ReviewReviewReviewReviewReviewWajah Peradaban BaratApr 29, '06 4:04 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Adian Husaini
Buku karya Adian Husaini ini judul lengkapnya adalah “Wajah Peradaban Barat : Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular – Liberal”. So far, buku ini adalah hasil karya Adian Husaini yang paling komprehensif dalam menjelaskan akar munculnya ajaran sekularisme dan liberalisme. Nama Adian Husaini pun sudah kadung dikenal sebagai seorang penulis spesialis yang memfokuskan dirinya dalam usaha-usaha pemurnian ajaran Islam dari benih-benih sekularisme dan liberalisme.

Pada bagian pertama yang diberi judul “Dari Kebingungan Menuju Kematian”, Adian menjelaskan bagaimana perkembangan pemikiran yang terjadi pada bangsa-bangsa Eropa. Adian memulainya dengan memaparkan beberapa fakta yang terjadi pada tubuh umat Katolik, yaitu disahkannya perilaku homoseksual oleh sebagian kalangan Gereja (meskipun Bibel nyata-nyata mengutuknya), kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pendeta (setelah tahun 1970, 1 dari 10 pastur tertuduh melakukan pelecehan semacam itu, dan pada kurun 1950-2002, 10.667 anak dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual oleh 4.392 pastur), dan peristiwa diangkatnya seorang homoseks sebagai Uskup pada November 2003 di New Hampshire.

Selanjutnya, buku ini menjelaskan asal-muasal munculnya aliran sekular-liberal di negara-negara Eropa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Adian menegaskan bahwa sekular-liberal muncul karena adanya beberapa masalah dalam ajaran agama Kristen yang sulit diterima oleh masyarakat, terutama komunitas akademis. Cerita kemudian berlanjut pada perselingkuhan Barat dengan Zionisme, paradoks demokrasi yang terjadi di Barat, dan beberapa fakta kehancuran yang telah ditimbulkan atas nama ‘kebebasan’ yang diusung oleh Barat.

Pada bagian kedua yang berjudul “Cara Memandang Islam”, Adian memfokuskan diri untuk menjelaskan pada para pembaca (dengan seobjektif mungkin) bagaimana para ahli di dunia Barat mengarahkan pola pikir masyarakatnya untuk memusuhi Islam. Dua nama yang amat terkenal dalam praktek-praktek provokasi semacam ini adalah Samuel P. Huntington (yang terkenal dengan clash of civilizations-nya) dan Bernard Lewis (salah satu penulis yang paling berpengaruh di AS pasca perang dingin). Pemikiran-pemikiran (atau provokasi-provokasi) yang dihembuskan seringkali tidak seimbang, tidak objektif, dan banyak sekali menyembunyikan fakta-fakta yang seharusnya dimunculkan. Beginilah cara islamofobia dibentuk.

Bagian akhir dari buku ini yang diberi judul “Tema-Tema Invasi Pemikiran” memaparkan berbagai poin penting yang seringkali digunakan oleh Barat dalam proyek invasi pemikirannya ke dunia Islam. Invasi ini sudah dilakukan, paling tidak, sejak sekularisme melanda negeri Turki. Setelah itu, Adian menjelaskan perihal isu hermeneutika yang ‘sekonyong-konyong’ muncul di dunia Islam, meskipun sebenarnya metode ini sangat tidak relevan dengan penafsiran Al-Qur’an. Juga dijelaskan mengenai kasus seorang tokoh yang bernama Nasr Hamid Abu Zayd yang dikenal sebagai tokoh yang dengan gamblang dan cukup ‘berani’ memaksakan metode hermeneutika ke dalam penafsiran Al-Qur’an. Tidak lupa, Adian juga melampirkan beberapa contoh kasus dari dalam negeri, yaitu kasus pembuatan draft Kompilasi Hukum Islam yang jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya, ajaran pluralisme yang berkembang di Indonesia, dan beberapa pelajaran dari konflik-konflik antara umat Islam dan Kristen di Indonesia. Semuanya ini tidak terlepas dari invasi pemikiran yang dilakukan oleh Barat kepada negara-negara Islam.

Dengan daftar referensi yang sangat baik (yang sudah menjadi ciri khas dari karya-karya Adian Husaini) dan penyampaian yang terstruktur dengan baik pula, karya ini berhak mendapat predikat ‘bintang lima’. Setiap orang perlu membacanya untuk memahami realita ghazwul fikri yang terjadi di dunia pada masa kini dan akibat yang ditimbulkannya terhadap perikehidupan umat Islam di dunia dan Indonesia khususnya.


12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
droppingzone wrote on May 1, '06
akmal said
perlu membacanya untuk memahami realita ghazwul fikri yang terjadi di dunia pada masa kini dan akibat yang ditimbulkannya terhadap perikehidupan umat Islam di dunia dan Indonesia khususnya

Hehehe, bagi saya, memang menggambarkan realita apa yg dinamaken "ghazwul fikri" [eh kata ini ada di Quran atau hadist ga ya?], tetapi tidak menyeluruh. Karena salah satunya tidak memasukkan unsur2 dalam masyarakat muslim itu sendiri, yaitu gerakan2 muslim yang ada, seperti Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, dll. Yang tentu saja mereka berusaha meluaskan pemikiran2 mereka. Bahkan mungkin perlu juga dimasukkan dalam bagian akhir yang diberi judul “Tema-Tema Invasi Pemikiran”.

akmal wrote on May 1, '06, edited on May 1, '06
yeee ngaco ente... Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin sih tidak termasuk "perang" pemikiran, tapi "menyebarluaskan" pemikiran... kalo ada yg berperang antar sesama Muslim itu sih cuma segelintir org yg gak paham bener sama agamanya sendiri...

(haha keliatan bener ente sinis sama Ikhwanul Muslimin)
droppingzone wrote on May 1, '06, edited on May 1, '06

Hehehe, belum pernah lihat orang2 HT "perang" lawan IM ya? . Nah setuju deh kalo soal perang sesama dgn paham yg belum bener. Eh kritik itu pasti atau sama dengan sinis ya? Atau pegimane?

akmal wrote on May 2, '06
kritik bisa bernada sinis bisa juga nggak... dalam kasus ente saya memilih kata "sinis"... :))
droppingzone wrote on May 2, '06, edited on May 2, '06
Nah kalo tulisan di atas yg memakai kata2 yg sama, itu termasuk sinis ga ya?
akmal wrote on May 2, '06
kan yg disinisi tdk termasuk 'sesama'.... :D
zahratha wrote on May 29, '06
buku ini emang bagus, saya sering mendengarkan tentang isi dr buku ini, diradio dakta, (bukan promosi lho)
dealova79 wrote on Jun 7, '06
kayaknya mesti baca buku asli tulisan or terjemahan orang2 orientalis dech biar berimbang..
akmal wrote on Jun 7, '06
udah kok beberapa...
dealova79 wrote on Jun 7, '06
judul n pengarangnya siapa mal....?
akmal wrote on Jun 7, '06
hmm judulnya agak lupa, yg banyak sih ya Bernard Shaw sama Samuel Huntington (yg Clash of Civilizations itu), lalu ada beberapa orientalis lain yg kurang terkenal (paling nggak menurut standar saya yg awam lah)...
bintang17 wrote on Feb 18
ReviewReviewReviewReviewReview
cerah.....
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help