Blog EntryBola Salju dari MonasJun 2, '08 2:55 AM
for everyone

assalaamu’alaikum wr. wb.

 

Pada hari Ahad, 1 Juni 2008, terjadi bentrokan antara massa beratribut FPI dengan massa AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan).  Lokasi bentrokan tidak jauh dari tugu Monas yang merupakan salah satu icon nomor satu dari kota Jakarta (sekaligus juga ditengarai sebagai simbol freemasonry yang paling jelas di negeri ini).

 

Beritanya cukup simpang siur.  Sebagian pihak merasa yakin bahwa AKKBB berada di Monas untuk mendeklarasikan dukungannya terhadap Ahmadiyah, namun pihak AKKBB sendiri bersikeras bahwa mereka ada di sana sekedar untuk merayakan hari kelahiran Pancasila.  Meski demikian, Nong Darol Mahmada, aktifis JIL merangkap Ketua Panitia acara AKKBB di Monas ini, tidak menutup-nutupi niatnya untuk mengungkapkan petisi yang telah digagas oleh AKKBB sebelumnya untuk mendukung Ahmadiyah.

 

Kesimpangsiuran yang lain adalah mengenai siapa pihak yang melakukan penyerangan.  Media massa sudah terlanjur menyebut nama “massa FPI”, sementara yang bersangkutan sendiri justru menyebut dirinya “massa LPI”.  Keduanya memang berbeda, meskipun banyak anggotanya yang juga merupakan anggota FPI, dan pada saat penyerangan memang banyak pula yang mengenakan atribut FPI.

Ada

sekian banyak pikiran yang melintas dalam benak ketika saya menyaksikan rekaman penyerbuan itu di TV, pagi tadi.  Ya, karena suatu hal, saya memang baru mendengar kabar pagi tadi.  Mungkin agak terlambat, tapi biarlah saya utarakan beberapa buah pemikiran saya mengenai kejadian tersebut.

 

Tentang FPI

Terhadap saudara-saudara kita di FPI, terutama sekali yang terlibat dalam penyerangan di Monas itu, saya doakan agar segera bertaubat.  Dalam keadaan politik yang serba ‘abu-abu’ seperti sekarang ini, rasanya cara-cara kekerasan adalah pilihan paling akhir yang harus selalu dihindari.  Yang berbuat salah sekarang ini bukan hanya orang-orang yang memilih jalan hidup yang sesat, melainkan ada juga orang yang tertipu mentah-mentah.  Belum tentu semua massa AKKBB memahami bahaya Ahmadiyah, dan belum tentu mereka itu berpandangan sekuler.  Semestinya kita belajar banyak dari sejarah PKI dahulu yang berhasil memperdaya sekian banyak buruh dan petani untuk bergabung dengannya.  Tidak semua orang yang menjadi anggota organisasi-organisasi underbouw PKI itu berideologi komunis.  Ada juga buruh dan petani yang hanya mencari perlindungan, dan kebetulan yang muncul di hadapannya kala itu adalah PKI.

 

Kita juga harus belajar dari sikap Rasulullah saw. yang selalu mengedepankan tabayyun.  Sikap keras hanya beliau tunjukkan di medan jihad yang sesungguhnya, dimana tidak ada lagi warna abu-abu, melainkan hanya hitam dan putih.  Itu pun, tidak boleh berlandaskan amarah.  Jangan lupakan Ali bin Abu Thalib ra. – salah satu hasil tarbiyah Rasulullah saw. yang paling hebat – yang mengurungkan niat menghabisi nyawa musuh karena khawatir niatnya dikotori oleh ego pribadi.  Jangan lupakan pula sikap Rasulullah saw. yang memasuki kota Mekkah sebagai pemenang dengan kepala yang tertunduk khusyu’ menghayati kebesaran Allah SWT.

 

Baju putih yang kita kenakan hendaklah seputih hati kita.  Hendaklah masing-masing diri kita dihiasi dengan sedekah yang paling mudah untuk diberikan, yaitu senyum.  Di era globalisasi fitnah ini, sudah banyak yang memberi cap buruk kepada Islam.  Alangkah baiknya jika kita menyadarkan betapa besarnya kesalahan mereka, dan bukannya malah membuka pintu bagi fitnah yang lebih keji terhadap Islam.

 

Tentang AKKBB

Jika ada dua pihak yang berseteru, kemungkinannya tidak hanya salah satunya salah, namun bisa juga dua-duanya salah.  Meskipun saya menyayangkan aksi FPI di Monas kemarin, namun tindak-tanduk AKKBB juga tidak lepas dari kritik.  Para aktifis aliansi ini tidak sulit ditebak.  Tidak jauh dari lingkaran di seputar Gus Dur, JIL, Tempo, dan semacamnya.  Agendanya pun sudah jelas, seputar mempromosikan ajaran pluralisme yang bersifat permisif terhadap segala macam penyimpangan dalam ajaran Islam.

 

Jika FPI dianggap provokatif, maka AKKBB pun saya nilai sangat provokatif.  Pembelaan terhadap Ahmadiyah saja sudah merupakan suatu cacat yang sangat serius.  Mereka bersikap seolah-olah Ahmadiyah adalah gerakan damai yang tidak beda dengan organisasi Islam pada umumnya.  Padahal, Ahmadiyah lahir dari rahim kolonialisme Inggris melalui tangan Ghulam Ahmad.  Ghulam Ahmad sendiri menulis sebuah buku berjudul British Government and Jihad, sementara isinya secara total melarang jihad.  Implikasinya, Ghulam Ahmad menolak jihad mengusir penjajah di negerinya sendiri (sebuah sikap yang sangat tidak patriotis dan membuat tindakan AKKBB semakin konyol karena merayakan kelahiran Pancasila sekaligus membela aliran anti-patriotisme seperti Ahmadiyah). 

 

Di sisi lain, Ahmadiyah justru terlibat aktif mengirimkan bantuan prajurit kepada Inggris untuk menjajah negeri-negeri Islam.  Ini adalah fakta sejarah yang membuat umat Islam merasa ‘gerah’ kalau harus hidup berdampingan dengan Ahmadiyah.  Kalaupun Ahmadiyah di Indonesia bersikap ‘manis’, barangkali itu hanya karena posisinya yang masih minoritas dan lemah.  Karena bagaimanapun, segala hal dalam Ahmadiyah bermuara pada sosok Ghulam Ahmad.  Jika Ghulam Ahmad – nabi dan junjungan mereka – tega menjual negerinya sendiri pada penjajah, dan juga tega menumpahkan darah umat Muslim, maka tidak ada alasan untuk tidak menimpakan kecurigaan yang sama kepada umatnya.

 

Tentang Polisi

Ada banyak alasan untuk mengecam pihak Kepolisian atas insiden di Monas ini.  Pertama, karena saya melihat rekaman massa FPI yang berkumpul di suatu tempat sebelum berangkat ke Monas, dan di latar belakangnya terlihat beberapa petugas Polisi yang berjaga.  Artinya, Polisi tahu persis bahwa FPI akan berangkat menuju Monas untuk menjegal aksi AKKBB.  Kedua, Monas bukanlah daerah sembarangan yang luput dari perhatian pihak yang berwajib.  Dalam kondisi normal pun Monas selalu dalam penjagaan, apalagi jika ditengarai akan terjadi bentrokan seperti kemarin.  Tidak ada alasan bagi Kepolisian untuk bersikap lambat dalam merespon masalah semacam ini.

 

Ironisnya, ketika terjadi penyerangan dari massa ‘simpatisan NU’ kepada sebuah kantor FPI di Cirebon, Polisi menunjukkan kemampuannya untuk bertindak cepat.  Padahal kantor FPI tersebut letaknya di dalam sebuah gang yang tidak terlalu ramai.  Jika mampu bertindak cepat mengamankan sebuah gang sepi, mengapa Polisi gagal mengamankan Monas?

 

Antisipasi

Saya khawatir insiden Monas ini akan menjadi bola salju yang berguling tak tentu arah dan seratus persen lepas kendali.  Jika memang benar ada konspirasi yang membiarkan FPI terprovokasi dan berbuat semaunya di Monas, maka hal ini sangat mirip dengan aksi-aksi mendiskreditkan gerakan-gerakan Islam di masa Orde Baru.  Ciptakan sebuah gerakan ekstrem, sebarkan provokasi, biarkan mereka mengamuk, ekspos lewat media, kemudian berangus sampai habis.  Begitulah modus operandinya.  Parahnya, yang tak terlibat pun bisa ikut diberangus.  Kalau itu terjadi, kembalilah kita pada jaman jahiliyah Orde Baru dahulu ; berkumpul di Masjid langsung dicurigai, mau khutbah harus setor naskahnya dulu ke pihak yang berwajib, pakai jilbab di sekolah dilarang-larang, dan semacamnya.

 

Sebagai ‘musuh bebuyutannya’ FPI, saya cukup yakin Ahmad Syafii Maarif akan segera memakan umpan ini.  Saya menanti-nantikan apa yang akan ditulisnya di kolom Resonansi di surat kabar Republika besok-besok ini.  Sebagai pembela Ahmadiyah, kecil sekali kemungkinannya ia tidak mengambil kesempatan ini.  Demikian pula para penulis sealiran lainnya dari kalangan sekularis-liberalis pasti akan sibuk menulis di berbagai media massa.  Penentangan terhadap FPI akan pelan-pelan dibelokkan menjadi penentangan terhadap Syariat Islam dan semacamnya.  Setelah FPI, satu persatu akan dibidik : Hizbut Tahrir, MUI, Dewan Da’wah, PKS, dan seterusnya.

 

I’m waiting.

 

Empati

Sebagai Muslim, kelembutan hati adalah suatu hal yang tak perlu dipertanyakan.  Tidak perlu pusing memikirkan mengapa Rasulullah saw. bersikap begitu baik kepada warga Mekkah yang telah menyiksanya dahulu.  Jangan heran jika Steve Immanuel bisa disambut sebagai saudara setelah mengucapkan dua kalimat syahadat.  Kita memang diajari untuk bersikap lembut dan penuh belas kasihan kepada siapa pun.

 

Meskipun berulang kali dibuat muak dengan perilaku Nong Darol Mahmada, Guntur Romli, Gus Dur, Goenawan Mohammad dan kawan-kawan seideologinya yang menghalalkan segala cara untuk menyebarkan ajaran sekuler-liberal, namun saya berempati dengan penderitaan mereka.  Terutama sekali kepada Guntur Romli yang harus dioperasi karena cedera berat di bagian wajahnya.  Jika mereka memang benar-benar Muslim, dan mampu bersabar, tentu kesusahan itu akan menjadi penghapus dosa yang sangat efektif.

 

Man taaba qabla an-tathlu’a asy-syamsu min maghribihaa, taballaahu ‘alaiha...  Siapa yang bertaubat sebelum terbitnya matahari dari Barat, tentu akan diterima Allah taubatnya.  Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat.  Bagi siapa pun.

 

wassalaamu’alaikum wr. wb.


42 CommentsChronological   Reverse   Threaded
wisnuhuhu wrote on Jun 2
BUBARKAN FPI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
caksafa wrote on Jun 2, edited on Jun 2
kita memang harus selalu antisipasi dengan gerakan2 yang berada di balik semua "kekacauan" yang sengaja dimunculkan di tanah air. sahabat2 ku di tanah air, bersatulah kalian, jernihkan pikiran, kenali siapa musuh yang sebenarnya, pandanglah masa depan negeri kita dengan jernih. jangan kita mudah diprovokasi dan diadu domba. jazakallah...
kangbayu wrote on Jun 2
tadi di taksi ikut dengerin juga press conference nya FPI, mereka tetep beranggapan kalau AKKBB sengaja memelintir fakta dengan berdalih kalau demo mereka hari itu bukan untuk membela Ahmadiyah

mungkin emang sengaja dibuat jadi bola salju, entah untuk menutupi permasalahan kenaikan BBM, atau rencana lain yang lebih advance lagi... we'll see
diaz2000 wrote on Jun 2
Yg benar siapa dong??? Wallahu a'lam.
nafi12 wrote on Jun 2
*enggak terlalu ngerti* T___T
ekakurnia wrote on Jun 2
siapa dibelakang FPI? benarkah ada para purnawirawan jenderal TNI? jadi inget kasus PAM Swakarsa era habibi (hampir sama sepert massa FPI)

Klo gak salah di era kepemimpinannya Gus Dur, markas FPI pernah di kepung oleh Polda Metro Jaya tapi tidak bisa tembus oleh kepolisian. Ada apa yah?
defathya wrote on Jun 2
seting oknum zaman sekarang...membuat isu unas dan isu fpi...pokoke memprovok orang2 yg darahnye tinggi...supaya bikin rame di media massa, UNTUK MENYAMARKAN ISU BESAR PENDULANGAN DUIT MENUJU 2009 VIA KENAIKAN BBM + PRIVATISASI KS + LELANG BLOK MIGAS.

fakta...kemiskinan bertambah...saya punya kenalan... sudah 3 hari susah beli beras...karena uang pas-pasan, untung dia bisa puasa selang sehari...tapi, sampai kapan dia akan begitu???
karonkeren wrote on Jun 2
Klo gak salah di era kepemimpinannya Gus Dur, markas FPI pernah di kepung oleh Polda Metro Jaya tapi tidak bisa tembus oleh kepolisian. Ada apa yah?
ada elit politik bermain di belakang FPI ... belajarlah dari sejarah ... metode, praktek dan tujuan mereka sama kayak pemberontakan DI / TII jaman dulu, hanya sekarang lebih didukung secara kultural dan politis dan beroperasi di Indonesia bagian barat
imazahra wrote on Jun 2
mungkin emang sengaja dibuat jadi bola salju, entah untuk menutupi permasalahan kenaikan BBM, atau rencana lain yang lebih advance lagi... we'll see
Prihatinnnnnn banget :-( Setuju dengan komen Kang Bayu!

Mengutip kata Amien Rais yang diwawancara koran Tempo:

"... di mana pun, pemerintah yang sedang anjlok citranya karena tidak bisa
mengatasi masalah mendasar yang dihadapi rakyatnya biasanya menjadi
kreatif dan inovatif menciptakan isu yang tahan agak lama....Tujuannya
untuk memalingkan perhatian masyarakat dari pengangguran yang
membengkak, kelaparan, dan kesengsaraan. Dulu Bung Karno mengganyang
Malaysia. Padahal Malaysia tidak ada salahnya. Tiap hari pawai, sampai
lupa inflasi sudah 900 persen. Lupa bahwa di desa atau di kota sudah
ada orang yang makan tikus bakar. Rakyat jadi asyik masyuk dengan
konflik dan melupakan, bukan sejenak-dua jenak, tapi cukup lama
kesusahannya."

Jadi, bisa saja dan sangat mungkin massa FPI atau siapapun oknum2 terkait memang jadi alat penguasa 'yang dimainkan dan dibakar' utk bikin rakyat bertengkar satu sama lain.
putraitem wrote on Jun 2
apalagi menjelang pemilu.. segala sesuatu yang terjadi jadi patut dicurigai sebagai "permainan"...
sweetchucksono wrote on Jun 2
hahaha, lucu, orang di seluruh dunia minyak naik harganya. Masa di Indonesia yang subsidi mau gak naik? Apalagi yang mesti ditutup-tutupi.

Kalo gak presiden yang sekarang, ya yang harus naikin presiden yang berikutnya. Seneng banget Amien Rais dapet peluru.
murkapasar wrote on Jun 2
Kalo AKKBB ga beda jauh bahkan tiruan di Indonesianya, dari Theosopical Society yang dibuat madam Blavatsky....ya intinya there's no higher than logic, thre's no religion...(mason group....hahahahaha...)

ma akang-akang yang ada di FPI jgn sering kerungin dahi dan singsingin lengan baju, jadi bawaannya selalu Premanisme...sabar dulu, pikir dulu dah itu baru konsklusi...
ingke2006 wrote on Jun 2
Rapatkan barisan..!
akmal wrote on Jun 2
hati-hati dengan media massa...

berita terbaru, video FPI berhasil merekam seorang anggota AKKBB yang membawa pistol.. kronologis peristiwa versi FPI juga sangat beda dgn yg dibicarakan oleh media...
murkapasar wrote on Jun 2
Ini dia One Of trick Of A Trap for Islamic Movement, kalo kejebak ya...MasyaAllah, ntar kutukan masalalu akan berulang, bersiaplah nanti kita berjenggot, dibandara harus masuk Polda dulu dimintai keterangan, toh teori amerika dengan membuat Image 'teroris; pun telah sempurna kejadian...So, carefully kawan, baca situasi, siapkan amunisi... SATU BARISAN UNTUK RIBUAN MIMPI KITA...

Sekuler-Pluralis dan semua antek-anteknya ciptaan Setan-setan Masonic, bersipalah genggaman batuan Neraka yang dibawa Ababil akan tercipta kembali...dan meluluhlantahkan semua filosofi kalian...
wisnuhuhu wrote on Jun 2
akmal said
hati-hati dengan media massa...

berita terbaru, video FPI berhasil merekam seorang anggota AKKBB yang membawa pistol.. kronologis peristiwa versi FPI juga sangat beda dgn yg dibicarakan oleh media...
jelas2 memukul,jelas2 intimidasi, masih tidak meminta maaf...masih mencuci tangan..FPI..FPI...crap!
dhieaje wrote on Jun 3
semakin jelas yang hak dan bathil, katakanlah yang hak itu hak dan yang bathil itu bathil!
kebathilan ahmadiyah dan pengusung ideologi SEPILIS menjadi semakin nyata, Alhaq yang di perjuangkan oleh FPI pun terlihat semakin jelas, hanya saja, untuk FPI perlu cantik lagi dalam menegakan kalimatullah.
Ummat Islam ayo bersatu, kita pasang badan untuk melawan kebhatilan!
senonarisworo wrote on Jun 3
apa yang dilakukan FPI itu emang disayangkan dan seharusnya FPI jangan melakukan hal2 seperti itu. Tapi orang2 liberal itu emang pantes kalo sekal-kali digamparin :-), he,he,he.
akmal wrote on Jun 3, edited on Jun 3
jelas2 memukul,jelas2 intimidasi, masih tidak meminta maaf...masih mencuci tangan..FPI..FPI...crap!
tapi media juga sudah jelas terbukti bohong Nu... Koran Tempo memuat foto Munarman mencekik orang di frontpage, dan katanya yg dicekik itu anggota AKKBB, padahal sekarang terbukti bahwa yg dicekik itu justru anggota FPI sendiri... video FPI yg menunjukkan pistol tsb juga sampai detik ini belum terbantah... kronologis versi FPI juga belum dibantah, antara lain tentang provokasi AKKBB... belum lagi koordinator AKKBB yg tertangkap basah oleh wartawan Hidayatullah bersumpah serapah "Islam Anjing! Islam Anjing!"...

gimana tuh?

kalo saya denger kata2 "Islam Anjing!" di jalanan sih kemungkinan bakal lebih parah hasilnya daripada yg dilakukan oleh FPI... jujur aja ya...
eriyanto80 wrote on Jun 3
Tapi orang2 liberal itu emang pantes kalo sekal-kali digamparin :-)
hehe, setuju deh :D :D :D
daripada perang argumentasi, debat kusir, terus ngacir.....
dhieaje wrote on Jun 3
sepakat, jadi kapan?!
he he he
wisnuhuhu wrote on Jun 3
akmal said
tapi media juga sudah jelas terbukti bohong Nu... Koran Tempo memuat foto Munarman mencekik orang di frontpage, dan katanya yg dicekik itu anggota AKKBB, padahal sekarang terbukti bahwa yg dicekik itu justru anggota FPI sendiri... video FPI yg menunjukkan pistol tsb juga sampai detik ini belum terbantah... kronologis versi FPI juga belum dibantah, antara lain tentang provokasi AKKBB... belum lagi koordinator AKKBB yg tertangkap basah oleh wartawan Hidayatullah bersumpah serapah "Islam Anjing! Islam Anjing!"...

gimana tuh?

kalo saya denger kata2 "Islam Anjing!" di jalanan sih kemungkinan bakal lebih parah hasilnya daripada yg dilakukan oleh FPI... jujur aja ya...
gua pikir ada klaim-klaim fakta antara dua pihak yang saling berlawanan.dan dalam situasi seperti ini, wajar itu muncul. kata-kata provokasi juga dilontarkan pihak FPI.kata2 bunuh,gantung bertebaran dari anak2 FPI..dan itu audio fact bgt.gua sih ngga terlalu peduli sama klaim.yg jelas,gua muak dengan segala bentuk kekerasan mal,apa yang FPI lakukan itu keterlaluan.

teman gua GUntur M Romli hidungnya bergeser ampe mesti dioperasi.sekarang masih terbaring di rumah sakit. kalo lu lihat mal..how poor is he.

kalo FPI minta maaf saja pada korban,FPI mengakui saja pemukulan2 tsb,..gua pikir itu sangat elegan.urusan hukum kemudian langkah selanjutnya.

gua pikir, gerakan menentang ahmadiyah dengan cara begini, sudah masuk kategori frustasi. dan bodoh saja rasanya kalo ada yg menilai, apa yang FPI lakukan itu benar.atau menilai, apa yang setengah FPI lakukan itu benar.

patut dicatat,yg gua ngga setuju ini soal kekerasannya.

oh ya mal, sikap lu sendiri soal pembakaran masjid di sukabumi sendiri bagaimana? apa masih toleran dengan cara2 seperti itu..cara2 menghentikan gerakan ahmadiyah seperti itu?

gua sakit hati bgt soal masjid dibakar.di kantor polisi sukabumi udah pengen nusuk aja tuh ama tersangka!

*Islam itu indah Islam itu damai--sampai sekarang gua masih percaya ini!

(sori kemana2)
akmal wrote on Jun 3
gua pikir ada klaim-klaim fakta antara dua pihak yang saling berlawanan.dan dalam situasi seperti ini, wajar itu muncul. kata-kata provokasi juga dilontarkan pihak FPI.kata2 bunuh,gantung bertebaran dari anak2 FPI..dan itu audio fact bgt.gua sih ngga terlalu peduli sama klaim.yg jelas,gua muak dengan segala bentuk kekerasan mal,apa yang FPI lakukan itu keterlaluan.

teman gua GUntur M Romli hidungnya bergeser ampe mesti dioperasi.sekarang masih terbaring di rumah sakit. kalo lu lihat mal..how poor is he.

kalo FPI minta maaf saja pada korban,FPI mengakui saja pemukulan2 tsb,..gua pikir itu sangat elegan.urusan hukum kemudian langkah selanjutnya.

gua pikir, gerakan menentang ahmadiyah dengan cara begini, sudah masuk kategori frustasi. dan bodoh saja rasanya kalo ada yg menilai, apa yang FPI lakukan itu benar.atau menilai, apa yang setengah FPI lakukan itu benar.

patut dicatat,yg gua ngga setuju ini soal kekerasannya.

oh ya mal, sikap lu sendiri soal pembakaran masjid di sukabumi sendiri bagaimana? apa masih toleran dengan cara2 seperti itu..cara2 menghentikan gerakan ahmadiyah seperti itu?

gua sakit hati bgt soal masjid dibakar.di kantor polisi sukabumi udah pengen nusuk aja tuh ama tersangka!

*Islam itu indah Islam itu damai--sampai sekarang gua masih percaya ini!

(sori kemana2)
seperti yg gw tulis di artikel, walaupun gw benci dan belum ridha sama fitnah Guntur Romli, terutama soal "Qur'an itu kitab suci porno", gw berempati dengan luka-luka yg dialaminya... kalo ente kasian sama Guntur Romli yg luka parah idungnya, ente jg harus kasian sama orang2 yg dia fitnah lewat Majalah Tempo dan bukunya itu... ingat, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, dan jauh lebih kejam daripada mencederai hidung...

soal pembakaran masjid, sekarang gw balik nanya : dulu Rasulullah saw. menghancurkan berhala-berhala (secara paksa lho, meski tanpa perlawanan) di Mekkah dan meruntuhkan Masjid Dhirar... apa itu salah? apa ente mau bilang bahwa Rasulullah saw. tidak cinta damai?
senonarisworo wrote on Jun 3
wah si Guntur kena hajar yah... poor him. Ya ambil positifnya aja, mudah-mudahan jadi sadar.
murkapasar wrote on Jun 3
okeh...kang saya setuju juga saya penyulut molotov pertama, kali-lkali orang-orang sekuler karya setan-setan masonic itu diberi godam dari neraka...hahahahaha....
wisnuhuhu wrote on Jun 3
ya gua kasian dengan setiap korban kekerasan,kekerasan fisik,literal,verbal dan lain-lain.siapapun itu.

pada sisi artikel guntur juga gua ngga sependapat ama dia.gua empati sama dia,karena dia korban kekerasan fisik kemarin.sampaikan juga rasa empati saya yg tinggi buat mereka korban kekerasan literasi guntur.

ah,gua bukan bela guntur.

gua ngga setuju kekerasan.kalau Rasullulah sih terang benderang Mal, gua ga mau menyamakan tindakan oknum2 pembakar masjid itu dengan Rasul..jauh berbeda.
ekakurnia wrote on Jun 3, edited on Jun 3
http://s3nn4.multiply.com/video/item/59/Video_FPI_diprovokasi_sebutan_laskar_kafir_dan_tembakan_AKK-BB

video versi FPI yang katanya ada oknum anggota AKKBB lagi pegang BECENG !
zulian wrote on Jun 3
O gitu tho sejarahnya ahmadiyah. Apa sih yang menyebebkan pemerintah keliatan nggak bisa tegas juga sampai sekarang?
nuh80org wrote on Jun 3
Kalau Pendukung Pesija Kalah dari persib ....Terus pendukung persib di tengah pendukung persija meneriakkan kata2 "Hidup Persib " kira2 Hasil akhirnya seperti apa yah ... Bisa dipikir sendiri deh .. para pendukung persib(lumayan masih benjol2) ...??? Nah kalau begitu kenapa yang kena salah pendukung Persija, Padahal jelas2 pendukung Persib yang memprovokasi .....
senonarisworo wrote on Jun 3
zulian said
O gitu tho sejarahnya ahmadiyah. Apa sih yang menyebebkan pemerintah keliatan nggak bisa tegas juga sampai sekarang?
orang tidak tegas itu biasanya karena :
1) sifatnya dasarnya plin plan
2) peragu
3) Penakut, tidak berani mengambil resiko
4) Ada tekanan dari pihak lain

dari empat itu..ya nilai aja sendiri bagaimana sosok pemerintah kita....
ekakurnia wrote on Jun 3
Kalau Pendukung Pesija Kalah dari persib ....Terus pendukung persib di tengah pendukung persija meneriakkan kata2 "Hidup Persib " kira2 Hasil akhirnya seperti apa yah ... Bisa dipikir sendiri deh .. para pendukung persib(lumayan masih benjol2) ...??? Nah kalau begitu kenapa yang kena salah pendukung Persija, Padahal jelas2 pendukung Persib yang memprovokasi .....
hua....ha....ha....ha....

Hidup PERSIB atuh lah.........
nuh80org wrote on Jun 3
Pakar komunikasi Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan antara FPI dan AKK-BB adalah dua titik ektrem yang harus sama-sama dilihat secara fair dan jujur. Apa yang dilakukan FPI belum tentu sepenuhnya salah dan apa yang dilakukan AKK-BB juga belum tentu sepenuhnya benar.

FPI belum tentu salah (berarti benar), AKK-BB juga belum tentu benar(berarti salah) ..
Setuju abissss
peaceman wrote on Jun 3
gua ga mau menyamakan tindakan oknum2 pembakar masjid itu dengan Rasul..jauh berbeda.
rasanya yang dibedakan adalah esensi perbuatannya deh bos wisnu dan bukan person-nya! kekeke
achfan wrote on Jun 4
hmm.........tertarik membaca tulisan ini.
Yang jelas, sekerang kita harus hati2 jg dalam beropini......dan jangan asal comot berita2 di media.....
syukran akhi akmal. Tulisan yang mencerahkan !
eriyanto80 wrote on Jun 4
Ya ambil positifnya aja, mudah-mudahan jadi sadar.
AAAAAMIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNN
visitsolo wrote on Jun 4, edited on Jun 4
BUBARKAN JIL DAN TEMAN TEMANNYA
BUBARKAN AHMADIYAH
BUBARKAN BBM ..... eh salah.... TURUNKAN BBM
sagalainfo wrote on Jun 4
ini komentar teradil yang bisa gw baca mal.....:D, itu videonya becengnya kok gak ada suaranya, gak gitu jelas juga...ada yang lebih jelas lagi gak?....penasaran nihh..:D
wirdayanti wrote on Jun 4
good opinion son..
airmatahujan wrote on Jun 5
terima kasih untuk empatinya terhadap teman kami guntur romli,tapi yang jelas ga ada satupun yang membolehkan penggunaan kekerasan untuk menjawab perbedaan,ini negara hukum, kalo ga setuju ahmadiyah ,kenapa ga diteruskan ke hukum,apa susahnya?
eriyanto80 wrote on Jun 5
soal provokasi dari AKKBB, ada yang teriak2 "FPI bohong !!!"
padahal, kalau liat track-record nya, sudah jelas lah, siapa yang bohong :-P
czechnya wrote on Jun 6
Kalau sampai FPI dibubarkan, maka tidak ada lagi ormas Islam yang berani melakukan "Nahi munkar" Mestinya ormas sekaliber NU, Muhammadiyah, Persis dll, malu, karena baru mampu mencegah kemungkaran (penistaan agama Islam oleh ahmadiyah, kemaksiatan dimana mana, pornography/aksi) dengan lisan atau hati saja...dan itu selemah lemahnya iman.
Kalaupun FPI harus bubar, mudah2an akan muncul FPI FPI lain yang lebih keras tapi elegan. Atau kalau sudah tidak ada lagi yang melakukan "nahi munkar" Allah akan mendatangkan bencana di negeri ini,

Ahmad- penggemar gusdur
yudimuslim wrote on Jun 10
duduk manis depan komputer menunggu telaah baru dari uda..:)

cuma satu..kapan umat ini bisa sadar dan buka mata.bukannya malah seperti salah satu partai yang mengaku islam tapi malah mendukung pembubaran FPI dan pecah belah..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help