assalaamu’alaikum wr. wb.

 

Entah berapa ribu tahun yang lalu, Allah SWT mengungkapkan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia sebagai khalifah di Bumi.  Keputusan ini dianggap mencengangkan bagi sebagian pihak, terutama para malaikat yang tak putus memuji dan mensucikan nama-Nya, sedangkan mereka tahu persis bahwa manusia akan saling menumpahkan darah di Bumi.  Tidak berapa lama kemudian Allah menciptakan Nabi Adam as. dan mengajarkannya pengetahuan yang membuat para malaikat menarik kembali protesnya itu.  Nabi Adam as. – dengan pengetahuannya itu – membuktikan bahwa dirinya memang pantas menjadi khalifah Allah SWT di Bumi. 

 

Kalau Anda membuka-buka mushaf, dengan 2-3 kali membalik lembaran halamannya saja Anda akan langsung menemukan kisah yang saya ceritakan di atas.

 

Perlu dijadikan catatan tersendiri di sini bahwa Allah SWT tidak pernah membantah protes para malaikat secara langsung.  Artinya, memang ada hal-hal yang tidak diketahui oleh para malaikat (perihal kehendak Allah dalam penciptaan manusia), namun malaikat pun tidak 100% salah ketika mengatakan bahwa manusia akan saling menumpahkan darah di muka Bumi.  Pernyataan yang satu ini sudah terlalu banyak bukti empirisnya.

 

Bersama dengan manusia, diciptakan pula fitrahnya untuk selalu cenderung pada kebenaran.  Fitrah adalah sifat dasar yang dimiliki secara merata oleh setiap manusia.  Melanggar fitrah adalah suatu tindakan yang sangat dimungkinkan, namun juga sangat tidak taktis-strategis.  Selain karena dinilai sebagai sebuah perbuatan dosa, ia hanya akan menyiksa manusia itu sendiri.

 

Dalam dunia yang sedang dibikin liberal ini, orang praktis boleh berbicara apa saja.  Yang penting jadi diri sendiri, menyuarakan apa yang ada di dalam hati.  Padahal, selain fitrah yang suci, di dalam hati pun bersemayam hawa nafsu.  Tapi ideologi sekuler tidak membeda-bedakan suara hati, sebagaimana agama pun dipukul rata semua.  Kebenaran dibuat KO dan tak berdaya sedikit pun.  Kebenaran adalah hal yang tidak signifikan, karena sebagian penduduk dunia kini semakin ragu apakah kebenaran itu memang ada.

 

Di dunia game, kebenaran sudah lama ditinggalkan.  Banyak game komputer yang sudah tidak lagi peduli pada kewajibannya untuk mengedukasi anak-anak.  Jika dulu kita selalu bermain sebagai tokoh pembela kebenaran, sekarang justru sebaliknya.  Ada game menjadi mafia, ada game yang karakter utamanya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, dan entah berapa game dengan latar belakang Vietnam yang menanamkan sugesti seolah-olah AS berada di pihak yang benar (dan menang).

 

Bicara soal kebenaran sudah tidak lagi laku.  Yang benar dan yang salah itu tipis bedanya, atau bahkan tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah.  Demokrasi ala masyarakat barbar telah membuat segalanya menjadi kabur.  Narkoba – dalam dosis tertentu – telah dilegalkan di Belanda.  Minuman keras sudah lama dianggap sebagai kawan sejati manusia di Barat.  Pelacuran yang dilarang keras hanyalah yang tidak resmi terdaftar.  Boleh berjudi asal sebagian keuntungan bandar disalurkan ke pemerintah.  Tidak boleh membuat film seronok kecuali kalau disertai label “untuk 17 tahun ke atas”, walaupun semua orang tahu bahwa remaja dengan usia di bawah itu juga bisa bebas mendapatkannya.

 

Mungkin tidak semua orang yang memperjuangkan sekularisme dan liberalisme tahu seperti apa dunia yang sedang mereka bentuk.  Inilah akibatnya kalau hidup terlalu ‘sibuk’ ; bangun pagi langsung pergi kerja, setelah itu ke night club, jojing sampai pagi buta, pulang dalam kondisi kelelahan (atau mabuk), langsung tidur, dan besoknya bangun pagi untuk kembali ke kantor.  Tidak ada waktu untuk merenung, dan memang dengan sengaja tidak merenung.  Merenung itu kolot, katanya.  Just do it!, kata iklan.  Express yourself, have fun go mad, dan entah apa lagi slogannya.

 

Sejak saya ‘melebarkan sayap’ ke Facebook, saya langsung tertarik dalam dunia iThink.  iThink adalah salah satu aplikasi di Facebook di mana setiap orang bebas menuliskan opininya, kemudian orang lain pun bebas memilih untuk setuju atau tidak setuju padanya.  Aplikasi yang satu ini saya anggap saya jadikan tempat observasi khusus untuk mengamati bagaimana orang-orang Barat menyatakan pendapatnya dalam berbagai hal.

 

Ternyata di dunia yang modern dan – konon – sekuler ini pun, agama masih merupakan isu utama.  Yang saya temukan di iThink adalah pertempuran antara dua ideologi besar : Islam dan non-Islam.  Saya sebut ‘non-Islam’, karena sebenarnya ia merupakan gabungan dari berbagai ideologi, dengan atheisme sebagai kekuatan intinya.

 

Atheisme sendiri adalah ideologi yang ‘serba mentah’.  Tidak ada konsep yang tegas, yang ada hanyalah kebencian terhadap agama yang diumbar-umbar dengan berbagai cara.  Apa yang terjadi di iThink adalah musibah moral yang merupakan takdir bagi bangsa-bangsa yang memutuskan untuk menjadi sekuler-liberal ; tidak ada aturan yang bisa dipegang dengan mantap.

 

Setiap hari kita bisa menemukan opini yang sangat mencengangkan.  Beberapa hari yang lalu saya menemukan opini yang kurang lebihnya berbunyi, “Death is not a big deal”.  Mereka bahkan sudah berani meremehkan kematian, meskipun pada kenyataannya tak ada seorang pun diantara mereka yang berani menantangnya.  Ada yang mengatakan bahwa jika perajaman dilegalkan bagi pezina di negerinya, maka ia pasti sudah tertimbun segunung batu.  Ada yang mengatakan bahwa penghargaannya terhadap perempuan hanyalah sebatas pada kenikmatan duniawi (anehnya, kaum feminis tidak bertindak keras pada opini semacam ini).  Baru-baru ini saya menemukan orang yang berpendapat bahwa selingkuh seharusnya tidak dianggap sebagai perbuatan buruk.  Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa hubungan seks dengan binatang tidak ada salahnya sama sekali.

 

Inikah wajah dunia yang akan diwariskan pada anak-anak kita?

 

wassalaamu’alaikum wr. wb.


28 CommentsChronological   Reverse   Threaded
kopiradix wrote on Jul 1
akmal said
Di dunia game, kebenaran sudah lama ditinggalkan. Banyak game komputer yang sudah tidak lagi peduli pada kewajibannya untuk mengedukasi anak-anak. Jika dulu kita selalu bermain sebagai tokoh pembela kebenaran, sekarang justru sebaliknya. Ada game menjadi mafia, ada game yang karakter utamanya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, dan entah berapa game dengan latar belakang Vietnam yang menanamkan sugesti seolah-olah AS berada di pihak yang benar (dan menang).

He he he, mas akmal tahu aja. Sebagai mantan pecandu game, saya jadi malu. Memang benar sih mas, jaman dulu dalam game kita hanya berperan sebagai jagoan. Sekarang jagoan dan penjahat sama-sama bisa dimainkan. Bahkan udah gak jelas lagi mana jagoan mana penjahat.
fighter495 wrote on Jul 1
pertamaxxx 10rb/ltr...
fighter495 wrote on Jul 1
He he he, mas akmal tahu aja. Sebagai mantan pecandu game, saya jadi malu. Memang benar sih mas, jaman dulu dalam game kita hanya berperan sebagai jagoan. Sekarang jagoan dan penjahat sama-sama bisa dimainkan. Bahkan udah gak jelas lagi mana jagoan mana penjahat.
wah kduluan.. :(
banyumili wrote on Jul 1
thanks Akmal, telah berbagi. Serem sekali ya beberapa pendapat terakhir.
tantodikdik wrote on Jul 1
akmal said
Inilah akibatnya kalau hidup terlalu ‘sibuk’ ; bangun pagi langsung pergi kerja, setelah itu ke night club, jojing sampai pagi buta, pulang dalam kondisi kelelahan (atau mabuk), langsung tidur, dan besoknya bangun pagi untuk kembali ke kantor. Tidak ada waktu untuk merenung, dan memang dengan sengaja tidak merenung. Merenung itu kolot, katanya. Just do it!, kata iklan. Express yourself, have fun go mad, dan entah apa lagi slogannya.
yah, sepakat, Kang. Ga mau saya terjebak dalam hal-hal seperti ini.
Terima kasih udah berbagi, Kang. :)
yudimuslim wrote on Jul 1
minta facebooknya uda dong..
oia uda..jika memang kebenaran itu fitrah mengapa manusia itu lari dari fitrah tersbut da?
indahmasruroh wrote on Jul 1
Terima kasih pencerahannya mas..:)

semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal seperti itu.
sweetchucksono wrote on Jul 1
Di saat semua sudah serba abu-abu, justru tugas kita sebagai orang tua makin penting. Lihat saja dari beban akademik dan arus informasi, anak-anak memang dituntut lebih cepat dewasa. Namun kita punya head start, dan salah satunya adalah menanamkan kewaspadaan akan adanya hitam dan putih di dunia ini. And pray that he/she will make the best choices.
muharis wrote on Jul 1
Dunia....,Syereeem...!!

Jadi inget kat2 ini, " Dunia adalah surganya orang kafir"
elqassam wrote on Jul 1
dunia.. semakin menakutkan... tanpa perlu dicaci...
fendrri wrote on Jul 2
Di surat Al An'aam ayat 116:
"If you obey most of those on the earth, they will mislead you far away from Allah's path. They follow nothing but conjectures, and they do nothing but lie."

Jadi emang ngeri dan mungkin bakal tambah ngeri Kak akmal. It's Allah's will. Hati-hati kalau mengikuti sesuatu yang ngetrend dan digandrungi banyak orang. Semoga kita semua ga terjerumus ke jalan yang salah, dan diberi kekuatan untuk mendidik anak2 kita.
aneshusen wrote on Jul 3
akmal said
Yang saya temukan di iThink adalah pertempuran antara dua ideologi besar : Islam dan non-Islam
nampaknya makin lama makin jelas perseteruan ini mengerucut pada dua ideologi ini ya... Islam dan Non Islam = Kebenaran dan Kejahatan
bellaferta wrote on Jul 3
cilaka...!!!!
waspadalah !!! waspadalah...anak anak sebagai generasi penerus adalah tanggung jawab kita untuk tidak terjerumus dalam 'dunia' yang diciptakan kaum sekuler liberal.
akmal wrote on Jul 4
He he he, mas akmal tahu aja. Sebagai mantan pecandu game, saya jadi malu. Memang benar sih mas, jaman dulu dalam game kita hanya berperan sebagai jagoan. Sekarang jagoan dan penjahat sama-sama bisa dimainkan. Bahkan udah gak jelas lagi mana jagoan mana penjahat.
kalo cuma level Warcraft sih gak apa2lah membela Undead atau Orc (abis Human-nya garing sih), tapi paling males tuh kalo ada game FPS yg perannya jadi tentara AS, perangnya di Irak, Afghanistan, dll... wah rasanya kok jadi membela yg salah ya... :p
akmal wrote on Jul 4
wah kduluan.. :(
puass.... puaaaaassss.... :D
akmal wrote on Jul 4
thanks Akmal, telah berbagi. Serem sekali ya beberapa pendapat terakhir.
muncul tiap hari tuh yg kayak gitu di iThink... :p
akmal wrote on Jul 4
yah, sepakat, Kang. Ga mau saya terjebak dalam hal-hal seperti ini.
Terima kasih udah berbagi, Kang. :)
sami-sami... :p
akmal wrote on Jul 4
minta facebooknya uda dong..
oia uda..jika memang kebenaran itu fitrah mengapa manusia itu lari dari fitrah tersbut da?
cari aja nama Akmal, gak bakal nyasar kok... :D
akmal wrote on Jul 4
semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal seperti itu.
aamiin.... :)
akmal wrote on Jul 4
Di saat semua sudah serba abu-abu, justru tugas kita sebagai orang tua makin penting. Lihat saja dari beban akademik dan arus informasi, anak-anak memang dituntut lebih cepat dewasa. Namun kita punya head start, dan salah satunya adalah menanamkan kewaspadaan akan adanya hitam dan putih di dunia ini. And pray that he/she will make the best choices.
bener om... emang syusyeh jadi ortu... :)
akmal wrote on Jul 4
muharis said
Dunia....,Syereeem...!!

Jadi inget kat2 ini, " Dunia adalah surganya orang kafir"
hehe iya bener bgt, dunia adalah surganya orang kafir, soalnya di akhirat mereka gak bakal ketemu surga... :p
akmal wrote on Jul 4
dunia.. semakin menakutkan... tanpa perlu dicaci...
yup tulz... :D
kopiradix wrote on Jul 4
akmal said
. wah rasanya kok jadi membela yg salah ya... :p
Kalau main Command and Conquer General dan berperan sebagai GLA (Global Liberation Army, Al Qaidah versi Electronic Art) gimana mas?
akmal wrote on Jul 4
fendrri said
Di surat Al An'aam ayat 116:
"If you obey most of those on the earth, they will mislead you far away from Allah's path. They follow nothing but conjectures, and they do nothing but lie."

Jadi emang ngeri dan mungkin bakal tambah ngeri Kak akmal. It's Allah's will. Hati-hati kalau mengikuti sesuatu yang ngetrend dan digandrungi banyak orang. Semoga kita semua ga terjerumus ke jalan yang salah, dan diberi kekuatan untuk mendidik anak2 kita.
huehehe Kak Akmal saingannya Kak Seto... :p
akmal wrote on Jul 4
nampaknya makin lama makin jelas perseteruan ini mengerucut pada dua ideologi ini ya... Islam dan Non Islam = Kebenaran dan Kejahatan
memang bos, ujung2nya yg haqq vs yg bathil... :)
akmal wrote on Jul 4
cilaka...!!!!
waspadalah !!! waspadalah...anak anak sebagai generasi penerus adalah tanggung jawab kita untuk tidak terjerumus dalam 'dunia' yang diciptakan kaum sekuler liberal.
mari mencegah penyebaran virus sepilis... :)
akmal wrote on Jul 4
Kalau main Command and Conquer General dan berperan sebagai GLA (Global Liberation Army, Al Qaidah versi Electronic Art) gimana mas?
saya udah pensiun main Command and Conquer sejak Red Alert kali bos hehehe... abis makin lama senjatanya makin gak masyuk akal sih... tapi saya pernah liat reviewnya yg Generals, dan ini sih jelas2 propaganda... cape deeee :p
galihpj wrote on Jul 9
Jadi inget, dl ada ustad yg bilang klo org yg bisa mempertahankan akidahnya di akhir zaman akan dapet pahala sama kaya org yg berjihad (afwan, ga tau sumbernya, ada yg bisa kasih tau??). dulu kepikiran, klo gt enak amat ya org akhir zaman, ga usah mempertaruhkan nyawa aja bisa dapet pahala syahid, apa bisa dibilang setimpal tuh??. Tapi sekarang baru nyadar, ternyata segitu beratnya ya mempertahankan aqidah yg lurus di akhir zaman ini, segitu banyaknya pemikiran edun bin keblinger yg bisa bikin aqidah kita rusak, pantesan aja bisa dapet pahala gede klo bisa mempertahankan aqidah dia khir zaman.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help