ReviewReviewReviewReviewMembongkar Tirani Evolusionis di Layar LebarSep 6, '07 12:30 AM
for everyone
Category:Other

Artikel diambil dari sini

Tanggal 12 Februari 2008 mendatang adalah hari bersejarah bagi evolusionis di dunia. Pasalnya, itulah hari lahir sang bapak teori evolusi, Charles Darwin. Namun di ulang tahun ke-199 Darwin itu para Darwinis boleh jadi bakal geram dan cemas lantaran aib mereka bakal dibongkar besar-besaran di depan khalayak ramai. Kali ini bukan melalui debat, konferensi, buku atau sarana biasa, melainkan melalui tayangan perdana film layar lebar Hollywood berjudul ”Expelled: No Intelligence Allowed“ (Dikeluarkan : Kecerdasan Dilarang).

Film non-fiksi ini akan dibintangi tokoh terkenal Ben Stein, yang membongkar sisi gelap para evolusionis di lembaga ilmiah dan akademis. Didasarkan pada fakta sesungguhnya yang kini terjadi, film dokumenter ini mengungkap para profesor yang menindas para ilmuwan kolega mereka yang berani mempertanyakan keabsahan teori evolusi, teori kebetulan yang menolak adanya penciptaan cerdas di alam.

Bersitus resmi di www.expelledthemovie.com, tayangan ini bukanlah sekedar komedi keluaran terakhir Hollywood. Ini adalah film dokumenter baru berdasarkan fakta nyata di lapangan. Expelled akan mengguncang siapa pun yang selama ini berpandangan bahwa semua ilmuwan memiliki kebebasan dalam meyakini kebenaran berdasarkan bukti, ke mana pun bukti itu mengarah.

Sebagaimana dipaparkan situs berita terkenal PRNewswire, 22 Agustus 2007, di balik film ini terdapat perusahaan ternama di dunia perfilman. Pemasaran film keluaran Premise Media ini, misalnya, dilakukan oleh Motive Entertainment, perusahaan yang melambungkan film terkenal The Passion of the Christ, Polar Express dan The Chronicles of Narnia. Selain itu, pendistribusiannya dilakukan oleh perusahaan Rocky Mountain Pictures, yang telah mendulang banyak sukses.


Bau Busuk di Pekarangan Evolusionis

Dikisahkan, pemeran utama film Expelled, si Ben Stein, sedang dalam petualangannya untuk menjawab salah satu pertanyaan terbesar yang pernah diajukan: Apakah kita dirancang , diciptakan? Ataukah kemunculan dan keberadaan kita sekedar hasil akhir dari kubangan lumpur purba yang tersambar petir, sebagaimana dinyatakan teori evolusi?

Selain seorang pengacara, pakar ekonomi, mantan penulis pidato presiden AS, Stein yang bersitus pribadi di http://www.benstein.com juga adalah seorang pengarang dan pengamat sosial. Dalam film itu, Stein kaget dengan apa yang tersingkap dalam petualangannya. Ia menemukan bahwa segolongan kalangan elit di lembaga-lembaga ilmiah bersikap dogmatis.

Lebih buruk lagi, Stein menyingkap bahwa kelompok elit ini menindas sederetan ilmuwan biologi, astronomi, kimia dan para filsuf. Nama baik mereka dirusak, karir mereka dihancurkan hanya karena mereka berseberangan dengan atau mempertanyakan teori evolusi. Lingkaran elit tersebut sama sekali tidak mengizinkan kritik terhadap teori mutasi acak dan seleksi alam yang menjadi tulang punggung teori evolusi Darwin.

Sisi gelap yang disingkap dalam film ini di antaranya adalah adanya para pengajar dan ilmuwan yang dilecehkan, tidak diperpanjang masa jabatannya, bahkan dipecat hanya karena mereka percaya bahwa ada „perancangan“ di alam. Dengan kata lain mereka didzalimi lantaran sekedar mempertanyakan dan menentang pemikiran bahwa makhluk hidup muncul menjadi ada sebagai hasil dari peristiwa tidak sengaja, tidak diciptakan, secara kebetulan dan acak, sebagaimana doktrin evolusi.


Korban-Korban Tirani Evolusionis

Richard Sternberg, pakar biologi dengan dua gelar Doktor termasuk yang ditemui Stein dalam film itu, papar situs berita PRNewswire. Dia adalah korban kebrutalan para evolusionis dogmatis ini. Ia telah meluluskan tulisan ilmiah yang memaparkan bukti-bukti adanya kecerdasan di alam semesta untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Kasus ini telah menjadi buah bibir media massa. The Washington Post, misalnya, menulis di terbitannya tanggal 19 Agustus 2005: "Richard Sternberg dicerca para ilmuwan di [lembaga] Smithsonian seputar tulisan yang mempertanyakan teori evolusi.“

Tak lama setelah penerbitan tulisan ilmiah itu, para staf dari National Center for Science Education dan Smithsonian Institution, tempat Sternberg bekerja, mulai melakukan tindakan pencorengan nama baik dan pelecehan agar sang ilmuwan muda berbakat itu dipecat dari jabatannya. Kebrutalan terhadap kebebasan ilmiah ini sedemikian parah hingga memicu penyelidikan kongres.
Ilmuwan lain yang ditemui Stein dalam petualangannya adalah pakar astrobiologi Guillermo Gonzalez, yang perpanjangan masa jabatannya ditolak di Iowa State University meskipun catatan prestasinya sangat gemilang. Alasannya, Gonzalez memaparkan adanya perancangan yang ia amati di jagat raya.

Korban penganiayaan oleh evolusionis lain adalah Caroline Crocker, dosen cerdas mata kuliah biologi di George Mason University. Ia dipaksa hengkang dari universitasnya hanya karena memperbincangkan singkat tentang hal-hal bermasalah seputar teori Darwin. Alasan lainnya adalah karena sang dosen memberitahu para mahasiswanya bahwa sebagian ilmuwan yakin tentang adanya perancangan cerdas di alam semesta.

Daftar para korban tirani evolusionis ini terus bertambah. Nama para korban yang disebutkan di film ini adalah nyata dan kedzaliman itu benar-benar telah terjadi.


Menampilkan Pendapat Berseberangan

Expelled menampilkan bukan hanya orang-orang yang memiliki pendapat sepihak Film ini memunculkan pula ilmuwan evolusionis seperti pakar biologi berpengaruh PZ Myers dan Eugenie Scott, ketua lembaga terkenal pembela teori evolusi National Centerfor Science Education. Selain itu ditampilkan pula Richard Dawkins, biologiwan ateis asal Inggris sekaligus pengarang buku The God Delusion (Khayalan tentang Tuhan).

Selama 2 tahun para pembuat film Expelled melanglang buana mewawancarai banyak ilmuwan, doktor, filsuf dan para tokoh publik. Yang mereka temukan sungguh mengejutkan: kebebasan berpikir, kebebasan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan ditindas di sekolah-sekolah tinggi, universitas-universitas dan lembaga-lembaga ilmiah yang didanai oleh uang rakyat.
Film ini layak untuk tidak dilewatkan, bagi siapa saja yang ingin melihat sisi gelap para evolusionis dogmatis di abad modern ini. Selengkapnya, saksikan informasi lebih lanjut beserta penggalan film ini di situs resminya: http://www.expelledthemovie.com.

13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
kokonata wrote on Sep 6, '07
kalau baca tulisan2 Akmal, kayaknya siap kirim ke koran atau ke mana... gitu! Tidak seperti saya yang 'mengucapkan aku' sesuatu yang ga penting ^_^
akmal wrote on Sep 6, '07
kalau baca tulisan2 Akmal, kayaknya siap kirim ke koran atau ke mana... gitu! Tidak seperti saya yang 'mengucapkan aku' sesuatu yang ga penting ^_^
bos... ini bukan tulisan saya! :D
arvenda wrote on Sep 6, '07
Link source artikelnya ndak bisa kebuka om :-?
akmal wrote on Sep 6, '07
arvenda said
Link source artikelnya ndak bisa kebuka om :-?
sorry, my mistake... diperbaiki dulu ya... :p
abhicom2001 wrote on Sep 6, '07
ngemeng2 Harun Yahya masuk film itu nda?
yudimuslim wrote on Sep 6, '07
akhirnya...
terus kapan ya uda..holocaust dibuat film..???biar semua orang juga tau klo itu adalah sebuah kebohongan...???
arvenda wrote on Sep 6, '07
-> coba pake softbreaker.. halagh..
-> yg penting bang iman kagak masuk pilm itu :P
fendrri wrote on Sep 6, '07
wah, mantap kayaknya filmnya. Cant wait to see it.
elqassam wrote on Sep 6, '07
knapa gak ma Harun Yahya aja ya..?
yusriye wrote on Sep 6, '07
nah akhirnya...
sweetchucksono wrote on Sep 6, '07
Lucu juga, yang saya tahu dulu malah orang di US mempermasalahkan pengajaran teori evolusi di sekolah-sekolah dasar. Terutama di daerah midwest yang sangat kental ajaran Biblenya. Propaganda intelligent design terselubung?
oldiepepen wrote on Sep 12, '07
Tanpa bermaksud mendukung atau menolak dari teori darwin, ada hikmah yang mungkin bisa diambil. yi: orang-orang "maaf" sekuler semacam Darwin, berani bersikap kritis mengkritik para pendahulunya. berarti kita juga boleh dong kritik darwin??
sweetchucksono wrote on Sep 13, '07, edited on Sep 13, '07
ReviewReviewReview
Tanpa bermaksud mendukung atau menolak dari teori darwin, ada hikmah yang mungkin bisa diambil. yi: orang-orang "maaf" sekuler semacam Darwin, berani bersikap kritis mengkritik para pendahulunya. berarti kita juga boleh dong kritik darwin??
On the contrary, Darwin is a proponent of inteligent design himself being a devout Christian at some point of his life. That is until the data of his Galapagos trip were so overwhelming that he has come to a conclusion that a natural selection process must be involved in the different animal species that thrived under different conditions of the Galapagos. The natural selection itself is an undisputed fact of science. However, the unstated implications that man comes from monkeys is still a matter of debate until now. If A(natural selection) is true, that does not mean B (man comes from monkeys or there is no intelligent design) is true. What is important to understand is when Darwin proposed his theory on the natural selection, there is not a sentence in his book that denies intelligent design. So it is so ironically funny, when the proponents of one theory tries to undermine or denounce the other in anyway. For all we know, natural selection maybe another form of intelligent design, but maybe not vice a versa. It is OK to criticize Darwin, but I don't think the fault lies with him.
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help