Link: http://mohammadihsan.multiply.com/journal/item/106Yah, beginilah kenyataan umat Islam. Dengan modal asumsi, kata-kata saudaranya pun ditafsirkan secepat kilat, tanpa pengecekan kembali, tanpa penelaahan, dan boleh dibilang mengabaikan sama sekali prinsip husnuzhzhan. Hanya karena ada kata-kata "terbuka untuk non-muslim", PKS pun dituduh telah luntur corak ke-Islam-annya dan telah melakukan tasyabbuh. Padahal, keberadaan non-muslim di PKS sudah sejak lama, dan tak terbukti mampu memberi pengaruh pada ideologi PKS.
Duh, umatku... umatku...!
 | hmmm, Pak Ihsan yah. dulu juga gencar menyerang PKS. wajar deh Akh.... |
 | setelah cooling down masa kampanye PILKADA DKI, pa ihsan mulai lagi sekarang |
 | padahal di Jogja orang HTI rukun tuh dengan PKS... |
 | Astaghfirullah...orang kok sukanya ngritik aja, mana perbuatan nyatamu... Persis seperti kritikan orang HTI kepada Adhiyaksa Daud untuk membuat olahraga Islami, apa kata beliau: "Ente duluan dong yang buat negara Islamnya, ntar kita dukung deh..."
Iya, paling cuma pribadinya aja :-) |
Comment deleted at the request of the author.
 | ...itulah kalau agama dicampur adukkan dengan kepentingan politik praktis...terjebak dalam upaya dan menafikan kepentingan lebih besar...persatuan dan kesatuan umat....salam. |
 | Kalau kata saya sich mas Akmal nggak usah ikut nyebarin link-nya segala... jadi terkenal dech...dia....:) iklan gratis..... :) |
 | Apalagi kalo mereka tau kalo PKS dengan performa barunya akan di lounching di Bali. Wuiih, pasti bakalan tambah ........... mereka :( (afwan Bro, diedit dikit, kayaknya terlalu anrkis ^_^) |
 | duh saudaraku saudaraku..:D |
 | perlu pencerahan tuh orang kayaknya mal.. |
 | Ya Rabb What Happen ??? Syukron akh ,,, ana bingung mau bilang apa !! cuma dahi yg mengernyit, cuma pelipis yg berusaha menahan deraian, ada apa dengan Ummat ini ???
jadi ingat yg dikatakan Rasulullah " Ummati,,,ummati.....ummati... "
wallahu a'lam bishshowwab
Boleeh kah aku berasumsi bahwa PKS dan HTI memiliki cita2 yang sama ??? lagi2 Oknum... |
 | PKS, HTI .... cuma wadah kan ??? |
 | Iya ,,, tapi ada yg oknum yg iri atau gimana ,,, ahhh semakin aku tak mengerti |
 | setiap kritikan harus diterima dengan lapang dada. Para tetua PKS juga manusia juga toh yang bisa aja khilaf ?? menjadi tugas dari kita untuk memberitahu jika mereka salah arah. kalau boleh..numpang turut saran nih...
PKS yang (katanya )merupakan partai dakwah , saya lihat sekarang mulai seperti 'out of direction'. sejumlah kekalahan di PILKADA, terutama di wilayah JABOTABEK...nampaknya membuat sebagian kader2 partai mulai berpikir untuk merubah arah perjuangan. misalnya menjadikan PKS sebagai 'partai terbuka', koalisi denga partai2 sekuler, dll.
Menurut saya...ada baiknya PKS mulai berintrospkesi diri...dengan tidak berubah dari tujuan awal yang menjadikan dakwah sebagai panglima. Mungkin (ini juga mungkin) dakwah PKS masih terlalu 'eksklusif' sehingga masih jauh dari kebanyakan umat.. hal ini terlihat dari perkembangan simpatisan PKS yang kayanya rada2 stagnan.
PKS harus berani memperluas orientasi wilayah dakwahnya, jangan cuma ke 'anak2 rohis' (ini cuma terminologi awam saja lho. jangan pada kesinggung) saja tapi juga perluas ke yang lain. Misalnya ke ..ibu2 pengajian/majlis ta'lim.. Itu merupakan 'pasar' yang besar dan harusnya PKS berani 'frontal'.untuk dakwah di pangsa tersebut. Yang lain lagi misalnya masjid2, pengajian kantor2 itu juga pangsa pasar yang besar. Keliatan PKS kurang gencar ke masjid2, salah satu buktinya ada mesjid besar dibelakang kantor DPP PKS merupakan mesjid basisnya FB waktu pilkada DKI kemarin.
Saran saya PKS juga harus semakin memperkuat/menggencarkan dakwah di masjid2.
bikin masyarakat, terutama masyarakat kecil makin melek politik, terutama politik yang islami. mungkin cara2 HTI dalam mengkampanyekan khilafah Islamiyah bisa ditiru.
Dan yang pasti, kader2nya di parlemen harus menjadi suri tauladan bagi masyarakat, dan bisa memperbaiki image DPR/DPRD yang sudah kadung rusak.
Percaya deh, kalo strategi dakwah ini berhasil, kemenangan pemilu parlemen atau presiden itu hanya masalah waktu saja. |
 | Mal, kalau mau gak pake asumsi, baca deh di PKSWatch. Itu teman-teman PKS sendiri yang buat mengenai kegelisahan mereka dengan PKS. Sepertinya sumber tulisan pak ihksan dari sana tuh. |
 | Saya pikir ketika orang ngasih kritikan terbuka untuk PKS, berarti memang ada perhatian khusus untuk PKS. Sementara, untuk parpol2 lain, perhatian khusus itu tidak ada. Jadi, seharusnya teman2 di PKS senang bahwa masih ada orang2 yang secara khusus memperhatikan PKS. Bayangkan, apa jadinya jika semua orang sudah tidak peduli lagi dengan PKS. Tidak ada lagi kontrol. PKS Mau apapun, terserah dehhh. EGP. MAU? |
| |