Diambil dari sini dan masih ada hubungannya dengan yang ini.Meski sudah dikecam oleh departemen luar negeri AS, kandidat presiden AS dari Partai Republik Tom Tancredo tetap mempertahankan pernyataannya bahwa Amerika selayaknya mengeluarkan ancaman untuk membom kota Makkah dan Madinah.
Tancredo kembali menegaskan pernyataannya itu hari Minggu (5/8). Menurutnya, ancaman pengemboman kota Makkah dan Madinah-dua kota suci bagi umat Muslim ini-untuk mencegah kemungkinan ancaman kelompok teroris yang ingin melakukan serangan bom ke AS.
Sejak pertama kali melontarkan pernyataan itu awal pekan kemarin, departemen luar negeri AS mengeluarkan kecaman dan menyebut pernyataan Tancredo "sungguh gila." Namun Tancredo tidak mempedulikan kecaman itu.
"Mereka yang ada di departemen luar negeri, ketika mereka mulai mengeluhkan tentang apa yang saya katakan, saya merasa lebih senang dengan apa yang telah saya katakan, " kata Tancredo -senator yang mewakili wilayah Colorado- dalam debat presiden yang ditayangkan berlangsung di Iowa dan ditayangkan televisi ABC.
Dalam debat itu, Tancredo juga mengatakan bahwa tugas utamanya sebagai seorang presiden AS, bukan memastikan apakah setiap orang mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik atau, apakah setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak. Tapi tugas utamanya adalah melindungi dan mempertahankan negara AS.
"Itu artinya, kita harus mencegah-dan saya ingin garis bawahi kata "mencegah"- segala bentuk agresi, khususnya segala ancaman yang datang dari al-Qaidah, yaitu serangan nunklir, " tukas Tancredo.
Ia menambahkan, siapa pun yang tidak bisa mencegah ancaman itu, maka ia tidak pantas menjadi presiden AS.
Mengomentari pernyataan Tancredo, juru bicara departemen luar negeri AS Tom Casey mengatatakan, "Itu betul-betul pernyataan yang tidak pantas dan tercela, menyarankan untuk melakukan serangan ke tempat-tempat suci, entah itu tempat suci Muslim, Kristen, Yahudi atau tempat suci agama apa pun. "
For more information about Tom Tancredo, visit here.