira benar banget deh...)
simplyndah wrote on Jan 4, '07
maha besar Allah yang membolak-balikan hati.
Tapi jika hati sudah mati, yah begitu itulah
kizzer wrote on Jan 4, '07
ya seperti biasa mas , diindonesia emang gitu , artis atau seseorang kena masalah dikit pasti langsung make jilbab kalau konferensi pers , atau mengaku baru mualaf , ya pokoknya cuma dijadikan tameng aja
peaceman wrote on Jan 4, '07
HATI...!
itu kuncinya ...!
Kita hanya bisa melihat apa yang kasat mata, padahal Hati itu tidak kasat mata.
Bukan membela mereka yang seolah menjadikan agama tameng, kedok atau payung, tapi lebih mencoba memposisikan diri lebih empati, ... toh kita tdk pernah tahu what's really going on di diri mereka.
sebagaimana Umar yang sedemikian membenci Islam, tapi ternyata ia mejadi sosok tangguh pembela Islam.
Atau si pembunuh yg membunuh 99 orang + 1 ulama yang salah kasih saran (oops!) ... dengan niat ikhlas bertaubat, Allah ampuni dosa2nya ...
allahu a'lam
:-)
akmal wrote on Jan 4, '07
jonru said
Bahkan kita sering menjadikan Tuhan seperti payung: dipakai ketika dibutuhkan saja

(kalimat bijak ini justru saya dengar dari seorang penganut Kristen, tapi saya kira benar banget deh...)
wah bagus banget tuh ungkapan... :)

iya bener banget, dulu temen saya pernah mengeluh pada saya : "kenapa ya gw masih kayak gini aja? sholat kalo lagi ada perlunya aja... pengennya sih gak begitu..."

jadi di hati kecilnya dia nyadar ya... :D
akmal wrote on Jan 4, '07
maha besar Allah yang membolak-balikan hati.
Tapi jika hati sudah mati, yah begitu itulah
rabbanaa
laa tuzigh quluubana
ba'da idz hadaitanaa
wa hablanaa min ladunka rahmah
innaka antal wahhaab...

:)
akmal wrote on Jan 4, '07
kizzer said
ya seperti biasa mas , diindonesia emang gitu , artis atau seseorang kena masalah dikit pasti langsung make jilbab kalau konferensi pers , atau mengaku baru mualaf , ya pokoknya cuma dijadikan tameng aja
padahal muallaf aja gak bersikap sebodoh itu ya... hahaha :D

ya wajar, soalnya org yg masuk Islam itu pinter semua... beda sama yg murtad, dikasi kulkas aja aqidah langsung tergadai... :)
akmal wrote on Jan 4, '07
HATI...!
itu kuncinya ...!
Kita hanya bisa melihat apa yang kasat mata, padahal Hati itu tidak kasat mata.
Bukan membela mereka yang seolah menjadikan agama tameng, kedok atau payung, tapi lebih mencoba memposisikan diri lebih empati, ... toh kita tdk pernah tahu what's really going on di diri mereka.
sebagaimana Umar yang sedemikian membenci Islam, tapi ternyata ia mejadi sosok tangguh pembela Islam.
Atau si pembunuh yg membunuh 99 orang + 1 ulama yang salah kasih saran (oops!) ... dengan niat ikhlas bertaubat, Allah ampuni dosa2nya ...
allahu a'lam
:-)
memang tdk pernah tahu apa isi hati mereka... makanya saya tdk membahas isi hati mereka, hanya membahas kontradiksi dari perbuatan mrk... :)
peaceman wrote on Jan 4, '07
akmal said
memang tdk pernah tahu apa isi hati mereka... makanya saya tdk membahas isi hati mereka, hanya membahas kontradiksi dari perbuatan mrk... :)
yang terjadi akhi fillah, nuansa paparan atau deskripsi kita sedikit banyak tercemar unsur subjektif yang cenderung jadi terasa menghakimi ... begitu.
yang jelas, membalikkan hati yang kesat dan tidak bisa menyerap pancaran cahaya ilahi memang tidak bisa spt membalik telapak tangan, dan juga tdk bisa tanpa izin dari Pemilik hati.
apa yang mereka alami adalah ibrah buat kita, dan ini yang saya kira menjadi inti posting antum ...
:-)
agusdidin wrote on Jan 4, '07
akmal said
semoga mrk mendapat hidayah... :)

aamiin...
amiiinnnn.... [-o<

dan semoga kita dijauhkan dari hal2 semacam itu.
aamiiiinnnnn.....
alghozi wrote on Jan 4, '07
itu jg tanggung jawab kita sebagai saudara muslimnya. untuk selalu mengingatkan mereka.. :)
ayoo. ust.. turun tangan jadi seleb.. :D
akmal wrote on Jan 4, '07
alghozi said
itu jg tanggung jawab kita sebagai saudara muslimnya. untuk selalu mengingatkan mereka.. :)
ayoo. ust.. turun tangan jadi seleb.. :D
lho? saya kan emang seleb... :p
alghozi wrote on Jan 4, '07
kok g pernah liat di tipi..
akmal wrote on Jan 4, '07
alghozi said
kok g pernah liat di tipi..
tipinya gak gaul sih... :p
nzarno wrote on Jan 5, '07
jadi gimana dong ...agar mereka sadar....dan kita juga....*
missjuleha wrote on Jan 5, '07
gk cuma org terkenal kok yg gini:-"
sya2 wrote on Jan 5, '07
Kadar keimanan org kan naik turun, makanya agar hidayah tetap terjaga perlu sering2 berdoa spt yg ditulis Akmal diatas :
rabbanaa
laa tuzigh quluubana
ba'da idz hadaitanaa
wa hablanaa min ladunka rahmah
innaka antal wahhaab...
akmal wrote on Jan 5, '07
nzarno said
jadi gimana dong ...agar mereka sadar....dan kita juga....*
sering2 baca artikel ini, mudah2an kita inget... :p
akmal wrote on Jan 5, '07
gk cuma org terkenal kok yg gini:-"
iya, banyak jg yg sok terkenal dan niru2 orang terkenal :)
akmal wrote on Jan 5, '07
sya2 said
Kadar keimanan org kan naik turun, makanya agar hidayah tetap terjaga perlu sering2 berdoa spt yg ditulis Akmal diatas :
rabbanaa
laa tuzigh quluubana
ba'da idz hadaitanaa
wa hablanaa min ladunka rahmah
innaka antal wahhaab...
aamiin... :)
unimolly wrote on Jan 5, '07
akmal said
Ibarat pencuri, mereka berusaha menjadikan keagungan agama sebagai miliknya sendiri. Dan segala perbuatan mereka ini seolah luput saja dari penglihatan masyarakat, karena masyarakat hanya menonton apa yang dijejalkan ke hadapannya oleh media massa.
Semua amal tergantung niatnya...
Jika diniatkan untuk Allah semata, insyaallah Allah, Rasul dan orang-orang beriman akan melihatnya...
ianaja wrote on Jan 5, '07
aamiin... semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita semua untuk senantiasa istiqamah, konsisten di jalan-Nya...
unimolly wrote on Jan 5, '07
ianaja said
semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita semua untuk senantiasa istiqamah, konsisten di jalan-Nya...
Amin ya rabbal 'alamin
arrohwany wrote on Jan 5, '07
Semoga kita semua bisa istiqomah dijalan ilmu dan bukan sekedar mengikuti jalan keumuman (awam)
akmal wrote on Jan 5, '07
Semoga kita semua bisa istiqomah dijalan ilmu dan bukan sekedar mengikuti jalan keumuman (awam)
aamiiin... :)
izzahlaila wrote on Jan 5, '07
Ooooooohhh...gitu yah... agama dijadikan kedok aja..kacian banged... mereka hendak menipu Allah namun hakekatnya mereka menipu dirinya sendiri... Wallahu bima ta'maluna basyiir..Wallahu Alimun bijatissuduur...Dan Allah Maha melihat..Allah mengetahui segala isi hati...Allah yg membalas tipu daya mereka kaum Munafik bin Fasik... Media TV kita mengajarkan bahwa ketenaran bisa mengalahkan kebenaran...yg benar jadi salah, yg salah jadi keliatan terdholimi....haiya...fenomena apakah ini...

Eh..bentar lagi pilkada di Bekasi neh.. akan banyak calon Bupati yg tampil dgn kopiah dan busana Muslim... Entah bagaimana kalo dah habis pilkada.. tapi aku yakin dan kita do'akan bersama... suatu saat mereka akan muak dan benci dgn kemunafikan mereka sendiri.. dan bertaubat dgn sepenuh kesungguhan... Allahu Akbar!! Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Amin ...
akmal wrote on Jan 7, '07
Eh..bentar lagi pilkada di Bekasi neh.. akan banyak calon Bupati yg tampil dgn kopiah dan busana Muslim... Entah bagaimana kalo dah habis pilkada.. tapi aku yakin dan kita do'akan bersama... suatu saat mereka akan muak dan benci dgn kemunafikan mereka sendiri.. dan bertaubat dgn sepenuh kesungguhan... Allahu Akbar!! Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Amin ...
aamiin... :)
mutawalli wrote on Jan 7, '07
agama jadi kedok?? bukannya dari dulu... dan emang itu strategi pasar... nggak hanya artis deh kayaknya...
akmal wrote on Jan 7, '07
agama jadi kedok?? bukannya dari dulu... dan emang itu strategi pasar... nggak hanya artis deh kayaknya...
ya memang sih, hanya saja yg rajin diberitakan kan artis... :)
azirnazir wrote on Sep 18, '07
hhmmmm....orang yang seperti tak lebih seperti kerbau ya .. udah dimandiin oleh tuannnya dengan bersih, tapi tetap aja tempat yang di senanginya kubangan..yang penuh lumpur dan lintah iiiiiiiiiiiiiii
akmal wrote on Oct 4, '07
hhmmmm....orang yang seperti tak lebih seperti kerbau ya .. udah dimandiin oleh tuannnya dengan bersih, tapi tetap aja tempat yang di senanginya kubangan..yang penuh lumpur dan lintah iiiiiiiiiiiiiii
perumpamaan yg bagus :)
kupretist wrote on Nov 1, '07
Makanya kita harus sedia payung sebelum hujan, alias menyembah Tuhan sebelum mati, sepadan gak sih... pengistilahannya......hehehheee
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help