Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
assalaamu’alaikum wr. wb.

Berhubung pluralisme sedang menjadi bahan pembicaraan di seluruh media massa (meskipun saya ragu mereka paham), bersama ini saya kompilasikan beberapa kejadian penting seputar pluralisme di tahun 2009.  Insya Allaah menjadi pelajaran bagi siapa pun yang ingin menarik pelajaran darinya.

Februari: Disertasi Abd. Moqsith Ghazali Dibukukan
Ketika Abd. Moqsith Ghazali dinyatakan lulus dari pendidikan pascasarjana S3 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, reaksi keras bermunculan.  Sebutlah misalnya dari ust. Adian Husaini.  Tokoh ini menganggap disertasi tersebut tidak layak lulus, apalagi dipublikasikan.  Akan tetapi, kondisi memang sangat menguntungkan Moqsith, ditilik dari susunan pembimbing dan panitia pengujinya.  Pembimbingnya adalah Nasaruddin Umar (Dirjen Bimas Islam yang sering bicara soal feminisme) dan Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Jakarta).

Kesamaan garis pemikiran juga terlihat jelas pada sebagian besar pengujinya, yaitu Azyumardi Azra, Kautsar Azhari Noer, Zainun Kamal, Mulyadhi Kartanegara, Suwito dan Salman Harun.  Hanya yang terakhir inilah yang mengajukan kritik keras, bahkan secara tertulis.  Menurutnya, Moqsith telah melakukan kesalahan fatal, antara lain keliru memahami penggalan buku Nawawi al-Jawi (1813-1899) dan tidak utuh mengutip pendapat Ibnu Katsir (1300-1373).  Memang, ‘keliru’ atau ‘tidak utuh dalam mengutip’ bukan hal baru di kalangan pluralisme.  Hal yang sama sudah dilakukan sebelumnya terhadap Buya Hamka.

Meski dengan segala kecacatan yang ada, disertasi tersebut dinyatakan layak dan Moqsith menerima gelar doktoralnya.  Pada bulan Februari 2009, disertasi itu diterbitkan dengan judul Argumen Pluralisme Agama, Membangun Toleransi Berbasis Al-Qur’an.  Buku tersebut dicetak lux, dengan endorsement yang mencapai lima halaman, plus satu halaman cover belakang.  Puji-pujian melambung tinggi datang dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan media (Goenawan Mohamad), Muhammadiyah (Haedar Nashir, Ahmad Syafii Maarif), WAHID Institute (Yenny Wahid), Ahmadiyah (Djohan Effendi), feminis (Siti Musdah Mulia), NU (Mustofa Bisri), dilengkapi dua petikan ulasan dari surat kabar Suara Pembaruan dan majalah GATRA.  Bertebarnya puji-pujian semacam ini, menurut ust. Suhairy Ilyas (kakak ust. Yunahar Ilyas, Ketua PP Muhammadiyah), sebenarnya justru menumbuhkan kesombongan, dan sama sekali bukan tradisi Islam.  Ditambah dengan posisinya yang diletakkan di depan (sebelum Kata Pengantar), semakin jelas terlihat bahwa fungsinya benar-benar hanya untuk kebutuhan marketing.

April: Pemilu, Hamid Basyaib dan Zuhairi Misrawi Caleg PDIP
Pada bulan April 2009, Pemilu legislatif dilaksanakan.  Dari sekian banyak caleg yang bertarung, terdapat nama Hamid Basyaib dan Zuhairi Misrawi diantara caleg dari PDIP.  Keduanya adalah tokoh muda Jaringan Islam Liberal (JIL), dan juga, tentunya, pengusung pluralisme.

Kejadian ini menandai titik awal infiltrasi kalangan pluralis secara langsung ke dalam parlemen.  Tentunya tidak mengejutkan jika pada pemilu-pemilu selanjutnya kita menyaksikan agen-agen pluralis kembali mencoba merebut kursi di Senayan.

Mei: Fitnah Ilusi Negara Islam
Sekitar bulan Mei 2009, buku Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia beredar.  Sempat beredar di beberapa toko buku, kemudian menghilang.  Konon, ada yang mengancam para pemilik toko buku tersebut untuk tidak menjual buku Ilusi Negara Islam.  Meski demikian, belakangan muncul pula bantahan dari para pemilik toko.  Apa pun itu, buku ini tidak banyak dimiliki secara fisik.

Setelah itu, peredaran buku dilakukan secara online, sehingga orang bisa mengunduhnya secara gratis.  Tapi bukan berarti masalah yang dihadapinya sudah selesai.

Setelah banyak orang membacanya, arus kemudian berbalik dengan cepat.  Buku Ilusi Negara Islam dituduh sebagai biang pemecah-belah umat, sedangkan isinya tidak lebih dari fitnah semata.  Salah satu fitnah yang paling mencolok adalah dihubung-hubungkannya gerakan Wahabi dengan Ikhwanul Muslimin, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) dan Hizbut Tahrir; siapa pun yang mengetahui sejarah pergerakan Islam di Indonesia takkan membuat kesalahan semacam ini.  Terakhir, orang-orang yang namanya disebut-sebut di dalam buku itu sebagai peneliti justru menyatakan lepas tangan, tidak pernah terlibat dan tidak mau bertanggung jawab atas isi buku tersebut.  Dengan demikian, buku itu juga terbukti telah memfitnah para peneliti tersebut.

Oktober: Ulil vs. Forum Kiai Muda NU
Istilah “Ulil vs. Forum Kiai Muda (FKM) NU” sebenarnya kurang cocok, karena seolah-olah keduanya berada dalam posisi berimbang.  Pada kenyataannya, pertarungan ini bagaikan Mike Tyson melawan anak sekolah.  Dalam forum tabayyun yang dimoderatori oleh Kiai Abdurrahman Navis itu, FKM mendebat pemikiran-pemikiran pluralis Ulil Abshar-Abdalla.  Dalam forum tersebut, Ulil sempat menyangkal pemikiran-pemikirannya sendiri.  Untungnya, para peserta forum telah mempersiapkan diri dengan berbagai bahan tulisan Ulil, sehingga ia tak bisa berkelit lagi.  Ketika terpojok, pada akhirnya Ulil hanya bisa berlindung di balik Gus Dur.

FKM NU kemudian merumuskan hasil dari forum debat tersebut, yang secara tegas menyatakan bahwa pemikiran-pemikiran Ulil banyak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan di kalangan NU.  Secara spesifik, FKM menyebutkan JIL sebagai organisasi yang tidak sejalan dengan NU.

Desember: Gus Dur Wafat
Wafatnya Gus Dur ternyata telah dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sebagian kalangan untuk mempromosikan pluralisme habis-habisan.  Gus Dur disanjung-sanjung sebagai Bapak Pluralisme, dan hendak dijadikan pahlawan karena sepanjang hidupnya telah memperjuangkan pluralisme.  Padahal, semua pembahasan soal pluralisme lagi-lagi terbentur pada masalah pertama yang disinggung ust. Anis Malik Thoha dalam bukunya, yaitu: definisi.  Baik yang mengusung pluralisme, yang menyebut-nyebut istilah “Bapak Pluralisme”, maupun media massa yang ikut-ikutan menggunakan istilah pluralisme, kemungkinan besar tidak tahu apa definisi pluralisme itu, atau tidak mampu mendefinisikannya.

Pengusungan Gus Dur sebagai pahlawan, bisa jadi, bukan untuk memuliakan Gus Dur itu sendiri, melainkan untuk mempromosikan pluralisme.  Jika Gus Dur jadi pahlawan dengan subtitel “Bapak Pluralisme”, maka orang-orang akan menganggap pluralisme itu baik, dan menerima istilah tersebut secara taken for granted.  Dalam hal ini, penting bagi kita untuk mengingat bahwa MUI telah tegas-tegas menyatakan pluralisme sebagai ideologi terlarang bagi umat Muslim.

Interesting Links:

wassalaamu'alaikum wr. wb.


64 CommentsChronological   Reverse   Threaded
jsattaubah wrote on Jan 5, '10
semoga tulisan ini dibaca para pengusung SEPILIS, Da.
Biar sadar.
akmal wrote on Jan 5, '10
semoga tulisan ini dibaca para pengusung SEPILIS, Da.
Biar sadar.
cepet amat bacanya... :D
rizalubis wrote on Jan 5, '10
LUcu aja denger kata bapak pluralisme.....
Siapa tuh y,, yang mempromosikan awal mulanya...
akmal wrote on Jan 5, '10
LUcu aja denger kata bapak pluralisme.....
Siapa tuh y,, yang mempromosikan awal mulanya...
ya yg itu-itu jg lah.... gak jauh-jauh... :p
fanofgie wrote on Jan 5, '10
I've read too om uda! Tp link2nya belom..
akmal wrote on Jan 5, '10
I've read too om uda! Tp link2nya belom..
baca gih cepetan! :D
fathinashrullah wrote on Jan 5, '10
klo sekarang, saya jadi kasian sama gusdur. udah wafat masih dikutuk pula sebagai bapak pluralisme...
akmal wrote on Jan 5, '10
klo sekarang, saya jadi kasian sama gusdur. udah wafat masih dikutuk pula sebagai bapak pluralisme...
iya ya, jadi bapaknya barang haram... :D
defathya wrote on Jan 5, '10
ayeuna mah nu penting MOBIL DINAS BEDA JUGA GPP...ini dia pluralisme yang ditunggu-tunggu hahaha
kopiradix wrote on Jan 5, '10
akmal said
Ketika terpojok, pada akhirnya Ulil hanya bisa berlindung di balik Gus Dur.
Setelah Gus Dur meninggal, mereka berlindung ke siapa, mas?
defathya wrote on Jan 5, '10
Gus Dur berlindung pada Allaah Yang Maha Kuasa,
yah Ulil juga berlindung pada Allaah Yang Maha Kuasa
^_^ hahaha
Mas Ulil tu juga manusia lemah dan penuh ketakutan,
jadi butuh perlindungan yang riil
yudimuslim wrote on Jan 5, '10
uda, ini mungkin oot...
dahulu, di jaman rasulullah, orang2 seperti ini di apakan ya da?
akmal wrote on Jan 5, '10
ayeuna mah nu penting MOBIL DINAS BEDA JUGA GPP...ini dia pluralisme yang ditunggu-tunggu hahaha
hahahaha yoi... :D
akmal wrote on Jan 5, '10
Setelah Gus Dur meninggal, mereka berlindung ke siapa, mas?
keberadaan Gus Dur yg penting kan bukan fisiknya, tp kharismanya... sampe sekarang Cak Nur aja masih sering dipake buat tempat berlindung kok... Gus Dur kayaknya lebih ampuh lagi... :)
akmal wrote on Jan 5, '10
Gus Dur berlindung pada Allaah Yang Maha Kuasa,
yah Ulil juga berlindung pada Allaah Yang Maha Kuasa
^_^ hahaha
mudah2an mereka masih berlindung pada Allah, dan kita liat aja Allah mau gak melindungi mereka yg beragama pluralisme ini... :D
akmal wrote on Jan 5, '10
uda, ini mungkin oot...
dahulu, di jaman rasulullah, orang2 seperti ini di apakan ya da?
di jaman Rasulullah saw. kan jelas, yg tidak mengikuti perintah Nabi ya kafir... kalau sebelumnya Muslim ya murtad... sekarang mentang2 Nabi udah gak ada, makanya pada berani... :)
arifah89 wrote on Jan 5, '10
bagus bgt ijin copas Akhi..jazakallah
akmal wrote on Jan 5, '10
bagus bgt ijin copas Akhi..jazakallah
monggo monggo... :)
3side wrote on Jan 6, '10
absen dulu...bacanya nanti...
:)
vitae wrote on Jan 6, '10
ijin copas...syukron jzklh..
aburizki wrote on Jan 6, '10
syukron atas pencerahannya.....
abfat wrote on Jan 6, '10
pete busuk bukan karena ulat jambu atau karena ulat mangga....
tapi busuk sama ulat pete itu sendiri.
begitu pula Islam akan hancur karena ulat dalam Islam itu sendiri.... :D
yudimuslim wrote on Jan 6, '10
akmal said
di jaman Rasulullah saw. kan jelas, yg tidak mengikuti perintah Nabi ya kafir... kalau sebelumnya Muslim ya murtad... sekarang mentang2 Nabi udah gak ada, makanya pada berani... :)
hukumannya apaan da?
di bunuh kah?
lathiyfah wrote on Jan 6, '10, edited on Jan 6, '10
klo murtad ya dibunuh,.. klo sekarang masa ant yang mau mbunuh?
lathiyfah wrote on Jan 6, '10
hukumannya apaan da?
di bunuh kah?
klo murtad ya dibunuh,.. klo sekarang masa ant yang mau mbunuh?
lathiyfah wrote on Jan 6, '10
akmal said
FKM NU kemudian merumuskan hasil dari forum debat tersebut, yang secara tegas menyatakan bahwa pemikiran-pemikiran Ulil banyak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan di kalangan NU. Secara spesifik, FKM menyebutkan JIL sebagai organisasi yang tidak sejalan dengan NU.
Like this, harus tegas!
lathiyfah wrote on Jan 6, '10
btw, saya suka tulisan ini. bijak sekali. Kalau cuma menulis tentang topik hangat (poin ke 5) saja. pasti banyak yang mengkritisi.. dengan menggabungkannya dengan moment2lain selama 2009 bisa menjadi solusi yang baik untuk mengingatkan orang lain mengenai bahaya blow up isu tsb tanpa terkesan tendensius.
akmal wrote on Jan 6, '10
hukumannya apaan da?
di bunuh kah?
murtad hukumannya mati. tapi sebelum itu ada birokrasinya dulu. ada pengadilannya dulu. terdakwa dipanggil, dikonfirmasi pemikirannya, didebat, dicek apakah dia menyadari perbuatannya atau tidak, terakhir ditawari taubat tentu saja. kalau nggak juga, ya jatuhlah vonis murtad....
akmal wrote on Jan 6, '10
btw, saya suka tulisan ini. bijak sekali. Kalau cuma menulis tentang topik hangat (poin ke 5) saja. pasti banyak yang mengkritisi.. dengan menggabungkannya dengan moment2lain selama 2009 bisa menjadi solusi yang baik untuk mengingatkan orang lain mengenai bahaya blow up isu tsb tanpa terkesan tendensius.
soalnya yg ingin digarisbawahi di sini adalah soal pluralisme... banyak yg bicara pluralisme sekarang ini, tapi definisinya nggak jelas, dan memang sengaja dikaburkan... Gus Dur cuma satu dari sekian berita yg diblow up utk mempromosikan pluralisme... :)
jsattaubah wrote on Jan 7, '10
akmal said
Dur cuma satu dari sekian berita yg diblow up utk mempromosikan pluralisme.
untuk tahu tokoh SEPILIS di Indonesia, sudah ada bukunya terbitan Hujjah Press, lumyan untuk jaga diri dari buku2 karangan mereka.
Buku itu best seller, kudu punya, agar kita tdk sembarangan baca buku, apalagi jk ditulis oleh SEPILIS'ers.
telagaalkautsar wrote on Jan 7, '10
ti facebook urang aya nu keukeuh ngabela Gus Dur hayang jadi Pahlawan Nasional RI

pas ditanya ku urang, ceunah, Pluralisme teh menghormati agama-agama dan multikultural yang memang selalu beragam. duh kumaha ieu.... pemahamannana rancu pisan euy

panjang juga koment-komment di bawah status saya " Kelangkaan Pahlawan, Saking Langkanya merasa perlu menobatkan mereka yang selama ini memperjuangkan Pluralisme and Liberalisme sebagai pahlawan "

yang gokil, setau gue doi kader Rohis lage hahahahahaha
jsattaubah wrote on Jan 7, '10
ti facebook urang aya nu keukeuh ngabela Gus Dur hayang jadi Pahlawan Nasional RI

pas ditanya ku urang, ceunah, Pluralisme teh menghormati agama-agama dan multikultural yang memang selalu beragam. duh kumaha ieu.... pemahamannana rancu pisan euy

panjang juga koment-komment di bawah status saya " Kelangkaan Pahlawan, Saking Langkanya merasa perlu menobatkan mereka yang selama ini memperjuangkan Pluralisme and Liberalisme sebagai pahlawan "

yang gokil, setau gue doi kader Rohis lage hahahahahaha
beri alamatnya ke Uda Akmal, biar Uda Akmal yg meuluruskan beliau.
Urusan SEPILIS, harus di debat sama hlinya biar sadar.
Di MP ini, baru ada Uda Akmal krn anak2 INSIST lainnya ga tahu kemana.
telagaalkautsar wrote on Jan 7, '10
ti Faceboomk urang kang

... weh panjang pisan debatne oge ...
telagaalkautsar wrote on Jan 7, '10
btw ada jalan lain gak selain menjelaskan secara argumentatif maupun persuasif ????

jsattaubah wrote on Jan 7, '10
ti Faceboomk urang kang

... weh panjang pisan debatne oge ...
iya, maksud ana, libatkan Uda Akmal untuk menjelaskan anak itu.
fanofgie wrote on Jan 7, '10
nanti om uda, habis saya seminar proposal. es sun es posibel
akmal wrote on Jan 7, '10
ti facebook urang aya nu keukeuh ngabela Gus Dur hayang jadi Pahlawan Nasional RI

pas ditanya ku urang, ceunah, Pluralisme teh menghormati agama-agama dan multikultural yang memang selalu beragam. duh kumaha ieu.... pemahamannana rancu pisan euy

panjang juga koment-komment di bawah status saya " Kelangkaan Pahlawan, Saking Langkanya merasa perlu menobatkan mereka yang selama ini memperjuangkan Pluralisme and Liberalisme sebagai pahlawan "

yang gokil, setau gue doi kader Rohis lage hahahahahaha
dah baca dan udah ngasi komentar di FB ente...

btw, dia Rohis dimana? Tazkia? hayu atuh lah Rohis Tazkia ngadain dauroh soal pluralisme, sini saya terangin sampe kenyanggggggg...
arifah89 wrote on Jan 7, '10
akmal said
sini saya terangin sampe kenyanggggggg...
mau...mau P. Akmal....duh keroncongan nih...^_^
akmal wrote on Jan 7, '10
mau...mau P. Akmal....duh keroncongan nih...^_^
lg shaum ya, sampe keroncongan gitu? untung gak dangdutan... :D
hrosyid wrote on Jan 7, '10
to akmal:
1) Islam rahmatan lilalamiin dan perbedaan pandangan dalam Islam adalah rahmat..artinya, ente belum tentu benar memandang pluralisme dari cara pandang anda dan kelompok anda karena kebenaran datangnya hanya dari Allah. emangnya ente tahu pluralisme yang sebenarnya itu apa?....dan memandang suatu permasalahan jangan hanya di pandang dari satu sudut, tapi lihatlah pada semua sisinya. mungkin anda lupa atau melupakan sejarah bahwa pada zaman Rosulullah hijrah ke Madinah..apakah rosulullah memaksakan syariatnya, mengusir, atau memusuhi orang2 non muslim, yang pada saat itu berada di madinah? jawabanya TIDAK, justru mereka dilindungi oleh rosulullah. dan pada zaman khalifah umar bin khotob ada seorang yahudi yang tanahnya digusur untuk pembangunan masjid dan dia mengadu pada khalifah dan sang khalifah mengabulkan guguatan orang yahudi tersebut. Itulah Islam yang dibawah rosulullah Islam yang rahmatan lilalamin nah, tentunya orang non muslim akan terharu dengan keindahan Islam dan akhirnya mereka akan memeluk Islam bukan karena paksaan tetapi atas dasar kebenaran akan Islam itu sendiri. intinya pluralisme adalah pengejahwantahan dari ajaran Islam rahmatan lilalamin.
2) tempatkan suatu permasalahan pada tempat yang sebenar-benarnya, jangan mendudukkan suatu masalah hanya karena nafsu belaka dan hal ini tentu sangat bertentangan dengan agama yang anda anut.
3) sumber2 yang anda ajukan sebagai acuan untuk mengklaim bahwa teori anda itu benar belum teruji. dan ustaz2 yang anda akui kebenarannya itu kayaknya keilmuannya masih tanggung dan diragukan.
jadi jangan memaksakan cara berfikir anda yang sok cendikiawan, sok pinter, sok intelekual, dan klo makan sesuatu supaya halal dan bersih dicuci dulu lalu dimasak sampai matang baru dimakan, jangan dimakan mentah2 dan masih kotor itu akan membawa penyakit. ok..salam kenal..
akmal wrote on Jan 7, '10, edited on Jan 7, '10
Nah ada lagi kader pluralis asal bunyi...

Mas Hrosyid, whoever u are... Tesis saya di pascasarjana pemikiran Islam kemarin adalah seputar pluralisme, insya Allah saya siap mempertanggung jawabkan pengetahuan saya soal pluralisme. Referensi saya mulai dari John Hick, Wilfred Cantwell Smith, Seyyed Hossein Nasr, Mahatma Gandhi, sampai Annie Besant... Nama2 ini adalah rujukan2 utama utk kalangan pluralis di Indonesia, meskipun mereka seringkali menyembunyikan referensinya ini, takut dibilang mengekor atau bagaimana, entahlah...

Kalau dari kalangan Indonesia saya sudah perbandingkan dengan Nurcholish Madjid, Budhy Munawar-Rachman, Ulil Abshar-Abdalla, Abdul Munir Mulkhan, Sumanto Al Qurtuby, dsb... Tidak satu pun yg punya konsep khas, semuanya mengikut nama2 yg sebelumnya sudah saya sebutkan, mulai dari konsep esoterik-eksoterik, teologi global, sampai konsep humanisme. Semuanya pengulangan, dan sifatnya mentah. Sebagai contoh, di Indonesia, yg berkembang adalah konsep esoterik-eksoterik dan teologi global, tapi tidak sepenuhnya mencontek John Hick. Sinkretisme berkembang malu2, kecuali pada kasus2 ekstrem seperti Sumanto Al Qurtuby. Pengaruh Teosofi juga terlihat di sana-sini, meskipun tidak satu pun yg benar2 berani mengaku dirinya mendapat pengaruh dari aliran teosofi.

Anda pun mengulangi kembali kesalahan dan kebodohan senior2 Anda itu. Sekarang saya tanya : definisi pluralisme apa? Jalaluddin Rakhmat bilang definisinya sudah baku, tapi dia sendiri tidak pernah memberi definisi tsb. Abd. Moqsith Ghazali lebih jujur, dia mengakui bahwa pluralisme itu beda2 definisinya, namun sayangnya ia tidak memperjelas pernyataannya itu dengan memberikan contoh perbedaan2 definisi tsb. Masalahnya, masing2 orang yg mengaku pluralis memang tak pernah menjabarkan pluralisme itu sendiri.

Sejarah Rasulullah saw. yg Anda katakan memang benar, tapi itu sudah terwakili dengan istilah "toleransi". Sekarang pertanyaannya balik lagi, pluralisme itu apa? Kalau pluralisme = toleransi, berarti pluralisme adalah sebuah istilah yg redundant, alias berlebih dan tak terpakai. Pada kenyataannya, toleransi tidak ekivalen dgn pluralisme. Karena konsep toleransi yg ditawarkan oleh pluralisme berasal dari pemahaman bahwa semua agama itu sama, meskipun kesamaannya beda2; sama-sama dari Tuhan tapi syariatnya beda (aliran Teologi Global), sama di level esoterik (aliran Hikmah Abadi), sama-sama tunduk pada aturan manusia (aliran Humanisme Sekuler), sama-sama memiliki kesalahan (aliran Sinkretisme), dan sama-sama dari Tuhan tapi memiliki bentuk yg berbeda sesuai tingkat evolusi manusia (aliran Teosofi-Freemasonry).

Nah, pemahaman Anda soal pluralisme sudah sejauh apa? Sudah baca John Hick? Wilfred Cantwell Smith? Annie Besant? atau baru dengar2 saja dari pluralis kelas kacangan di Indonesia?

worotarie wrote on Jan 8, '10
wiiiss ampun dah klo uda akmal sudah mengeluarkan jurus2 mautnya melawan pluralisme. kyknya H rosyid kebingungan tuh baca jawaban dari uda.
fsiekonomi wrote on Jan 8, '10
kalo jamaah mengusulkan gus dur jadi pahlawan, bagaimana itu menurut uda?
ada kah tabayunnya?

sampe2 di sebuah situs berita islam dialog ttg itu meramaikan awal tahun ini

^_^
jsattaubah wrote on Jan 8, '10
kalo jamaah mengusulkan gus dur jadi pahlawan,
ini beneran kah?
fsiekonomi wrote on Jan 8, '10
ini beneran kah?
akmal wrote on Jan 8, '10
kalau dari yg saya tangkap, PKS mengutamakan rekonsiliasi nasional daripada menentukan siapa yg pahlawan dan siapa yg tidak. kalau ada yg ngotot Gus Dur pahlawan ya gpp, yg penting rekonsiliasi nasional, kira2 begitu.

saya rasa logika mihwar dauliy memang terpakai di sini. era perdagangan bebas sudah di depan mata. sudah banyak yg siap memangsa Indonesia. harus pandai2 jaga perasaan, nggak bisa memaksakan idealisme sendiri. sekarang ini, bangsa Indonesia harus survive dulu.

saya pribadi berpendapat Gus Dur tak ada tampang utk jadi pahlawan. tapi kalau akhirnya diputuskan jadi pahlawan, ya biarkan saja. memang rekonsiliasi nasional itu perlu. jgn sampai rakyat bertengkar gara2 fanatisme pada seorang Gus Dur. yg penting, jgn sampai Gus Dur jadi pahlawan karena alasan pluralisme, karena selain bertentangan dgn fatwa MUI (pluralisme itu barang haram!), maka peristiwa ini jg bisa jadi alat utk promosi pluralisme.
fsiekonomi wrote on Jan 8, '10
akmal said
rekonsiliasi nasional
menarik.

semoga saja tidak ada yang bingung lagi.

pantesan minggu2 ini banyak TeKad. mungkin ada sharing tentang ini kali.

:))
akmal wrote on Jan 8, '10
menarik.

semoga saja tidak ada yang bingung lagi.

pantesan minggu2 ini banyak TeKad. mungkin ada sharing tentang ini kali.

:))
kalo soal rekonsiliasi nasional, memang begitu penjelasan dari ust. Fachri Hamzah beberapa hari yg lalu di TVOne...

kemudian banyak ikhwah yg protes karena gak bisa terima Gus Dur jadi pahlawan... saya rasa kebanyakan ikhwah tidak mempertimbangkan kondisi global yg menyebabkan para qiyadah (mungkin) berpikir bahwa rekonsiliasi nasional adalah prioritas paling utama sekarang ini... jadi skalanya nasional, bukan partai lagi...
fsiekonomi wrote on Jan 8, '10
akmal said
qiyadah (mungkin) berpikir bahwa rekonsiliasi nasional adalah prioritas paling utama sekarang ini
thanx a/ pjelasanny
jsattaubah wrote on Jan 8, '10
akmal said
Dur tak ada tampang utk jadi pahlawan.
Setuju. Pak AW memang bukan P....
Tapi memang realitas saat ini, dimana banyaknya fanitsme yg pro Pak AW, harus pandai berstrategi agar Indonesia tanpa gejolak dulu.
akmal wrote on Jan 8, '10
thanx a/ pjelasanny
nanti kalau sempat saya pastikan lagi, sabtu besok ada janji ketemu ust. Ahmad Mabruri (Humas PKS)... :)
jsattaubah wrote on Jan 8, '10
akmal said
nanti kalau sempat saya pastikan lagi, sabtu besok ada janji ketemu ust. Ahmad Mabruri (Humas PKS)... :)
bahas yg hiddent agenda kita ya, Da.
Nanti sharing ke all kader yg di MP yg sudah ada di Uda datanya.
telagaalkautsar wrote on Jan 8, '10
akmal said
kalau dari yg saya tangkap, PKS mengutamakan rekonsiliasi nasional daripada menentukan siapa yg pahlawan dan siapa yg tidak. kalau ada yg ngotot Gus Dur pahlawan ya gpp, yg penting rekonsiliasi nasional, kira2 begitu.

saya rasa logika mihwar dauliy memang terpakai di sini. era perdagangan bebas sudah di depan mata. sudah banyak yg siap memangsa Indonesia. harus pandai2 jaga perasaan, nggak bisa memaksakan idealisme sendiri. sekarang ini, bangsa Indonesia harus survive dulu.

saya pribadi berpendapat Gus Dur tak ada tampang utk jadi pahlawan. tapi kalau akhirnya diputuskan jadi pahlawan, ya biarkan saja. memang rekonsiliasi nasional itu perlu. jgn sampai rakyat bertengkar gara2 fanatisme pada seorang Gus Dur. yg penting, jgn sampai Gus Dur jadi pahlawan karena alasan pluralisme, karena selain bertentangan dgn fatwa MUI (pluralisme itu barang haram!), maka peristiwa ini jg bisa jadi alat utk promosi pluralisme.
Sepakat . Pakcik Akmal.

daru dua arah rekonsiliasi harus dilakukan. kalangan yang keukeuh membela Gus Dur bahkan harus rela bersilat lidah seperti yang di facebook sayah harus paham juga. dengan alasan multikultural juga mereka harus paham, masih banyak lagi orang yang tidak bersedia menanggung beban sejarah sebagai anak cucu sang "pahlawan" . masih banyak mereka yang sudah berjasa untuk republik ini tetapi legowo untuk tidak dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Tengku Daud Beureuh,KH Isa Anshari, Abdul Gaffar Ismail, Kahar Muzzakar. Kasman Singodimejo dll nya yang InshaAllah tetep ikhlas di alam sana walau tak dinobatkan sebagai pahlawan.
fsiekonomi wrote on Jan 8, '10
hiddent agenda
a tu?
kalo hidden kok show di sini kang?

:)

@uda akmal: wak sato ciek yo da. ndak nio wak ndak dapek info doh. hehe. ikuik ciek ha.
akmal wrote on Jan 9, '10
a tu?
kalo hidden kok show di sini kang?

:)

@uda akmal: wak sato ciek yo da. ndak nio wak ndak dapek info doh. hehe. ikuik ciek ha.
huehehe bereeeeeeessss... :D
gilangjustgilang wrote on Jan 10, '10
tulisan en gaya bahasany mirip sama seseorang yg pake id "kirihate" di kaskus euy...
akmal wrote on Jan 11, '10
tulisan en gaya bahasany mirip sama seseorang yg pake id "kirihate" di kaskus euy...
siapa? hrosyid?
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the thread owner.
akmal wrote on Jan 13, '10
maaf ada orang berisik, namanya antiarabisasi, tinggal diapus aja... hahaha :D
yusriye wrote on Feb 9, '10
akmal said
Anda pun mengulangi kembali kesalahan dan kebodohan senior2 Anda itu.
buahahaha... qeqeqeqqqq
betul betul! kayaknya argumen.y gak nyambung ya? main tuduh2 pula lagi..! gak jelas...

ih uda akmal mantap ah! subhanallahu.. terus belajar da, jgn sombong..
Add a Comment