Blog EntryBeberapa Pandangan Keliru Tentang HijabJan 23, '07 3:23 AM
for everyone
assalaamu'alaikum wr. wb.

Sengaja saya menggunakan kata 'hijab', bukan 'jilbab', karena dua alasan yang penting :
  1. Jika kita menyebut 'jilbab', maka yang terbayang adalah kain panjang yang digunakan oleh para Muslimah untuk menutupi kepala dan rambutnya saja. Padahal, masalah berpakaian itu tidak hanya meliputi kepala dan rambut saja, melainkan hingga seluruh tubuh. Dengan menggunakan kata 'hijab' yang maknanya adalah "pembatas" atau "penutup", maka kesan yang sempurna dari menutup aurat akan lebih terasa.
  2. Sampai detik ini saya belum menemukan asal kata 'jilbab' itu sebenarnya, dan dengan demikian juga belum bisa menelusuri makna asalnya.
Karena 'sambutan' di artikel saya yang berjudul "Solusi Untuk Muslimah" ternyata cukup bagus, maka nampaknya pembahasan mengenai masalah ini perlu diperdalam lagi. Tambahan lagi, selain banyaknya sambutan dan apresiasi positif terhadap artikel tersebut, muncul pula banyak pertanyaan yang memerlukan jawaban segera. Saya berusaha menangkap pertanyaan, kebingungan, kegelisahan, atau keresahan yang muncul di dalam hati saudari-saudari saya seiman dan mencoba untuk memantapkan hati mereka meskipun banyak diantara pertanyaan-pertanyaan itu yang tidak pernah terlontar lewat lisan ataupun tulisan.

Melalui artikel ini, saya ingin meluruskan beberapa pendapat keliru tentang hijab :


Ber-hijab Itu Susah
Islam itu susah. Begitulah propaganda musuh-musuh Islam. Mereka menggarisbawahi kenyataan bahwa umat Islam wajib shalat lima kali sehari, shaum minimal sekali sebulan, dan harus berzakat sekian persen dari harta yang dimilikinya. Tapi faktanya, Islam itu selalu sesuai dengan fitrah manusia. Kalau ada yang berpendapat shalat itu susah, maka kita dengan mudah dapat menjawab bahwa mereka yang tidak shalat itu justru hidupnya lebih susah. Lihatlah bagaimana orang-orang kaya dan 'pintar' berusaha menggali spiritualitas dalam hidup mereka hingga mereka mau melakukan hal yang aneh-aneh. Itu semua karena mereka kebingungan mencari pegangan. Kembali pada masalah hijab, ia sama sekali tidak menyulitkan. Sama seperti berhenti merokok, mengenakan hijab pun hanya membutuhkan satu keputusan.


Hijab menghambat aktivitas
Sama sekali tidak benar! Hal itu sama saja mengatakan bahwa sepatu bot tentara akan menghambatnya dalam pertempuran. Memang ada sedikit kesulitan dalam mengenakan sepatu bot, tapi sepatu bot itu justru melindungi kaki mereka dari berbagai bahaya, misalnya paku, beling, atau duri. Sama juga dengan hijab, barangkali ada sedikit kesulitan yang timbul karena mengenakannya, namun ia benar-benar berfungsi dalam melindungi diri Anda, sekaligus juga melindungi lingkungan dari kerusakan moral. Ruqaya al-Ghasara, seorang atlet sprint Muslimah asal Bahrain telah membuktikan bahwa menutup aurat (meskipun yang dilakukannya mengikuti kompetisi belum sempurna benar) tidak menghalanginya dari meraih medali emas pada nomor sprint 200 m di Asian Games yang lalu.


Hijab = sulit jodoh
Ini adalah observasi yang amat-sangat-keliru dan cenderung prematur. Pertanyaan sebenarnya adalah lelaki macam apa yang hendak dijadikan pasangan? Kalau ingin berjodoh dengan artis Hollywood, maka memang benar hijab akan mempersulit Anda untuk mencapai tujuan. Tapi kalau lelaki yang Anda inginkan adalah yang saleh, taat pada agama, setia, tidak menilai perempuan dari fisiknya saja, maka justru tidak ber-hijab akan membuat Anda menjadi perawan tua. Lagipula, kalau dipikir-pikir, justru para akhwat yang ber-hijab itulah yang (secara rata-rata) lebih cepat menikah. 'Tul gak??


Hijab membuat kita tersingkir dari pergaulan
Masih sangat relatif! Membuat tato, menindik lidah, merokok, bahkan menggunakan narkoba pun bisa membuat pergaulan kita lebih luas. Akan tetapi, pergaulan macam apakah yang kita inginkan? Di samping itu, apa benar kita perlu mengikuti apa yang orang-orang lakukan hanya untuk bisa mendapatkan teman? Kenyataannya, mereka yang tidak merokok temannya sama saja banyaknya dengan mereka yang merokok. Bedanya, yang tidak merokok akan mencela (atau bahkan mengutuki) para perokok, sedangkan sebaliknya tidak. Luas atau tidaknya pergaulan tergantung pada kemampuan kita membawa diri. Rasa takut kehilangan teman karena mempertahankan prinsip adalah sebentuk inferioritas yang mesti dilawan, kalau memang tidak mau menjadi 'buih'.


Hijab itu eksklusif
Hanya karena para Muslimah ber-hijab senang berkumpul bersama, lantas kita menuduh mereka eksklusif? Wah, jangan terburu-buru! Mereka yang hobi dugem juga sering kumpul bareng. Mereka yang hobi basket pun wajar kalau sering hang out bersama. Mereka yang memiliki sepeda motor dengan merek yang sama pun biasa membuat klub sendiri. Lalu mengapa Muslimah ber-hijab disangka eksklusif kalau jalan bareng? Kesamaan memang membuat manusia semakin akrab, dan tidak ada ikatan yang lebih kuat daripada aqidah. Bukankah sangat wajar jika mereka menjadi demikian akrabnya?


Hijab itu ekstrem
Yang ekstrem itu adalah orang-orang yang mengetahui perintah Tuhan namun menolaknya mentah-mentah, atau mereka yang mengaku beragama namun memisahkan agama dari kehidupan sosialnya. Mengherankan mengapa hijab dituduh ekstrem sementara bertelanjang ria di pantai Miami dianggap wajar. Mana yang lebih ekstrem sebenarnya : menutupi aurat dengan baik dari pandangan non-muhrim atau mengobralnya secara gratisan kepada semua mata yang melihat?


Hati harus di-hijab-i terlebih dahulu
Pernyataan ini sangat rancu, karena Rasulullah saw. tidak pernah berkata demikian. Justru kalau ditilik dari fiqih prioritas, maka menutup aurat jauh lebih urgent daripada yang lain, karena ia memberi dampak pada moralitas masyarakat. Tentu saja setiap manusia punya kekurangan dalam akhlaq atau hatinya, dan memperbaiki diri dalam masalah ini sangatlah rumit. Apa kita harus menjadi orang suci terlebih dahulu sebelum mengenakan hijab? Justru mengenakan hijab adalah ibadah yang jauh lebih sederhana dan mudah daripada menata hati.  Bahkan 'Aisyah ra. pun (yang sudah jelas ber-hijab) pernah cemburu besar pada Khadijah ra., dan karena kecemburuannya itu sempat berbuat kurang sopan kepada Rasulullah saw.  Kenyataannya, 'Aisyah ra. tidak pernah berpikir untuk membuka hijab-nya hanya lantaran merasa hatinya belum 'ter-hijab'.


Demikianlah sedikit urun pendapat dari saya.  Tulisan ini bermaksud untuk memberi motivasi, tidak kurang dan tidak lebih.  Semoga saudari-saudari kita diberikan kekuatan untuk konsisten dengan hijab-nya, dan bagi yang belum mengenakannya, marilah kita bahu-membahu menghilangkan kecemasan di dalam hatinya. 

wassalaamu'alaikum wr. wb.

36 CommentsChronological   Reverse   Threaded
prajuritkecil wrote on Jan 23, '07
oh ini toh artikelnya...:D
akmal wrote on Jan 23, '07
oh ini toh artikelnya...:D
yoi yg ini nih... :D
murnii wrote on Jan 23, '07
siapa bilang pake hijab sulit jodoh, susah kerjaan, nggak bisa bergaul?
Buktinya saya pake hijab dan nikah muda (tanpa pacaran) tuh.
di Usia 21 saya sudah menikah, sudah punya pekerjaan tetap dan teman2 saya tersebar di Indonesia. (he...he...he... ikatan dinas gitu loh, jadi nyebar ke mana-mana baik sukarela maupun terpaksa)
karitasurya wrote on Jan 23, '07
murnii said
siapa bilang pake hijab sulit jodoh, susah kerjaan, nggak bisa bergaul?
Buktinya saya pake hijab dan nikah muda (tanpa pacaran) tuh.
di Usia 21 saya sudah menikah, sudah punya pekerjaan tetap dan teman2 saya tersebar di Indonesia. (he...he...he... ikatan dinas gitu loh, jadi nyebar ke mana-mana baik sukarela maupun terpaksa)
Horeeeee..hidup Hijab...!
nengeuis wrote on Jan 23, '07
ngejar target bikin 300 tulisan ya ? heheheh...siiiiip
mfmahdi wrote on Jan 23, '07
jaga diri baik-baik ya Mal.... :)
murnii wrote on Jan 23, '07
weks.....ternyata artikelnya belum selesai ya? kalimat terakhirnya masih nggantung tuh, belum titik.
ianaja wrote on Jan 23, '07
berhijab? no worry!
akmal wrote on Jan 23, '07
murnii said
weks.....ternyata artikelnya belum selesai ya? kalimat terakhirnya masih nggantung tuh, belum titik.
tadi udah selese, tapi gak tau napa kok ngilang ya? aneh...

*udah diperbaiki tuh*
rinrinjamrianti wrote on Jan 23, '07
hatur nuhun artikel tentang hijab lagi nih.... jadi makin kumplit..... pesanan sy belum euy... ayo sopo yg mau kasih.... :-)

teringat saat kunjungan ke Great Giant Pineapple Company di Lampung, karyawannya ribuan, dan wajib pake jilbab, wlpn alasannya bukan karena wajib, lebih ke higienis dan sanitasi.... tapi ini membuktikan kalo jilbab bukan sesuatu yg menghambat tapi mendukung.... nelihat ribuan karyawan pabrik dengan jilbab putih... subhanallah... indah sekali, semoga diikuti perusahaan lainnya.... !!!!!
akmal wrote on Jan 23, '07
hatur nuhun artikel tentang hijab lagi nih.... jadi makin kumplit..... pesanan sy belum euy... ayo sopo yg mau kasih.... :-)

teringat saat kunjungan ke Great Giant Pineapple Company di Lampung, karyawannya ribuan, dan wajib pake jilbab, wlpn alasannya bukan karena wajib, lebih ke higienis dan sanitasi.... tapi ini membuktikan kalo jilbab bukan sesuatu yg menghambat tapi mendukung.... nelihat ribuan karyawan pabrik dengan jilbab putih... subhanallah... indah sekali, semoga diikuti perusahaan lainnya.... !!!!!
wah keren banget tu perusahaan...

jadi terbukti ya bahwa mengenakan hijab juga terbukti LEBIH SEHAT... :D
rinrinjamrianti wrote on Jan 23, '07
ya terbukti sudah.... saat perusahaan tersebut belum mewajibkan jilbab, eksportnya pernah ditolak karena ada rambut dalam kemasannya.... dulunya cuma wajib tutup kepala... nah ternyata sama dengan aturan hijab... tutup kepala aja mah belum cukup.... yg menutup dada atuh :)
akmal wrote on Jan 23, '07
ya terbukti sudah.... saat perusahaan tersebut belum mewajibkan jilbab, eksportnya pernah ditolak karena ada rambut dalam kemasannya.... dulunya cuma wajib tutup kepala... nah ternyata sama dengan aturan hijab... tutup kepala aja mah belum cukup.... yg menutup dada atuh :)
wuiiiih kereeeeeeeeeen....

*catat...catat...* :D
zanza07 wrote on Jan 23, '07, edited on Jan 23, '07
akmal said
Ber-hijab Itu Susah

Islam itu susah. Begitulah propaganda musuh-musuh Islam. Mereka menggarisbawahi kenyataan bahwa umat Islam wajib shalat lima kali sehari, shaum minimal sekali sebulan, dan harus berzakat sekian persen dari harta yang dimilikinya. Tapi faktanya, Islam itu selalu sesuai dengan fitrah manusia. Kalau ada yang berpendapat shalat itu susah, maka kita dengan mudah dapat menjawab bahwa mereka yang tidak shalat itu justru hidupnya lebih susah. Lihatlah bagaimana orang-orang kaya dan 'pintar' berusaha menggali spiritualitas dalam hidup mereka hingga mereka mau melakukan hal yang aneh-aneh. Itu semua karena mereka kebingungan mencari pegangan. Kembali pada masalah hijab, ia sama sekali tidak menyulitkan. Sama seperti berhenti merokok, mengenakan hijab pun hanya membutuhkan satu keputusan.



Hijab menghambat aktivitas

Sama sekali tidak benar! Hal itu sama saja mengatakan bahwa sepatu bot tentara akan menghambatnya dalam pertempuran. Memang ada sedikit kesulitan dalam mengenakan sepatu bot, tapi sepatu bot itu justru melindungi kaki mereka dari berbagai bahaya, misalnya paku, beling, atau duri. Sama juga dengan hijab, barangkali ada sedikit kesulitan yang timbul karena mengenakannya, namun ia benar-benar berfungsi dalam melindungi diri Anda, sekaligus juga melindungi lingkungan dari kerusakan moral. Ruqaya al-Ghasara, seorang atlet sprint Muslimah asal Bahrain telah membuktikan bahwa menutup aurat (meskipun yang dilakukannya mengikuti kompetisi belum sempurna benar) tidak menghalanginya dari meraih medali emas pada nomor sprint 200 m di Asian Games yang lalu.
Tulisan ini cuma kita orang2 beragama saja yang bisa ngerti kali ya Pak. Maksudnya, bagi yang beragama brati kan meyakini keberadaan Tuhan, takut ama Tuhan, berterima kasih pada Tuhan, percaya adanya akherat, adanya hari pembalasan dll,dst,dsb itu. Makanya kita bisa menerima semua penjelasan diatas. Tapi Pak, ketika kita bilang itu ke orang2 yang ga beragama seperti orang2 Jepang. Mereka ndak akan mudeng ketika kita berdebat dengan argumen agama. Orang dari awal saja mereka ndak percaya Tuhan. Jadi bagaimanapun kita menjelaskannya, mereka udah nolak mentah2 kata2 kita. Ngga ngerti gimana caranya njelasinnya ke mereka, kadang2 milih diem dan cuma bilang " Saya sangat tidak terpaksa memakai jilbab, melakukan kewajiban sholat, dll nya itu karna saya butuh itu. Andaikan saja anda tau nikmatnya beribadah." that`s all. Makanya saya pengen nanya nih ke semua pertemanan yang ada disini. Gimana tanggapan anda ketika ada orang Jepang bilang " wahh...jadi orang Islam berat yah..musti sholat, puasa, berjilbab dst dsb". Maaf Pak Akmal....jadi bikin topik sendiri nih. ;P
akmal wrote on Jan 23, '07
zanza07 said
Tulisan ini cuma kita orang2 beragama saja yang bisa ngerti kali ya Pak. Maksudnya, bagi yang beragama brati kan meyakini keberadaan Tuhan, takut ama Tuhan, berterima kasih pada Tuhan, percaya adanya akherat, adanya hari pembalasan dll,dst,dsb itu. Makanya kita bisa menerima semua penjelasan diatas. Tapi Pak, ketika kita bilang itu ke orang2 yang ga beragama seperti orang2 Jepang yang notanbennya ga beragama. Mereka ndak akan mudeng ketika kita berdebat dengan argumen agama. Orang dari awal saya mereka ndak percaya Tuhan. Jadi bagaimanapun kita menjelaskannya, mereka udah nolak mentah2 kata2 kita. Ngga ngerti gimana caranya njelasinnya ke mereka, kadang2 milih diem dan cuma bilang " Saya sangat tidak terpaksa memakai jilbab, melakukan kewajiban sholat, dll nya itu karna saya butuh itu. Andaikan saja anda tau nikmatnya beribadah." that`s all. Makanya saya pengen nanya nih ke semua pertemanan yang ada disini. Gimana tanggapan anda ketika ada orang Jepang bilang " wahh...jadi orang Islam berat yah..musti sholat, puasa, berjilbab dst dsb". Maaf Pak Akmal....jadi bikin topik sendiri nih. ;P
wah ini justru topik yg amat menarik mbak... hehehe

saya rasa perbincangan harus dimulai dari agama dulu, kalau begitu... mereka menyangka Islam itu berat karena tidak mengerti fungsi dari perintah2 Allah... agama itu untuk manusia, bukan untuk Tuhan... saking Maha Pemurahnya Allah, maka setiap kewajiban yang dibebankan pada kita justru memberi keuntungan bagi kita sendiri... yah memang gak mudah sih meyakinkan mereka... saya rasa kuncinya adalah meyakinkan mereka bahwa gaya hidup yang sekarang mereka jalani tidak memberi kebahagiaan sejati pada mereka, baru kemudian kita menawarkan gaya hidup yang baru... :)
zanza07 wrote on Jan 23, '07
akmal said
wah ini justru topik yg amat menarik mbak... hehehe

saya rasa perbincangan harus dimulai dari agama dulu, kalau begitu... mereka menyangka Islam itu berat karena tidak mengerti fungsi dari perintah2 Allah... agama itu untuk manusia, bukan untuk Tuhan... saking Maha Pemurahnya Allah, maka setiap kewajiban yang dibebankan pada kita justru memberi keuntungan bagi kita sendiri... yah memang gak mudah sih meyakinkan mereka... saya rasa kuncinya adalah meyakinkan mereka bahwa gaya hidup yang sekarang mereka jalani tidak memberi kebahagiaan sejati pada mereka, baru kemudian kita menawarkan gaya hidup yang baru... :)
Hmm...iya juga sih. Tapi hal yang paling membuat saya ngga nyaman ketika kita ngobrol ttg agama tu, saya jadi seolah2 menggurui mereka. Ngga sadar jadi kayak nyalahin mereka...(padahal sbenernya iya juga hihihihii..). Cuma saya ngga mau terlihat seperti ituh. Jadi saya suka liat2 dulu lawan bicara. Kalo emang dia bener2 pengen tau ttg Islam ya saya ngga segan2 lagi ngomong crot crot gituh. Tapi kalo udah ngliat lawan bicara males, dan cuma ngajak berdebat ato bisa dikatakan, ngeles terus menutup hati mereka, yaa...mbok aku ngomong ampe berbuih2 juga bakal sia2 aja. Ya ndak???

Btw, tengkyu pak inspirasinya!!! oh iya, untuk mendukung realisasi penjelasan itu, juga dibutuhkan kemampuan berbahasa Jepun yang baik dan benar juga yaah!! hieheheehhe..jadi nyadar. Dengan begitu berarti ayem kudu belajar lagi deee...Huaaaaa !!!! ;P
maryamilyas wrote on Jan 23, '07
Nggak bisa ngasih bintang yah? Mau dibintangin lima niy... Lengkap!

maryamilyas wrote on Jan 23, '07
zanza07 said
Gimana tanggapan anda ketika ada orang Jepang bilang " wahh...jadi orang Islam berat yah..musti sholat, puasa, berjilbab dst dsb".
Jepang kan negara yang punya aturan lebih ketat daripada negara ketiga, taruhlah Indonesia misalnya?
Kalau saya di sini ada yang nanya, saya akan bilang, semua aturan itu untuk bimbingan kita hidup di dunia juga. Saya juga akan ambil contoh, naik mobil di sini, yang harus pake seat belt (supir dan penumpang), bayi/anak kecil harus car seats, yang gedean harus pake booster seats, penumpang gak boleh lebih dari kapasitas (gak ada cerita pangku-pangkuan segala), belum lagi semua mobil wajib pake insurance dsb. Banyak sekali aturannya, jauh lebih banyak daripada negara kita. Jadi akan saya tanya balik, mau gak mereka kalau aturan itu dihilangkan, dibuat rileks kayak di negara saya. Saya yakin mereka gak mau, karena udah terdidik di sini, pasti mereka sadar semua aturan itu dibuat untuk keselamatan mereka sendiri. Terjawab sendiri kan...?
Pastinay di Jepang ada aturan yang buat bangsa kita awalnya 'nyusahin', tapi kita sadar manfaatnya.

Just my two cents...
akmal wrote on Jan 23, '07
Nggak bisa ngasih bintang yah? Mau dibintangin lima niy... Lengkap!

wohohoo :p
simplyndah wrote on Jan 23, '07
siiiiplah
zanza07 wrote on Jan 23, '07
Jepang kan negara yang punya aturan lebih ketat daripada negara ketiga, taruhlah Indonesia misalnya?
Kalau saya di sini ada yang nanya, saya akan bilang, semua aturan itu untuk bimbingan kita hidup di dunia juga. Saya juga akan ambil contoh, naik mobil di sini, yang harus pake seat belt (supir dan penumpang), bayi/anak kecil harus car seats, yang gedean harus pake booster seats, penumpang gak boleh lebih dari kapasitas (gak ada cerita pangku-pangkuan segala), belum lagi semua mobil wajib pake insurance dsb. Banyak sekali aturannya, jauh lebih banyak daripada negara kita. Jadi akan saya tanya balik, mau gak mereka kalau aturan itu dihilangkan, dibuat rileks kayak di negara saya. Saya yakin mereka gak mau, karena udah terdidik di sini, pasti mereka sadar semua aturan itu dibuat untuk keselamatan mereka sendiri. Terjawab sendiri kan...?
Pastinay di Jepang ada aturan yang buat bangsa kita awalnya 'nyusahin', tapi kita sadar manfaatnya.

Just my two cents...
Waaaa..iya iyahh...bener juga apa kata mbak.
Aturan itu dibuat untuk keselamatan kita juga. Dengan ngomong gini mungkin mereka mikir lebih dalam....bahwa ada yang lebih berkuasa atas hidup mereka. Asal dari segala hal. Yang membuat aturan untuk kita manusia,ciptaannya. Yaitu Tuhan, Allah swt.
Iyah..emang disini tu aturan ketat banget. Yah, saya akui itu memang kebaikannya negara ini. Penduduknya mau diatur. Mau tertib. Terkadang aku liat, mereka tu terlalu takut ama yang namanya terkena musibah,ato mati. Jadi mereka tu akan merasa lega kalo udah masuk segala macem produk asuransi gitu deh. Aturan sangat gigih mereka jalankan karena takut celaka (seperti yang mbak bilang diatas tadi). Tu kan berarti mereka tuh sebenarnya sadar bahwa aturan dibuat sama pihak berwenang utk keselamatan kita. Jadi seperti yang saya bilang tadi. Mungkin mereka akan mikir kalo saya bilang, " aturan Allah itu semata2 buat keselamatan manusia, dan pastinya aturan Allahlah yang paling sempurna karna Allah lah yang menciptakan kita" . Kalo ngga salah Pak Akmal yang bilang yah, aturan itu bukan untuk Tuhan tapi untuk kita. Waaah..wah...ssiiiiip!!. Jadi menemukan jawaban yang ga kepikir nih. Maklum saya juga masih belajar.. hehe :P.

Oh iya, cuma mo nambahin soal aturan yang ketat disini. Kadang2 tu mereka terlihat ketakutan banget kalo ngga ikut asuransi, trus berbagai macam alarm kebakaran dipasang disetiap sudut gedung, alat deteksi gempa dan macem2 lagi hal2 yang memperkecil resiko musibah. Yang kayak gituan ituh disetiap rumah pasti ada. Itu saya rasa baik sekali yah. Tapi disisi lain membuat saya melihat betapa mereka itu hanya berpegang pada dunia. Mereka pikir kalo udah masang itu semua...aman deh. Itu juga nunjukin betapa mereka ga punya pegangan yang hakiki. Jadi inget kata temen yang sama2 disini. Pas kita lagi di dalem kereta yang pas penuh2nya dengan berbagai model orang Jepang gituh. Trus disitu tu ada bapak2 setengah baya yang ngomong sendiri gituh, ketawa2 sendiri, kayanya agak " kurang" deh. Stress kali, ga tau ding, pokokknya aneh aja. Trus spontan temen saya itu bilang " Kasian ya orang Jepang tu, ketika ada masalah mereka tu cuma berpegang pada dunia, sedangkan dunia itu sendiri bermasalah.". Langsung aja tak jitak kepalanya, " tumben pikiran lo bener Pren?" wkakaaakk.....Pantesan disini banyak orang bunh diri. Ga kuat cobaan hidup kali yah.
Waah....jadi sampe mana2 nih omongannya. Maap..maap... :P
akmal wrote on Jan 24, '07
zanza07 said
Waaaa..iya iyahh...bener juga apa kata mbak.
Aturan itu dibuat untuk keselamatan kita juga. Dengan ngomong gini mungkin mereka mikir lebih dalam....bahwa ada yang lebih berkuasa atas hidup mereka. Asal dari segala hal. Yang membuat aturan untuk kita manusia,ciptaannya. Yaitu Tuhan, Allah swt.
Iyah..emang disini tu aturan ketat banget. Yah, saya akui itu memang kebaikannya negara ini. Penduduknya mau diatur. Mau tertib. Terkadang aku liat, mereka tu terlalu takut ama yang namanya terkena musibah,ato mati. Jadi mereka tu akan merasa lega kalo udah masuk segala macem produk asuransi gitu deh. Aturan sangat gigih mereka jalankan karena takut celaka (seperti yang mbak bilang diatas tadi). Tu kan berarti mereka tuh sebenarnya sadar bahwa aturan dibuat sama pihak berwenang utk keselamatan kita. Jadi seperti yang saya bilang tadi. Mungkin mereka akan mikir kalo saya bilang, " aturan Allah itu semata2 buat keselamatan manusia, dan pastinya aturan Allahlah yang paling sempurna karna Allah lah yang menciptakan kita" . Kalo ngga salah Pak Akmal yang bilang yah, aturan itu bukan untuk Tuhan tapi untuk kita. Waaah..wah...ssiiiiip!!. Jadi menemukan jawaban yang ga kepikir nih. Maklum saya juga masih belajar.. hehe :P.

Oh iya, cuma mo nambahin soal aturan yang ketat disini. Kadang2 tu mereka terlihat ketakutan banget kalo ngga ikut asuransi, trus berbagai macam alarm kebakaran dipasang disetiap sudut gedung, alat deteksi gempa dan macem2 lagi hal2 yang memperkecil resiko musibah. Yang kayak gituan ituh disetiap rumah pasti ada. Itu saya rasa baik sekali yah. Tapi disisi lain membuat saya melihat betapa mereka itu hanya berpegang pada dunia. Mereka pikir kalo udah masang itu semua...aman deh. Itu juga nunjukin betapa mereka ga punya pegangan yang hakiki. Jadi inget kata temen yang sama2 disini. Pas kita lagi di dalem kereta yang pas penuh2nya dengan berbagai model orang Jepang gituh. Trus disitu tu ada bapak2 setengah baya yang ngomong sendiri gituh, ketawa2 sendiri, kayanya agak " kurang" deh. Stress kali, ga tau ding, pokokknya aneh aja. Trus spontan temen saya itu bilang " Kasian ya orang Jepang tu, ketika ada masalah mereka tu cuma berpegang pada dunia, sedangkan dunia itu sendiri bermasalah.". Langsung aja tak jitak kepalanya, " tumben pikiran lo bener Pren?" wkakaaakk.....Pantesan disini banyak orang bunh diri. Ga kuat cobaan hidup kali yah.
Waah....jadi sampe mana2 nih omongannya. Maap..maap... :P
yup, begitulah logikanya... :)
peaceman wrote on Jan 24, '07
makasih ya Mal, tulisan mu ini menginspirasi saya membuat 'Jilbab atau Hijab yaa ... ?' (http://peaceman.multiply.com/journal/item/183)
semoga bisa terus sinergi ya ... amin
`:,-}
akmal wrote on Jan 24, '07
makasih ya Mal, tulisan mu ini menginspirasi saya membuat 'Jilbab atau Hijab yaa ... ?' (http://peaceman.multiply.com/journal/item/183)
semoga bisa terus sinergi ya ... amin
`:,-}
wohohoho sip bos... :D
peaceman wrote on Jan 24, '07
akmal said
sip bos... :D
weleh ... emang aku gaji berapa kau bah!
hehehe
maryamilyas wrote on Jan 24, '07
zanza07 said
Kadang2 tu mereka terlihat ketakutan banget kalo ngga ikut asuransi, trus berbagai macam alarm kebakaran dipasang disetiap sudut gedung, alat deteksi gempa dan macem2 lagi hal2 yang memperkecil resiko musibah. Yang kayak gituan ituh disetiap rumah pasti ada. Itu saya rasa baik sekali yah.
Saya setuju memang itu baik sekali. Seperti kata hadith kan, iket dulu untanya, baru tawakkal. Yang di negara kita mungkin terlalu rileks juga, terlalu menggampangkan. Mungkin juga karena kondisi kurang memungkinkan.
Setuju juga 'ma Ranni, setelah pol berusaha, ya kita trus berserah sama Allah, gak cuma berpegang pada dunia. Jadi deh tentram dan gak stress. Di sini juga banyak orang stress, lho! Itu dia, terlalu ngandalin dunia...


maryamilyas wrote on Jan 24, '07
'Jilbab atau Hijab yaa ... ?'
Baru mau nanya, ternyata udah langsung ada yang 'nyodorin' jawabannya...

TFS Mas!
zanza07 wrote on Jan 24, '07
Di sini juga banyak orang stress, lho! Itu dia, terlalu ngandalin dunia...
Mosok mbak?? wah...kalo di Indonesia orang stress tu karna kbanyakan utang ato ngga ditinggal pacarnya yah. Ck..ck...ada2 aja dunia nih.... (sok prihatin gtuh :P)
akmal wrote on Jan 24, '07
zanza07 said
Mosok mbak?? wah...kalo di Indonesia orang stress tu karna kbanyakan utang ato ngga ditinggal pacarnya yah. Ck..ck...ada2 aja dunia nih.... (sok prihatin gtuh :P)
orang stres mah dimana-mana juga ada... :D
wandaruni wrote on Jan 24, '07
pake jilbab??? SIAPA TAKUUUUTT????!!!!
akmal wrote on Jan 24, '07
pake jilbab??? SIAPA TAKUUUUTT????!!!!
kalo saya make jilbab, nah baru banyak yg takut.... kekekekek :D
zanza07 wrote on Jan 25, '07
akmal said
kalo saya make jilbab, nah baru banyak yg takut.... kekekekek :D
(sambil mbayangin) .........Wakakkaakakaakakaakkk..... :D
fildy wrote on Jan 28, '07
sedikit komentar

hijab *1 : pakaian perempuan muslim yang banyak dipakai skarang di kawasan arab sampai mediterania berupa setelan terusan panjang beserta penutup kepalanya.

hijab *2 : penutup kepala untuk wanita, tapi sebenernya istilah khususnya adalah khimar (Annur:31)

jilbab : pakaian wanita sesusai dengan surah al ahzab : 59

mohon dicek lagi ayat2nya mungkin saya ada salah ketik atau kutip.


penutup aurat wanita sendiri memiliki beberapa karakteristik bergantung dari kultur dan topografi wilayahnya yang kesemuanya sendiri bisa dikatakan benar dan tidak menyalahi apa yang disyaratkan Al quran atau hadist. Seperti abaya di daerah gurun, burqa di india dan afghanistan, paranji di uzbek dan sebagainya. Yang harus disadari, bahwa apapun perbedaan cara berpakainnya, selama itu tidak menyimpang dari yang disyaratkan sebagai pakaian muslimah, maka semua muslim itu sama dan bersaudara.

hehehe... gaya banget gw ya mal ngasih komentarnya...
akmal wrote on Jan 29, '07
fildy said
sedikit komentar

hijab *1 : pakaian perempuan muslim yang banyak dipakai skarang di kawasan arab sampai mediterania berupa setelan terusan panjang beserta penutup kepalanya.

hijab *2 : penutup kepala untuk wanita, tapi sebenernya istilah khususnya adalah khimar (Annur:31)

jilbab : pakaian wanita sesusai dengan surah al ahzab : 59

mohon dicek lagi ayat2nya mungkin saya ada salah ketik atau kutip.


penutup aurat wanita sendiri memiliki beberapa karakteristik bergantung dari kultur dan topografi wilayahnya yang kesemuanya sendiri bisa dikatakan benar dan tidak menyalahi apa yang disyaratkan Al quran atau hadist. Seperti abaya di daerah gurun, burqa di india dan afghanistan, paranji di uzbek dan sebagainya. Yang harus disadari, bahwa apapun perbedaan cara berpakainnya, selama itu tidak menyimpang dari yang disyaratkan sebagai pakaian muslimah, maka semua muslim itu sama dan bersaudara.

hehehe... gaya banget gw ya mal ngasih komentarnya...
yang pasti lo gak sopan banget coy...

gak sopan, nongol2 langsung reply... masak ketemu temen lama kagak nge-add dulu???? kekekekekekek :D
hijabjepang wrote on Jul 28
nice post!
akmal wrote on Aug 19
nice post!
thanks :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help