assalaamu’alaikum wr. wb.

 

Konflik di Jalur Gaza belakangan ini memunculkan wacana yang sangat menarik.  Barangkali baru sekaranglah orang-orang bisa mengungkapkan pendapatnya secara lugas, bahkan dengan resiko dikucilkan dari pergaulan sesama Muslim.  Di Indonesia, sebagian umat Muslim pun tidak canggung untuk menyatakan ketidaksetujuannya terhadap usaha-usaha mendukung Palestina.  Artikel ini insya Allah akan membantahnya dengan cara sebaik mungkin.

 

Hak Historis Bangsa Yahudi

Ini adalah argumen ‘standar’ untuk membenarkan pendirian negara Israel.  Bangsa Yahudi senantiasa mengklaim bahwa mereka berhak atas tanah Palestina.  Konon, mereka sudah tinggal di negeri itu sejak jamannya Nabi Ya’qub as. 

 

Argumen ini sebenarnya sangat lemah, karena pada jaman Nabi Ya’qub as., agama Yahudi belum lagi ada.  Bani Israil adalah nama yang diberikan kepada keturunan beliau, namun nama itu baru dikenal setelah masa kehidupannya.  Tambahan lagi, Nabi Ya’qub as. dan keluarganya bermigrasi ke Mesir secara sukarela saat Nabi Yusuf as. menjadi bendahara negara pada masa itu.  Karena mereka pindah secara sukarela, maka tanah asalnya tentu tak bisa diklaim lagi.  Lagipula, kalau yang diklaim adalah peninggalan Nabi Ya’qub as., maka umat Islam akan merasa lebih berhak, karena di dalam ajaran Islam, pertalian aqidah lebih kental daripada hubungan darah.

 

Klaim ‘kepemilikan’ bangsa Yahudi juga tidak jelas.  Andaikan bangsa Yahudi memang pernah tinggal di sana, maka mereka bukanlah satu-satunya penghuni negeri itu.  Bangsa Romawi dan bangsa asli Palestina pun sudah tinggal di sana sejak lama.  Jika tidak ada hitam di atas putih, maka bangsa Yahudi tak boleh mengklaim tanah (apalagi seluas satu negara) sebagai miliknya sendiri.  Tambahan lagi, jika bangsa Yahudi mengklaim tanah Palestina atas dasar sejarah, maka benua Australia dan Amerika pun mesti dikembalikan ke pemilik sahnya, yaitu bangsa Aborigin dan Indian.

 

Tanah yang Dijanjikan

Kaum Zionis mengklaim bahwa tanah Palestina adalah tanah yang dijanjikan kepada mereka, dan klaim ini juga sering didukung oleh umat Nasrani.  Namun memaksakan klaim ini adalah sebuah tindakan pemaksaan agama, karena yang setuju hanyalah umat Yahudi dan Nasrani.  Kalau boleh menguasai suatu wilayah hanya dengan modal ‘janji Tuhan’, maka umat Islam bisa mengklaim seluruh Bumi, karena Allah SWT telah mengangkat mereka sebagai khalifah fi al-‘ardh.  Tentu saja, kalau umat Islam mengklaim sebuah kota saja dengan alasan demikian, maka pasti akan muncul label fundamentalis, radikalis, teroris, atau literalis.

 

Bangsa Tanpa Negeri

Ada juga yang bersikap lebih ‘humanitarian’ dengan mengatakan bahwa orang-orang Yahudi pada Perang Dunia II terpaksa lari ke tanah Palestina karena didesak oleh NAZI di Eropa.  Namun kini beredar teori konspirasi antara NAZI dan kaum Yahudi Zionis.  Konon, kaum Yahudi yang pro-Zionisme (yang ketika itu masih minoritas) bekerjasama dengan NAZI untuk membantai saudaranya sendiri, agar mereka mau diyakinkan untuk pindah ke ‘tanah yang dijanjikan’.  Namun dengan mengabaikan teori konspirasi ini, argumennya masih saja lemah.

 

Orang yang lari karena negerinya dilanda konflik adalah pengungsi.  Atas nama kemanusiaan, umat Islam pasti akan menerima warga pengungsi dengan tangan terbuka.  Sebuah Masjid di Perancis dikenal telah memberikan perlindungan kepada warga Yahudi pada Perang Dunia II, dan masih banyak contoh lainnya.  Jika statusnya adalah pengungsi, insya Allah Palestina akan menerima dengan tangan terbuka (walau perlu dipertanyakan : apa iya tidak ada negara lain yang lebih dekat untuk tempat berlabuhnya para pengungsi?).  Tapi layaknya pengungsi yang baik, setelah negerinya damai kembali, hendaknyalah kembali ke rumah masing-masing.  Dalam kasus Palestina, ‘para pengungsi’ malah semakin kurang ajar, menembaki warga tuan rumah, dan berusaha mendirikan negara di dalam negara.  Karena itu, kita tidak perlu lagi memandang kaum Zionis dengan pandangan penuh iba sebagai pengungsi yang tak punya tanah air.  Eropa dan AS membuka pintu lebar-lebar kepada mereka, mengapa harus di Palestina?

 

Perang Antar Negara, Bukan Agama

Kalau dikatakan perang antar agama (yaitu antara Islam dan Yahudi), nampaknya memang tidak.  Rasulullah saw. sendiri tak pernah mengobarkan perang dengan umat Yahudi secara keseluruhan.  Umat Yahudi pun terbelah dua dalam menyikapi Zionisme Internasional ; ada yang pro dan ada yang kontra.

 

Namun sebutan ‘perang antar negara’ pun sangat ceroboh, karena statement ini mesti didahului dengan pengakuan terhadap Israel sebagai sebuah negara yang sah.  Padahal, kasus yang terjadi adalah penjajahan Palestina oleh Inggris, kemudian Inggris secara sepihak memberikan sebidang tanah kepada kaum Zionis.  Kaum Zionis kemudian menerima bantuan dari berbagai negara, termasuk senjata, kemudian mulai mengobarkan peperangan dengan Palestina.  Inilah fakta yang dengan susah payah berusaha dikaburkan oleh sebagian pihak.

 

Bagaimanapun, jika dikatakan bahwa ini adalah perangnya warga Palestina, dan bukan perangnya umat Islam, maka orang yang berkata demikian telah cacat aqidah-nya.  Islam tidak mengenal garis perbatasan negara.  Selama masih Muslim, maka ia adalah saudara kita ; senasib dan sepenanggungan.  Membela umat Muslim yang ditindas adalah kewajiban kita semua, karena Rasulullah saw. menjelaskan bahwa kita adalah bagaikan satu tubuh.  Tidak ada pengecualian.  Mereka yang tidak ‘gerah’ menyaksikan penderitaan umat Islam di Palestina sebaiknya mulai mengkhawatirkan kondisi keimanannya sendiri, kalau-kalau dalam waktu dekat akan dipanggil Allah SWT.

 

HAMAS yang Memulai

Sebagian orang berkata bahwa HAMAS-lah yang merusak gencatan senjata dengan menyerang duluan.  Cukup mengherankan melihat betapa banyak orang menggarisbawahi ‘pelanggaran gencatan senjata’ kali ini (andaikan memang itu yang terjadi), sementara mereka dulu diam sejuta bahasa ketika kaum Zionis berulang kali melanggar perjanjian.  Namun dalam menanggapi masalah apa pun, hendaknya diingat bahwa dalam kasus Palestina yang terjadi adalah pencaplokan wilayah.  Tentunya kaum pejuang bebas menyerang penjajah kapan pun mereka bisa.  Bangsa Indonesia harusnya tahu betul tentang itu.

 

Yang Dekat Duluan

Ada juga yang dengan tidak tahu malunya berkata, “Ngapain urus Palestina, mending urus saudara di Indonesia dulu?”  Secara prinsip memang benar, yang dekat lebih prioritas untuk diurus.  Namun menentukan prioritas bukan hanya dengan mempertimbangkan faktor jarak.  Dalam buku Fikih Prioritas, Syaikh Yusuf al-Qaradhawi telah memaparkan panjang lebar mengenai hal-hal yang mesti dipertimbangkan sebelum menentukan skala prioritas.  Misalnya, jika ada tetangga yang miskin, tentu ia lebih berhak untuk kita sedekahi.  Akan tetapi jika ada warga di kota lain yang terancam nyawanya, sementara tetangga kita bisa menunggu sebentar, maka tentu yang lebih gawat urusannyalah yang harus didahulukan.

 

Kontradiksinya akan kelihatan jelas di lapangan.  Mereka yang menggunakan pernyataan di atas biasanya hanya menghindar dari kewajiban.  Mereka bilang lebih baik mengurus yang dekat, padahal yang dekat pun tak pernah mereka urusi.  Dalam acara debat di sebuah stasiun televisi, sangat menggelikan melihat sebuah parpol menyuruh parpol lain agar jangan fokus ke Palestina, dan lebih baik mengurusi warga Indonesia dahulu.  Padahal parpol yang dikritiknya itu adalah parpol yang paling rajin menggelar aksi sosial, baik untuk urusan umat di dalam negeri maupun umat di luar negeri.  Parpol yang mengkritik justru jarang kelihatan aksinya ; di dalam dan di luar negeri.  Demikian pula jika ada orang yang menggunakan argumen serupa, sebaiknya dikembalikan pada mereka : “Apa yang sudah antum perbuat untuk saudara-saudara antum di dalam negeri?”.  Faktanya, dalam hal aksi sosial, yang terjadi adalah 4L (lu lagi, lu lagi).  Yang mengurusi musibah di Aceh, Sidoarjo, dan Palestina, biasanya yang itu-itu juga orangnya.  Dan yang bermalas-malasan dan mengajukan seribu pembenaran untuk tidak berbuat apa-apa biasanya juga yang itu-itu saja.

 

Eksploitasi Isu Untuk Kampanye

Sebenarnya ketimbang mempertanyakan mengapa demo mendukung Palestina yang diadakan oleh PKS 2 Januari yang lalu itu banyak menggunakan atribut PKS, lebih baik mempertanyakan kemana perginya parpol-parpol lain yang kocek-nya jauh lebih tebal?  Parpol-parpol yang sanggup pasang iklan di televisi dengan durasi dan pengulangan yang sangat banyak di prime-time seharusnya merasa malu dengan kecilnya sumbangan mereka dalam masalah Palestina.

 

Melarang atribut parpol untuk digunakan dalam kampanye mendukung Palestina pun cenderung tidak masuk akal.  Atribut adalah identitas, dan fungsinya untuk membedakan.  Memang perlu menunjukkan siapa yang berdemonstrasi, karena berjamaah selalu memiliki kekuatan politis yang lebih kuat daripada bergerak sendiri-sendiri.  Dengan menggunakan atributnya, para kader PKS seolah mengatakan, “Hei, di Indonesia ada sebuah partai besar yang tidak rela dengan kelakuan Zionis!  Jangan main-main!”.  Statement itu bertambah kuat dengan munculnya kesan solid yang ditampilkan oleh para pendemo.  Jika seluruh parpol, lembaga dakwah, harakah, dan ormas lainnya mau berdemo dengan atributnya masing-masing, maka alangkah dahsyat kesan yang ditimbulkannya di media massa.  Lain dengan demonstrasi yang dihadiri oleh para demonstran bayaran, yang entah datang dari mana, entah dari organisasi apa, entah pakai atribut apa, dan entah bagaimana akhlaq-nya.

 

wassalaamu’alaikum wr. wb.


113 CommentsChronological   Reverse   Threaded
sagalainfo wrote on Jan 9, '09
brillian..boss,tmakasih...tfs..
dhy88 wrote on Jan 9, '09
dahsyat, bos!!

ngelink yhaaa??
cahayahidayah wrote on Jan 9, '09
idem boss...:)
eriyanto80 wrote on Jan 9, '09
ijin nge link bossss
thanks :)
yudimuslim wrote on Jan 9, '09
mau ama semut...:)
andriono wrote on Jan 9, '09
MANTAP!!!
sober74 wrote on Jan 9, '09
Memang banyak terjadi seperti yang bung Akmal utarakan.
saya berbaik sangka bahwa mereka2 ini bersikap demikian itu,
mudah2an karena sebentuk illiteracy bukan wahn.
masih dalam taraf textbook reading atau textbook thinking...
masih mencoba membaca dengan benar message yang datang...
masih berkutat dengan kebenaran huruf2 maupun kalimat2nya...
padahal message yang datang ini adalah ibarat sebuah pesan SOS..
bahwa segala bentuk kesalahan grammar maupun tetek bengek lainnya bukanlah sesuatu yang mesti dikaji dalam pesan jenis begini...
ia mengutamakan isi..
sebelum semua terlambat.

Salut buat Bung Akmal yang menghadirkan sebuah referensi ringkas dan padat
buat yang masih illiterate
nazhara wrote on Jan 9, '09
ijin ngelink,kak...
ekakurnia wrote on Jan 9, '09
nazhara said
ijin ngelink,kak...
idem...
jsattaubah wrote on Jan 9, '09
Idem juga:-)
Puanjang buanget kupasannya tapi berbobot:-) & mencerahkan yg belum cerah.
pewarisnegeri01 wrote on Jan 9, '09
Idem juga
uniquepoenya wrote on Jan 9, '09
mantapppppppppppp.. tulisan kang akmal selalu kereeeeeeeeeeeeeen... ;))
diniauliya wrote on Jan 9, '09
kalo mau yg lebih detail dan akurat lagi data serta faktanya baca buku Ahmadinejad on palestine Dina Y sulaeman ...bacajuga artkel terbaru beliau di Republika
izziary wrote on Jan 9, '09
pas banget Uda....
cahayarumah wrote on Jan 9, '09
Moga setiap huruf yang tertulis menjadi 'amal kebaikan di sisi Allah...
Ya Allah lindungilah saudara2 kami di Palestina dari kekejaman Zionis Israel La'natullah
miatinarevolt wrote on Jan 9, '09
Palestina harus didukung habis-habisan...!!
murnii wrote on Jan 9, '09
Siiip
hidayata wrote on Jan 9, '09
minta izin copas ya Uda...
buzenk wrote on Jan 9, '09
^___^ v
akupetta wrote on Jan 9, '09
ijin ngelirik yak
pitra13 wrote on Jan 9, '09
akmal said
Eksploitasi Isu Untuk Kampanye
Jelas... karena partai xxx itu tiba2 berdemo soal Palestina. Selama ini kan xxx itu gak pernah ngurusin soal Palestina, berarti benar ada eksploitasi isu oleh partai tersebut...
hehehee.....
emtezet wrote on Jan 9, '09
Masa' sih? ... Saya udah sejak orang2 tarbiyah itu bikin partai udah ikut demo Palestina dengan mereka. Setelah jadi PK juga ikut. Ketika jadi PKS juga ikut. Bukan cuma Aksi Munashoroh Palestina, tapi juga aksi mendukung Afghanistan dan Irak ketika kedua negara Islam tersebut dizholimi Amerika.
emtezet wrote on Jan 9, '09
Ralat, maksud saya sejak sebelum orang2 tarbiyah itu bikin PK udah ikut Aksi Munashoroh Palestina dengan mereka... :-)
falsettoholic wrote on Jan 9, '09
mantab tulisannya.. ijin di link.. terima kasih
ilasyegaf wrote on Jan 9, '09
Subhanallah.. cerdas dan informatif, saya juga ikut ngelink ya.. Syukron.. Semoga slalu dapat menulis yang mencerdaskan.
tegoeh wrote on Jan 9, '09
ane jadiin propaganda gelap di kampus ya om,, :D
chrisdianty wrote on Jan 9, '09
TFS mas... salam kenal
telagaalkautsar wrote on Jan 9, '09
Salamualaiikum

nice article lah yang poin 1.2, dan 3 kembali pada masalah sejarah dan memang lagi JAS mERAH jangan sekali-kali lupakan sejarah

emng masih ada lah orang2 yang sok beda sendiri dalam menyikapi permasalahan palestina kalo dalam bentuk tulisan biasanya bernada kyk gini

"Belakangan ini isu-isu mengenai Palestina kerap mencuat menyusul penyerangan Israel ke Ghaza. kebanyakan kaum muslimin di dunia bahkan termasuk di Indonesia mengecam dan mengutuk serangan tersebut dan memperlihatkan dukungannya untuk Palestina dan Hammas. Aan tetapu sudah benarkah landasan dukungan ke Palestina tersebut ? bla ....bla...bla akhirnya biasanya ditutup dengan kalimat " Sudah selayaknya ingatan kita akan sejarah Israel di putar ulang demi kehipan yang lebi pluralis dan demokratis "


apal model tulisan kyk gitu ....heheheh

la haula wala quwwata illa billah ..........
ekakurnia wrote on Jan 9, '09
kayaknya yang kampanye bukan PKS aja deh, HTI juga partai khan?? bedanya mereka gak ikutan pemilu 2009.
aneshusen wrote on Jan 9, '09, edited on Jan 9, '09
hwahaha..! pas, lugas, ngena, ilmiah, masuk akal, inspiratif, dan pesan2nya halus tanpa mengalihkan fokus...!

btw betul kata pemimpin Hamas kalo perang ini adalah perang "pembeda". jd tau siapa lawan siapa kawan...

ngelink ah, Bang Akmal...
kebetulan sering diberondong opini2 spt diatas. Ntar tinggal kukasih aja link ini. Hehe... biar mas Akmal yg repot :p
Sekalian juga buat ngingetin diri sendiri yg masih suka goyah :)

tfs, Bang Akmal
indra15 wrote on Jan 9, '09
cerdassss!!!

sangat berbeda kalau kita mmbaca komik anda dulu baru membaca ini...
180 drajat!!! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
indra15 wrote on Jan 9, '09
coppas y Mal,kirim milis
thx bgt
damuhbening wrote on Jan 9, '09
makasi uraiannya...
arqomalifh wrote on Jan 9, '09
keren om analisanya TQ, ijin copy..
bimosaurus wrote on Jan 9, '09, edited on Jan 9, '09
Bagus banget tulisannya mas... saya masuk dari

http://falsettoholic.multiply.com/links/item/19/-_Mengapa_Kita_Tidak_Perlu_Mendukung_Palestina_dan_Bantahannya

Mungkin saya sedikit nmbahin cerita menurut pendapat saya sih:

Mengenai HAK HISTORIS.. benar sekali ini sangat lemah.. Kalau kita bisa mengandalkan hak historis, memang kita bisa caplok itu Malaysia, SInggapur, sampe thailand. Sedangkan Irak yang mencaplok bekas irak yaitu Kuwait saja, disikat Multinasional

Konflik Antar Negara Itu benar..

hamas Memulai bisa jadi demikian. Pernah dalam suatu keadaan, Yaser Arafat telah mencapai kesepakatan, dan Hamas melanggarnya dengan alasan bahwa 'memberantas Yahudi adalah perintah agama'. Sehingga Yaser Arafat sempat bersitegang dengan Hamas saat itu. namun lebih sering lagi , sebagai agresor dan invator pencari tanah, Israel lebih dahulu melakukannya. Yahudi sendiri melakukannya karena ada dalam agamanya tentang tanah yang dijanjikan

Yang dekat duluan... Peringatkanlah kepada saudaramu yang terdekat terlebih dahulu.. Benar mas.. korupsi secara pribadi yang masih membudaya.. perlu kita bongkar lebih dahulu.. Daripada jihad ke Palestina mending jihad dulu pertahankan kedaulatan negara.. Ambalat dan kawan kawannya telah lepas.. kita juga diam saja

Tragedi kemanusiaan ini penting mas.. betapa sebuah penghapusan etnis sedang dilancarkan mereka, betapa mereka tidak peduli apa yang mereka serang adalah anak dan wanita. Ini yang wajib kita perangi

Media massa ini adalah titik terpenting dalam sebuah kondisi. Kondisi bisa menjadi supertegang degan adanya berita dari media massa..

Maaf itu hanya pendapat saya...

CMIIW
bimosaurus wrote on Jan 9, '09
saya ulang ulang membacanya.. bagus sekali mas tulisannya.. bisa melihat dari segala sisi
ungguls wrote on Jan 9, '09
terima kasih mas, tuk segala penjelasan ini....
wirdayanti wrote on Jan 9, '09
Dikirim ke media lain Son?
aneshusen wrote on Jan 9, '09
Dikirim ke media lain Son?
setuju, Mas Akmal!
kirim ke Koran Nasional...
kami bosan dgn suara2 sumbang disekitar kami...
yg setuju ngacung ayooo!
indocalita wrote on Jan 9, '09
g setuju ngacung ayooo!
ngacung..... ^__^
halaqahbyu wrote on Jan 9, '09
tfs
brandorange wrote on Jan 9, '09
izin copas da
benwal wrote on Jan 9, '09
mantap, ada tulisan bagus jg yg dilihat dari sisi pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh mufti besar Palestina:
http://ikhsanlah.multiply.com/journal/item/67/Kenapa_Mesti_Mendukung_Palestina_
zulfigitu wrote on Jan 9, '09
Saya juga tadi malam lihat acara DEBAT itu,,, memang kyk gitu model acaranya.... membakar masalah, yang mestinya tidak perlu sampai diperdebatkan sejauh itu, apalagi utk sesama partai Islam....
mungkin itulah model jualan yang laku sekarang bagi TvOne...

Tapi, utk demonstrasi PKS,, meski saya bukan kader.... saya malah bingung kalo nanti PKS ga bawa bendera... jadi, mbawa bendera itu otomatis... itu simbol perjuangan juga...sama seperti Rasulullah dulu tiap peperangan selalu mbawa bendera Islam, bendera yang dijadikan simbol kekuatan kaum muslimin...
qolbimuth wrote on Jan 9, '09
Tapi, utk demonstrasi PKS,, meski saya bukan kader.... saya malah bingung kalo nanti PKS ga bawa bendera... jadi, mbawa bendera itu otomatis... itu simbol perjuangan juga..
yang jadi masalah sebenarnya bukan 'menunjukkan identitas atau bukan'.
tapi karena PKS adalah partai politik yg ikut serta dalam pemilu 2009. sementara aturan dr KPU belum membolehkan menurunkan massa ke jalan sambil bawa atribut....sampai waktunya diperbolehkan kampanye secara terbuka.
abuziyad wrote on Jan 9, '09
izin copas bro..
Comment deleted at the request of the author.
akmal wrote on Jan 9, '09
assalaamu'alaikum wr. wb.

terima kasih atas semua tanggapannya... kalau ada pujian, yg pantas menerimanya hanya Allah... terus terang saya bingung kalo menanggapi pujian2 seperti ini, karena kalau lengah sedikit bisa terjerumus dalam kesombongan... beruntung kemarin baca majalah Hidayatullah edisi terbaru (iklan tanpa dibayar) yg ngajarin doanya Abu Bakar ra. : "Ya Allah, jangan hukum aku dengan sebab apa yg mereka ucapkan, ampunilah aku dalam hal yang tidak mereka ketahui, dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan.” Aamiiin....

saya terharu bgt, dalam waktu singkat udah 5 orang yg nge-link ke tulisan ini, dan dapet 4 temen baru yg nge-add setelah baca artikel ini... nggak tau kenapa, padahal artikel ini dibuat dalam waktu supersingkat menjelang pergi shalat jum'atan tadi... sepertinya tulisan2 saya yg spontan justru lebih banyak direspon ya, mungkin karena spontan, jadi lebih lugas... hmmm interesting...

anyway, makasih atas semua sambutannya, terima kasih buat yg udah nge-link, terima kasih juga buat yg udah ikut mengedarkan ke milis2, semoga ini jadi amal jama'i kita semua, aamiin... mohon maaf replynya gak dijawab satu persatu ya... :)
yudimuslim wrote on Jan 9, '09
akmal said
assalaamu'alaikum wr. wb.

terima kasih atas semua tanggapannya... kalau ada pujian, yg pantas menerimanya hanya Allah... terus terang saya bingung kalo menanggapi pujian2 seperti ini, karena kalau lengah sedikit bisa terjerumus dalam kesombongan... beruntung kemarin baca majalah Hidayatullah edisi terbaru (iklan tanpa dibayar) yg ngajarin doanya Abu Bakar ra. : "Ya Allah, jangan hukum aku dengan sebab apa yg mereka ucapkan, ampunilah aku dalam hal yang tidak mereka ketahui, dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan.” Aamiiin....

saya terharu bgt, dalam waktu singkat udah 5 orang yg nge-link ke tulisan ini, dan dapet 4 temen baru yg nge-add setelah baca artikel ini... nggak tau kenapa, padahal artikel ini dibuat dalam waktu supersingkat menjelang pergi shalat jum'atan tadi... sepertinya tulisan2 saya yg spontan justru lebih banyak direspon ya, mungkin karena spontan, jadi lebih lugas... hmmm interesting...

anyway, makasih atas semua sambutannya, terima kasih buat yg udah nge-link, terima kasih juga buat yg udah ikut mengedarkan ke milis2, semoga ini jadi amal jama'i kita semua, aamiin... mohon maaf replynya gak dijawab satu persatu ya... :)
dari hati kenanya ke hati kak..:)
Comment deleted at the request of the author.
laripelan wrote on Jan 9, '09
siapa kuat dia dapat,,itu sifat "manusia"..
Comment deleted at the request of the author.
arpentashady wrote on Jan 9, '09
asslamu'alaikum, salam ukhuwah. numpang copas akhi..
sahatuh wrote on Jan 9, '09
mantap ! tfs...
semoga setiap kalimat menjadikan pahala disisi Allah SWT..
dewayanie wrote on Jan 9, '09
Siip............ tidak hanya copas Akmal....... kerenn!
btw yg terakhir teteup ya..........:)
sisthakoleksi wrote on Jan 9, '09
Bagus bagus artikelnya akh.... iya menyebalkan sekali tuh liat debat parpol di tv yang menyatakan "masalah Palestina jangan dibicarakan lagi" pake acara ngotot lagi, dia belum tau sejarah Palestina kayaknya.
kendyaditya wrote on Jan 9, '09
Tulisan bagus, Akh. InsyaAllah, saya copas ke milis.
:)
kendyaditya wrote on Jan 9, '09
Tulisan bagus, Akh. InsyaAllah, saya copas ke milis.
:)
rafiati wrote on Jan 9, '09
boleh saya link ya...ada beberapa teman yg merasa 'buat apa sih ngurusin Palestina?'
rafiati wrote on Jan 9, '09
boleh saya link ya...ada beberapa teman yg merasa 'buat apa sih ngurusin Palestina?'
spinsquad wrote on Jan 9, '09
mantabz !!!...andai tulisan ini bisa keluar di kompas ;)...hihihihi...kecil siy kemungkinannya, karena prinsipnya "kebebasan pers", bebas untuk melaporkan dan untuk tidak melaporkan...
ainalzone wrote on Jan 9, '09
pembeca ke sekian ratus nih saya.. banyak yg ngelink
siipot wrote on Jan 9, '09
biasa uda... ijin sedooot....
heirrie wrote on Jan 9, '09
tulisan yg bagus...
bisa membuat smakin mengerti persoalan di palestina...
rosejuliet07 wrote on Jan 9, '09
Assalamualaikum..izin ngelink juga iyach k..biar teman yg laen jg bisa ikut baca..syukron khoer..
kopiradix wrote on Jan 9, '09
TFS again mas, hebat euy

btw, untuk yang terakhir, yaitu Eksploitasi Isu Untuk Kampanye, sebetulnya kan bukan monopoli PKS aja, partai-partai lain pun boleh demo mendukung Palestina dgn membawa atribut partai masing-masing, masalahnya mau atau tidak.

Itu aja
yaufaniadam wrote on Jan 11, '09
TFS again mas, hebat euy

btw, untuk yang terakhir, yaitu Eksploitasi Isu Untuk Kampanye, sebetulnya kan bukan monopoli PKS aja, partai-partai lain pun boleh demo mendukung Palestina dgn membawa atribut partai masing-masing, masalahnya mau atau tidak.

Itu aja
jangan2 karena mereka takut di diskualifikasi mas?
pch3tromboshit wrote on Jan 9, '09
Nice analysis, Brader!!! May Allah bless you and us!
Semoga ikatan ukhuwah semakin menguat dan terus terjaga di tengah arus yang berusaha menggoyahkan...
Save Our Land; PALESTINE!!!

Salam,
BUNUH KORUPTOR!!! KILL ALL THE DAMNED HYPOCRITES & BETRAYER!!!
TROMBOSHIT
pandakeadilan wrote on Jan 9, '09
hemm....
dasar artis....
semangat dah mas...
efkaluna wrote on Jan 9, '09
makasih atas tulisan ini semoga menjadi pencerahan buat umat. amin
martoart wrote on Jan 9, '09
Tulisan yang baik dan tanpa kemarahan. Salut. Saya mendapatkannya dari link kawan Syafiq Baktir. Tapi maaf, belum sempat urun tanggapan. Kunjungan berikutnya deh. Habis buru-buru nih. Salam n Thanks,
rositarini wrote on Jan 10, '09
alhamdulillah,.. ada tulisan y menentramkan setelah baca tulisan lutfie
allaboutmarley wrote on Jan 10, '09
Tulisannya menarik dan well-knowledge... TFS yahh.. :)
yherlanti1971 wrote on Jan 10, '09
akmal said
Jika seluruh parpol, lembaga dakwah, harakah, dan ormas lainnya mau berdemo dengan atributnya masing-masing, maka alangkah dahsyat kesan yang ditimbulkannya di media massa.
Ini yang umat islam tunggu-tunggu, bersatunya DEMI TEGAKNYA ISLAM DIMUKA BUMI. Karena hanya PERSATUAN UMAT ISLAM LAH YANG BISA MENGHANCURKAN DAN MENGUSIR KEMBALI YAHUDI DI TANAH ISRAEL. Semua yang mengaku muslim tanpa memandang dari mana pun asalnya BERSATU. Agar netral lebih baik bendera yang dikibarkan hanya bendera yang pernah digunakan rasulullah saw, bendera lambang persatuan umat islam dan keberanian perjuangannya "Royah and Liwa".
gusmar wrote on Jan 10, '09
thanks brother ikmal...
aufklarung
aqse wrote on Jan 10, '09
woww ..
mantepp, bro !!
trashold wrote on Jan 10, '09
segaaaarrrr, Tks
coretan wrote on Jan 10, '09
Bravo mas Akmal.... mantap tulisannya..
mbakje wrote on Jan 10, '09
sip!
unimolly wrote on Jan 11, '09
gak mau muji, cuma mau mendo'akan. Smg tulisan2 da Akmal bisa jadi hujjah untuk amar ma'ruf nahi munkar...
minta izin tuk copas di facebook ya..
bellaferta wrote on Jan 11, '09
DUA JEMPOL !!
assep77 wrote on Jan 11, '09
2nd HOLOCAUST IS A MUST...!!!
f2rrel wrote on Jan 12, '09
Bro..izin copas
Udah duluan sih baru izin hehehe maap
caknoval wrote on Jan 12, '09
Mas Akmal, berita terbaru menyebutkan kalau PKS tak lagi bawa bendera ketika demo tentang Palestina (http://www.detiknews.com/read/2009/01/11/112502/1066315/10/ratusan-ribu-massa-pks-tak-bawa-bendera-partai).
Apa ini pertanda PKS mengaku salah?
akmal wrote on Jan 12, '09
Mas Akmal, berita terbaru menyebutkan kalau PKS tak lagi bawa bendera ketika demo tentang Palestina (http://www.detiknews.com/read/2009/01/11/112502/1066315/10/ratusan-ribu-massa-pks-tak-bawa-bendera-partai).
Apa ini pertanda PKS mengaku salah?
akhi, sejak dulu ikhwah tarbiyah itu karakternya ogah debat dalam urusan furu'iyyah dan mengedepankan persatuan... sungguh sangat disayangkan bahwa masalah bendera PKS ini justru membangkitkan ashabiyah dari sebagian organisasi Islam lainnya, padahal sebenarnya gak perlu... kalau debat diteruskan, nanti mereka makin menjadi-jadi, atau malah ikhwah PKS-nya yg ikut2an menumbuhkan ashabiyah karena niat debatnya bukan lagi membela agama Allah tapi berbelok jadi menjatuhkan orang2 yg bicara buruk soal PKS... saya rasa tindakan itu sudah tepat, sekarang gak ada waktu utk debat soal hal2 lain... harusnya yg diutamakan adalah keselamatan saudara2 kita di Palestina... kalau masih ada saja yg memperpanjang debat, mereka hanya mempermalukan diri sendiri, Allah Maha Melihat dan hamba-hamba-Nya pun tidak buta, insya Allah... :)
caknoval wrote on Jan 13, '09
akmal said
akhi, sejak dulu ikhwah tarbiyah itu karakternya ogah debat dalam urusan furu'iyyah dan mengedepankan persatuan... sungguh sangat disayangkan bahwa masalah bendera PKS ini justru membangkitkan ashabiyah dari sebagian organisasi Islam lainnya, padahal sebenarnya gak perlu... kalau debat diteruskan, nanti mereka makin menjadi-jadi, atau malah ikhwah PKS-nya yg ikut2an menumbuhkan ashabiyah karena niat debatnya bukan lagi membela agama Allah tapi berbelok jadi menjatuhkan orang2 yg bicara buruk soal PKS... saya rasa tindakan itu sudah tepat, sekarang gak ada waktu utk debat soal hal2 lain... harusnya yg diutamakan adalah keselamatan saudara2 kita di Palestina... kalau masih ada saja yg memperpanjang debat, mereka hanya mempermalukan diri sendiri, Allah Maha Melihat dan hamba-hamba-Nya pun tidak buta, insya Allah... :)
Syukur kalau gitu, mas Akmal. Bawa bendera itu, meskipun hal furu'iyah, bisa juga menghapus pahala lho, kalau sampai terbersit di hati para ikhwah yang demo untuk riya'. Jadi, memang paling aman benderanya disimpan untuk kampanye sungguhan, sehingga bisa lebih fokus dalam membela Palestina. Karena tanpa bendera toh sudah terbukti massa PKS bisa ngumpul ratusan ribu. Saya juga salut dengan dana lebih dari satu milyar yang dikumpulkan selama demo PKS untuk saudara2 kita di Palestina.
Cuman saya menjadi sangat sedih karena sumber minyak terbesar di tanah air kita, Blok Cepu, dikelola oleh perusahaan minyak milik yahudi, yaitu Exxon Mobil. Entah berapa sudah sumbangan Exxon terhadap Israel. Mudah2an partai2 yang mendukung keberadaan Exxon di Blok Cepu (termasuk Partai Ku Sayang) diampuni oleh Allah atas dukungan mereka terhadap Exxon tsb.
akmal wrote on Jan 13, '09
Syukur kalau gitu, mas Akmal. Bawa bendera itu, meskipun hal furu'iyah, bisa juga menghapus pahala lho, kalau sampai terbersit di hati para ikhwah yang demo untuk riya'. Jadi, memang paling aman benderanya disimpan untuk kampanye sungguhan, sehingga bisa lebih fokus dalam membela Palestina. Karena tanpa bendera toh sudah terbukti massa PKS bisa ngumpul ratusan ribu. Saya juga salut dengan dana lebih dari satu milyar yang dikumpulkan selama demo PKS untuk saudara2 kita di Palestina.
Cuman saya menjadi sangat sedih karena sumber minyak terbesar di tanah air kita, Blok Cepu, dikelola oleh perusahaan minyak milik yahudi, yaitu Exxon Mobil. Entah berapa sudah sumbangan Exxon terhadap Israel. Mudah2an partai2 yang mendukung keberadaan Exxon di Blok Cepu (termasuk Partai Ku Sayang) diampuni oleh Allah atas dukungan mereka terhadap Exxon tsb.
Baiknya mas hadir sendiri kalau PKS sedang demo Palestina, dan rasakan sendiri suasana di sana, apakah memang isu yg dibawa adalah tentang PKS atau Palestina... kalau cuma lihat di teve memang sulit membedakannya, apalagi kalau percaya kata2 media massa :)

Saya rasa kita semua ikut membiarkan kekuatan Yahudi bercokol. Muhammadiyah juga tempo hari kerja sama dgn Israel (lebih parah daripada sekedar Yahudi), NU sih udah sering (kalo Gus Dur masih diitung NU), JIL apalagi. Semoga kita semua diampuni Allah SWT :)
qolbimuth wrote on Jan 14, '09, edited on Jan 14, '09
akmal said
Muhammadiyah juga tempo hari kerja sama dgn Israel (lebih parah daripada sekedar Yahudi),
ini link klarifikasi yang dimuat di hidayatullah.com
MUHAMMADIYAH tidak pernah kerja sama dengan ISRAEL
sidikku wrote on Jan 13, '09
cakep cakep cuaakep, lengkap nih lumayan klo ada yang ngajak debat. thanks..bro
artikel yang bagus
iskandarsyah27 wrote on Jan 13, '09
thats good ....
ardhie27 wrote on Jan 13, '09
ngacung
tripunya wrote on Jan 13, '09
akmal said
Yang Dekat Duluan

Ada juga yang dengan tidak tahu malunya berkata, “Ngapain urus Palestina, mending urus saudara di Indonesia dulu?” Secara prinsip memang benar, yang dekat lebih prioritas untuk diurus. Namun menentukan prioritas bukan hanya dengan mempertimbangkan faktor jarak. Dalam buku Fikih Prioritas, Syaikh Yusuf al-Qaradhawi telah memaparkan panjang lebar mengenai hal-hal yang mesti dipertimbangkan sebelum menentukan skala prioritas. Misalnya, jika ada tetangga yang miskin, tentu ia lebih berhak untuk kita sedekahi. Akan tetapi jika ada warga di kota lain yang terancam nyawanya, sementara tetangga kita bisa menunggu sebentar, maka tentu yang lebih gawat urusannyalah yang harus didahulukan.
ini dia yang ana cari, kemarin ga sempat jawab orang yang nanya ini
sfs ya
diyansanty wrote on Jan 13, '09
lagi fokus bacanya...
caknoval wrote on Jan 13, '09
"Saya rasa kita semua ikut membiarkan kekuatan Yahudi bercokol. Muhammadiyah juga tempo hari kerja sama dgn Israel (lebih parah daripada sekedar Yahudi), NU sih udah sering (kalo Gus Dur masih diitung NU), JIL apalagi. Semoga kita semua diampuni Allah SWT :)"

Ooo....tunggu dulu mas. Jangan sembrono bilang "kita" dalam membiarkan kekuatan yahudi bercokol. Saya ndak lho. Amit-amit deh. Silahkan saja kalau mas Akmal mengaku membiarkan yahudi bercokol, asal jangan ajak saya :-).
Terus mengenai berita Muhammadiyah yang kerja sama dengan israel di eramuslim itu, itu hanya klaim sepihak koran2 israel. Tujuannya tentu bisa ditebak, untuk mendapatkan legitimasi dari umat Islam. Padahal pak Sudibyo Markus sudah mengklarifikasi kalau dirinya tidak membawa-bawa Muhammadiyah (baca di hidayatullah.com). Mudah2an antum masih lebih percaya media massa sesama muslim daripada media massa yahudi. Jadi lain sekali dengan dukungan PKS terhadap keberadaan exxon di blok cepu. Itu sudah jelas suara fraksi PKS, artinya merupakan keputusan secara organisatoris.
abunyasyamil wrote on Jan 13, '09
Luar biasa, menjawab semua pertanyaan dan peryataan yang sering muncul di Kaskus.

btw, tentang bendera mas, ahad lalu, kayanya ribuan kader turun lagi ke jalan, aksi solidaritas. Dan hebatnya, tanpa atribut sama sekali, saya berada disana. Kalaupun ada atribut, sekedar identitas dibagian depan (panitia/kepanduan/dll). Yang lainnya, bendera Indonesia/Palestina. Saya cuma liat satu jaket PKS sepanjang perjalanan dari Kp. Melayu hingga Monas, subhanallah..

Jadi, PKS sudah menunjukkan Kebebasan Palestina lebih penting dari urusan kampanye semata.

Masalah Exxon, kang Akmal yang jawab deh, lebih pakar :)
ordinarygreen wrote on Jan 14, '09
"Jika seluruh parpol, lembaga dakwah, harakah, dan ormas lainnya mau berdemo dengan atributnya masing-masing, maka alangkah dahsyat kesan yang ditimbulkannya di media massa."

semakin terlihat terkotak - kotaknya Islam di Indonesia...semakin ketahuan kalau sebenarnya ada sesuatu yang rapuh dalam berukhuwah....
rika199 wrote on Jan 14, '09
pbb aja enggak digubris, harus gimana ya ?
kabauijo wrote on Jan 14, '09
bener mas...
masuk akal.....

ngapain ribut ribut soal pks..??
blueshark67 wrote on Jan 14, '09
tulisan yang sangat baik, semoga bisa diperjuangkan melalui kawan2 disini. saya ikut berdoa dan menyebarkan pola pikir ini ke saudara2 lain :)
Comment deleted at the request of the author.
ardhie27 wrote on Jan 15, '09
5000-3000SM
Bermukimnya kaum Arab Kan’an di kawasan Palestina dan kawasan itu dinamai “Tanah Kan’an”

3000-2500SM
Bermukimnya kabilah2 Arab Amuri di Kan’an

1805 SM
Nabi Ibrahim hijrah dari Irak ke Kan’an

1606 SM
Migrasi keturunan Nabi Ibrahim dari Kan’an ke Mesir

Catatan: keturunan Nabi Ibrahim ada dua, Ismail dan Ishaq. Keturunan Nabi Ismail ber-ras Arab (dan berujung pada Nabi Muhammad), dan keturunan Nabi Ishaq ber-ras Yahudi

1300 SM
Hijrahnya bangsa Palestina dari kepulauan Kert dan Lautan Egee (di Mediterania, antara semenanjung Balkan dan Anatoli/Asia Kecil) ke kawasan Kan’an, dan mereka bercampur dgn orang2 Arab asli penghuni Kan’an, lalu akhirnya kawasan itu berubah nama menjadi Palestina.

985 SM
Berdirinya kerajaan Nabi Daud (ras: Yahudi)

933 SM
Berakhirnya kerajaan Nabi Sulaiman (ras: Yahudi) dan terpecah2nya kerajaan ini.

732 SM
Dinasti Assuria (Irak) berkuasa di Palestina

608 SM
Bangsa Mesir berkuasa di Palestina

605 SM
Berkuasanya Caldea (dari jazirah Arab) di kawasan Syam (termasuk Palestina)

586 SM
Kekuasaan Caldea runtuh dan 5000 Yahudi diasingkan ke Babilonia (Irak)

538 SM
Cyrus, Kaisar Persia, berkuasa di Syam (yang meliputi juga Palestina)

332 SM
Alexander Macedonia menyerang Palestina

63 SM
Masuknya orang Romawi ke Palestina

135 M
Pemberontakan kaum Yahudi ditumpas oleh pasukan Romawi

267 M
Pendudukan Palestina oleh Ratu Zanubia dari Kerajaan Tadmur (Palmyre, di kawasan Syam)

272 M
Kekuasaan Tadmur berakhir dan Romawi kembali berkuasa di Palestina

614 M
Palestina dikuasai oleh Khousru Parviz, raja Iran dari dinasti Sasania

628 M
Romawi kembali berkuasa di Palestina

634-636 M
Masa penaklukan wilayah Palestina oleh pasukan muslim

636-1099 M
Pemerintahan Islam (khilafah Islam) berkuasa di Palestina silih berganti, mulai dari Khilafah periode Umawiyah, Abbasiah, hingga Fathimiah.

1099M
Pasukan Salib menyerang Palestina

1188 M
Perang Hathin antara pasukan muslim di bawah pimpinan Salahuddin Al Ayyubi melawan pasukan Salib

1260 M
Perang antara Dinasti Mamaluk (Mesir, penerus kekuasaan Al Ayyubi) melawan pasukan Tatar (Mongol)

1291 M
“Pembersihan akhir” pasukan Salib dari wilayah Palestina oleh pasukan Mamaluk

1516 M
Dimulainya Khilafah Islam periode Utsmaniyah di Palestina dan kawasan2 Arab di sekitar Palestina, berlangsung hingga 400 tahun kemudian

1914-1917 M
Perang Dunia I meletus dan berakhir dgn kekalahan Khilafah Utsmaniyah, wilayah kekuasaan Khilafah Islam pun dibagi2 oleh Inggris dan Perancis. Palestina menjadi ’jatah’ Inggris.

2 Nov 1917
Deklarasi Balfour dirilis. Isi: dukungan Inggris bagi pembentukan negara Israel di kawasan Palestina.

Januari 1918
Seluruh kawasan Palestina jatuh ke tangan pasukan Sekutu yg dipimpin Jenderal Allenby (asal Inggris, keturunan Yahudi). Di kota Al Quds, dia mengucapkan kalimat, ”Hari ini, perang salib telah berakhir.”

1 Januari 1920
Kantor pemerintahan Inggris di Palestina (British Mandate of Palestine) berdiri, Komisi Tinggi-nya adl Herbert Samuel (keturunan Yahudi)

30 Januari 1922
Kongres AS menyetujui dukungan trhdp pendirian Israel di Palestina (disebut sebagai Deklarasi Balfour-Amerika)

23-29 Agts 1929
Pemberontakan org2 Palestina, memprotes aksi kekerasan pemuda2 Yahudi. Dikenal sebagai ”Kebangkitan Dinding Ratapan”.

20 Nov 1935
Izzudin Qassam, pemimpin kelompok pejuang Jihad Islam, gugur syahid dlm perang melawan pasukan Inggris di kota Jenin

1935-1948
Berbagai pembunuhan massal dilakukan oleh kelompok2 teroris Yahudi, dgn tujuan mengusir orang2 Palestina dari tanah air mrk, untuk kemudian diduduki oleh para imigran Yahudi yg didatangkan dari berbagai penjuru dunia.

29 Nov 1947
PBB meloloskan resolusi 181 tentang pembagian wilayah eks British Mandate of Palestine. Tujuannya adalah untuk mengatasi konflik antara pemukim Yahudi dan Arab yang semakin tajam di wilayah tersebut. Resolusi tersebut membagi wilayah ini menjadi dua negara. Sebagian diperuntukkan bagi sebuah negara Yahudi, sebagain lagi bagi sebuah negara Arab. Sementara kota Yerusalem berstatus Corpus Separatum yang tak berada dalam kekuasaan negara Yahudi maupun Arab.

14 Mei 1948
Jam 4 sore, org2 Zionis mendeklarasikan berdirinya Israel dan beberapa menit kemudian, AS menyatakan pengakuannya thdp Israel.

15 Mei 1948
Era Mandat Inggris atas Palestina berakhir.

15 Mei 1948
Negara2 Arab menolak deklarasi Israel itu dan membentuk pasukan sekutu Arab (terdiri dari Suriah, Mesir, Jordan, Lebanon, Irak). Pecahlah Perang Pertama Arab-Israel.

Hasil perang: wilayah Israel bertambah luas, termasuk menduduki Yerusalem Barat. Mesir menguasai Jalur Gaza, Jordan menguasai Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Ribuan warga Palestina jadi pengungsi.

11 Mei 1949
PBB menerima Israel sebagai anggota, dgn syarat Israel hrs menerima Resolusi 181 (isi: Israel hrs menerima pendirian negara Palestina) dan Res 194 (isi: Israel hrs mengizinkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah air mereka). Resolusi ini tak pernah dipatuhi, namun Israel tetap menjadi anggota PBB hingga kini.

Januari 1967
Perang 6 Hari Arab-Israel meletus, Arab kalah, Israel menguasai seluruh Yerusalem , Tepi Barat, Jalur Gaza, Sinai, Golan. Namun Mesir kemudian bersedia damai dgn Israel (mengakui eksistensi Israel dgn imbalan pengembalian Sinai, Camp David 1978).

10 Nov 1975
PBB mengesahkan Resolusi 3379 yang intinya menyatakan Rezim Zionis sebagai rezim rasialis.

18 Sept 1978
Perundingan Camp David antara Mesir-Israel, dimediatori AS

26 Maret 1979
Penandatanganan akhir perjanjian damai antara Anwar Sadat dan Menachem Begin, di Gedung Putih, disaksikan Jimmy Carter.

31 Jan 1980
Parlemen Israel menetapkan Yerussalem sbg ibu kota Israel, pdhl PBB menetapkan bhw kota itu adl zona int’l

9 Des 1987
Intifadah I dimulai

30 Okt 1991
Dimulainya konferensi Madrid, antara Zionis dgn Palestina yg diwakili oleh PLO

13 Sept 1993
Kesepakatan Oslo ditandatangani Zionis-PLO. Isi: PLO diberi wilayah otonomi, yaitu 60% dari Jalur Gaza dan kota Ariha di Tepi Barat. Imbalannya, PLO mengakui eksistensi Israel. Ayatullah Khamenei, Rahbar Iran, terang2an menyebut ini sebagai ”tindakan bodoh” Yaser Arafat.

1 Juli 1994
Arafat memasuki Gaza dalam rangka mendirikan Otoritas Nasional Palestina (Palestinian National Authority; selanjutnya disebut PNA).

17 Januari 1997
Perjanjian Al Khalil ditandatangani Israel-PNA. Isi: 20% wilayah Al Khalil tetap dikuasai Israel, sisanya diserahkan kpd PNA.

23 Okt 1998
Perjanjian Maryland ditandatangani Israel-PNA. Isi: Israel menyerahkan sebagian wilyah di Tepi Barat kepada PNA, sebagai imbalan, PNA berjanji mengatasi masalah terorisme (teroris: istilah yg dipakai Barat utk para pejuang HAMAS)

12 Des 1998
Pertemuan Majelis Nasional Palestina digelar di Gaza. Pertemuan ini sudah di-setting AS dan Israel, sehingga keputusannya: menghapus salah satu isi deklarasi nasional Palestina yg menyebut ”menghapuskan Israel.”

22-24 Mei 2000
Tentara Zionis angkat kaki dari wilayah Lebanon selatan stlh bercokol di sana selama 22 tahun. Selama itu pula, tentara Hizbullah tak pernah henti berusaha mengusir Israel dan akhirnya, Israel pun menarik pasukannya dari Lebanon. Kemenangan ini menginspirasi rakyat Palestina.

28 Sept 2000
Intifadah Kedua dimulai (dipimpin oleh HAMAS, sementara PNA alias eks-PLO selalu berusaha menghentikan gerakan HAMAS. PNA telah menjadi alat bagi Israel utk memberangus perjuangan bangsa Palestina)

22 Maret 2004
Pemimpin HAMAS, Syeikh Ahmad Yasin, gugur syahid akibat teror Israel.

17 April 2004
Abdul Aziz Rantisi, pemimpin HAMAS (pengganti Syeikh Ahmad Yasin) gugur syahid akibat teror Israel.

9 Juli 2004
Mahkamah Int’l menetapkan bhw pembangunan Tembok Zionis adalah illegal, namun ketetapan ini tdk dihiraukan Israel. Pembangunan tmbok terus dilanjutkan shg membentuk sebuah penjara raksasa bagi banyak perkampungan Palestina.

26 Okt 2004
Gigihnya perjuangan Intifadah II membuat Israel kewalahan dan mengesahkan program penarikan mundur dari Jalur Gaza, sambil merancang konspirasi lain. Antara lain: penarikan mundur ini di-blow up media massa utk mengesankan bahwa Israel bersedia berdamai.

11 Nov 2004
Yaser Arafat tewas akibat diracuni oleh Zionis

Sept 2005
Dimulainya penarikan mundur tentara Israel dari Jalur Gaza. Inilah kemenangan para pejuang Palestina setelah 38 tahun. Namun, hingga kini, Israel terus melancarkan serangan dan teror ke Jalur Gaza.

Jan 2008
Israel kembali menunjukkan perangainya sebagai agresor, keras kepala, kejam, beringas dan berhati batu.



Diposkan oleh Bang Dos di 09:09
gusfeb99 wrote on Jan 15, '09
Bagus2, tnkz atas penjelasannya..
masrizqon wrote on Jan 15, '09
terimakasih postingnya, ijin copy, semoga bermanfaat...
poligamiaja wrote on Jan 15, '09
akmal wrote: Hamas yang memulai seperti artikel yang saya baca di sini Pak sepertinya yang dunia tahu pertempuran di palestina sana adalah pertempuran antara hamas vs israel. padahal sebetulnya banyak kekuatan2 besar selain hamas seperti: jihad islami dll.

oh ya banyaknya faksi2 di palestina kabarnya memiliki asas perjuangan (baca=pemikiran) masing2 dan beberapa kasus menyebutkan pernah terjadi konflik antar mereka (faksi2).

klo faksi fatah mah kan udah jelas kiblatnya kemana

Nah gimana pandangan Pak Akmal mengenai hal ini?
desireminsa wrote on Jan 16, '09
thanks atas sharing dan infonya, izin copas yah
ardhie27 wrote on Jan 16, '09
Mata Kuliah Video Porno Dibuka di Taiwan

Sebuah universitas di Taiwan membuka sebuah mata kuliah yang mengajar mahasiswa mereka bagaimana menghargai dan menganalisa film-fim porno. United Daily News mewartakan bahwa mata kuliah di Departemen Komunikasi Massa Universitas Providence itu sudah dibuka mulai semester ini.

Menurut laman Ananova, Rabu (14/1), untuk lulus mata kuliah ini, mahasiswa harus mempresentasikan selama 15 menit hasil penelitian mereka mengenai reaksi psikologi para penonton film cabul dari perspektif akademik.

Menanggapi mata kuliah tersebut, salah seorang mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, "Jika saya mendapat hasil yang bagus untuk mata kuliah ini, saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya kepada kedua orang tua saya."

Ketika mendaftar untuk mata kuliah pilihan ini, mahasiswa menandatangani surat yang menyetujui bahwa jika adegan-adegan dalam film terlalu vulgar, mereka boleh meninggalkan kelas.

Dosen mata kuliah tersebut, asisten Profesor Miss Chen Mingmei, mengatakan belum ada mahasiswanya yang keluar dari kelas. Akan tetapi, beberapa mahasiswa sempat menutup mata mereka ketika adegan dalam film tersebut terlalu vulgar.

Lebih dari 50 mahasiswa terdaftar mengikuti mata kuliah tersebut. Mayoritas mahasiswa tersebut mengaku pernah menyaksikan video porno sebelumnya. Mereka mengikuti mata kuliah itu karena ingin tahu. Kebanyakan dari mereka mengaku orang tua mereka tidak mengetahui mereka mengambil mata kuliah itu.

Mahasiswa lainnya mengaku, "Saya khawatir orang tua saya melihat laporan nilai akhir ketika laporan itu dikirim ke rumah saya. Saya tidak tahu mau bilang apa jika saya mendapat angka yang bagus. Namun, jika saya gagal, saya tak takut berbicara dengan orang tua saya dan mengatakan bahwa mungkin saya harus menyaksikan film porno lebih banyak lagi." (tempointeraktif.com)


Diposkan oleh karodalnet di 02:52

Label: Internasional


boesthomie wrote on Jan 16, '09
Tanks bang Akmal, pencerahan yang luar biasa ... saya download ya ...
ratman24 wrote on Jan 17, '09
Allahu akbar! kemenangan untuk palestina!
abicahyo wrote on Jan 19, '09
Subhanallah ............. Subhanallah ........... Subhanallah
Satu tulisan (yang katanya dibuat dalam waktu singkat) menghasilkan begitu banyak komentar, dukungan dan link ..................
Semoga makin banyak ikhwan yang seperti akhi Akmal.
Satu tulisan, dua cerita/kronologis atas satu materi ....... subhanallah !!
Terima kasih juga buat akhi ardhie
Mohon ijin keduanya saya copas di facebook saya sebagai catatan

Jazakallahu khairan katsiran
ahmadhaes wrote on Jan 24, '09
Umat Islam harus 'buka mata' lebar-lebar dan buka Al-Quran sering-sering. Tentang Yahudi (Bani Isra'il), misalnya, mengapa mereka begitu banyak disebut di dalamnya? Mengapa dalam kitabullah itu ada satu surat yang namanya "Bani Isra'il" (Al-Isra)? Mengapa di sana Allah seperti (?) menempatkan bangsa Arab (yang mu'min!) - melalui rasulNya - sebagai orang kedua (lawan bicara) sementara Yahudi menjadi orang ketiga (obyek pembicaraan)? Mengapa di dalam kitab suci kita itu Allah begitu banyak 'bergossip' tentang Yahudi? Mengapa di sana ada disebutkan sekelompok orang yang "meyahudi" (minal-ladzina haaduu)? Kata orang, sekarang ini tak ada sejengkal pun tanah yang luput dari sentuhan (pengaruh) Yahudi. Apa artinya ini? Yahudi sudah sekapal dengan Columbus ketika mencapai benua Amerika. Mereka datang dengan membopong kitab talmud (tafsir Taurat). Pengaruh Yahudi yang 'pertama' dan paling mendasar - konon - justru pada penyusunan konstitusi AS sendiri. Bahkan sampai pada pembuatan dolarnya. (Coba telaah artikel tentang "Rahasia Mata Uang Dollar Amerika" yang beredar di internet). Jadi, pengaruh Yahudi bukan hanya melalui lembaga lobi mereka. Lembaga itu hanya semacam pengawal agar pengaruh itu terus aktual.
Selanjutnya, seperti kita ketahui, AS 'menguasai' dunia, yang berarti Yahudi menunggangi AS untuk menguasai dunia. Yang sangat perlu kita cermati di sini adalah 'menguasai' itu terutama adalah menguasai alam pikiran, cara orang berpikir. Sekarang ini, hampir tak ada orang terpelajar yang tidak terkontaminasi cara berpikir AS (Barat, Yahudi). Maka jangan heran bila para cendekiawan kita kalau bicara selalu bernada sinis terhadap Islam. Mereka memang 'kader' Yahudi.
Kembali kepada Al-Quran. Sebenarnya Allah dengan kitabnya ini memberi kaum muslimin senjata tercanggih untuk memerangi pemikiran Yahudi. Jadi, mengalahkan Yahudi bukanlah dengan bom tapi dengan kitabullah ini. Sayangnya, umat Islam sendiri - kebanyakan malah jauh darinya. Saya malah sering heran melihat akhi dan ukhti yang fasih cas-cis-cus bahasa Yahudi, tapi gagap berbahasa kitabullah!
ardiansyahhm wrote on Feb 5, '09
Subhanallah....
mia4457 wrote on Feb 9, '09
informatif dan komunikatif....sekalian salam kenal ya....
adriantow2x wrote on Jun 23, '09
long live HAMAS and Palestina!!!
Add a Comment
   



Ingin mengadakan kajian Pemikiran Islam di sekolah, kampus, atau di masjid lingkungan Anda? Hubungi INSIGHTS (Institute for Islamic Thoughts) melalui e-mail di islam.insights@gmail.com